
Zhen Long dan Huang Lingruo kemudian mengganti Jubah mereka memakai jubah pembesar aliran kultus teratai putih dan aliran pedang langit sembari memasuki kota perbatasan Rostov, Huang Lingruo kembali membeli kain kualitas terbaik sedangkan Zhen Long membeli arak yang banyak disetiap kota yang disinggahinya kini, di kota Rostov arak dinamakan rum sesuai dengan kebiasaan daerah masing masing.
Zhen Long dan Huang Lingruo berencana mengelilingi Kota Kota Negara Kasam sebelum bertemu Raja Criss dan Panglima Uldric, sembari menikmati petualangannya sekaligus berbelanja di setiap kota yang disinggahinya, Zhen Long dan Huang Lingruo melanjutkan perjalanan menuju kota Derbent, di kota tersebut sering mengadakan pertarungan fisik dengan hewan buas untuk memacu adrenalin para pasukan dan komandan tempur, acara unik tersebut menarik minat Zhen Long untuk menyaksikannya, para pasukan dan komandan tempur bergulat melawan berbagai hewan buas yang besarnya 2 hingga 3 kali dari ukuran tubuh mereka, meskipun banyak di antara mereka terluka cukup serius namun mereka menikmati kebudayaannya dengan tawa bahagia, Para pemuda Negara Kasam harus mengalahkan 12 jenis hewan buas sebagai seleksi memasuki kemiliteran Negara Kasam tanpa mengunakan ilmu beladiri yang mereka kuasai, murni menggunakan ketahanan dan kekuatan fisik mereka untuk mengalahkan para binatang buas tersebut.
Kehadiran Zhen Long di sekitar masyarakat kota Derbent di sambut hangat oleh pejabat Gubernur di daerah tersebut, dikeranakan pada saat memasuki wilayah Derbent mereka memakai lencana Jenderal Yogo sehingga setiap Komandan jaga harus segera melaporkan hal tersebut atas permintaan Raja Criss serta Panglima Uldric.
Zhen Long menikmati festival kebudayaan Negara Kasam yang merupakan syarat masuk menjadi pasukan yang dimiliki Negara tersebut, karena melihat antusias para pemuda yang begitu gigih bertarung untuk mengalahkan 12 binatang buas dengan kekuatan fisiknya meskipun tak jarang dari mereka cedera ringan hingga parah di arena tersebut apa bila terlambat mendapat pertolongan.
Setelah tidak beberapa lama Huang Lingruo yang telah berbelanja menemui Zhen Long di tempat perekrutan pasukan guna melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, sebelum berangkat Zhen Long memberikan hormat kepada Gubernur setempat menandakan mereka akan segera meninggalkan kota Derbent menuju kota Frodosia yang merupakan kota pembuat rum terbaik di Negara Kasam.
Mereka membutuhkan seharian berjalan menempuh kota Frodosia, Zhen Long dengan segera mendatangi seluruh kedai rum yang ada di kota tersebut, serta membeli rum berkualitas rendah dengan harga 2x dari harga biasanya. membuat para pedagang merasakan dampak peningkatan pendapatan bulanannya menjadi yang terbesar sepanjang kota tersebut didirikan sama halnya dari kota kota lainnya, Zhen Long dan Huang Lingruo disambut hangat oleh para petinggi pemerintahan setempat, serta tidak dipersulit dalam perjalannya menuju ibu kota Murom Kerajaan Kasam, Zhen Long merasa kagum dengan para pimpinan Kasam yang tidak mentolelir adanya sekte sesat di wilayah Negaranya, setelah menikmati keindahan Kota Frodosia.
__ADS_1
Zhen Long dan Huang Lingruo melanjutkan perjalanannya menikmati kota Patoriya, kota Sudak, kota Alushta, kota pelabuhan Novgorod, kota Veliky sebelum memasuki Ibu kota Murom Kerajaan Kasam, dan berbelanja hal yang sama pada saat berada di kota kota tersebut.
Setelah hampir ½ bulan mengelilingi kota kota Negara Kasam, akhirnya Zhen Long dan Huang Lingruo memasuki Ibu Kota Murom Negara Kasam, hampir 2 hari Jenderal Yogo menantikan kedatangan mereka di gerbang perbatasan ibu kota, semenjak mendapatkan kabar Zhen Long dan Huang Lingruo memasuki kota Veliky.menuju
Ibu kota Murom Zhen Long dan Huang lingruo disambut hangat oleh Jenderal Yogo dengan penuh hormat.
“Selamat datang para tetua di ibu kota Murom Negara Kasam” Jenderal Yogo berkata dengan penuh hormat serta perasan bahagia terlihat dari senyum di wajahnya melihat tamu yang dinantinya telah datang.
“Mari .... !!! Saya akan menemani para tetua menikmati suasana ibu kota Murom!!!” Jenderal Yogo mempersilahkan Zhen Long dan Huang Lingruo memasuki ibu kota, tanpa rasa sungkan mereka memasuki ibu kota Murom sembari berkeliling disertai perbincangan yang penuh basa basi, Huang Lingruo dengan segera membeli keperluannya membiarkan para pria berbincang tentang ilmu beladiri dan kenegaraan di sebuah mansion terkenal di ibu kota.
Setelah mengelilingi kota kota Negara Kasam Zhen Long merasa ada yang Kurang dari Negara tersebut, dan kemudian menanyakan kepada Jenderal Yogo.
__ADS_1
“Maaf tuan Jenderal ada satu hal yang ingin Saya tanyakan” Zhen Long berkata dengan penasaran membuat wajah Jenderal Yogo menjadi serius.
“Silahkan Tetua.. !!! Saya akan menjawabnya bila memahaminya” Jenderal Yogo berkata dengan tegas menyambut pernyataan tersebut.
“Mengapa di Negara Kasam saya tidak melihat toko pil dan tempat praktisi peracik obat dan senjata?” Zhen Long bertanya penuh penasaran membuat Jenderal Yogo sedikit malu untuk menjawabnya pertanyaan tersebut.
“Di Negara kami memang betul tidak ada seorang Alkemis ( peracik obat dan senjata ), dikarenakan negara kami tidak ada yang mengetahui tentang ilmu tersebut dan rata rata sumber daya kami di kelola oleh Negara aliansi kami Messina dengan biaya yang cukup besar” Jenderal Yogo berkata dengan sedikit malu, membuat Zhen Long sangat terkejut dibuatnya.
“Sangat disayangkan sekali langkah yang dilakukan oleh Negara Kasam” Zhen Long berkata sembari menggelengkan kepalanya dengan senyum kecut di wajahnya, membuat perasaan Jenderal Yogo menjadi cemas dengan perubahan wajah Pendekar dihadapannya.
“Apakah ada masalah besar Tetua?” Jenderal Yogo bertanya dengan perasaan yang kalut merasa ada hal penting yang disembunyikan oleh Pendekar yang dihadapannya.
__ADS_1