
“Dari mana kamu mengetahuinya Ping'er?" tanya Shu Liang lebih lanjut namun dalam waktu bersamaan ada sebuah bayangan yang melesat cepat melewati depan pintu istana timur....
“Aku mendengar langsung percakapan mereka di istana kekaisaran bibi" jawab Zhen Ping sambil gemetar membayangkan peristiwa yang di lihatnya...
"Percakapan Siapa yang kamu maksud Ping'er? tanya Shu Liang mempertegas dari perkataan dari murid kesayangannya..
"ayah, kakek Cai Yan ,dan 10 Jenderal Utama di aula kekaisaran baru baru ini Bibi Liang" Zhen Ping menjawab dengan tegas namun dengan wajah yang sangat panik dan tertekan Shu Liang yang menatap mata Zhen Ping tidak melihat kebohongan dari Ponakan yang dia anggap Anak selama ini...
“Bibi Liang aku sudah meminta pelayan menyiapkan cahaya utara (jenis kuda tercepat) di bagian utara istana timur segeralah bibi pergi dari sini menuju Negara Xiang...!!! Zhen Ping berkata dengan lembut dan mengambil tindakan seperti yang diajarkan Shu Liang selama ini, membuat Zhen Ping menjadi cerdas dalam memahami situasi...
“Sekarang kamu kembalilah Ping'er saya akan pergi membawa Long'er dari sini perasaan bibi tidak enak sepertinya aura tadi adalah mata mata yang dikirim oleh Zhen Cao dan Cai Yan..." yang tidak ingin keponakan dan murid kesayangannya berada dalam masalah..
“Baik bibi Liang sambil mencium Long'er" Zhen Ping kembali keistana ibunya, Zhen Ping sangat menyayangi Zhen Long seperti adiknya sendiri..
setelah Zhen Ping Pergi meninggalkan istana timur dengan sigap Shu Liang memutar tuas di tempat tidurnya dan berucap “keluarlah Zhen Hui”... Shu Liang menyembunyikan Tubuh Zhen Hui di ruang rahasia dan berencana mengalihkan perhatian Kaisar Zhen Cao dan para sekutunya agar mengulur waktu hingga suaminya tersadar dari mati surinya...
Kemudian memutar kembali tuas untuk menutup ruang rahasia serta dengan sigap berlari ke ruang harta penyimpanan dan memasukkan semua harta benda dan pusaka yang ada di gudang istana timur dalam sekejap kecincin kuasa Langit sambil berkata “ masuklah” setelah itu dia berlari secepatnya kearah utara istana tempat cahaya utara yang telah disiapkan Zhen Ping untuknya... Shu Liang sedang menjalankan siasatnya untuk mengulur waktu selama 6 jam agar Zhen Hui tersadar dari mati surinya dari ke jauhan terlihat ke 10 Jenderal menuju kearah istana timur bersama kaisar Zhen Cao dan perdana menteri Cai Yan menuju kearah istana timur dengan kecepatan ilmu peringan tubuhnya, setelah menerima informasi dari mata mata, namun mata mata tersebut tidak mengetahui bahwa yang bocorkan rencana dan menyampaikan berita tersebut adalah Zhen Ping yang merupakan Putri dari kaisar Zhen Cao..
__ADS_1
“Sepertinya kita telat sedikit paman” ujar Zhen Cao yang lebih dulu tiba di susul Cai Yan dan 10 Jenderal lainnya...
“Cepat cari Zhen Hui Didalam..!!!!.” perintah Zhen Cao yang merasa panik karena rencana yang hampir berhasil bisa gagal dan membahayakan tahta dan nyawanya...
“Rencana kita tidak boleh gagal kalau tidak hidup kalian akan binasa!!! kata Cai Yan lagi karena merasa takut akan kemarahan panglima Zhen Hui.
setelah mencari selama 5 jam seluruh Jenderal melapor bahwa tidak menemukan Jenderal Hui dan seluruh barang pusaka diruang harta istana timur telah lenyap bagai di telan bumi...
Mata kaisar Wei merah tanda dia ingin membunuh "tidak mungkin Shu Liang membawa tubuh Zhen Hui..." dengan mengepalkan genggaman tangannya dengan penuh kekhawatiran...
“Tenang Cao'er mungkin dengan ini kita bisa menemukan posisi Hui'er" kata Cai Yan sambil mengambil 2 buah benda didalam lengan bajunya sebuah kalung permata bening dan mustika dewi nur yang berisikan darah dari Hui'er yang berumur 1 tahun yang disimpan dengan baik oleh Cai Yan selama ini...
“ini adalah kalung Kohainon untuk mencari jejak keberadaan mayat maupun jasad yang masih hidup dengan media darah merupakan pusaka keturunan keluarga Cai..." Cai yan Menjelaskan kehebatan pusaka keturunannya dengan rasa bangga didalam dirinya...
dengan menumpahkan darah Hui'er yang dia curi sewaktu masih kecil kalung tersebut menyala dan menuntun mereka kearah jasad Panglima Zhen Hui, yang membuat jasad panglima Zhen Hui yang sedang mati suri berada di balik tempat tidur di temukan oleh mereka..
“Sepertinya kita tidak boleh berlama lama serang sekarang bersamaan sekuat tenaga dengan menggunakan pusaka pertapa sebelum panglima Zhen Hui tersadar!!!!..." kata Jenderal Yin Po dengan penuh ketakutan dengan kekuatan penuh senjata pusaka dari 12 orang tersebut menyerang 12 organ vital panglima Hui sehingga panglima Zhen Hui tewas menjadi debu,,,,,,,
__ADS_1
Selain tidak menyangka 10 Jenderal utama berkhianat Shu Liang juga tidak menyadari bahwa ada benda pusaka yang bernama kalung Kohainon sehingga dia melaju cepat kudanya kearah barat untuk menemui Dha Ni raja gunung utara, Shu Liang berfikir dapat mengecoh kaisar Zhen Cao dan para Jenderal hingga suaminya Zhen Hui siuman dan beranggapan setelah siuman Zhen Hui pasti datang menjemput mereka di tempat raja gunung Dha Ni, namun takdir berkata lain semua siasat Shu Liang berantakan di karenakan sebuah kalung pusaka keturunan keluarga Cai...
“Huffff,,, hahahhahah,,,hahahahah,,,,hahahaha" Tarikan nafas disertai tawa kelegaan dari para Jenderal...
“Hampir saja rencana berantakan”,,,, ujar Jenderal Yin po yang masih berkucuran keringat dingin di keningnya..
“Sekarang tinggal mengejar Shu Liang dan mendapatkan kitab Shu Ron.... !!! perintah Cai Yan dengan mata berbinar binar karena kitab yang dia incar selama ini akan menjadi miliknya..
“Cepat laksanakan perintah perdana menteri!!!!” Zhen Cao memerintahkan ke 10 Jenderal utama dengan nada sedikit keras dengan hati yang lega telah melenyapkan batu yang mengganjal hatinya selama ini yaitu saudaranya sendiri Zhen Hui...
Para Jenderal bergegas pergi kearah timur dengan kekuatan ilmu meringankan tubuhnya tingkat yang maksimal mereka semua berfikiran Shu Liang pasti menuju arah Itu karena letak Negara Xiang, namun baru sehari perjalanan mereka tidak menemukan jejak Shu Liang dan menanyakan kepada para penjaga perbatasan “apakah putri Shu Liang melewati jalur ini?"
Dijawab “Tidak” oleh para penjaga kemudian para Jenderal berbalik arah kembali kekaisaran untuk melaporkan kejadian ini pada saat memasuki istana kekaisaran Cai Yan berkata Shu Liang kearah barat menuju kekaisaran Tang sambil memberikan informasi dan berfikir kenapa orbit perbintang Shu Liang kearah barat menuju kekaisaran Tang, sehingga para Jenderal tidak jadi menghadap kaisar, dengan bergegas menuju kearah barat perbatasan kekaisaran Wei dan Tang tepatnya lembah Iblis wilayah Piaomiao.
Huang Xie melihat Zhen Long dipenuhi dengan amarah dan air mata yang mengucur deras di pipinya menyaksikan kejadian tragis yang menimpa keluarganya,,, Zhen Long tak berkedip melihat kematian mengenaskan ibunya seakan seluruh urat diatas kening keluar dan tangannya terkepal dengan sangat keras seakan ingin membalaskan dendamnya melihat ibunya diperlakukan tidak manusiawi...
“Biarkan takdir berjalan sesuai dengan kodratnya Long'er.!!!!..." Huang Xie berkata pelan kepada muridnya...
__ADS_1
Zhen Long kemudian menutup mata dan nenarik nafas yang dalam dan memikirkan gurunya yang sedang menangis, dalam waktu sekejap amarah dan semua dendam dimata Zhen Long lenyap dan tersenyum tipis terhadap takdir yang menimpa keluarganya dirinya teringat kata gurunya tempo hari yang menyatakan dendamnya lebih besar dibandingkan dendam gurunya sehingga dia memahami kalimat yang di utarakan gurunya saat itu,