Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Kewaspadaan Sultan Yasir Al Mahmud Negara Bursa


__ADS_3

Zhen Long menutup kitab Yu Nan yang telah tuntas dia pelajari dan dengan lahap dia memakan buah persik yang tersisa sebelum memanen buah persik lainnya, Zhen Long berniat melakukan kontrak dengan Mahkota Raja Langit namun melihat tenaga dalamnya belum cukup untuk melakukan hal tersebut.


Zhen Long berharap dengan Mahkota Raja Langit dan Pedang Pengusa Jagad didirinya dapat melindungi dari kejaran pendekar pendekar dewa tingkat tinggi dan menolong sesama manusia menjalankan pesan Pendekar dewa Yu Nan..


Zhen Long baru menyadari ternyata buah Zaitun langit telah berwarna kristal dan buah Zaitun langit yang muda berwarna hitam telah tumbuh disamping buah zaitun langit yang telah matang, Dengan sigap Zhen Long melompat dan memetik buah zaitun langit tersebut setelah turun Zhen Long dengan segera melahap buah zaitun langit dan membagi tenaga yang didapatkannya ke 12 meridian besarnya...


Zhen Long saat ini bisa lebih tenang karena untuk membantunya latihan rutin fisiknya dapat menggunakan energi Qi dimeridian madyanya.. sehingga tenaga dalam murninya dapat digunakan sebagai pembuka segel sihir dan meningkatkan struktur tulangnya..


Zhen Long berbicara dengan benda yang ada di hadapannya “Sabar yah Mahkota Raja Langit... belum saatnya kita dipersatukan”... dengan nada bercanda,,,,

__ADS_1


Zhen Long kemudian berlatih fisik untuk sembari merapalkan kitab Yu Nan hingga bab terakhir dan memakan buah persik yang baru dipetiknya sambil mengikuti Mahkota raja langit yang selalu ada dihadapannya...


Di aula besar istana kerajaan Bursa terlihat Sultan Yasir al Mahmud sedang mendiskusikan kondisi perbatasan negaranya denganpanglima perangnya Fitrah al Zainal, tentang kesiapan pasukan tempur di 3 kota perbatasan kerajaan Bursa yang bersinggungan langsung dengan kerajaan Zugen, Kekaisaran Wu dan kekaisaran Zhao…


“Bagaimana posisi pasukan Bursa saat ini panglima Fitrah ?” Tanya sultan Yasir Al Mahmud dengan nada yang sedikit tertekan karena mendengar informasi yang tidak biasa dari mata mata yang Negara Bursa tempatkan pada setiap Negara dan Kekaisaran...


“Sesuai perintah baginda sultan pasukan kita telah berada pada posisinya sejak 3 hari yang lalu yang mulia…" jawab Panglima Fitrah Al Zainal dengan sigap untuk menenangkan perasaan rajanya...


“Saya telah menerima pesan dari ke 3 wilayah perbatasan kita yang mulia dengan menggunakan burung gagak yang dikirim dari masing masing Jenderal utama kita di setiap kota perbatasan, menurut para Jenderal utama sampai dengan saat ini posisi perbatasan Pelabuhan dan daratan masih dalam kondisi stabil dan terkendali yang mulia …" jawab Panglima Fitrah sembari menyerahkan surat laporan dari para Jenderal perbatasan kepada Sultan Yasir…

__ADS_1


Sultan Yasir Al Mahmud menbaca ketiga surat yang dikirim oleh para perwakilan Jenderal di perbatasan negaranya,Sambil berjalan disekitar singgasananya kemudian lanjut berkata “Namun kirimkan perintah kepada Para Jenderal pasukan kita agar tetap waspada dan jangan sampai lengah panglima!!!” dengan suara tegas Sultan Yasir memerintahkan karena tidak ingin para pasukannya lengah...


“Baik baginda perintah akan segera dilaksanakan” sambil menunduk dan mengayunkan tangan tangannya dari dahinya kearah bawah sambil berjalan mundur, namun belum jauh Panglima Fitrah Az Zainal ingin pamit untuk melaksakan perintah sultannya, Panglima Fitrah Az Zainal terhenti setelah sang sultan membuka mulutnya dan berkata “Panglima ada satu hal lagi yang ingin aku perintahkan kepadamu!!!!”


“Silahkan yang mulia memberikan mandat kepada hamba akan berusaha sekuat tenaga akan melaksanakannya yang mulia" jawab Panglima Fitrah dengan sigap…


“Saya ingin dirimu mengatur rotasi pasukan yang telah kita kirim 3 tahun lalu saya ingin menarik Jenderal khadafi beserta 50.000 pasukanya dari Negara Xiang dan mengirim Jenderal Yasser dan Jenderal Farid beserta 100.000 pasukan ke Negara Xiang, saya merasa istri dan anak anak Jenderal Khadafi dan pasukannya mungkin sangat rindu dengan keluarganya!!!!” titah sultan Yasir Al Mahmud yang memperhatikan para pasukannya..


“Akan segera hamba lakukan secepatnya yang mulia…" Jawab Panglima Fitrah Az Zainal dengan penuh rasa hormat..

__ADS_1


Tiba tiba sebuah pria terbang memasuki aula besar kerajaan Bursa tanpa permisi dan tertawa terbahak bahak… “hahahaha… hahahaha... hahahah apa kabar sobat”… pria yang bertubuh besar sekitar 2 meter dengan menggunakan baju Zirah putih kebiru biruan, mata yang tajam dan berambut panjang berwarna silver kebiruan dengan asesoris kepala seperti ekor kuda dan memegang tombak bermata 2 yang disalah satu sisinya ujung tombaknya panjang dan lebar dan memakai aksesoris Wajah Naga di baju zirahnya,


namun semua komandan penjaga istana tidak berani menyinggungnya dan membiarkan orang tersebut memasuki aula istana dan mendarat ringan dihadapan sultan Yasir Al Mahmud, orang tersebut tak lain pengusa Negara Durham Raja Konery yang selalu memasuki aula kerajaan Negara Bursa dengan cara yang nyentrik dan tidak biasa karena merupakan bawaan karakternya yang keras dan angkuh.


__ADS_2