
Setelah 10 bulan longer mulai mendapatkan akselerasinya kembali dia mampu mengelilingi hutan dengan mengendong batu seberat ½ ton sebanyak 100 kali dengan waktu 1 jam lebih dan mampu menahan nafas di dasar danau selama hampir 4 jam yang hampir mustahil pendekar Dewa tahap awal dapat melakukannya ditambah lagi manusia seumuran dengan Zhen Long yang saat usia longer 7 tahun 8 bulan..
Hampir setiap malam pada waktu Zhen Long beristirahat Huang Xie mengalirkan pil kera api ke meridian kecil dan madya Zhen Long agar menjaga racun tidak menyebar keseluruh tubuh Muridnya serta menyisakan 60 butir pil kera api untuk membantu Zhen Long menyerap sisa pil dewa surgawi yang masih tersisa pada saat racun selaksa rupa telah lenyap dari tubuh Zhen Long.
Suatu sore di dasar lembah Zhen Long telah selesai menjalani latihan rutinnya dan hanya tersisa merapalkan isi kitab Yu Nan dan kitab kuno Raga cahaya mentari dan kitab raga cahaya rembulan di hadapan gurunya, Zhen Long keluar dari danau dan mencari keberadaan gurunya yang biasanya berada di sekitar danau mengawasinya..
Namun alangkah terkesima Zhen Long melihat gurunya sedang menari diatas udara sambil memainkan serulingnya melayang kekiri dan kekanan yang membuatnya terkesima adalah ribuan lebah giok mengikuti gurunya yang mengikuti arah Huang Xie seolah olah mengikuti irama yang dikeluarkan seruling gurunya...
Zhen Long sangat menyukainya sehingga meminta agar gurunya mengajarkannya sesegera mungkin, terlintas di benak Zhen Long karena merasa ilmu itu fantastis dimatanya...
Zhen Long yang haus akan hal hal yang unik membuatnya berseru kepada Huang Xie... “Guru ajari aku juga... guru aku suka.. ajari aku" dengan penuh harap Zhen Long berteriak dan meminta kepada Huang Xie agar segera diajari ilmu tersebut..
Membuat Huang Xie tersadar akan kehadiran Zhen Long dengan segera memerintahkan Lebah giok untuk bubar dan kembali ke sarang mereka, seketika lebah giok pergi meninggalkan Huang Xie namun mata Zhen Long masih tertuju melihat ratusan ribu lebah giok pergi menjauh dari gurunya...
Huang Xie kemudian menuju kearah Zhen Long sembari berkata “Nanti akan saya ajarkan setelah kamu telah siap Long'er” mengingat ilmu tadi membutuhkan tenaga dalam untuk melakukannya serta Huang Xie berfikir belum saatnya Zhen Long mengunakan tenaga dalam yang telah dia kunci selama ini, jawaban dari gurunya membuat hati Zhen Long sedikit kecewa namun tidak mau memperlihatkan ekspresi tersebut dihadapan guru yang sangat dia hormati...
__ADS_1
“Long'er apakah kamu sudah menyelesaikan latihananmu hari ini?” Huang Xie bertanya sambil tersenyum dan mencubit lembut hidung Zhen Long, hingga membuyarkan fikiran Zhen Long yang masih menginginkan diajari ilmu pengendali lebah giok...
“Iya guru.. tinggal merapalkan kitab sastra yang biasa guru minta setiap aku telah menyelesaikan latihan rutinku” Zhen Long menjawab dengan hormat serta gembira setelah melihat senyuman dari gurunya
“Kalau begitu Rapalkan sastra tersebut sambil kita berjalan jalan mengelilingi hutan ini!!!!”..."Huang Xie berkata dengan tegas kemudian melesat dengan menggunakan langkah naga angin membuat Zhen Long dengan segera membuntuti dan mengimbangi kecepatan gurunya dengan tenaga fisiknya sambil merapalkan kitab kitab kuno tersebut bab per bab...
Huang Xie yang melihat Zhen Long yang sejajar disampingnya membuatnya menambah kecepatan langkah naga anginnya ketahap 6 agar Zhen Long tertinggal, menyadari gurunya bertambah cepat membuat Zhen Long meningkatkan akselerasi langkah dan lompatannya sehingga sejajar kembali disamping gurunya sambil merapalkan kitab kitab kuno tersebut agar gurunya dapat mendengar rapalannya, namun membuat Huang Xie terkejut sembari bergumam dalam hati "Apa ilmu langkah dewa naga anginku dapat di imbangi Zhen Long dengan kekuatan fisik saja tanpa tenaga dalam” membuat Huang Xie terpaksa meningkatkan langkah Dewa naga angin sampai ketahap 9 puncak dari ilmu langkah dewa naga angin yang dia kuasai dan beranggapan Zhen Long tidak akan mungkin mengimbanginya namun takdir berkata lain Zhen Long dengan menambah kecepatan akselerasinya mampu mengimbangi langkah dewa naga angin Huang Xie dan berada tepat di samping gurunya sambil melanjutkan rapalannya...
Hal ini membuat Huang Xie terkagum dalam hati selama ini dia dapat meloloskan diri dari kejaran pendekar dewa aliran api surgawi dengan ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya ternyata ilmunya tidak ada apa apanya dihadapan Zhen Long yang hanya menggunakan tenaga fisik untuk mengimbanginya, setelah menggelilingi hutan lembah iblis kurang dari 20 kali Zhen Long telah merapalkan kitab kitab kuno yang diminta oleh gurunya...
“Apa naga angin.... hewan apa itu guru? ?" Zhen Long bertanya dengan penuh rasa penasaran karena baru mendengar kata Naga sembari mengerutkan keningnya.
“Tadi itu adalah ilmu meringankan tubuh yang saya miliki Long'er...." Huang Xie menjawab pelan sembari ingin menjelaskan namun Zhen Long langsung memotong penjelasan gurunya...
“Bukan itu pertanyaanku guru,... naga angin itu hewan apa?" Sambung Zhen Long bertanya karena hewan tersebut tidak pernah mendapatkan dari kitab kitab yang di ajarkan dan berikan gurunya, Sambil mengerutkan dahinya Huang Xie bergumam dalam hati ”Sial pasti Long'er tidak akan menerima penjelasanku tentang naga mengingat sifat Long'er tidak mempercayai mahluk yang tidak logis” Huang Xie mengenal baik sifat muridnya ini...
__ADS_1
“Naga itu adalah hewan gaib yang konon hidup puluhan hingga ratusan ribu tahun yang lalu Long'er” Huang Xie menjawab dengan penuh hati hati agar terlihat logis..
Zhen Long melanjutkan pertanyaannya "Apakah hewan naga masih hidup sampai sekarang guru?..." sambil menatap serius kearah gurunya untuk mendapatkan jawaban...
“Entahlah Long'er tapi banyak pendekar menamakan jurus jurusnya dengan hewan mitos tersebut"Huang Xie menjawab sambil ingin menghentikan percakapan karena melihat Zhen Long begitu antusias bertanya...
“Berarti guru tidak pernah melihat naga? bagaimana dengan pendekar pendekar lainnya guru?” Zhen Long kembali bertanya merasa ingin tahu namun pertanyaan tersebut menyudutkan Huang Xie...
“Guru tidak pernah melihat naga begitu pula pendekar pendekar yang menamai jurusnya dengan nama naga Long'er” Huang Xie menjawab dengan jujur kepada Zhen Long agar cepat menyudahi percakapan...
Sontak membuat Zhen Long tertawa terpingkal pingkal sambil berguling di dalam gua mendengar jawaban dari gurunya” hahahahaha.... hahahahaha.. hahahahaahh. berarti guru dan para pendekar banyak yang bodoh" Zhen Long berkata dengan penuh ejekan.
Membuat Huang Xie merasa kesal melihat tingkah laku Zhen Long dan berkata “Apa Long'er kamu mengatakan aku bodoh” sambil melotot dan mencubit lembut hidung Zhen Long dengan lembut.
“Bukankah guru yang berkata bahwa bercerita hal yang omong kosong dan tidak logis merupakan tindakan orang bodoh guru, hahahahha .hahah... hahahahahaha hahaha" Zhen Long berkata sembari melanjutkan tawanya karena sampai saat ini dia merasa gurunya melakukan hal yang konyol...
__ADS_1