
Zhen Long melalui Kota perbatasan Diu, kota Durga, kota Agra, kota Gawahati menuju Kota perbatasan Benggaluru Negara Amethi sebelum memasuki Pegunungan Rutai tempat dimana markas para suku gunung wilayah Timur terletak, kabar kembalinya Raja Balaram Mahesa telah sampai ke semua petinggi militer Negara Amethi, sehingga secara diam diam para petinggi pemerintahan dan Jenderal utama Negara Amethi mengadakan pertemuan khusus dan rahasia di Ibu kota Vadodara Kerajaan Amethi, sembari memberikan sokongan bantuan pasukan kepada Kekaisaran Wei yang masih melakukan invasi terhadap Kekaisaran Tang.
Zhen Long dan Huang Lingruo mememerlukan waktu 10 hari untuk mencapai Markas Raja Gunung Timur Bin Tang, sesampainya di sisi utara pegunungan Rutai Zhen Long dan Huang Lingruo menjelajahi gugusan pegunungan untuk mencari markas para suku gunung tersebut, kedatangan mereka terpantau oleh para petarung suku gunung yang telah berjaga, para petarung tersebut dengan segera melaporkan kedatangan Zhen Long dan Huang Lingruo kepada Raja Gunung Timur Bin Tang dan kelima Jenderal petarung lainnya yang masih melatih para petarung suku gunung secara bergiliran, mendengar kedatangan sang Dewa dan Dewi mereka, Raja Bin Tang memerintahkan para penduduk suku gunung untuk segera menyiapkan perjamuan besar serta meminta semua rakyatnya untuk berkumpul di pusat gugusan pegunungan Rutai sebagai markas utama untuk menyerahkan tetesan darah sesuai perintah Zhen Long tempo hari pada saat di pegunungan Nether.
Raja Bin Tang beserta kelima Jenderal dan para petarung elit suku gunung dengan segera bergegas menemui dan menyambut kedatangan Zhen Long dan Huang Lingruo secara khusus di pos penjagaan wilayah utara tempatnya.
“Selamat Datang Dewa dan Dewi”(bahasa gunung) penguasa dan para petinggi suku gunung berkata sembari bersujud dihadapan Zhen Long dan Huang Lingruo.
“Bangunlah!!! segera tunjukkan jalan menuju markas kalian!!!!” Zhen Long berkata dengan tegas agar urusannya cepat selesai dikarenakan masih ada 2 tempat lagi yang harus dirinya kunjungi setelah Pegunungan Rutai, Raja Bin Tang dan kelima Jenderal dengan segera bangkit beserta para petarung elit serta mengarahkan Zhen Long ke markas mereka yang berada di lembah pertengahan Pegunungan Rutai.
__ADS_1
Setibanya di markas suku gunung Zhen Long dan Huang Lingruo disambut hangat dan penuh hormat oleh seluruh penduduk suku gunung yang sedang menyiapkan jamuan besar untuknya, Zhen Long dan Huang Lingruo kemudian memasuki istana serta duduk di singasana Raja Gunung Timur dengan penuh wibawa sembari menikmati hidangan yang telah disediakan oleh para penduduk suku tersebut, Raja Bin Tang kemudian berlutut dihadapan Zhen Long dan Huang Lingruo diikuti oleh seluruh penduduk suku gunung Rutai.
“Apakah semua telah tersedia Raja Bin Tang?”(bahasa Gunung) Zhen Long bertanya tentang perintahnya dahulu membuat Raja Bin Tang melirik salah satu Jenderalnya menandakan isyarat.
“Sudah tersedia Dewa!!! seluruh darah penduduk dan bahan herbal langka yang Dewa perintahkan telah kami siapkan sejak lama”(bahasa gunung) Raja Bin Tang berkata dengan penuh hormat, Jenderal Shi Phin dengan segera masuk membawa secawan darah dari seluruh suku gunung wilayah timur yang baru saja diambil pada saat informasi kedatangan Zhen Long dan Huang Lingruo memasuki area Pegunungan Rutai, Zhen long tersenyum mendengar kesigapan dari para penduduk suku gunung dalam mempersiapkan segalanya.
“Dengarkan perintahku Raja Bin Tang kirim pesan ke Raja Dha Ni, Ratu Ma Ya, dan Raja Ding Ocen agar sekiranya bersiap untuk untuk berperang dan meningkatkan kemampuan dari para petarung suku gunung serta membantu Negara Taili, Negara Durham, Negara Xiang, Negara Bursa dan Negara Kasam pada saat dalam bahaya karena mereka merupakan teman!!!” (bahasa gunung) Zhen Long berkata setelah menyelesaikan membuat formasi sihir.
“Siap Dewa!!!” (bahasa gunung) Raja Bintang berkata dengan penuh hormat.
__ADS_1
“Sampaikan juga kepada Ratu Ma Ya dan Raja Ding Ocen untuk bersiap karena Saya dan dewi akan segera menuju ketempatnya”(bahasa gunung) Zhen Long berkata dengan tegas sembari meminta Huang Lingruo mengeluarkan jutaan buah persik abadi dan pil mustika ratusan ribu pil mustika Yin Yang serta pil mustika langit 7 lapis untuk membantu peningkatan kekuatan para petarung suku gunung.
“Raja Bin Tang kamu tahukan apa yang harus dilakukan!!! manfaatkan sebaik baiknya sumber daya ini dan bagikan secara adil kepada seluruh bawahanmu!!!” ( bahasa Gunung ) Zhen Long berkata tegas mengingatkan bawahannya.
“Baik Dewa!!!” (bahasa gunung) Raja Bin Tang Berkata sembari bersujud di hadapan Zhen Long dan Huang Lingruo.
“Terima Kasih atas kebaikannya!!!, semoga Dewa dan Dewi diberi umur panjang dan kesehatan selalu!!!(bahasa gunung) serentak Raja dan para penduduk suku gunung berkata sembari bersujud dengan penuh bahagia, kemudian Zhen Long memberikan isyarat kepada kekasihnya untuk mengeluarkan beberapa salinan kitab kuno dan langka dan ratusan ribu senjata dewa yang telah dirinya siapkan untuk dipelajari dan di kenakan oleh para suku gunung setelah menuntaskan kitab ilmu beladirinya.
Zhen Long kemudian mengijinkan Raja Bin Tang beserta para pendudung untuk bangkit dan menikmati perjamuan besar mereka, sembari menyerahkan salinan kitab kuno dan langka kepada Raja Bin Tang untuk di teruskan kepada para bawahannya sesuai dengan tahapan yang telah Zhen Long tetapkan, setelah seharian berpesta Zhen Long dan Huang Lingruo meninggalkan pegunungan Rutai menuju pegunungan Lachi yang berada di bagian selatan wilayah Negara Amethi untuk menemui penguasa suku gunung selatan Ratu Ma Ya.
__ADS_1