
Zhen Long merasa dengan ini dirinya tinggal mencari 2 benda pusaka dewa untuk memurnikan seluruh pil dan senjata tersebut ketingkat pusaka dewa karena dirinya telah memdapatkan 5 kitab kuno perubahan elemen api kuno milik keluarga Yu yang merupakan pengembangan kitab Shu Ron Bab 9 ilmu perubahan elemen dasar miliknya.
Zhen long berencana memperkuat pasukan negara Aliansi dan menambah kerjasama dengan Negara maupun kekaisaran yang ingin menciptakan perdamaian di dataran tengah.
Zhen Long Kemudian menyerahkan cincin kuasa bumi yang berisikan logam Mulia Emas, Perak dan perunggu dan tempat penyimpanan buah tanaman tersohor serta jubah dan pakaian mereka kepada Huang Lingruo untuk mengatur segala keperluan mereka, kemudian menuju ibu kota Beisa kekaisaran Wu untuk menemui penasehat Huang Chubiao yang merupakan Kakek sekaligus kepala keluarga bangsawan Huang.
Zhen Long dan Huang Lingruo harus melewati Kota Wangyuan dan Kota Shuisong menuju Ibukota Beisa Kekaisaran Wu, diperbatasan kota Kangtong dan kota Wangyuan Zhen Long melihat para bandit gunung yang sedang merampok sebuah kereta mewah dan berhasil melumpuhkan 30 pengawal kereta tersebut, melihat hal tersebut Huang Lingruo menjadi geram dengan segera serta dalam pertarungan ikut membantu kereta mewah tersebut, dengan merapalkan ilmu beladirinya Huang Lingruo membantai para bandit gunung dengan tebasan pedang yang mematikan.
Zhen Long sengaja membiarkan Huang Lingruo yang berada pada pendekar dewa tahap awal untuk bertindak sekaligus melatih ilmu beladiri kekasihnya dalam pertempuran dan pertarungan sesungguhnya, hampir puluhan hingga ratusan jurus yang telah dikeluarkan Huang Lingruo menghajar puluhan bandit gunung yang setara pendekar ahli dan dipimpin 3 perdekar terhormat kewalahan dengan kombinasi gerakan dan serangan Huang Lingruo yang semakin ganas menghujam tubuh dan kepala para bandit tersebut, para bandit tersebut tidak menyangka usahan perampokannya akan gagal setelah membunuh para pengawal saudagar tersebut, dengan aura membunuh yang sangat tajam yang dikeluarkan Huang Lingruo membuat para bandit gunung yang tersisa berusaha menghindar dan melarikan diri namun Huang Lingruo tidak membiarkan hal tersebut dengan tarian langkah bidadari suci yang telah Huang Lingruo kombinasikan ditambah ruang sihir sementara tebasan pedang Amukan Dewi bidadari Huang Lingruo membuat para bandit menghembuskan nafas terakhirnya di ujung pedang Huang Lingruo, saudagar tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan Zhen Long dan Huang Lingruo dan menawarkan imbalan kepada Huang Lingruo sebesar 100.000 koin emas, namun ditolak oleh Huang Lingruo karena berniat tulus membantu orang yang dalam kesusahan.
__ADS_1
Zhen Long sangat senang melihat tehnik bertarung kekasihnya yang begitu brutal, Zhen Long hanya akan turun tangan apabila Huang Lingruo merasa berat menghadapi lawannya atau pada saat kekasihnya dalam bahaya, dengan demikian Zhen long tidak melanggar amanah gurunya Huang Xie, Zhen Long membiarkan Huang Lingruo menegakkan keadilan dan memberantas kejahatan didalam petualangannya tersebut.
Zhen Long dan Huang Lingruo kembali melanjutkan perjalanan memasuki kota Wangyuan sembari mempersilahkan kekasihnya membeli pakaian dan aksesoris wanita, Zhen Long menunggu di paviliun milik keluarga Gua sembari menyantap makanan istimewa kota tersebut guna mencari informasi penting dari para penduduk dan para pendatang sembari membiarkan Huang Lingruo berbelanja keperluannya dan seluruh barang yang disukainya, Zhen Long tersenyum setelah mengetahui akan diadakan lelang besar pusaka seminggu lagi di rumah pelelangan Paviliun Phonix Suci milik keluarga bangsawan Dong yang merupakan tempat pelelangan terbesar di ibu Kota Beisa Kekaisaran Wu.
Pelelangan Paviliun Phonix Suci merupakan perusahaan terbesar milik keluarga Kaisar Wu yang dipimpin langsung oleh kepala keluarga bangsawan Dong Wuji sehingga banyak pendekar, saudagar dan para bangsawan dari Kekaisaran dan Negara lain datang untuk menghadiri acara tahunan tersebut, Setelah berbelanja Huang Lingruo segera berangkat ke ibu kota Beisa untuk bertemu kakeknya bersama Zhen Long tanpa singgah terlebih dahulu di kota Shuisong karena mendengar informasi dari Zhen Long tentang adanya Lelang besar sekaligus merupakan salah satu rencana Zhen Long untuk mengembalikan kejayaan Keluarga bangsawan Huang.
Dengan santai Huang Lingruo dan Zhen Long melesat kegerbang ibu kota dan memperlihatkan lencana aliran api surgawi salah satu jenderal utama yang berplakat perak aliran api surgawi tersebut terkejut dan memberikan penghormatan kepada Huang Lingruo dan Zhen Long serta menawarkan diri untuk mengatarkan mereka berkeliling ibu kota Beisa Kekaisaran Wu.
“Hormatku tetua murid Che Cuixie menghadap dan bersedia mengantarkan para tetua” Jenderal CheCuixie berkata dengan hormat kepada Zhen Long dan Huang Lingruo membuat Huang Lingruo menjadi sedikit karena merasa keluarga Bangsawan Che merupakan kaki tangan aliran api surgawi selama ini belum sempat Huang Lingruo menghunus pedangnya Zhen Long dengan sigap menahan tindakan kekasihnya tersebut.
__ADS_1
“Tahan amarahmu !!!” Zhen Long berkata dengan nada serius, membuat Jenderal Che Cuixie menjadi sedikit terkejut melihat reaksi Huang Lingruo membuat Zhen Long dengan tegas berbisik.
“Apakah kamu tidak tahu bahwa kami sedang menyamar atau perlu kami penggal kepalamu!!!” Zhen Long berbisik kepada Che Cuixie membuatnya menyadari bahwa sekte aliran api surgawi saat ini lagi menutup diri untuk mendalami ilmu beladiri.
“Maafkan kelancangan hamba tetua” Che Cuixie berkata dengan penuh hormat Dengan rasa ketakutan karena telah menyinggung murid utama yang berplakat emas seperti kepala keluarganya serta dengan segera mempersilahkan Zhen Long dan Huang lingruo memasuki ibu Kota Beisa..
Setelah agak jauh dari gerbang ibu kota Huang lingruo menyadari kesalahannya yang hampir menggagalkan rencana Zhen Long.
“Maafkan kesalahanku yang mulia” Huang Lingruo berkata dengan sedikit lirih melihat mimik wajah kekasihnya yang kurang senang.
__ADS_1