
“Urusan di sini Saya serahkan kepadamu Jenderal Imran!!! Bantai semuanya jangan sampai ada yang tersisa demi membalas pengorbanan rakyat kota Xois!!!” Sultan Yasir Al Mahmud memberikan perintah dengan lantang kepada Jenderal utamanya.
“Sesuai Keinginan Sultan!! Hamba akan melaksanakan sebaik mungkin” Jenderal Imran As Safarai berkata dengan penuh hormat sembari menghujamkan kedua pedangnya, dengan kecepatan laju kudanya jenderal Imran As Safarai maju membongkar dan menebas pasukan Kekaiasaran Zhao serta mengurung pergerakan pasukan tersebut dengan pasukan Kavaleri berat miliknya sembari melepaskan anak panah dari busur silang untuk menghancurkan formasi pelindung pasukan infanteri Kekaisaran Zhao.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x10.000
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhk.. maafkan kami” para pasukan Kekaisaran Zhao meregang nyawa sembari memohon ampun.
“Bantai semuanya untuk pengorbanan penduduk kota Xois!!! tidak yang boleh hidup!!! ” Jenderal Imran As Safarai memberikan komando deng tegas, tanpa rasa segan para pasukan Negara aliansi Bursa melayangkan anak panah, tombak dan pedangnya membantai pasukan Kekaisaran Zhao dengan kejam.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x10.000
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhk” para pasukan Kekaisaran Zhao meregang nyawa sembari berguguran layaknya domba yang sedang di bantai.
__ADS_1
Kemahiran berkuda para pasukan Aliansi Negara Bursa sangatlah luar biasa dalam waktu 2 jam mereka telah menggapai pasukan kavaleri Kekaisaran Zhao yang hampir berjarak puluhan mil dari kota perbatasan Muqian, membuat Jenderal Cai Yunrui dan Jenderal Qin Xiumu beserta ratusan ribu pasukan kavaleri terpaksa melakukan perlawanan balik mengingat jarak mereka masih lumayan jauh dari kota perbatasan kekaisarannya, mereka memilih berperang dari pada harus menerima pembantai layaknya anak domba, sedangkan Murzi Bin Lahap tetap memacu kudanya meninggalkan para Jenderal utama Kekaisaran Zhao untuk meminta bantuan dari kota perbatasan Muqian.
“Bersiap!!! seluruh Pasukan atur formasi!!!! Serang mereka demi kemuliaan Kekaisaran Zhao!!!” Jenderal Cai Yunrui berkata dengan lantang memberikan perintahnya sembari berkuda mengangkat pedangnya keatas sebagai tanda formasi bertahan dalam peperangan.
“Bunuh sebanyak banyaknya!!! Demi kemulian Kekaisaran Zhao!!!” Jenderal Qin Xiumu berkata sembari mencabut pedangnya menyambut jutaan pasukan yang datang bersama Sultan Yasir Al Mahmud ke arah pasukan mereka.
“Demi Kemuliaan Kekaisaran Zhao!!!” serentak para pasukan berkata sembari mencabut pedang bersiap menyambut serangan gelombang besar pasukan Negara aliansi Bursa.
Melihat hal tersebut ke 3 Jenderal utama Negara Taili, Xiang dan Durham merasa tertantang menguji kemampuan militer Pasukan Kekaisaran Zhao, sekaligus membiarkan Sultan Yasir Al Mahmud menuntaskan dendamnya kepada Murzi Bin Lahap yang tidak turut berperang di kubu Pasukan Kekaisaran Zhao.
“Yang Mulia ijinkan Saya bersama Jenderal Sin Hodong dan Jenderal Fan Jingwo menghadapi mereka!!” Jenderal Ryan berkata dengan penuh hormat sembari memacu kudanya menghampiri Sultan Negara Bursa.
“Baiklah masalah di sini Saya serahkan kepada kalian berjuanglah, demi kehormatan Negara Aliansi” Sultan Yasir Al Mahmud berkata dengan bangga dengan keberanian Para Jenderal Negara Aliansi, kemudian Jenderal Ryan memberikan tandanya kepada komandan tempur miliknya serta memberikan isyarat kepada Jenderal Sin Hodong dan Jenderal Fan Jingwo bahwa mereka yang akan menghadapi pasukan kavaleri kekaisaran Zhao sekaligus membukakan jalan kepada Pasukan Negara Bursa untuk mengejar Murzi Bin Lahap, dengan sigap Jenderal Sin Hodong dan Jenderal Fan Jingwo memberikan tanda kepada Komandan tempur miliknya setelah menerima isyarat tersebut.
“Angkat tombak kalian, waktunya memperlihatkan kemampuan Negara Taili, demi kejayaan Raja Bai Yan!!!” Jenderal Sin Hodong memberikan perintah agar pasukan Negara Taili menjadi lapis ke 2 dalam pertempuran dan bergerak setelah anak panah pasukan Xiang telah di luncurkan dan maju bergerak mendampingi pasukan Durham dalam peperangan yang akan segera terjadi.
“Cabut pedang kalian jangan membuat Raja Konery menertawakan kita!!! Demi kehormatan Negara Durham!!!” Jenderal Ryan berkata dengan senyuman bahagia mengenang Raja Durham idolanya, membuat pasukan Negara Durham terbakar semangat, karena tidak ingin membuat malu Rajanya.
Mendengar perintah dari Jenderalnya para Pasukan dengan sigap mengatur posisinya masing masing menandakan kesolidan mereka dalam melakukan pertempuran, selama pelatihan mereka harus bekerja dan berusa dengan tekun memahami tanda perintah strategi perang yang di siapkan oleh Pangeran Zhen Long sehingga semua isyarat dan kode formasi di setiap Negara Aliansi dipahami oleh para pasukan dari berbagai Negara Aliansi Zhen Long.
“Serang!!!!!” Serentak para Jenderal berteriak mengikuti pasukan Negara Bursa yang sedang melaju dengan sangat kencang kearah pasukan kekaisaran Zhao yang telah memasang formasi bertahan.
__ADS_1
Terlihat pasukan Kekaisaran Zhao gentar melihat kedatangan para pasukan aliansi Negara Bursa dari kejauhan, setelah berjarak 5 mil dari pasukan Kekaisaran Zhao Sultan Yasir Al Mahmud, Panglima Fitrah Al Zaenal, Jenderal Amran As Syam, Jenderal Haz Al Djafary beserta pasukan Negara Bursa menjauhi area pertempuran dengan cara memutar ke arah sisi kiri dan kanan pasukan kekaisaran Zhao membuka ruang untuk pasukan Jenderal Ryan, Jenderal Sin Hodong dan Jenderal Fan Jingwo melakukan tugasnya, pergerakan tersebut membuat para pasukan Kekaisaran Zhao kebingungan melihat rotasi formasi Pasukan Negara bursa yang dianggapnya ingin mengepung mereka dengan memanfaatkan jumlah pasukan yang banyak setelah berjarak 3 mil pasukan Negara Xiang Menarik busurnya mengarahkan ke atas langit dengan kuda yang tetap terpacu mengikuti barisan pasukan Durham dan Taili sembari menunggu perintah dari Jenderal Fan Jingwo.
Pada saat jarak 2 mil dari lawannya Jenderal Fan Jingwo mengayunkan pedangnya menandakan perintah untuk melepaskan anak panah sebagai serangan pembuka, ratusan ribu anak panah melesat ke arah pasukan Kekaisaran Zhao yang tidak mereka duga, dikarenakan kelamnya malam anak panah pasukan Negara Xiang yang menghujani Pasukan tersebut tidak terlihat, membuat banyak pasukan Zhao mengalami cedera berat, cedera ringan serta banyak dari mereka yang tewas sebelum melakukan perlawanan.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x10.000
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhk” para pasukan Kekaisaran Zhao meregang nyawa.
“Naikkan prisai !!! Naikkan prisai !!! waspada serangan panah” Jenderal Qin Xiumu memerintahkan dengan penuh kepanikan melihat kemahiran memanah pasukan kavaleri lawannya yang begitu hebat dalam keadaan kuda terpacu dengan kencangnya
.
“Serang bantai mereka!!!” Jenderal Ryan memberikan perintah setelah melihat banyaknya pasukan Kekaisaran Zhao yang tumbang dari atas kudannya, pasukan Negara Xiang dengan segera meluncurkan anak panah kedua pada saat berjarak 1 mil guna membongkar pertahanan lawannya sekaligus membuka ruang pertempuran jarak dekat bagi pasukan Durham dan Taili.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x10.000
__ADS_1
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X10.000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhk” para pasukan Kekaisaran Zhao meregang nyawa.