
“Amithaba... Amithaba... Darma, Budi dan Bhakti kami tidak memperbolehkan hal tersebut Pangeran!!! kami para Biksu tidak diperkenankan ikut serta dalam peperangan antara Negara, praktisi Beladiri, dan Politik apapun di Dunia, apalagi menumpahkan darah manusia!!! kecuali kami diserang, hal tersebut merupakan pondasi ajaran sekte kami... sancai.. sancai...!!!” Mahaguru Su Ao berkata dengan sangat tegas akan ajaran kepercayaan sektenya membuat para biksu membenarkan hal tersebut namun Zhen Long hanya tersenyum tipis merasa perangkapnya telah tersemabar umpan.
“Hahahaha...hahahaha... hahahah, ternyata para Biksu aliran puncak cahaya kebenaran begitu naif dengan ajaran sektenya” Zhen Long berkata dengan lantang sembari tertawa menyinggung para Biksu, membuat Huang Lingruo merasakan aura yang sangat pekat dari para Biksu yang terselut amarahnya.
“Mohon jaga perkataan Pangeran!!!!! jangan sampai melewati batasan Anda!!!” Mahaguru It Heng berkata dengan lantang karena merasa Zhen Long menghina ajaran kepercayaan Sektenya yang berumur puluhan ribu tahun, hal tersebut sama dirasakan oleh para Biksu sekte tersebut.
“It Heng!!! Amithaba ... Amithaba... Amithaba... Saya mengetahui kemampuan Anda !!! namun sepertinya pembicaraan ini alangkah baiknya diakhiri... Sancai... sancai..” Mahaguru Su Ao berkata dengan sabar menenangkan muridnya serta ingin mengakhiri pembicaraan tersebut.
“Hahahaha... hahaha.. hahaha.. Apakah menahan tokoh dunia persilatan dan Raja suatu Negara bukankah bertentangan dengan dengan ajaran sekte kalian!!!” Zhen Long berkata menyinggung suatu masalah serta pernyataan Mahaguru Su Ao dengan tawa tipis menyiratkan rahasia besar yang disembunyikan oleh aliran tersebut.
__ADS_1
“Amithaba.. Amithaba.. jangan bilang tujuan Pangeran ingin membebaskan orang tersebut” Mahaguru Su Ao berkata sembari terkejut mendengar pernyataan Zhen Long, membuat Mahaguru It Heng beserta para Biksu Utama dan menengah terkejut mengenai rahasia yang mereka sembunyikan lebih 30 tahun yang lalu dapat diketahui oleh Zhen Long.
“Yah....!!! Mahaguru Su Ao, karena kedua tujuan awalku tidak terpenuhi maka terpaksa tujuan ketigaku harus terpenuhi karena itu tidak bertentangan dengan ajaran aliran puncak cahaya kebenaran, Lagi pula menahan seorang Raja sekaligus Pendekar dunia persilatan bukannya secara tidak langsung Sekte puncak cahaya kebenaran melanggar ajarannya” Zhen Long berkata dengan tegas dan serius mengingatkan pernyataan Mahaguru Su Ao.
“Amithaba ... Amithaba ...Amithaba.. Mohon Pangeran memikirkan dampak besar bila membantu orang tersebut, maka akan terjadi pertumpahan darah dimana mana” Mahaguru Su Ao mengingatkan dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
“Amithaba .. amithaba.. mengingat hubungan guru dan murid, antara diriku dan ayahmu Saya mohon Pangeran mengurungkan niat tersebut” Mahaguru It Heng berusaha membujuk Zhen Long mencegah kekacauan yang akan terjadi.
“Maafkan Saya Mahaguru, hal yang terjadi masalalu, sekarang, dan akan datang merupakan takdir yang harus dijalani, meskipun orang tersebut merupakan tokoh aliran sesat serta akan mengacaukan dunia saya rasa para Biksu tidak boleh berbuat dzalim terhadap sesama manusia dan mahkluk hidup” Zhen Long mengutarakan isi kitab Yu Nan Bab 8 miliknya, membuat para biksu mendalami pernyataan Zhen Long, serta membuat Huang Lingruo penasaran siapa tokoh yang dimaksud kekasihnya.
__ADS_1
“Amithaba .. amithaba .. karena keinginan Pangeran yang begitu besar kami tidak bisa melawan takdir, untuk membebaskan Raja Sung Changsheng, Pangeran harus menghadapi kami semua dan para Biksu Suci Sekte puncak cahaya kebenaran, sancai... sancai!!!” Mahaguru Su Ao berkata sembari mengelengkan kepalanya, membuat Huang Lingruo terkejut mendengar orang yang ingin kekasihnya selamatkan merupakan ketua Sekte api surgawi sekaligus Raja Negara Zugen musuh mereka.
“Amithaba... amithaba ... amithaba...!!!!” para Biksu serentak berkata sembari menggelengkan kepalanya merasa orang yang ingin mereka hadapi merupakan pendekar muda yang sangat mereka banggakan.
“Yang Mulia !!! mengapa kita harus menolong Sung Chansheng!!! Bukankah dia musuh kita?” Huang Lingruo bertanya dengan sangat serius kepada kekasihnya karena merasa dunia akan kacau bila orang tersebut dibebaskan.
“Lingruo’er, kamu tahukan amanah Guruku memberikan kesempatan ke 2 bagi manusia dan mahkluk hidup, menciptakan kedamaian dan keadilan dimuka bumi, menolong orang yang membutuhkan, dari ketiga amanah tersebut bisakah dirimu menjelaskan amanah yang diriku langgar!!! masalah Sung Changsheng akan menghancurkan dunia itu merupakan makna mendalam dari kitab Yu Nan bab 7 yang telah kita pelajari” Zhen Long berkata dengan tegas dan lembut mengingatkan kepada kekasihnya, membuat Huang Lingruoa berfikir sejenak makna penyataan Zhen Long sembari mengingat isi kitab Yu Nan Bab 7, “Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi memiliki hukum sebab dan akibat jalani takdir serta selesaikan dengan seluruh kemampuanmu” gumam Huang Lingruo dalam hati merapalkan kutipan kitab tersebut, membuatnya memahami maksud dari kekasihnya.
“Amithaba... Amithaba... Amithaba... apakah Pangeran serius ingin melanjutkan niatan membebaskan Sung Changsheng??? Sancai ... sancai” Mahaguru Su Ao menanyakan dan memperjelas tekad Zhen Long.
__ADS_1