Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Misi Awal Zhen Long Tercapai


__ADS_3

“Dengan menyatuan jiwa manusia dan Ras Naga dengan ini yang mulia dapat memerintah semua mahluk hidup siluman dan binatang buas didunia ini sehingga dapat merusak keseimbangan dunia bila di gunakan dengan kurang bijak, yang mulia diharapkan mengontrol emosi dan amarah yang mulia karena akan berakibat buruk bagi mahkluk disekitar yang mulia” Dewa Naga menjelaskan dengan sedikit agak takut membayangkan tuannya berada diluar kendali...


“Tenang saja sobat aku punya jalan keluarnya, cukup kamu ingatkan saja Jika diriku dalam keadaan emosi!!!!” Zhen Long memberikan perintah kepada Dewa Naga dengan senyum di wajahnya


“Baik yang Mulia” Dewa Naga menjawab dengan tenang merasa tuannya telah memahami dampak dari perpaduan jiwa mereka...


Kemudian Zhen Long dalam hati berkata “Kalian sengat para penjaga dengan cepat dan tanpa suara!!! Perintahnya kepada ratusan lebah giok yang telah berkumpul.


“Baik yang mulia perintah dilaksanakan” Ratu lebah giok menjawab dengan sigap, Zhen Long merasa senang dapat mendengar suara mungil ratu lebah giok, dengan segera Ratusan lebah giok mengikuti Zhen Long menuju kediaman Jenderal Jin Dan, sesampainya disana ratusan lebah giok lalu menyerang dan menyengat para pendekar penjaga ruang harta Jenderal Jin Dan, karena sengatan lebah giok sangat beracun membuat para pendekar terkulai lemas dan mati tanpa suara....


Zhen Long dengan segera memasukkan seluruh harta milik Jenderal Jin Dan kedalam cincin kuasa langit beserta mayat para pendekar aliran api surgawi, dan segera melesat kearah rumah panglima Sin Chelan, mendengar kejadian kebakaran kediaman perdana menteri dari mata matanya panglima Sin Chelan menjadi sedikit waspada terutama setelah melihat adanya gemuruh berubahan langit pada saat Zhen long menyatukan jiwanya dengan inti jiwa naga...


Zhen Long merasa rencananya menjadi agak sedikit berantakan, dia berfikir sejenak memilih langkah yang akan di lakukannya untuk mengalihkan perhatian panglima Sin Chelan dan para Pasukannya yang sedang siaga penuh “Sepertinya harus dengan cara kekerasan untuk mengalihkan mereka”gumam Zhen Long dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya Zhen Long menemukan cara keren untuk mengalihkan penjagaan ketat di rumah panglima Sin Chelan yang akan memaksa panglima Sin Chelan turun tangan menghadapinya, Zhen Long kemudian mengeluarkan seluruh Raja dan Ratu siluman dari cincin kuasa langitnya dan memerintahkan menghancurkan tembok benteng yang mengelilingi rumah panglima Sin Chelan yang dijaga ketat oleh para pasukan dan komandan tempur untuk memberikan waktu untuknya menguras harta panglima Sin Chelan...


Para Raja dan Ratu siluman mengamuk dari arah yang berbeda di setiap sudut kediaman panglima Sin Chelan dan melukai banyak komandan tempur dan menyibukkan panglima Sin Chelan mengatasi serangan mendadak para raja dan ratu siluman yang datang secara tiba tiba...


“Atur formasi siluman ini bukan siluman biasa!!!!” teriak panglima Sin Chelan dengan sigapnya melihat area rumahnya porak poranda ada puluhan raja dan ratu siluman yang mengamuk membuat puluhan ribu pasukan dan komandan tempur gentar dibuatnya karena konsentrasinya terpecah karena ulah binatang buas tersebut..


“Groorrrrr” groorrrrr”


“Gerrrrrraaaawwww ggreeawwwarrrr”


Erangan raja dan ratu siluman yang menimbulkan getaran yang kuat membuat telinga para pasukan menjadi pekak serta membuat pasukan banyak yang pingsan karena berada pada tahapan pendekar ahli, melihat kondisi kacau Zhen Long dengan segera memasuki kediaman Panglima Sin Chelan yang sedang disibukkan mengatasi serangan para ratu dan raja siluman, pergerakan dan hawa keberadaan Zhen Long tertutupi dengan aura para raja dan ratu siluman dengan sigap Zhen Long menyapu bersih harta benda milik panglima sin Chelan dan melesat meninggalkan kediaman panglima Sin Chelan, setelah berada ribuan mil Zhen Long memanggil semua raja dan ratu siluman menuju kearahnya...


Alangkah terkejutnya panglima Sin Chelan melihat secara tiba tiba raja dan ratu siluman pergi dengan sekejap meninggalkan kediamannya karena serangan tersebut banyak pasukan panglima Sin Chelan mengalami luka yang sangat serius...

__ADS_1


Zhen Long kemudian memasukkan kembali para raja dan ratu siluman beserta ratusan lebah giok kedalam cincin kuasa langitnya dan melesat kekediaman Jenderal Hon Chen yang merupakan target terakhir misinya.


Zhen Long sengaja menargetkan terakhir Jenderal Hon Chen karena dia merupakan kunci penting dalam siasatnya tersebut, Zhen Long yang mengetahui Jenderal Hon Chen merupakan mata mata dari aliran api surgawi yang merupakan anak dari pendekar Hon Siamping salah satu raja pelindung utara aliran api surgawi, Zhen Long telah menyiapkan sebuah surat yang sama persis dengan segel dan tulisan Hon Siamping kepada anaknya Hon Chen, Zhen Long kemudian melemparkan senjata rahasia menembus ruangan Jenderal Hon Chen, dengan sangat akurat menancap di dinding kediaman pribadi Hon Chen.


Jenderal Hon Chen yang mengetahui hal tersebut dengan sigap mencabut senjata rahasia yang dia sangka milik ayahnya, Zhen Long membuat senjata tersebut dari ilmu perubahan elemen miliknya dengan melihat masa lalu Hon Chen.


Jenderal Hon Chen kemudian membaca isi surat dari senjata tersebut yang bertulis “Saya tunggu di perbatasan Wuhan sekarang” dengan menggunakan segel ayahnya Hon Siamping, setelah membaca surat tersebut dengan segera Hon Chen membakar surat tersebut dan mengambil senjatanya melesat ke tempat biasa dirinya berjumpa dengan ayahnya tanpa ada kecurigaan terhadap surat tersebut karena sama persis dengan pesan yang biasa dia terima dari ayahnya Hon Siamping.


Setelah sampai di tempat yang dituju Jenderal Hon Chen melihat sesosok manusia yang telah menantinya Sembari membelakanginya, sosok tersebut memakai tudung sehingga Hon Chen tidak mengenalinya karena melihat tinggi badan orang tersebut tidak menyerupai ayahnya.


Alangkah terkejutnya Jenderal Hon Chen setelah pria tersebut membalikkan badannya, terlihat sosok yang sangat dikenalinya selama ini yang tak lain adalah pengusa Negara Taili Raja Bai Yan...


Dengan sigap Jenderal Hon Chen mengangkat senjatanya karena merasa orang yang didepannya bukan Raja Bai Yan yang selama ini dia kenal.

__ADS_1


__ADS_2