
Di Negara Xiang, Shu Fei telah membuatkan formasi sihir terkutuk di setiap kota Kerajaan Xiang, dengan memasukkan darah Huang Lingruo di setiap formasi Sihir terkutuk yang dibuatnya atas permintaan Zhen Long, Raja Shu Chan mengajarkan Ilmu beladiri kepada Panglima Fang Chen dan para Jenderal Xiang sesuai arahan Zhen Long, begitupula kepada para Komandan tempur beserta seluruh pasukan Negara Xiang ilmu beladiri mereka merupakan tanggung jawab Panglima bersama para Jenderal besar Negara Xiang, begitu pula perkembangan ilmu beladiri Negara Bursa dan Negara Durham yang menjadi tanggung jawab Raja Konery, Negara Aliansi mengikuti cara Zhen Long melatih pasukan Negara Taili yaitu setiap petinggi militer beserta bawahannya diwajibkan mengusai tehnik berkuda, berpedang, bertombak, memanah dan pertempuran fisik jarak dekat untuk menjadi pasukan reguler Negara serta memberi modal usaha kepada pasukan yang berumur 50 tahun keatas sebagai tanda jasa pengabdian, namun bagi pasukan yang berumur 50 tahun keatas yang memiliki tingkat kultivasi baik bisa melanjutkan karier sebagai pasukan elit yang ditugaskan menjadi mata mata Negara aliansi di setiap Kekaisaran dan Negara yang berada didataran tengah, Hal Serupa pula yang diterapkan Zhen Long untuk Negara Kasam yang baru saja bergabung ke dalam aliansi, Zhen Long dengan rutin mengirimkan buah persik abadi untuk para pimpinan Negara Aliansi dan keluarga bangsawan Huang dengan bantuan Gendawa Dewi Nirwana serta mengirim ratusan ribu kuda dari Negara Kasam yang merupakan Negara pemilik kuda terbaik menyamai Negara Bursa, peningkatan kemampuan Negara Aliansi membuat Kekaisaran Tang, Wu, Zhao dan Wei menjadi lebih waspada.
Sebulan yang lalu masalah pengkhianatan Keluarga bangsawan Xuan terbongkar membuat Kekaisaran Tang mencopot jabatan Perdana Menteri, Jenderal besar dan Komandan tempur dari keluarga tersebut, serta mengeksekusi mati keturunan bangsawan Xuan di Kekaisaran Tang, namun banyak anggota keluarga bangsawan Xuan berhasil meloloskan diri dari penyergapan yang dilakukan Gao Xuejing karena bocornya informasi penyergapan kepada mereka atas informasi yang diberikan oleh mata mata sekte api surgawi, membuat para Jenderal dan Komandan tempur keluarga Xuan yang dipimpin Xuan Kongtong bergabung dengan Kekaisaran Wei beserta 400.000 pasukan setia keluarganya, Xuan Zhang dan keluarga Xuan yang di tangkap di eksekusi mati dihadapan rakyat ibu kota Cangan sebagai bukti kemarahan Kaisar Li Shimin kepada penghianatan keluarga bangsawan Xuan, posisi Perdana Menteri diserahkan kepada Gao Xuejing untuk mengamankan dan menangani masalah krisis yang melanda Kekaisaran Tang, pengkhianatan keluarga bangsawan Xuan berdampak besar dalam hubungan kerja sama Negara aliansi Kekaisaran Tang, Negara Messina berhasil mengambil alih dukungan Negara Amexitli dan Negara Aizu melalui hubungan diplomatis kepada para penguasa Negara tersebut, dengan tawaran besar yang begitu menggiurkan serta mengingat banyaknya kerugian yang di korbankan selama membantu Kekaisaran Tang, membuat Raja Negara Amexitli dan Shogun Negara Aizu memberikan titah untuk memutus hubungan aliansi kepada Kekaisaran Tang.
Panglima Mitsuki Minamoto tidak mampu menolak perintah Shogun Iwarebiko Fukakusa yang merupakan penguasa Negara Aizu yang lebih memilih Negara Messina sebagai aliansinya atas rekomendasi Kaisar Zhao Yingsu Penguasa Kekaisaran Zhao yang merupakan sahabat karibnya, begitu pula Panglima Lazaro Cardenas tidak mampu menolak perintah Raja Temoc penguasa Amexitli karena dukungan Ratu Vidya Shindu Penguasa Negara Amethi yang merupakan besannya, dikarenakan anak bungsunya Putri Milea menikah dengan Panglima Perang Negara Amethi Viqram Shindu yang juga merupakan Pangeran Mahkota Negara tesebut, hal tersebut membuat penguasa Negara Busanpyong menjadi dilema karena merasa khawatir atas invasi Negara tetangganya Aizu yang telah beraliansi dengan Negara Messina yang secara tidak langsung merupakan aliansi Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Zhao, dengan saran Perdana Menteri Bae Kimjun, Raja Park Yigye memilih bersikap netral sehingga Negara Busanpyong berfikir secara matang menempatkan pilihan dalam beraliansi, hal tersebut dilakukan karena mengingat aliansi yang telah dibina hingga puluhan tahun dapat dengan mudah hancur menyisakan pengorbanan besar dari para pasukan yang gugur menghadapi Kekaisaran Wei beserta Aliansi rahasianya, Raja Park Yigye menolak hubungan diplomatis dari Negara dan Kekaisaran yang meliliki hubungan dengan Kekaisaran Wei sebagai bentuk penghormatan kepada para Jenderal, komandan tempur, dan para pasukan Busanpyong yang telah gugur melawan Kekaisaran Wei beserta aliansinya.
__ADS_1
Setelah seminggu membantu Negara Kasam meningkatkan kekuatan tempur militernya, Zhen Long dan Huang Lingruo melanjutkan petualangannya menuju gunung Ghotam yang merupakan biara agung aliran puncak cahaya kebenaran yang terletak di antara perbatasan Kekaisaran Wei dan Negara Amexitli, pergerakan rahasia Negara Kasam tidak bocor kepada pihak luar bikarenakan loyalitas para pasukan kepada Raja Criss dan Panglima Uldric yang merupakan panutan mereka, ditambah lagi kembalinya Jenderal Caterina menunjukkan perhatian besar Kerajaan Kasam kepada kesejahteraan dan keselamatan para pasukannya.
Zhen Long dan Huang Lingruo menuju perbatasan kota Sibirsk Negara Kasam menuju kota perbatasan Fengju Kekaisaran Wei, untuk memasuki kota Fengju Zhen Long dan Huang Lingruo mengubah penampilan mereka menjadi murid utama aliran api surgawi yang merupakan sekutu Kekaisaran Wei dimana Panglima Perang Lie Kui merupakan salah satu petinggi aliran tersebut, namun penyamaran Panglima Lie Kui tidak terbongkar hingga saat ini, Zhen Long dan Huang Lingruo menyusup melewati Kota Fengju menuju kota Tiangeng agar pergerakan mereka tidak terlacak oleh pasukan perbatasan Kekaisaran Wei.
Di kota Tianggeng Zhen Long dan Huang Lingruo membaur dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi, setelah beberapa hari Zhen Long mengetahui kehidupan masyarakat Kota Tiangeng tidaklah sejahtera selama puluhan tahun karena merupakan target wilayah jajahan dari aliansi Kekaisaran Tang, sama halnya yang terjadi di Kota Miaopiao, Kota Beishang, Kota Canlang dan Kota Qiaolin sehingga perkembangan perekonomian diwilayah tersebut tidaklah meningkat.
__ADS_1
Zhen Long dan Huang Lingeruo mengawasi pergerakan Jenderal besar Zhang Ji dan para pasukannya di kota tersebut, Zhen Long mencoba menakar kemampuan dari Jenderal Zhang Ji yang mebergelar Jenderal Iblis kegelapan Kekaisaran Wei, Tingkat Kultivasi dan kemampuan bela diri Jenderal Zhang Ji berada ditaraf pendekar dewa tingkat awal dengan Struktur tulang Gajah emas menurut pandangan Zhen Long sesuai kitab Yu Nan yang dipelajarinya, serta kemampuan para Komandan tempurnya berada pada Tahap pendekar pertapa puncak dengan struktur tulang Gajah Perunggu, Zhen Long mengelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis menganggap Jenderal Zhang Ji beserta para bawahannya sangatlah kuat dan sejahtera di bawah perlindungan Kekaisaran Wei.
Zhen Long dan Huang Lingruo menetap di Kota Xibai guna mengawasi pergerakan Jenderal Zhang Ji untuk menemukan letak ruang penyimpanan harta milik Jenderal tersebut dengan penglihatan dewa iblis miliknya, setelah 3 hari melakukan pengawasan akhirnya Zhen Long mengetahui letak penyimpanan harta milik Jenderal Zhang Ji serta cara mengantisipasi jebakan di ruangan rahasia tersebut.
Zhen Long berencana menguras harta Jenderal Zhang Ji dikemudian hari, setelah misi tercapai mereka melanjutkan perjalanan menuju kota Xuzun, di saat memasuki gerbang kota Xuzun Zhen Long dan Huang Lingruo dicegat oleh para komandan tempur yang merupakan bawahan Jenderal Lin Yo, Zhen Long mengeluarkan 100 keping koin emas agar dapat memasuki kota Xuzun, karena melihat kepingan emas yang diberikan Zhen Long para komandan tempur dengan senyuman bersahabat mengijinkan mereka untuk memasuki kota tersebut.
__ADS_1
“Mengapa Yang Mulia memberikan koin emas yang banyak kepada mereka?” Huang Lingruo bertanya karena merasa kesal melihat kelakuan komandan tempur tersebut.
“Tenanglah Lingruo’er kita harus menjaga identitas agar tidak mengundang kecurigaan, karena misi kali ini sangat penting serta prioritas utamaku” Zhen Long berkata dengan berbisik sembari menenangkan kekasihnya, membuat Huang Lingruo merasa bingung tentang misi rahasia ke gunung Ghotam.