
Meskipun terlambat dalam berlatih beladiri namun sebagai pangeran dan bangsawan kerajaan Zhen Hui mengetahui bahwa Putri Shu Liang berasal dari Negara Xiang dengan melihat aksesoris yang berlambangkan gajah yang dikenakannya…
kemudian mereka menuju ke Negara Durham melalui perjalanan darat didalam perjalanan Pangeran Zhen Hui melatih ilmu beladiri penghindar dari kitab yang di berikan Putri Shu Liang.
Putri Shu Liang terlihat bahagia ditemani Pangeran Zhen Hui, selain perhatian Zhen Hui sangat menjaga kehormatan seorang wanita, benih benih cinta Putri Shu Liang tumbuh dengan subur dalam 8 hari perjalanannya, sebelum memasuki wilayah perbatasan Negara Bursa mereka menjelajahi gurun pasir yang beribu mil jaraknya. Hingga sampai kekota terdekat, para pasukan kerajaan Bursa mencegat Putri Shu Liang dan Pangeran Zhen Hui memasuki kota perbatasan Negara Bursa.
Dengan tersenyum Putri Shu Liang melesat kedepan gerbang dan berkata sambil memegang pinggangnya dengan kedua tangannya “Siapa yang berani melarangku menemui paman Konery?” Putri Shu Liang bertanya yang mengira dirinya telah berada di perbatasan Negara Durham…
“Maaf nona !!! saya harus melaporkan kepada komandan perbatasan !!! bila nona ingin memasuki wilayah Bursa ke Negara Durham!!!” kata pengawal yang tidak berani berbicara sembarangan karena nona didepannya menyebut dirinya adalah keponakan Raja Konery dari Negara Durham…
“Baiklah saya tidak bisa menunggu lama” Putri Shu Liang berkata dengan angkuhnya dan memanggil pangeran Zhen Hui dengan melambaikan tangannya…
Tidak lama komandan penjaga dan seorang yang berkharisma tinggi menghampiri Putri Shu Liangm pria tersebut adalah putra mahkota Yasir Al Mahmud yang secara kebetulan sedang melakukan pemantauan didaerah perbatasan Negaranya, merasa penasaran atas laporan bawahannya di karenakan dirinya sangat mengenal Raja Konery sebagai sahabat dan gurunya yang tidak memiliki saudara apalagi keponakan.
__ADS_1
“Siapa dirimu yang mengaku ngaku keponakan Raja Konery dari Negara Durham?” Tanya tegas komandan penjaga perbatasan Negara Bursa dengan nada yang sangat keras.
Karena dirinya merasa di tindas karena bentakan komandan penjaga, Putri Shu Liang dengan sigap menyerang komandan penjaga Negara Bursa tanpa berfikir panjang, Serangan Putri Shu Liang begitu mematikan dengan mengunakan langkah dewa naga dan kombinasi serangan cakar dewa naga dan tapak dewi Pedang langit membuat komandan tersebut merapalkan beladiri bertahan dengan sekuat tenaga dan terdesak mundur beberapa meter, melihat hal tersebut dengan serentak para pasukan Bursa yang berada diatas benteng kota menarik busurnya dengan cepat mengarahkan bidikan kearah Putri Shu Liang tanpa adamya komando melihat kondisi tersebut pangeran Zhen Hui melesat ke depan dengan membentangkan kedua tangannya untuk melindungi Putri Shu Liang, menyadari tindakan Pangeran Zhen Hui amarah Putri Shu Liang sedikit mereda…
“Maafkan kesalah pahaman ini pangeran” pangeran Zhen Hui berkata sembari memberi hormat kepada pria berkharismatik yang berdiri tidak jauh dari komandan Penjaga tersebut..
“Siapa dirimu berani mengacau perbatasan Negara Bursa dan kamu nona berani sekali mengaku ngaku keponakan Raja Konery? ” Pangeran Yasir Al Mahmud bertanya dengan lantang sambil mengarahkan tangannya sebagai tanda menahan serangan kepada pasukannya dan menghentikan mengarahkan anak panahnya kepada Putri Shu Liang karena mengenali jurus gadis tersebut...
“Perkenalkan nama saya Zhen Hui dari kekaisaran Wei, dan nona muda ini adalah Shu Liang dari Negara Xiang? Pangeran Zhen Hui menjawab dengan tegas membuat Shu Liang terkejut yang merasa bingung dari mana Zhen Hui mengetahui dirinya berasal dari Negara Xiang…
“Maaf telah menyinggung pangeran Mahkota Zhen Hui dan Putri Shu Liang, saya Pangeran Mahkota Yasir Al Mahmud tidak mengetahui akan kedatangan Putri Negara Xiang” Pangeran Yasir berkata yang mengenali Putri Shu Liang dari cerita Raja Konery yang merupakan sahabat dan gurunya namun tentang pangeran Zhen Hui, dirinya tidak mengetahui alasannya datang ke Negara Durham, bertambah keterkejutan Putri Shu Liang yang baru mengetahui bahwa pria yang bersamanya adalah putra pertama Kaisar Wei.
“Pangeran Yasir tidak perlu meminta maaf saya hanya menemani Putri Shu Liang untuk bertemu pamannya” Pangeran Zhen Hui berkata dengan terkejut yang mengetahui ternyata tujuan Putri Shu Liang menemui Raja Konery yang terkenal penguasa Durham yang sangat perkasa didataran tengah.
__ADS_1
“Namun maaf sekali sepertinya saya tidak bisa membiarkan utusan kekaisaran lain memasuki wilayah Negara Bursa tanpa mandat yang jelas” Pangeran Yasir Al Mahmud berkata dengan hormat penuh kewaspadaan.
Putri Shu Liang yang marah kemudian berkata “Mari kakak Hui kita cari jalan yang lain dasar pangeran Bursa itu pelit tidak bisa membantu orang” Putri Shu Liang berkata layaknya anak anak yang sedang kesal.
“Maaf Tuan Putri Shu Liang untuk anda bisa melewati perbatasan ini namun untuk pangeran Zhen Hui tidak bisa” Pangeran Yasir Al Mahmud menjelaskan kesalahpahaman Putri Shu Liang.
“Kalau saya bisa kenapa kakak Hui tidak bisa?” Putri Shu Liang bertanya sambil menunjuk kearah Zhen Hui.
“Begitulah aturannya Liang'er karena kekaisaran Wei bukanlah aliansi Negara Bursa dan Negara Durham” Pangeran Zhen Hui menjelaskan kepada Putri Shu Liang dengan lembut...
“Kalau begitu kita tunggu saja paman Konery disini tidak mungkin saya meninggalkan kakak Hui disini sendirian” Putri Shu Liang menjawab dengan penuh solidaritas dan ketidaktegaan..
Tidak lama berselang seorang sosok pria tangguh perdiri diatas tiang bendera benteng perbatasan Negara Bursa berkata “Biarkan tamuku masuk sobat saya telah lama menanti mereka” Raja Konery berkata dengan tenaga dalam ringan sehingga seluruh pasukan mendengar perintahnya.
__ADS_1
Putri Shu Liang melompat kegirangan dan berkata “Paman jagoan ... paman ini aku...” sambil melambaikan tangannya... " Putri Shu Liang selalu menganggap Raja Konery merupakan pendekar terhebat dari pendekar yang ditemuinya sebelum menikahi Zhen Hui..
Dengan sigap pangeran Yasir Al Mahmud memberikan tanda perintah agar segera membuka gerbang perbatasan Negara Bursa.