Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Huang Lingruo Vs Para Petarung Suku Gunung


__ADS_3

“Lingruo’er waktunya dirimu berlatih pertarungan sesungguhnya yang akan dirimu hadapi merupakan Mahkluk semi abadi kerahkan semua kemampuanmu sayang dan jangan mengunakan senjata pusaka seranglah dengan sekuat tenagamu agar kultivasi dan tehnik beladirimu dapat berkembang!!!” Zhen Long berkata dengan tegas karena merasa banyak mata yang sedang mengawasi pergerakan mereka.


Tidak beberapa lama segerombolan suku gunung langsung menyerang mereka, lebih ratusan petarung suku gunung dengan gesit menyerang, Zhen Long melesat menjauh dan membiarkan Huang Lingruo bertarung dengan sangat sigap menyambut serangan ratusan petarung yang secara brutal mengarah padanya, Huang Lingruo menghindari senjata para petarung suku gunung dengan mengunakan jurus kombinasi dewi kultus suci dengan bergerak lincah serta mengubah pola perakannya sembari melayangkan pukulan, tapak, cakar dan tendangan mematikan ke arah para petarung suku gunung, dari ratusan petarung yang menyerangnya tersebut satu per satu terhempas akibat keganasan serangan Huang Lingruo yang begitu mewaspadai senjata yang digunakan oleh ratusan petarung suku gunung, tidak lama berselang lawan yang ditumbangkannya kembali berdiri meskipun mengalami luka yang parah, Tidak lama berselang semakin banyak petarung suku gunung yang datang dengan segera ikut bertarung menghadapi Huang Lingruo, ribuan petarung bantuan menyerang dengan brutal ke arah Huang Lingruo namun pendekar wanita tersebut dengan segera meningkatkan kemampuannya dan memberikan serangan balik yang sangat ganas, dalam waktu beberapa jam ribuan petarung suku gunung yang tumbang akibat serangan mematikan Huang Lingruo kembali bangkit layaknya mayat hidup dan hanya mendapatkan pendarahan saja di area tubuhnya.


“Lingruo’er minum madu lebah giok dan makan 10 buah zaitun langit sambil hindari gelombang serangan mereka yang akan datang!!!! Bertarunglah lebih serius!!!” Zhen Long berkata mengejutkan Huang Lingruo dengan sigap dirinya kemudian menghindari serangan lawan lawannya sembari meminum madu lebah giok dan memakan buah tersohor zaitun langit untuk menstabilkan tenaga dalamnya, dengan ganas para suku gunung menyerang secara brutal dengan kekuatan fisik mereka dan senjata yang mereka miliki, namun kali ini mereka berjumlah ratusan ribu patarung suku gunung yang menyerangnya.

__ADS_1


Huang Lingruo tidak merasa takut menghadapi mereka dengan sigap merapalkan ilmu ruang sihir bergerak maju layaknya sedang menari nari di gelombang arus serangan para petarung suku gunung serta melakukan serangan cepat, kuat dan mematikan ke arah titik titik meridian guna melumpuhkan para petarung suku gunung, semakin dirinya berhasil menumbangkan para petarung suku gunung semakin banyak pula yang bangkit dan datang menyerangnya, melihat kekuatan dan kemampuan pendekar yang di hadapan mereka bukanlah pendekar sembarangan, membuat para komandan petarung suku gunung tersulut amarahnya beserta ratusan ribu pasukan lainnya segera turut serta menyerang Huang Lingruo.


“Lingruo’er kembali lakukan hal yang sama dan keluarkan pedangmu untuk menangkis dan melumpuhkan mereka!!! dan jangan membunuh mereka!!! patahkan serangan senjata senjata mereka!!!” ZhenLong berkata dengan tegas, dengan sigap Huang Lingruo kembali meminum madu lebah giok dan memakan buah zaitun langit dan mengeluarkan senjata pusakanya, kemudian mengeluarkan jurus serangan yang sangat indah maju bertahap ke arah ratusan ribu petarung suku gunung, Huang Lingruo menebas senjata dan menangkis serangan senjata dari para komandan petarung suku gunung serta melakukan serangan tendangan dan pukulan balasan, membuat para petarung suku gunung yang tersungkur di atas tanah beberapa saat saja kemudian bangkit dan ikut menyerang kembali, Huang Lingruo kemudian melayangkan ratusan hingga ribuan pukulan beruntun dengan mengkombinasikan ilmu elemen api dan ruang sihir sementa agar lebih ganas dalam menyerang serta memperlambat serangan lawannya, “Akhirnya Lingruo'er paham juga cara melakukan kombinasi ilmu beladiri dewi kultus suci, ruang sihir dan perubahan elemen secara bersamaan” gumam Zhen Long dalam hati, tidak lama kemudian ke 4 Raja dan Ratu peguasa suku gunung datang serta memerintahkan komandan petarungnya beserta pasukan puluhan ribu pasukan elitnya memasuki dalam medan pertempuran menyerang Huang Lingruo, membuat Huang Lingruo sedikit terdesak karena semakin banyak yang harus dihadapinya.


Huang Lingruo semakin bersemangat karena berkurangnya petarung dan komandan petarung lawan yang datang menyerang setelah menerima serangannya. setelah mencederai 20 komandan pasukan suku gunung membuat 4 Raja dan Ratu segera memasuki area pertempuran, memperhatikan hal tersebut ribuan pasukan suku gunung mundur serta memberikan ruang kepada Raja dan Ratu mereka untuk bertarung, Huang Lingruo dengan sigap mengembalikan staminanya serta bersiap melayani serangan ke 4 monster di hadapannya.

__ADS_1


Dengan sigap Ratu Maya, Raja Ding Ocen, Raja Bin Tang dan Raja Dha Ni mengerahkan seluruh kemampuannya dengan segera menyerang dengan serangan yang begitu dahsyat ke arah Huang Lingruo, setelah menghindari serangan tersebut Huang Lingruo melakukan serangan yang dahsyat namun tidak dapat merubuhkan tubuh perkasa para Raja gunung dan serangan cepat Ratu Maya, pertahanan para Raja gunung dapat mengimbangi pukulan elemen api Huang Lingruo, membuat Huang Lingruo terdesak dengan segera 20 komandan petarung suku gunung kembali setelah menyembuhkan lukanya membantu para Raja dan Ratunya.


Huang Lingruo merasa tubuh dari para Raja suku gunung begitu kokoh sehingga dirinya memilih menghindar dengan cepat serta menyerang komandan petarung, namun sebelum melayangkan serangannya para Raja suku gunung menghalangi dengan cara menerima serangan Huang Lingruo, memperhatikan hal tersebut Huang Lingruo mengeluarkan senjata pusakanya dan langsung melakukan serangan pedang andalannya menerjang tubuh para Raja membuat goresan pada zirah pelindung mereka.


"Pantas mereka dapat menahan seranganku ternyata mereka memakai pelindung pusaka pertapa tingkat kualitas langka” gumam Huang Lingruo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2