Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Pertarungan Zhen Long Dan Huang Lingruo Vs Aliran Puncak Cahaya Kebenaran


__ADS_3

Zhen Long kemudian mengamati perkembangan pelatihan Huang Lingruo di dalam Cincin kuasa Langit melalui penglihatan dewa naga, Zhen Long tersenyum bahagia karena kekasihnya sedang berlatih mengkombinasikan 1 kitab gaib Ras Naga kedalam ilmu dewi kultus suci miliknya, Zhen Long kemudian mengeluarkan 1 set peralatan tempur Huang Lingruo beserta 7 buah pedang tumpul buatannya, Zhen Long Juga mengeluarkan 1 set pakaian tempurnya tanpa pelindung kepala beserta sebuah tongkat berukuran 2 meter yang baru saja dirinya tempa di dalam cincin kuasa langit, sebelum melakukan meditasi mengatur pernafasannya serta memikirkan strategi yang akan digunakan menembus formasi pagoda suci aliran puncak cahaya kebenaran besok.


Setelah fajar menyingsing Zhen Long mengeluarkan kekasihnya dari ruang cincin kuasa langit, terlihat wajah penuh kegembiraan dari Huang Lingruo menandakan dirinya telah berhasil mengkombinasikan kelima kitab gaib dewa naga, Zhen Long dengan segera mengutarakan starteginya kepada Huang Lingruo berharap kekasihnya menjalankan rencananya agar meminimalisir cedera fatal yang akan membahayakan nyawa kekasihnya, sembari memberikan pil mustika pelangi 7 warna untuk mengisi kultivasi tenaga dalam kekasihnya.


Huang Lingruo kemudian bersemedi sejenak untuk menyerap khasiat dari pil mustika tersebut, meridian meridian tubuhnya terasa dipenuhi oleh tenaga dalam murni, Zhen Long kemudian meminta kekasihnya mengenakan pelindung yang dibuatnya pada saat berada di pegunungan Nether beserta 7 pedang tumpul yang baru saja di buatnya untuk menghadapi Sekte puncak cahaya kebenaran.


“Ruo’er saatnya kamu mengenakan perlengkapan pelindung dewi kultus suci!!! mengingat lawan kita kali ini bukan Pendekar yang mengandalkan gelarnya saja!!!” Zhen Long berkata dengan serius mengingatkan kekasihnya agar lebih waspada sembari menyerahkan zirah sutra, Jubah, perisai, mahkota dewi kultus suci beserta 7 pedang tumpul kepada Huang Lingruo.


“Terima kasih Yang Mulia” Huang Lingruo berkata dengan sangat senang menerima benda pusaka dewa yang khusus dibuatkan oleh kekasihnya.


Setelah mengenakan segala perlengkapannya Zhen Long dan Huang Lingruo melesat ke puncak gunung Ghotam Terlihat ratusan ribu Biksu aliran puncak cahaya kebenaran telah bersiap menghadapi pertarungan besar yang akan segera dimulai, Zhen Long mengingatkan kepada Huang Lingruo agar tidak menahan kemampuannya serta mengikuti strategi yang telah mereka bahas sebelum menuju puncak cahaya kebenaran, Zhen Long dengan segera membuat formasi sihir terkutuk dari darahnya dan Huang Lingruo berdiameter 10 meter di tepi utara area puncak gunung Ghotam sebagai tempat istirahat serta mengantisipasi cedera mereka nantinya, Zhen Long tak lupa mengeluarkan sebuah botol giok berisikan ratusan pil mustika langit 7 lapis dan ratusan madu lebah giok untuk berkultivasi dalam pengobatan cedera yang akan mereka derita agar memudahkan penyerapan pil mustika tersebut.

__ADS_1


Rencana brilian Zhen Long mendapat perhatian dari para Biksu puncak cahaya kebenaran yang merasa takjub karena lawan mereka telah mempersiapkan diri sebelum melakukan pertarungan.


“Amithaba... Amithaba... It Heng perintahkan semua Murid untuk mengerahkan segala kemampuannya!!!!” Mahaguru Su Ao berkata dengan sangat serius, dengan segera Mahaguru It Heng menyampaikan perintah tersebut membuat para Biksu memahami maksud dari permintaan Kepala Biara.


“Persiapkan Formasi Pagoda Suci tahap satu!!!!” Biksu It Heng berkata dengan lantang dengan segera 124.416 Biksu raga perunggu bergerak menuju area pertarungan bersiap untuk bertarung.


“Ruo’er majulah dan mundur apabila terdesak jangan memaksakan dirimu!!!” Zhen Long berkata dengan serius sembari berdiri mengawasi dari sudut berlawanan dengan aula utama biara.


Huang Lingruo mengambil inisiatif menyerang dengan cepat mengingat jumlah lawannya yang begitu banyak, tebasan Huang Lingruo dapat dengan cepat dibendung dengan kuat dengan ribuan tongkat para Biksu dari berbagai sisi yang di serangnya guna membuka ruang gerak baginya, para Biksu raga perunggu bergantian menyerang dan bertahan tebasan Huang Lingruo bukan saja cepat bahkan dengan mengalirkan elemen api disetiap pedangnya, barisan depan para Biksu bertugas menahan serangan Huang Lingruo, barisan tengah para Biksu bertugas mengantisipasi gagalnya pertahanan barisan pertama sedangkan barisan ketiga para Biksu bertugas melakukan penyerangan segaligus berotasi menggantikan posisi barisan terdepan bertahan setelah melakukan penyerangan, Huang Lingruo menyerang dengan kekuatan penuh ilmu kombinasi dewi kultus suci yang dimilikinya serangan demi serangan Huang Lingruo arahkan untuk membongkar pertahanan para biksu berlangsung sengit, karena kordinasi yang apik dari para Biksu dalam bertahan dan menyerang secara bergantian, serangan balik dari para biksu raga perunggu dan gerakan berotasi dengan sempurna membuat Huang Lingruo semakin beringas dalam menyerang, sehingga membuat ratusan Biksu raga perunggu harus tersungkur keatas tanah secara bergantuian namun tidak membuat para Biksu kehilangan kendali akan formasi yang mereka miliki.


“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x10.000

__ADS_1


“DuarZ, Trang” Tring” Duarrzz” X10.000


“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x10.000


“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x10.000


“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x10.000


“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x10.000


“Duarzx.. tebasan kultus suci” Huang Lingruo berkata dengan semangat membara mengeluarkan jurus jurusnya disertai langkah dan tarian dewi kultus suci yang sangat cepat menghindari serangan balik tongkat para Biksu raga perunggu yang menghujaninya.

__ADS_1


Para Biksu raga perunggu dengan sigap merapalkan serangan tongkat penghancur gunung yang secara bertubi tubi mengarah kepada Hunga Lingruo membalas serangan yang diterima rekannya, meskipun memiliki kemampuan yang berada ditingkat pendekar dewa tahap tinggi Huang Lingruo sedikit kewalahan atas serangan variasi dan konsistensi pergerakan dari para Biksu raga perunggu yang mengandalkan kekompakan dalam bertahan sekaligus menyerang, Huang Lingruo melesat ke arah selatan lalu dengan sigap mengubah arah pergerakan untuk mendesak serta membongkar formasi para Biksu dengan kekuatannya, tidak jarang serangan Huang Lingruo mengenai tubuh para Biksu namun hanya membuat cedera ringan dan dalam waktu singkat kembali melanjutkan pertarungan, dikarena para Biksu lainnya dengan segera menutup lubang yang ditinggalkan oleh rekannya, alunan tongkat dan pedang kualitas dewa dari Huang Lingruo dan para Biksu yang berbenturan membuat getaran yang sangat kuat hingga ratusan mil. membuat orang maupun binatang buas dikota yang berdekatan dengan biara puncak cahaya kebenaran ikut merasakan energi bias dari benturan pertarungan tersebut.


__ADS_2