Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Masa Lalu Putri Shu Liang : Tanda Cinta Shu Liang


__ADS_3

Raja Konery kemudian turun dan menyambut putri Shu Liang yang dengan manja berkata “Tuh kan apa saya bilang ini pamanku, paman jagoan” mengarah pandangannya kepada pangeran Yasir dengan senyuman mengejek.


“Zhen Hui memberi hormat kepada Raja Konery” Pangeran Zhen Hui berkata dengan sopan sambil memberikan penghormatan membuat Raja Konery kurang senang dengan sikap tersebut..


“Ahhh... tidak usah yang formal begitu mari kita ke kerajaanku!!!” Raja Konery berkata dengan angkuh dan sombongnya memerintahkan untuk menundang datang ke Negaranya..


“Sobat kamu juga harus ikut ada hal penting yang perlu kita bahas!!!! ” Raja Konery berkata kepada pangeran Yasir Al Mahmud agar Putri Shu Liang memahami status mereka sama dihadapannya.


Dengan ilmu meringankan tubuh mereka dengan cepat melesat namun Pangeran Zhen Hui kewalahan mengimbangi kecepatan mereka bertiga karena masih berada di tahap 5 langkah dewa naga, Raja Konery yang menyadari ilmu penghindarnya tersebut kemudian melesat kearah Pangeran Zhen Hui dan merangkulnya seperti layaknya Shu Kang dahulu..


Sesampainya di istana Durham Putri Shu Liang kaget melihat Jenderal Fang Chen dan para Jenderal muda Negara Xiang telah berada di sana dan menunggunya, sambil memberi hormat kepada Putri Shu Liang.

__ADS_1


Raja Konery mengetahui arah tujuan Putri Shu Liang dan orang lain bersamanya yang mengarah ke Negara Durham sehingga meminta Jenderal Fang Chen beserta rombongannya untuk tinggal dan menunggu di istana Durham..


Melihat wajah Putri Shu Liang yang kurang begitu senang, Raja Konery meminta Pangeran Zhen Hui dan pangeran Yasir Al Mahmud menunggunya di aula istana bersama Jenderal Fang Chen serta rombongannya dan membawa Putri Shu Liang kesuatu tempat rahasia milik Raja Konery yang merupakan penjara bawah tanah milik kerajaan Durham...


Raja Konery kemudian mengeluarkan tombak pemusnah iblis disuatu ruangan kosong yang tidak jauh dari ruangan tahanan yang berada di bawah istana kerajaan Durham.


“Liang'er perhatikan baik baik senjata ini, senjata tersebut sama persis dengan senjata milik ayahmu yang kamu lihat di ruang rahasianya merupakan salah satu dari 7 senjata pusaka dewa yang bernama tombak pemusnah iblis sedangkan pedang ayahmu bernama pedang penguasa jagad, saya akan melepaskan tahanan dari aliran api surgawi dan kamu perhatikan apa yang akan terjadi, cukup kamu melihatnya...!!!!” Raja Konery menjelaskan dengan cara yang unik agar Putri Shu Liang mengerti, karena Raja Konery yang paham betul cara mengatasi manusia yang serupa dengannya...


Raja Konery kemudian muncul dengan cepat tanpa diketahui oleh Putri Shu Liang dan berkata “Bagaimana apa sudah jelas Liang'er mengapa ayah dan ibumu melarangmu mendekati pedang tersebut..???.” bisik Raja Konery


Membuat Putri Shu Liang mengangguk kecil tanda memahami maksud pertanyaan Raja Durham.

__ADS_1


“Mungkin belum saatnya dirimu mengendalikan pedang pengusa jagad,, rajinlah berlatih tapi mengapa kamu mengajarkan ilmuku kepada pangeran Kekaisaran Wei tersebut Liang'er? Tanya Raja Konery karena mengetahui ilmu meringankan tubuh miliknya di pakai oleh Pangeran Zhen Hui meskipun dirinya tidak marah akan hal tersebut.


“Aku melihat kakak Hui tidak memiliki ilmu menghindar paman jagoan" Putri Shu Liang menjawab sambil menyembunyikan sesuatu hal dari Raja Konery.


“Hahahahahahahhaha...hahahah... ahhaahah.. putri cantik Negara Xiang ternyata sedang jatuh cinta... hahahah hahaahah,, ahahah ’’.. Raja Konery mengejek dan tertawa mengetahui dengan gelagat yang ditunjukkan Putri Shu Liang...


“Sekarang aku akan melatih pangeran Wei tersebut agar kuat namun kamu harus segera pulang karena ayah ibumu sangat khawatir, yang lebih mengkhawatirkan pamanmu Shu Fei jatuh sakit memikirkanmu Liang'er !!!” Raja Konery menjelaskan kondisi keluarga Putri Shu Liang mendengar berita dari Raja Konery membuat Putri Shu Liang sangat kaget dan berkata “Baiklah paman jagoan tolong latih sebisa mungkin kakak Hui???” dengan nada memohon..


“Saya hanya akan melatih selama 6 bulan saja soal keberhasilan tergantung dari dirinya ditambah lagi Zhen Hui bukan aliansi kita Liang'er Saya harap kamu mengerti, lagi pula akan saya pastikan terlebih dahulu sesuatu hal tentang pemuda tersebut” Raja Konery berjanji dengan tegas sambil ingin menyelidiki sesuatu kebenaran dari Zhen Hui.


Putri Shu Liang dan Raja Konery kembali ke aula utama kerajaan Durham untuk menemui para tamunya dengan penuh keterkejutan Jenderal Fang Chen dan Para Jenderal muda Negara Xiang mendengar perintah Putri Shu Liang “Kakak Chen mari kita pulang!!!” dilanjutkan dengan kata “Kakak Hui belajarlah dengan giat nanti kita akan ketemu lagi kalau bisa kakak hui datanglah ke Negara Xiang menemuiku” Putri Shu Liang berkata dengan nada sedih akan perpisahannya, Putri Shu Liang kemudian mengeluarkan sebuah mustika dewi nur kepada meneteskan darahnya dan menyerahkan kepada Raja Konery seakan penuh makna yang mendalam untuk dibantu menyampaikan pesannya tersebut.

__ADS_1


Zhen Long telah menyalin kitab dewi pedang langit milik Nenek dan ibunya, Zhen Long berencana mempelajari tarian dewi langit sambil menonton pemilik darah keenam yang harus dirinya saksikan sebelum mempelajari kitab kuno penyerangan yang di berikan oleh gurunya Huang Xie.


__ADS_2