
Raja Shu Ron yang merupakan seorang pendekar dewa tingkat tinggi serta merupakan seorang Raja Negara Xiang merasa bersalah dan membuatkan formasi sihir untuk melindungi leluhur pendekar 7 perawan suci ribuan tahun yang lalu..
perguruan Aliran Perawan Suci terkenal dengan benda benda pusaka pertapa yang dia buat dengan memadukan tenaga dalamnya untuk mendapatkan harta guna membeli sumber daya dan berbagai kebutuhannya hidup mereka, meskipun mempunyai ilmu beladiri yang sangat tinggi namun aliran Perawan suci menutup diri terhadap dunia persilatan Mereka hanya akan menyerang apa bila diserang...
Aliran Perawan suci memiliki ilmu beladiri serta pertahanan yang kuat dengan bantuan formasi sihir Shu Ron yang hanya bisa ditembus oleh pendekar dewa tingkat tinggi namun akan menyebabkan tenaga dalam pendekar yang menerobos akan terkuras dan dengan mudah di habisi oleh para murid aliran Perawan suci meskipun masih berada ditingkatan pendekar terhormat para Biarawati suci hanya keluar untuk menjual Mustika Dewi Nur dan Mustika Kultus Suci kepada kekaisaran dan Negara yang menginginkan...
Dalam menerima murid Aliran Perawan Suci sangat selektif mereka hanya menerima bayi perempuan dan anak perempuan di bawah umur 6 tahun untuk di binanya menjadi pengikut dan anggota mereka, perbedaan waktu didalam formasi sihir dan dunia luar 4:1 sehingga para murid aliran Perawan suci sangat matang dalam melatih ilmu beladirinya ketingkat puncak,
Putri Bai Rong mewarisi ilmu beladiri yang dimiliki 7 Biarawati suci yang merupakan ilmu turunan dari ketua terkuat dahulu Bai Qianxue yaitu ilmu pertahanan wanita raga dewi nur, raga bidadari malam dan raga perawan suci, ilmu penghindar tarian bidadari malam, langkah dewi nur dan 7 langkah gaib perawan suci serta ilmu penyerangan formasi pedang 7 bintang, sayatan bidadari malam dan tapak maut dewi nur serta sebuah cincin kuasa langit dari ke 7 gurunya tersebut dan menjelaskan khasiat khusus dari cincin kuasa langit.
__ADS_1
Mengingat usia dari ke 7 Biarawati suci meskipun terlihat berusia 50 tahunan namun itu merupakan kamuflase dari tenaga dalam mereka, mereka berumur hampir 250 tahunan sehingga dirinya merasa harus menurunkan beladirinya kepada Putri Bai Rong sebagai penggantinya kedudukan mereka sebagai ketua Aliran Perawan suci, setelah memasuki ruang rahasia yang hanya dimasuki oleh ketua aliran Perawan Suci, Putri Bai Rong diangkat menjadi ketua aliran dikarenakan pemahamannya tentang ilmu beladiri yang sangat luar biasa sehingga mampu mengusai ke 3 ilmu kitab Kuno ketahap hampir mendekati sempurna di usianya 17 tahun ...
Permaisuri Shun Bing En meninggal dunia karena diracun oleh salah satu selir Raja Bai Kong, karena kesedihan yang mendalam Raja Bai Kong meminta Putrinya Bai Rong untuk kembali dan memimpin kerajaan Taili namun Putri Bai Rong menolak dan lebih memilih menjadi ketua aliran Perawan suci yang telah berubah nama menjadi Kultus Teratai Putih atas perintah Putri Bai Rong.
Putri Bai Rong menyarankan untuk ayahnya menikahi Shu Lim putri Raja Shu Fei dari Negara Xiang untuk dijadikan permaisuri kerajaan Taili menggantikan posisi ibunya yang telah meninggal, setelah menikahi Putri Shu Lim, Raja Bai Kong memutuskan semua hubungan dengan selir selirnya, Raja Bai Kong memadu kasih dengan permaisuri Shu Lim dan dikaruniai seorang putra yang merupakan Raja Negara Taili saat ini yang bernama Raja Bai Yan ..
Permaisuri Shu Lim meninggal karena melahirkan Pangeran Bai Yan yang menyebabkan Raja Bai Yan cedera pada meridian besar dan madyanya sehingga dirinya tidak bisa mempelajari ilmu beladiri yang mengunakan tenaga dalam murni pada meridian meridian yang mengalami cedera,
Tinggallah pangeran Bai Yan yang kecil sebagai pewaris tahta kerajaan Taili banyak pemberontakan terjadi di Negara Taili memaksa Putri Bai Rong turun tangan mengatasi permasalahan Negara Taili sekaligus sebagai ketua Kultus Teratai Putih ...
__ADS_1
Putri Bai Rong merawat adiknya yang perbedaan usia mereka adalah 30 tahun meskipun demikian dirinya terlihat berusia seperti wanita 20 tahunan sangat cantik dengan gaun sutra berwana biru putih transparan dan beraksesoris Lambang Tao menandakan pakaian perguruan kultus teratai putih.
Putri Bai Rong tidak bisa merawat adiknya Bai Yan di kultus teratai putih dikarenakan bertentangan dengan aturan sekte yang hanya mengijinkan wanita yang berada di dalam aliran kultus teratai putih sehingga putri Bai Rong selalu menetap seminggu di sekte dan seminggu di istananya menunggu adiknya pangeran Bai Yan dewasa dan naik ketahta Raja Taili..
Pangeran Bai Yan dilatih memakai kekuatan fisiknya dikarenakan akan berbahaya bila menggunakan tenaga dalam dan menyimpan ilmu Warisan keluarga Bai milik ayah dan leluhurnya sampai adiknya sembuh dari cederanya.
karena hubungan antara aliran kultus teratai putih dengan kerajaan Taili yang dipimpin orang yang sama yaitu Putri Bai Rong, kultus teratai putih terpenuhi seluruh keperluannya baik itu sumber daya, pakaian dan makanan yang berasal dari Negara Taili sehingga para murid kultus teratai putih dapat lebih fokus dalam meningkat ilmu beladiri serta kekuatan dan kemampuan namun hal yang sebaliknya Negara Taili dapatkan Negara tersebut terlindungi dari ancaman invasi negara dan kekaisaran lain karena adanya kultus teratai putih tidak banyak Negara yang berani menjajah Negara Taili, hal tersebut dikarenakan Putri Bai Rong dengan sangat kejam membantai para pemberontak dan penghianat kerajaan Taili, Putri Bai Rong kemudian memilih 6 murid utamanya yang terbaik dan melatih mereka agar formasi pedang 7 bintang yang merupakan beladiri penyerangan terkuat kultus teratai putih tetap terwariskan...
Sesekali Putri Bai Rong Bertukar Ilmu Dengan Pendekar Wanita dari Aliran Pedang Langit yang baru diketahuinya adalah anak dari ketua aliran pedang langit Lian Huyao untuk mengisi waktu senggangnya.
__ADS_1
Putri Bai Rong menyimpan kitab kuno milik keluarganya ke ruang rahasia ketua aliran karena merasa disanalah tempat yang tepat karena akan dijaga oleh ke 7 gurunya, Putri Bai Rong tidak menyadari bahwa ruang rahasia tersebut adalah tempat pemakaman para ketua aliran perawan suci, Putri Bai Rong beranggapan ke 7 gurunya sedang berlatih ilmu keabadian, linangan air mata putri Bai Rong melihat banyaknya tengkorak yang duduk bersila di lantai dengan posisi bersemedi dan ditengah ruangan tersebut terlihat cahaya yang dipancarkan oleh suatu benda.
Putri Bai Rong kemudian menuju arah benda tersebut dan melihat sebuah senjata seperti gendawa yang diselimuti segel sihir, Putri Bai Rong menyadari bahwa benda ini adalah senjata dewa Gendawa Dewi Nirwana... Putri Bai Rong segera merahasiakan kejadian tersebut dan menyimpan kitab kuno milik keluarganya dan keluar dari makam kuno para leluhurnya sambil bersujud terlebih dahulu sebagai tanda penghormatan kepada para ketua terdahulu dan ke 7 gurunya...