
Sultan Yasir Al Mahmud, Panglima Perang Fitrah Al Zainal, dan ke 10 Penasehat Agung Negara Bursa menghadang Murzi Bin Lahap puluhan mil dari gerbang perbatasan kota Yunhai Kekaisaran Zhao meninggalkan para Jenderal dan pasukannya yang menyusul dari belakang, hal ini dikarenakan Murzi Bin Lahap kabur dengan menggunakan ilmu peringan tubuh meninggalkan kuda tunggangannya, Murzi Bin Lahap tidak menduga keponakannya Sultan Yasir memiliki ilmu kultivasi melebihinya sehingga mampu mencegatnya dalam perjalanan menuju kota Yunhai.
“Hahahaha... hahaha.. hahahah, ternyata dirimu sudah sehebat ini ponakanku!!!” Murzi Bin Lahap tertawa bersandiwara berada dalam kepungan para lawannya.
“Kamu bukan lagi Pamanku!!!, Kamu adalah pengkhianat Bangsa Bursa!!!, Nyawamu harus lenyap saat ini sebagai hadiah bagi rakyat Negara Bursa!!!” Sultan Yasir Al Mahmud berkata dengan penuh amarah setelah mendengar perkataan Pamannya yang seolah olah tidak memiliki masalah.
“Apakah Kalian Ingin ikut campur dengan urusan keluarga kerajaan?!!!” Murzi Bin Lahap berkata sembari mengancam dan melirik ke arah 10 Penasehat Agung yang ikut serta mengepungnya, terlihat perasaan bimbang diwajah para Penasehat Agung karena menganggap mereka akan melanggar sumpah untuk melindungi keluarga Kerajaan Bursa jika turut serta membekuk Murzi Bin Lahap yang merupakan pangeran Negara Bursa.
“Para Tetua tidak perlu berfikir akan hal ini!!! bukankah Tetua sekalian telah melihat perbuatan Murzi Bin Lahap terhadap rakyat kota Xois!!!” Panglima Fitrah Al Zainal mencoba menyadarkan dilematis para Penasehat Agung yang sempat goyah, perkataan Panglima Fitrah Al Zainal mendapat anggukan dari beberapa Penasehat Agung yang merasa tindakan tersebut begitu kejam.
“Maaf Pangeran!!! kami harus ikut serta dalam urusan ini, karena Anda merupakan pemberontak Negara Bursa saat ini!!!” Salah satu Penasehat Agung angkat bicara dan dianggukkan oleh rekan rekannya.
“Hahahhha... hahahah... hahahah dasar anjing, beraninya kalian tidak mengenal majikan!!!” Murzi Bin Lahap marah mendengar pernyataan tersebut serta memaki para Penasehat Agung yang telah menolak pernyataannya.
__ADS_1
“Tidak usah banyak bicara sergap dan bunuh pengkhianat ini!!! Sultan Yasir Al Mahmud memberikan perintah sembari membuka serangan untuk membunuh Murzi Bin Lahap, dengan segera para Penasehat Agung dan Panglima Fitrah Al Zainal mengeluarkan senjatatanya ikut serta dalam penyergapan tersebut, ayunan pedang Sultan Yasir Al Mahmud melesat bagaikan anak panah menghujam leher Murzi Bin Lahap dengan kombinasi Ilmu dewa Naga yang dikombinasikan dengan ruang sihir yang dikuasainya, sehingga akselerasi serangan Sultan tersebut semakin bertambah, namun dengan sigap Murzi Bin Lahap mengelak dengan jurus bayangan kalelawar ke sisi kiri sembari melayangkan pisau pisau beracun andalannya, melihat lemparan Murzi Bin Lahap dengan sigap Sultan Yasir Al Mahmud menangkis sembari mengayunkan pedangnya mundur ke arah belakang sembari mengatur posisi, Panglima Fitrah Al Zainal menyerang dengan tombaknya mencegah Murzi Bin Lahap yang berencana melarikan diri, dengan sigap ayunan tombak beruntun Panglima Fitrah Al Zainal menghujam ke arah tubuh lawannya namun kelihaian dalam mengelak Murzi Bin Lahap berada di atas rata rata sehingga mampu dirinya menghindari serangan tersebut sembari melemparkan pisau pisau beracun ke arah Panglima Negara Bursa, para Penasehat Agung yang tadinya sunggkan untuk menyerang akhirnya dengan gesit menutup pergerakan Murzi Bin Lahap dari berbagai arah, sehingga membuat Pangeran tersebut sangat marah setelah melihat pergerakan para Penasehat tersebut.
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz... Suep” X 100
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..suep” X 100
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..Suep” X 100
Sultan Yasir Al Mahmud dengan sigap kembali menyerang Murzi Bin Lahap setelah mengatasi serangan pisau pisau beracun yang menghujaninya sembari merapalkan ilmu beladiri yang dikuasainya dari Raja Konery dan Pangeran Zhen Long, kebrutalan serangan Sultan Yasir Al Mahmud yang berkolaborasi dengan Panglima Fitrah Al Zainal membuat Murzi Bin Lahap terpojok serta mendapatkan cedera yang sangat merugikannya, para Penasehat Agung kemudian mundur dan membiarkan kedua tokoh Negara Bursa menyelesaikan permasalahan namun tetap berjaga agar Murzi Bin Lahap tidak dapat meninggalkan tempat tersebut, berkali kali hempasan pisau beracun Murzi Bin Lahap dapat dipatahkan oleh Sultan Yasir Al Mahmud beserta Panglimanya setelah lebih ratusan jurus dikeluarkan membuat posisi Murzi Bin Lahap dalam keadaan yang tidak diuntungkan, semua pelindung di tubuhnya telah rusak akibat serangan serangan tersebut serta hampir merenggut nyawanya, sembari menghindari serangan jarak dekat dari lawannya Murzi Bin Lahap dengan segera meniup sebuah seruling hitam kecil yang ada disakunya.
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz... Suep” X 100
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..suep” X 100
__ADS_1
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..Suep” X 100
“Sepertinya Mereka tidak bisa mati dan pertahanannya begitu kuat!!! sangat sulit untuk di tembus” salah satu Penasehat Agung memberikan pendapat serta peringatan kepada rekannya sembari terhempas akibat serangan balasan para pasukan iblis mayat hidup.
“Sepertinya mereka bukan manusia, mereka tidak bisa mati!!!” Salah satu Penasaehat Agung menimpali ucapan rekannya setelah tapaknya mengenai salah satu lawannya dengan kekuatan terbaiknya.
Pertarungan tetap berlanjut hingga menguras tenaga dari para Penasehat Agung dalam membendung para Pendekar yang datang membantu Murzi Bin Lahap mendekat ke arah Sultannya.
“Yang Mulia cepatlah binasakan Pemberontak!!! Kami tidak mampu menahan lebih lama lagi serangan para Pendekar ini” Salah satu penasehat Agung berkata sembari mengerahkan kekuatannya menghadapi lawan lawannya, Sultan Yasir Al Mahmud dengan ganas menyerang Murzi Bin Lahap yang semakin terpojok dengan cedera yang cukup serius.
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz... Suep” X 100
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..suep” X 100
__ADS_1
“Duarzzz… trang .. tring,, Duarzz ..Suep” X 100