
“Apa tindakan panglima Uldric?? Jenderal Kolarov ...?" panglima Galius dengan singkat menanyakan langkah dari orang yang dianggapnya terkuat di Negara Kasam..
“Panglima Uldric merasa Mahendra Ludra telah melewati batasannya sehingga panglima bersiap menghabisinya dengan menyiapkan 5 Jenderal utama dan 150 komandan tempur kami untuk menghadapinya namun masih menunggu perintah yang mulia Raja Criss yang masih berada dalam ruang pelatihannya...." Jenderal Kolarov menjawab namun panglima Galius hanya mengelengkan kepalanya karena melihat langkah yang diambil panglima Uldric pada saat ini merupakan langkah yang blunder, karena menunggu perintah Raja yang sedang mendalami beladiri tanpa langsung melakukan tindakan terhadap pengacau stabilitas Negara sangatlah tidak masuk diakal panglima Galius begitupun yang di fikirkan oleh perdana menteri Mithena dengan senyuman tipisnya.
Sambil memegang dagunya dan berfikir lalu melirik ke wanita seksi diarah kanannya panglima Galius berkata” sepertinya sudah waktunya kita bertindak yang mulia, Aliran Api Surgawi tidak bisa didiamkan berlama lama berada di wilayah Negara kita, hal ini terlalu memandang rendah Kerajaan Messina...” panglima Galius berkata dengan serius sembari meminta ijin kepada Raja Critus X memberikan titahnya..
“Terima kasih informasinya Jenderal Kolarov, sampaikan salamku kepada Raja Criss dan panglima Uldric, silahkan Jenderal beristirahat ditempat yang telah kami sediakan untuk beberapa waktu secepat mungkin kami akan memutuskannya...” perdana menteri Mithena memotong agar lebih mempertimbangkan usulan panglima Galius terlebih dahulu...
“Terima kasih perdana menteri namun saya hanya diminta menyampaikan informasi ini kepada kerajaan Messina dan harus segera kembali ke kerajaan Kasam untuk membantu penyerangan” Jenderal Kolarov berkata sembari menolak dengan halus dan sebagai permohonan pamitnya kepada Raja Critus X.
__ADS_1
“Baiklah Jenderal Kolarov sampaikan salamku kepada Raja Criss...!!!” Raja Critus memberikan izin agar Jenderal Kolarov dapat kembali ke Negara Kasam tanpa ada lagi aturan formal Negara Messina menghalanginya...
“Permisi yang mulia, Perdana menteri, Panglima dan para Jenderal..” sembari memberi hormat dan keluar dari aula kerajaan Messina dan diantar ke gerbang ibukota oleh komandan penjaga istana...
“Bagaimana menurutmu Mithena?” Raja Critus meminta saran kepada perdana menterinya yang menyadari sedang memikirkan sesuatu setelah memotong permintaan panglima Galius..
“Secepatnya kita mengirimkan pesan kepada Jenderal Valeria, Jenderal Meassa, Jenderal Argon Dan Jenderal Xirax yang mulia untuk kembali keistana dan memberikan laporannya kepada kita" jawab Perdana Menteri Mithena sambil mengarahkan dirinya kepada Raja Critus X, membuat Panglima Galius agak kurang senang dengan situasi saat ini karena merasa pendapatnya berbeda jauh dengan perdana menteri Mithena.
“Apa pendekar dewa tahap menengah” Ujar Jenderal Gianlu dengan terkejut mendengar pernyataan perdana menteri Mithena yang mengertahui pendekar yang di bawa oleh Mahendra Ludra berada pada tingkatan tersebut.
__ADS_1
“Apakah anda takut Jenderal Gianlu! !!!" perdana menteri Mithena balik bertanya karena terkejut dengan suara Jenderal Gianlu mengganggu pembicaraannya dengan wajah sedikit marah...
“Bukan begitu perdana menteri, saya beranggapan pasti ada hal yang sangat berharga yang Aliran Api Surgawi incar sehingga mengerahkan salah satu raja pelindungnya beserta pendekar ternamanya menyisir perbatasan Negara Messina dan Negara Kasam.." Jenderal Gianlu berpendapat untuk menyembunyikan keterkejutannya dan menenangkan perdana menteri Mithena yang sedang marah namun pendapat Jenderal Gianlu mendapat respons positif oleh Jenderal Maximus, Jenderal Andrea, Jenderal Massimo, Jenderal Belarus dan Jenderal Duarte dengan cara anggukan serentak, membuat perdana menteri Mithena merubah suasana hatinya karena berfikir perkataan Jenderal Gianlu ada benarnya..
“Sepertinya apa yang dikatakan Jenderal Gianlu ada benarnya perdana menteri tidak ada salahnya kita mengorek informasi dari bawahan Mahendra Ludra, siapa tahu hal yang dicari Mahendra Ludra merupakan kitab kuno atau hal yang dapat berguna memperkuat Negara Messina!!!” panglima Galius menerangkan untuk melindungi bawahannya dan menyimpulkan sesuatu yang penting dari pergerakan musuh..
Perdana menteri Mithena mengangguk kearah Raja Critus X. menyatakan persetujuan agar Raja Messina segera mengeluarkan Titahnya..
“Dengarkan titahku...!!!! secepatnya panggil ke 4 Jenderal besar, dalam masa penantian kita akan mempersiapkan para komandan pasukan kita yang terbaik dan bekerja sama dengan panglima Uldric Negara Kasam dengan membagi seimbangan hasil jarahan hal ini saya serahkan langsung di dalam pengawasan panglima Galius...!!!” Raja Critus X bertitah sambil berjalan meninggalkan aula dan masuk kedalam istana utama Negara Messina.
__ADS_1
“Jenderal Belarus, Jenderal Massimo dan Jenderal Andrea pilih komandan tempur terbaik kita yang memahami tentang menangani ilmu racun, Jenderal Gianlu dan Jenderal Duarte pimpin pasukan untuk mengamankan dan melindungi istana kerajaan sambil menunggu Jenderal Valeria, Jenderal Argon dan Jenderal Meassa untuk membantu kalian untuk mengantisipasi penyerangan kedalam istana kerajaan Messina dibawah arahan perdana menteri Mithena..." Panglima Galius berkata sambil mengarahkan pandangan kepada perdana menteri Mithena untuk meminta persetujannya, perdana menteri Mithena mengangguk merasa strategi yang diberikan panglima Galius berada pada jalur yang benar...
“Jenderal Maximus siapkan perlengkapan perang untuk komandan pasukan yang akan kita bawa dengan kualitas terbaik yang ada digudang persenjataan sambil menunggu Jenderal Xirax bergabung dengan pasukan, kita tidak boleh kalah cepat bertindak!!!!” perintah panglima Galius dengan kobaran aura yang membara dari dalam tubuhnya dengan sigap para Jenderal melaksanakan perintah dengan meminta izin terlebih dahulu, perdana menteri Mithena hanya tersenyum melihat kobaran aura dari panglima Galius yang menandakan dirinya sudah sangat ingin melenyapkan para penyusup kerajaan...