Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Kemarahan 5 Penasehat Agung Sekte Api Surgawi


__ADS_3

“Maaf tetua, Huang Xie telah tewas sebelum kami menemukannya” Yun Shangkai menjawab dengan penuh penghormatan membuat Penasehat Han Jingmeng yang dahulu bergelar pendekar Dewa Binatang Buas menjadi kecewa mendengar jawaban tersebut, George Zeins meskipun diam namun masih menatap penuh amarah kepada Mahendra Ludra..


“Zhu Xiaoyu!!! Berapa banyak bawahan kita yang telah terbunuh di Negara Kasam?” Penasehat Ye Shansui bertanya kepada salah satu Raja pelindung timur aliran api surgawi, membuat wajah Zhu xiaoyu merasa tertekan untuk menjawabnya begitu pula Yun Shangkai terlebih lagi Mahendra Ludra yang berposisi sebagai komandan tempur saat itu.


“Sangat banyak tetua terutama salah satu cabang aliran kita telah terbantai habis” Zhu Xiaoyu menjawab pertanyaan penasehat Ye Shansui yang dulunya bergelar pendekar Dewi kegelapan, mendengar jawaban tersebut penasehat Lau Yuchun dengan sekejap melesat kearah Mahendra Ludra sembari menghantamkan tongkatnya ketubuh salah satu Raja pelindung barat tersebut hingga terhempas puluhan meter menghantam dinding markas besar sembari mengeluarkan darah segar dari mulutnya, serangan Penasehat Lau Yuchun tersebut begitu cepat sehingga Mahendra Ludra tidak menyadarinya begitupun Yun Shangkai, belum sempat Lau Yuchun melanjutkan hukuman kepada Mahendra Ludra dengan sigap Yun Shangkai berlutut di hadapan penasehat Lau Yuchun meminta permohonan maaf kepada salah satu penasehat agung yang dahulu bergelar pendekar dewa iblis tanpa wajah.

__ADS_1


“Mohon tetua mempertimbangkan jasa Mahendra Ludra, murid yang telah meminta Mahendra Ludra melakukan hal tersebut, namun tidak menyangka hal tersebut akan berdampak besar” Penasehat Kiri Yun Shangkai memohon agar keringanan hukuman Mahendra Ludra, membuat George Zeins sedikit kurang setuju namun tetap diam memahami maksud Yun Shangkai, membuat Mahendra Ludra sedikit merasa lega meskipun serangan tersebut melukai beberapa meridian besar,madya dan kecilnya..


“Semua jasa akan di hargai semua kesalahan ada hukumannya” Penasehat Chen Jianbai berkata mengingatkan aturan sekte api surgawi membuat seluruh pendekar menjadi terdiam sembari melirik kearah George Zeins, Zhu Xiaoyu segera angkat suara sebelum kejadian menjadi fatal karena mengetahui para penasehat agung begitu keras dalam menghukum bawahan.


“Murid memohon penundaan hukuman saudara Mahendra Ludra tetua, mengingat banyaknya kejadian buruk menimpa Sekte api surgawi, dimana salah satu Raja pelindung selatan Hua Kunlun telah tewas, salah satu Raja pelindung rekanku Byung Ke Un telah cacat ditambah lagi Negara Taili yang ingin menyerang sekte, membuat kita membutuhkan para Raja pelindung guna mengatasi masalah tersebut tetua” Zhu Xiaoyu mengingatkan memberikan pendapatnya agar aliran api surgawi tidak terpecah, George Zeins kemudian sedikit tenang mendengar pernyataan rekannya tersebut,

__ADS_1


“Sepertinya pendapat saudari Zhu Xiaoyu ada benarnya, apa lagi yang sudah mati tidak dapat dihidupkan kembali kedepannya murid harap hal ini tidak terjadi kepada cabang cabang aliran kita yang lainnya karena berdampak besar kepada sumber daya sekte Tetua” George Zeins berkata dengan bijak meski masih diselimuti amarah kepada kecerobohan Mahendra Ludra.


Tidak lama berselang Yung Hanxi dan 11 Raja pelindung datang yang hampir bersamaan dengan segera memberikan penghormatan kepada para penasehat agung tanpa mengetahui insiden kecil yang telah terjadi, para raja pelindung Aliran api surgawi dengan segera menduduki kursi tempatnya masing masing, Yung Hanxi yang hendak menuju kursi penasehat kanan terhenti dengan ucapan yang penuh amarah dari Lau Yuchun yang masih dalam keadaan dipenuhi amarah setelah menghajar Mahendra Ludra.


“Masih berani kamu menduduki posisi penasehat kanan Yung Hanxi!!!” Lau Yunchun berkata dengan nada tinggi membuat Yung Hanxi menghentikan langkahnya dan seisi ruangan sepi senyap karena aura yang dikeluarkan oleh pendekar dewa tanpa wajah yang merupakan ayah Lau Cha pendekar iblis wajah putih.

__ADS_1


“Hihihihi... hihihihi..hihihii murid tidak tahu diri meninggalkan saudara seperguruan mati dan sekarat masih berani juga menuntut tempat” penasehat Chen Jianbai berkata sembari menyindir Yung Hanxi membuat Yung Hanxi hanya terdiam dan membisu dengan segera bersujud ketakutan menyadari maksud perkataan para penasehat agung..


“Mengingat jasamu alangkah baiknya dirimu saat ini menggantikan posisi Hua Kunlun atau mati menemaninya?” Penasehat Han Jingmen berkata sedikit meredam aura membunuh para penasehat Agung serta memberikan pilihan kepada Yung Hanxi yang merupakan murid andalannya, mendengar pernyataan tersebut 4 penasehat agung memahami maksud saudara seperguruannya dan menyetujui penurunan posisi tersebut namun tetap akan memberikan hukuman yang setimpal nantinya kepada Yung Hanzi.


__ADS_2