Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Petualangan Zhen Long dan Huang Lingruo di Mulai


__ADS_3

Arahan arahan Zhen Long membuat para tetua utama dan para tetua sepuh bertambah kagum dengan nasehat yang tidak mereka sangka berasal dari mulut seorang anak berusia 10 tahun namun layaknya dari orang yang kurang lebih berumur ratusan tahun.


Mereka terkesima membaca kitab kitab yang Zhen Long berikan dengan kitab tersebut mereka bisa melihat dunia luar yang damai, mereka menyadari visi Ketua Aliran Teratai Putih Zhen Long yang ingin mengembalikan kedamaian dunia persilatan, Zhen Long kemudian mengeluarkan begitu banyak buah persik abadi dan ribuan kantung madu giok dan meletakkan ke ruangan penyimpanan aliran sekte kultus teratai putih para tetua sepuh sadar akan tanggung jawabnya karena memiliki sumber daya langka dan khusus yang begitu banyak yang diberikan Zhen Long untuk perkembangan sekte kultus teratai Putih selama setahun. Zhen Long kemudian beristirahat dan membiarkan para tetua melakukan tugasnya...


“Lingruo'er besok kita akan mulai bertualang persiapkan dirimu...!!!” Zhen Long berkata dengan lembut dibalas anggukan kecil dari Huang Lingruo dengan perasaan senang..


“Para Tetua kemarilah temui aku dimakam para leluhur ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian!!!” Zhen Long Berkata tegas dengan segera para tetua utama memasuki makam kuno para leluhur dan disusul oleh Zhen Long untuk membicarakan masalah urgent..


Didalam makam kuno Zhen Long kemudian mengeluarkan Mustika Kultus Suci serta meneteskan darah kakeknya Raja Bai Yan agar para tetua memahami maksud lamarannya..


“Bibi guru saksikanlah masa lalu orang tersebut sambil berlatih agar semua pertanyaan dari bibi guru dapat terjawab!!! ” Zhen Long berkata sembari merahasiakan darah siapakah gerangan yang dipertontonkan..


Para tetua menyaksikan dengan seksama tontonan yang di sajikan Zhen Long sambil berlatih didalam makam leluhur, Zhen Long keluar dan membiarkan para tetua menyaksikan masa lalu kakeknya Raja Bai Yan..


Alangkah terkejutnya para tetua yang menyadari bahwa darah yang Zhen Long teteskan diatas Mustika kultus Suci merupakan milik Yang mulia Raja Bai Yan yang Zhen Loang lamarkan untuk mereka hati bahagia, sedih dan cemas menonton masa lalu Raja Bai Yan bercampur dihati para tetua melihat kekasih hati yang mereka perebutkan selama ini menjalani kehidupannya di bawah bimbingan Maha guru Putri Bai Rong yang tidak mampu menyembuhkan adiknya...

__ADS_1


“Lingruo'er mari kita berangkat !!!” Zhen Long berkata sambil merangkul pinggul indah Huang Lingruo membuat gadis cantik tersebut tak mampu menolak hal yang sangat membahagiakan dirinya.


“Yang mulia bukannya besok baru kita akan berangkat?” Huang Lingruo bertanya dengan lembut karena merasa agak sedikit bingung..


“Tidak Lingruo'er saya sudah tidak sabar memulai bertualang denganmu” Zhen Long menjawab sambil mencepit lembut hidung Huang Lingruo dengan penuh kasih sayang...


Huang Lingruo mengangkuk pelan menandakan setuju, Zhen Long kemudian merangkul erat pingul Huang Lingruo serta melesat dengan cepat keluar dari formasi sihir kultus teratai putih dengan ilmu meringan tubuhnya...


“Kamu tidak keberatankan Lingruo'er aku merangkulmu?” Zhen Long bertanya lembut disambut senyuman bahagia Huang Lingruo dengan pipi merona..


“Kita akan menstabilkan Negara Taili terlebih dahulu Lingruo'er, sepertinya kita akan lama di Negara Taili sekaligus mengobati kakek Bai Yan” Zhen Long yang melaju dengan kecepatan tinggi tahap puncak langkah dewa iblis miliknya, Huang Lingruo agak sedikit sesak karena kecepatan langkah Zhen Long namun berusaha menahannya rasa pusing dikepalanya..


“Yang mulia sepertinya tuan putri agak sulit mengimbangi kecepatan yang mulia” Dewa Naga dengan segera mengingatkan, Zhen Long lalu melihat wajah Huang Lingruo yang sedikit memucat dan perlahan memperlambat Kecepatannya di tapap 7 langkah Dewa Iblis..


‘Kenapa kamu tidak bilang dari tadi sobat” Zhen Long berkata dengan geram dalam hati kepada Dewa Naga..

__ADS_1


“Hamba tidak berani menegur yang mulia maafkan Hamba” Dewa Naga menjawab dengan nada ketakutan..


“Lain kali kamu harus lebih sigap sobat” Zhen Long berkata dengan tegas memperingatkan Dewa Naga


“Lingruo'er kamu tidak apa apakan" Zhen Long Berkata setelah melihat Huang Lingruo tersadar dari pingsannya


“Tidak apa apa yang mulia, saya hanya sedikit pusing” Huang Lingruo menjawab dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan Zhen Long.


“Nanti di istana Raja Taili saya akan melatihmu khusus bersama Kakek Bai Yan...” Zhen Long berkata bengan lembut


Zhen Long memperlambat kecepatannya langkah agar Huang Lingruo tidak pingsan lagi, Zhen Long menikmati perjalanannya karena menganggap Huang Lingruo sebagai pengganti gurunya, Zhen Long kemudian singgah sejenak untuk memberikan dewa naga 5 tong arak...


“Sebaiknya kamu meminum arak sobat agar inti kehidupanmu segera kembali” Zhen Long Berkata Agar dewa naga tidak menggangunya bertualang bersama Huang Lingruo..


“Hamba mengerti yang mulia, terima kasih araknya yang mulia” Dewa Naga berkata sembari menyadari bahwa tuannya tidak ingin diganggu bersama tuan putri dengan bahagia meminum arak tersebut.

__ADS_1


Huang Lingruo melihat hal tersebut merasa heran mengapa Zhen Long mengeluarkan 5 tong arak dari cincinnya dan memasukkannya kembali namun tidak ingin terlalu banyak bertanya karena mengetahui pria tidak menyukai wanita yang cerewet dan banyak tanya, Huang Lingruo berusaha menjadi wanita yang terbaik untuk mendampingi Zhen Long sang pujaan hatinya...


__ADS_2