
“Jenderal Shun Mingshi apakah anda baik baik saja?” putri Li Huwei bertanya dengan rasa khawatir dengan kondisi salah satu jenderal besar kekaisaran Tang tersebut yang telah melindunginya dari tebasan pedang lawannya.
“Tidak mengapa tuan putri, jenderal Gao Langsong cepat bawa tuan putri Li Huwei ke kota Langguang untuk meminta bantuan biar urusan di sini saya beserta para komandan tempur yang akan mengatasinya!!!” jenderal Shun Mingshi berkata kepada jenderal Gao Langsong dengan nada tinggi sembari menahan rasa sakit di punggungnya dan tetap waspada terhadap lawannya.
“Hahahaha.. hahahaah... hahaahha jangan harap kalian bisa pergi dari tempat ini, hari ini aku akan membalaskan dendam keluargaku yang telah di bunuh oleh ayahmu Li Huwei” Bong Bashan berkata dengan penuh amarah di wajahnya dengan sigap 20 bawahannya mengelilingi dan mengepung putri Li Huwei untuk menutup ruang gerak lawannya.
“Itu karena jenderal Bong Suxue melakukan penghianatan kepada Kekaisaran Tang!!!” putri Li Huwei berteriak ke arah Bong Bashan yang sedang melayang di atas udara memandang kelompok putri Li Huwei yang sedang kewalahan menghadapi kelompoknya.
“Saya tidak peduli, yang jelas saya akan membunuh semua keluarga bangsawan Li kekaisaran Tang jika ada kesempatan hahahhaha.. hahahah... hahahahah” Bong Bashan berkata sembari tertawa bahagia memastikan kemenangannya.
__ADS_1
“Dasar kalian sekte iblis makam tengkorak bayangan, berani sekali kalian membuat onar di wilayah kekaisaran Tang” jenderal Gao Langsong berkata dengan penuh amarah dan lansung menyerang ke 2 pendekar pertapa dihadapannya untuk membuka celah agar putri Li Huwei bisa selamat begitu pula ke 6 komandan tempur lainnya.
Jenderal Shu Mingshi terpaksa menggantikan peran jenderal Gao Langsong menjaga putri Li Huwei, melihatkan kondisi pertarungan Zhen Long dengan segera melepaskan tangan Huang Lingruo untuk membantu kelompok putri Li Huwei yang sedang terpojok dengan serangan brutal para pendekar pertapa tingkat puncak aliran makam tengkorak bayangan yang begitu hebat dalam hitungan menit dapat membunuh 2 komandan tempur kekaisaran Tang dengan ratusan jurus.
Huang Lingruo melesat menghampiri 4 pendekar pertapa yang menuju ke arah tempat putri Li Huwei sembari melayangkan serangan tebasan pedang dewi kultus suci yang telah di kombinasikan dengan sigap ke 4 pendekar pertapa tersebut menangkis serangan tersebut sembari menghindar mundur, melihat hal tersebut jenderal Shun Mingshi dan putri Li Huwei terlihat bahagia karena adanya bantuan seorang pendekar hebat membantunya, dengan segera variasi serangan brutal dan ganas dari kombinasi jurus jurus dewi kultus suci tebasan tebasan Huang Lingruo dengan segera menyudutkan ke 4 pendekar pertapa sekte makam tengkorak bayangan tersebut, melihat rekannya terdesak membuat pendekar pertapa lainnya dengan segera ikut membantu para rekannya yang sedang terpojok serta mengalami cedera ringan dari serangan tanpa henti Huang Lingruo, Zhen Long hanya memperhatikan kekasihnya bertarung sekaligus mengawasi putri Li Huwei yang sedang di lindungi jenderal Shun Mingshan yang sedang terluka parah.
Huang Lingruo tidak menanggapi jumlah pendekar pertapa makam tengkorak bayangan yang datang meyerangnya karena merasa yakin Zhen Long akan membantunya pada saat dirinya terdesak.
Jenderal Gao Langsong terlihat sedang terluka cukup serius setelah 4 pendekar makam tengkorak bayangan mengeroyoknya setelah terluka cukup parah 2 pendekar pertapa makam tengkorak bayangan membantu rekan yang lainnya menyerang Huang Lingruo dan menyisakan 2 rekan yang lainnya agar menghabisi jenderal Gao Langsong.
__ADS_1
Terlihat Huang Lingruo menari diatas pedang ke 12 pendekar pertapa yang sedang mengepungnya dan menangkis serangan tusukan serta tebasan pedang mereka serta sesekali melancarkan tebasan beruntun dewi kultus suci membuat Zhen Long takjub akan perkembangan ilmu beladiri kekasihnya.
Melihat peluang besar Bong Bashan kemudian melesat menuju ke arah putri Li Huwei yang dijaga jenderal Shun Mingshi untuk membunuh secepatnya putri tersebut, menyadari pergerakan Bong Bashan tersebut enderal Shun Mingshi dengan segera melesat menghadang serta menyambut serangan Bong Bashan, karena perbedaan tingkatan yang sangat jauh dalam puluhan jurus Shun Mingshi telah tersungkur di atas tanah dengan cedera yang cukup parah.
Dengan senyum tipis melecehkan Bong Bashan segera melesat dengan merapalkan serangan terkuatnya ilmu tapak bayangan kematian ke arah putri Li Huwei dengan segera Zhen Long melesat menangkis serangan dahshat tersebut dengan tapak dewa iblisnya sembari menyiapkan mustika dewi nur di tangan kirinya dan menarik mundur putri Li Huwei dengan cepat ke belakangnya setelah tapak Bong Bashan berjarak sejengkal dari wajah putri Li Huwei. “Duarrzzz” suara benturan pukulan Bong Bashan dan Zhen Long, membuat Bong Bashan Terpental 20 meter kebelakang sembari memuntahkan darah segar di sudut bibirnya, dengan kecepatan langkah dewa iblis Zhen Long melesat mengarah di hadapan Bong Bashan, sebelum Bong Bashan mengatur nafas akibat benturan pukulan tersebut, Zhen long kemudian melayangkan tendangan dewa iblisnya ke arah tubuh Bong Bashan sekaligus dengan cepat memasukkan beberapa tetes darah Bong Bashan tanpa diketahui.
Tubuh Bong Bashan melaju dengan kecepatan tingkat tinggi ke arah pendekar pertapa yang hendak menebas kepala jenderal Gao Langsong dalam keadaan cedera yang sangat parah.
Zhen Long sengaja merapalkan tendangan iblis tahap 8 untuk menyelamatkan nyawa jenderal Gao Lansong, tubuh Bong Bashan mengenai kedua pendekar pertapa tersebut sehingga ikut terbawa arus terpental jauh bersama atasannya, dengan segera jenderal Shun Mingshi dan jenderal Gao Lansong menghampiri putri Li Huwei untuk mengatur nafasnya setelah melihat kehebatan ke dua pendekar yang membantu mereka, terlihat Huang Lingruo sedang menikmati pertarungannya menghadapi 18 pendekar pertapa puncak setelah ke 6 pendekar yang dilukainya selesai menyembuhkan cederanya.
__ADS_1
Huang lingruo meskipun terdesak mundur namun masih sanggup menangkis dan menghindari ribuan jurus yang diarahkan kepadanya sembari melakukan serangan balik yang mematikan, Zhen Long hanya berdiri sekitar 5 meter dari tempat putri Li Huwei sembari mengawasi putri tersebut dan menyaksikan kekasihnya bertarung.