Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Pergerakan Negara Aliansi


__ADS_3

Raja Bin Tang dengan segera melaksanakan perintah yang diberikan oleh Zhen Long pada saat acara perjamuan di markasnya sedang berlangsung, sehingga Ratu Ma Ya dan Raja Ding Ocen bersiap untuk menyambut kedatangan sang Dewa dan Dewi mereka di markas masing masing.


Zhen Long dan Huang Lingruo menuju pegunungan Lachi melaui kota perbatasan Benggaluru, kota Benares, kota Patna, kota Ranchi, Kota Kochi dan kota Shimla sembari mencari informasi penting, Zhen Long dan Huang Lingruo mengetahui bahwa Ming Taiqing sedang berada di Negara Yaounde dan sedang membangun pasukan bersama Raja Dibaldo di Negara tersebut, membuat fikiran Zhen Long semakin gusar mendengar kabar tersebut namun tetap fokus menjalankan misi dan rencana awalnya.


Di dalam perjalanan Zhen Long dikejutkan dari kabar sahabatnya dewa naga yang menyatakan inti kehidupannya akan segera rampung, dengan senang hati Zhen Long memberikan seluruh persediaan Arak, rum dan minuman lainnya yang dimilikinya kepada sahabatnya tersebut agar dapat melanglang buana kembali, Zhen Long juga menempa ulang 7 senjata pusaka dewa miliknya yang dibuat oleh pendekar dewa Er Lang dengan menambahkan batu bintang keramat, patahan rantai penyerap bintang, tetesan darahnya serta segel sihir yang dimilikinya sekaligus membuatkan 10 Jubah dewa racun untuk orang terdekatnya di dalam cincin kuasa langit yang sejak pertemuan Negara Aliansi telah diserahkan ketangan Huang Lingruo.

__ADS_1


Zhen Long bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan yang telah dirinya perbuat selama di puncak cahaya kebenaran namun hal tersebut berbuah perubahan besar didalam kehidupannya dikarenakan saat ini dirinya tidak akan ragu lagi membunuh lawan lawannya dari aliran sekte sesat dikarenakan kesempatan kedua yang menjadi amanah gurunya telah dirinya jalankan, terlihat kelelahan diwajah Zhen Long yang bekerja siang dan malam untuk membuat senjata tempur dan pelindung bagi para petarung suku gunung yang menjadi pengikut setianya, Zhen Long menaruh harapan besar kepada pengikutnya yang berasal dari suku gunung dibanding pasukan Negara aliansi, dikarenakan kesetian dan loyalitas para petarung suku gunung berada diatas rata rata.


Di waktu yang bersamaan Raja Konery dan Raja Bai Yan telah sampai ke Negara Taili untuk menemui Perdana Menteri Gou Xuejing dan menyampaikan kesediaan Negara Aliansi Durham, Bursa , Xiang dan Taili membantu Kekaisaran Tang dengan perjanjian yang sangat menguntungkan sembari berangkat menuju Kota Fengwu melalui pelabuhan Kusa, serta menyampaikan perintah Pangeran Zhen Long agar untuk beberapa bulan Kekaisaran Tang fokus dalam mempertahanankan kota yang tersisa terlebih dahulu guna memuluskan rencana Negara aliansi menguasai 5 kota jalur penghubung darat wilayah Negara Taili dan Kekaisaran Wu hingga perbatasan kota Mengtong yang dikuasai Keluarga bangsawan Huang, agar memperkokoh kekuatan dan Ruang gerak Negara Aliansi.


Perdana Menteri Gao Xuejing dengan segera mengirimkan berita baik tersebut kepada Kaisar Li Shimin yang berada di ibukota Cangan, kabar tersebut membuat hawa segar akan keamanan dan krisis Kekaisaran Tang menjadi sedikit terkendali, Kekaisaran Tang menerima kesepakatan dan permintaan yang diajukan Raja Konery sebagai perwakilan Negara Aliansi dan berjanji menjalankan semua tahapan rencananya agar invasi Negara Taili berjalan lancar.

__ADS_1


Keluarga bangsawan Huang membangun komunikasi kepada keluarga bangsawan Dong dan menyebar luaskan berita tentang kembalinya Raja Zugen Sung Changsheng dan Yan Qianmu secara rahasia, membuat Chaos didalam pemerintahan kekaisaran Wu, Huang Chubiao memohon ijin khusus kepada Kaisar Dong Fangguan untuk memperkuat dan membangun benteng kota Kongtong, kota Mentong, kota Wangyuan dan kota Baguan untuk mengantisipasi pergerakan Negara Zugen ke depannya, Kaisar Wu mengijinkan hal tersebut dan meminta Keluarga bangsawan Huang untuk mengamankan 5 kota sisi utara Kekaisaran Wu sebagai upaya antisipasi pergerakan Negara Zugen, keluarga bangsawan Che dan Keluarga Bangsawan Yan yang di anggapnya akan berkualisi menghancurkan kekaisarannya.


Dengan ijin Kaisar Dong Fangguan Keluarga Bangsawan Huang melakukan rekrut pasukan besar besaran dan mengambil alih Kota Chenyao, Kota Zhaozhun, kota Shaowang, Kota Wulongju dan Kota pelabuhan Xiaozhong atas bantuan kekuatan finansial keluarga bangsawan Huang dan dukungan Keluarga Bangsawan Dong, pergerakan tersebut membuat sekat dan gesekan internal dipemerintahan Kekaisaran Wu sehingga hubungan keempat kekuarga bangsawan terlihat sangat renggang, kedekatan Kaisar Dong Fangguan dan Perdana Menteri Che Mingpao telah berakhir dikarenakan keluarga Bangsawan Che termasuk pengikut setia aliran api surgawi, namun Negara Zugen tidak ingin melancarkan serangan dalam waktu dekat dikarenakan kesiapan pasukan tempurnya belum memadai.


Negara Kasam yang telah menerima pelindung perlengkapan perang, senjata, ilmu kitab beladiri kuno langka dan sumber daya fokus meningkatkan kemampuan para petinggi militernya secara sembunyi sembunyi sembari tetap melakukan komunikasi kepada Negara Messina yang saat ini dipimpin Ratu Mithena agar rencana aliansinya tidak bocor, dan merahasiakan pengiriman bahan sumber daya dan kuda tempur miliknya sebagai perdagangan antara wilayah melalui jalur laut.

__ADS_1


Zhen Long dan Huang Lingruo memasuki sisi barat pegunungan Lachi dalam waktu 8 hari perjalanan, Ratu Maya, Jenderal petarung Bayu, Bima, Enre, Agung dan Arya beserta petarung elitnya telah menanti kedatangan Sang Dewa dan Dewi di gugusan ketiga pegunungan Lachi, layaknya Raja Bin Tang di pegunungan Rutai, Ratu Maya beserta bawahannya bersujud dihadapan Zhen Long dan Huang Lingruo.


“Hormat kepada Sang Dewa dan Dewi!!!!”(bahasa gunung) Ratu Maya beserta bawahannya serentak berkata sembari bersujud.


__ADS_2