
“Liang'er sepertinya secepatnya saya harus memulihkan tenaga dalamku!! bahaya sedang melanda kekaisaran Wei" sambil melepas cincin kuasa langit Zhen Hui meminta darah Shu Liang untuk memulai kontrak pemindahan benda mustika dewa.
Shu Liang menggigit ujung jarinya dan meneteskannya di permukaan cincin "Saya serahkan cincin ini kepada Shu Liang”ujar Zhen Hui dengan demikian berpindahlah cincin kuasa langit ketangan Shu Liang setelah Zhen Hui mengucapkan kontrak perjanjiannya
“Apa ...!!!! cincin kuasa langit bisa berpindah dengan penyerahan dari pemilik sebelumnya dengan menggunakan kontrak darah dari pemilik barunya" Ujar Huang Xie terkejut,,, karena baru mengetahuinya “Sangat berbeda dengan cincin kuasa bumiku” lanjutnya tanpa ada ritual khusus sambil memegang kepala Zhen Long “Kamu betul betul beruntung muridku” dia merasa bahagia dengan nasib Zhen Long yang selalu di diuntungkan Takdir yang baik dalam kehidupannya, dengan senyuman bahagia..
“Kalau guru mau cincin ini bisa jadi milik guru" Zhen Long berkata dengan nada bahagia melihat senyuman gurunya menyangka akan lebih bahagia gurunya bila memiliki cincin kuasa langit...
“Cincin itu tak berguna untukku Long'er sampai kapanpun saya tidak akan bisa berlatih didalam cincin kuasa langitmu, apa dirimu tak menyimak pernyataan ayahmu yang bisa berlatih di dalam cincin kuasa langit hanyalah pendekar yang mempunyai minimal 500.000 lingkaran tenaga dalam itu sama saja berlaku pada pendekar pertapa tahap akhir ke atas Long'er” Huang Xie menjelaskan kepada muridnya sambil mencubit hidung Zhen Long dengan lembut karena merasa Muridnya sangat berbakti tanpa pamrih rela memberikan benda pusaka mustika dewa kepadanya...
“Begitu juga saya guru tenaga dalamku 0 lingkaran,lebih mustahil lagi saya memasuki cincin ini” jawab Zhen Long sambil cemberut memutar mutar cincin dijari kelingkingnya sambil berfikiran logis bagaimana mungkin dia langsung bisa memiliki tenaga dalam setingkat pendekar dewa tahap awal karena belum bisa menelaah pernyataan gurunya...
“Kamu bisa Long'er apa kamu tidak mempercayai gurumu ini....?" Huang Xie menenangkan hati muridnya..
“Percaya guru... sambil membuang fikiran negatifnya"...dengan cepat Zhen Long menjawab merasa gurunya sudah pasti memiliki cara melihat senyum manis dibibir gurunya sehingga Zhen Long bertambah yakin dengan ucapan gurunya yang paling dia sayangi dan hormati..
10 Jenderal utama Wei menghadap panglima Hui di istana timur kekaisaran Wei dan berlutut di halaman istana timur..
__ADS_1
“Jenderal Yin apa betul Negara Zugen bergerak???” tanya panglima Zhen Hui dengan tegas kearah para Jenderal
“Menurut informasi mata mata yang kita kirim demikian Panglima” jawab Jenderal Yin Po tanpa berani menatap wajah panglima Zhen Hui karena merasa bersalah tidak melaporkan terlebih dahulu kepada Panglima Zhen Hui yang merupakan atasan langsungnya dengan bersandiwara...
“Apakah tidak ada kabar dari Negara Durham Dan Negara Bursa Jenderal Lie?” panglima Zhen Hui melanjutkan pertanyaannya kepada Jenderal Lie Kue yang bertugas menerima kabar dari 3 Negara Aliansi...
“Belum ada panglima namun infomasi ini telah dibenarkan oleh komandan Nandis yang sedang berada di Negara Durham” sambil menyerahkan lencana palsu yang sangat mirip dengan punya panglima Zhen Hui yang diberikan oleh kaisar Wei kepada Jenderal Lie Kue untuk ditunjukkan kepada panglima Zhen Hui untuk mempertegas sandiwaranya.. karena mengetahui Komandan Nandis merupakan Murid kesayangan Panglima Zhen Hui, 10 Jenderal Utama sempat membisu ketakutan apa bila lencana duplikat itu sampai ketahuan oleh panglima Zhen Hui sambil mencuri pandang ke sesama Jenderal lainnya.
“Baiklah kalau begitu artinya kekaisaran Wei sedang dalam darurat militer, saya minta kalian tidak meninggalkan ibu kota dalam waktu seminggu kedepan!!!!...berikan lencana giok ini kepada perdana menteri Cai Yan untuk ditukarkan sumber daya langka untuk kalian agar kemampuan kalian meningkat sambil menunggu diriku untuk menstabilkan kekuatanku!! Jenderal Yin dan Jenderal Lie saya tugaskan melindungi yang mulia kaisar Wei dan keluarganya di istana kekaisaran Wei bawalah 1.000.000 pasukan terkuat milik kekaisaran Wei.!!!.. Jenderal Wang dan Jenderal Jia bawalah pasukan 2.000,000 untuk menenangkan warga ibu kota kekaisaran Wei!!!,,, Jenderal Hun dan Jenderal Lin.. jaga gerbang utama bersama 1.000.000 pasukan.. Jenderal Guo dan Jenderal Zhang jaga gerbang barat bersama 1.000.000 pasukan dan Jenderal Ma dan Jenderal Pang jaga gerbang timur bersama 1.000.000 pasukan!!!... para komandan tempur dan komandan divisi bersiap di pusat ibu kota Taoyuan, tunggu perintah selanjutnya dariku!!! apakah kalian mengerti..!!!!.” tegas panglima Hui yang sedang membagikan tugas kepada para Jenderal Utama agar dirinya lebih mudah berkonsentrasi dalam pelatihannya..
“Siap laksanakan perintah panglima” jawab para Jenderal utama serentak dengan nafas lega karena sandiwaranya telah berhasil...
Para Jenderal kemudian bubar dan melaporkan perintah panglima Zhen Hui kepada kaisar Zhen Cao dan Perdana menteri Cai Yan, terlihat wajah bahagia dari ke 2 orang tersebut yang merasa sedikit lagi rencana akan berhasil...
“Liang'er sepertinya sudah saatnya latihanku dimulai” Zhen Hui berkata dengan penuh rasa kecemasan dengan kondisi keamanan kekaisaran Wei.
“Semoga saja para Jenderal dapat menahan gempuran selama seminggu ini " lanjutnya dengan penuh kecemasan dan beban fikiran yang berat dari tanggung jawabnya..
__ADS_1
“Liang'er apa bila terjadi hal hal yang berbahaya bawalah Long'er menemui Saudara Dha Ni di gunung kramat Diperbatasan Negara Messina dan Negara Kasam...!!!" perintahnya untuk keselamatan keluarga kecilnya.
“Apapun yang terjadi saya ingin kamu mengeluarkanku setelah seminggu kamu paham Liang'er!!!” lanjutnya menegaskan pintanya, Shu Liang yang terbawa suasana tidak bisa membaca skenario konspirasi dari kaisar Wei karena melihat kepanikan diwajah suaminya dan sempat mencuri dengar pembicaraan suaminya dengan para Jenderal utama yang dia percayai karena merupakan murid dari suaminya ditambah lagi lencana yang diberikan dari Komandan Nandis semakin dirinya menjadi menyakini semua kondisi tersebut sehingga dirinya hanya menganggukkan kepalanya mendengar perintah dan permintaan suaminya...
"Sebelum latihan kakak zhen Hui lepas dulu baju perisai sutra agar peredaran darah menjadi lancar” saran Shu Liang dengan perhatian yang sangat besar terhadap Pria idamannya
“Oh iya hampir saya lupa.... Liang'er...” jawab Zhen Hui sambil mengecup kening istrinya..
Setelah Zhen Hui melepas Baju perisai sutra Shu Liang lalu mengibaskan tangannya yang memakai cincin kuasa langit dan berkata “masuklah Zhen Hui” kemudian dimulailah latihan Zhen Hui di dalam cincin kuasa langit...
Shu liang tidak pernah menyangka bahwa para Jenderal yang merupakan murid dan orang kepercayaan suaminya yang dianggap keluarga sendiri menghianatinya, ini di luar perhitungan dari Shu Liang, di hari ke 6 Zhen Hui yang berada didalam cincin kuasa langit keadaan masih normal normal saja, hingga beberapa saat Zhen Ping Putri Kaisar Wei yang berumur 13 tahun berlari menuju istana timur dengan tergesa gesa sambil memanggil “bibi Liang... bibi Liang... bibi Liang” panggilnya sambil mata yang berkaca kaca dan panik
“Ada apa ping'er?” sambut Shu Liang yang melihat putri Zhen Ping yang merupakan keponakan dan murid kesayangan Shu Liang menangis dengan sangat sedih dan pucat pasi seakan akan melihat setan disiang bolong.
“Dimana Paman Hui??? bibi Liang??? desaknya dengan penuh rasa ketakutan..
“Ada apa Ping'er...?" tanya Shu Liang Merasa ada sesuatu yang sangat penting yang ingin Zhen Ping katakan kepada suaminya dan dirinya melihat wajah panik muridnya.
__ADS_1
Sambil mengusap air matanya Zhen Ping kemudian berkata” Bibi, paman dan Long'er harus cepat meninggalkan kekaisaran Wei!!!!,,,, Ayah, kakek Cai dan ke 10 Jenderal berencana membunuh kalian besok!!!” ujarnya sontak membuat Shu Liang bagai tersambar petir disiang bolong mendengar kalimat yang keluar dari Zhen Ping yang merupakan murid kesayangan mereka berdua, Shu Liang mengenal baik Zhen Ping karena selama berada di kekaisaran Wei Zhen Ping lebih dekat dengan mereka dibanding Ayahnya sendiri yaitu Zhen Cao yang tidak mengharapkan Bayi perempuan sehingga kasih sayang Zhen Hui dan Shu Liang yang membesarkan dirinya bagaikan anak mereka dan melatih Zhen Ping ilmu beladiri yang dimilikinya, sehingga berita dari Zhen Ping tidak perlu lagi dirinya pertanyakan..