
Setelah selesai membantu Shu Kang Menyerap sumber daya Lian Tianhon terlihat pucat dan berpesan kepada “Huyao'er pergilah bersama Kang'er jangan sampai tertangkap oleh komplotan Yung Hanxi anakku bawalah kitab ini Kang'er dan pelajari hingga puncak dan kembalilah memimpin aliran ini...” sambil menyerahkan kitab kuno dewa pedang langit, kitab Dewi pedang langit, 3 kitab utama perguruan pedang langit dan sebuah mustika dewi nur yang berisikan darahnya..."sebaiknya dirimu berangkat secara diam diam pada saat malam nanti" Lian Tianhon berpesan dengan penuh pertimbangan..
Lian Tianhon juga menceritakan sebuah rahasia besar yang selama ini dirinya ketahui namun tidak berani merebutnya dari tangan pemiliknya saat ini tentang Senjata Pusaka dewa Jubah pengusa kegelapan yang tersimpan dan dijaga ketat oleh Sekte sesat Makam Tengkorak bayangan yang merupakan Sekte Kuno yang berada di utara Kekaisaran Zhoa wilayah Zentian yang kekuatannya tidak kalah tangguhnya dari Sekte Api Surgawi dan Sekte Darah Siluman.
"Biarkanlah saya dan Huyao'er bersembunyilah diruang rahasia ini terlebih dahulu” Shu Kang berkata kepada Lian Tianhon sambil menstabilkan tenaga dalamnya sebelum berangkat...
Kemudian Lian Tianhon keluar dari ruang rahasia dan duduk di kursi ketua aliran pedang langit dan mempersilahkan semua murid utamanya duduk di tempatnya masing masing sambil bersandiwara dirinya telah mengeluarkan racun hampir seluruhnya dari dalam tubuhnya.
“Dimana Yung Hanxi?” Lian Tianhon bertanya kepada seluruh muridnya...
“Kakak Yung sedang menjemput adik Lian Huyao guru” Byung Ke Un menjawab dengan sigap
“Semoga saja Yung Hanxi berhasil membawa anak durhaka itu” Lian Tianhon Berkata dengan wajah yang sangat marah namun hanya bersandiwara...
Membuat Lian Huyao yang berada di ruang rahasia terkejut dengan perkataan ayahnya, dengan sigap Shu Kang menarik lengan Lian Huyao serta berkata dengan suara pelan “Ketua lagi bersandiwara Huyao'er” membuat Lian Huyao menjadi paham maksud perkataan ayahnya dari penjelasan Shu Kang.
Tidak lama berselang dengan terburu buru Yung Hanxi memasuki aula utama perguruan...
__ADS_1
“Akhirnya kamu datang juga Yung Hanxi dimana Lian Huyao si anak tidak tahu di untung itu?” Lian Tianhon bertanya sambil memaki dengan penuh marah membuat Yung Hanxi bingung akan perkataan Gurunya Lian Tianhon.
Yung Hanxi yang tidak paham kemudian berkata “Maaf guru saya kehilangan jejak adik Lian Huyao Di kota Durga” dengan penuh hormat.
“Mengatasi gadis kecil saja dirimu tidak mampu Yung Hanxi dasar murid tidak berguna” Lian Tianhon berkata dengan nada marah membuat Yung Hanxi semakin tidak mengerti pokok dari permasalahan tersebut.
“Byung Ke Un kemarilah!!!” Lian Tianhon memanggil sambil menyerahkan sebuah salinan kitab dewa pedang langit bab 7 dan 8 kemudian Lian Tianhon melajutkan perkataannya “Pelajari ini dalam perjalanan mencari Lian Huyao rebut kembali kitab kuno dewa pedang langit dan dewi pedang langit yang dia curi dan habisi anak itu kalau perlu!!! dia tidak mungkin mempelajari dengan singkat ilmu dewi pedang Langit serta bawa kepalanya kemari!!!” perintah Lian Tianhon dengan nada tegas dan penuh amarah dimatanya meskipun sedang bersandiwara, membuat Yung Hanxi, Hua Kunlun dan para murid utama lainnya terkejut atas perintah dan pernyataan maha guru Lian Tianhon
Yung Hanxi merasa mengetahui alasan sehingga Lian Huyao kabur darinya, Lian Tianhon merasa sandiwaranya berjalan dengan baik melihat raut wajah Yung Hanxi yang berubah derastis karena memikirkan sesuatu..
“ baiklah semakin banyak semakin bagus Kemarilah Hua Kunlun!!!!” kemudian Lian Tianyao menyerahkan salinan kitab yang sama kepada Hua Kunlun karena mengetahui Byung Ke Un dan Hua Kunlun baru mengusai kitab dewa pedang langit tahap 6...
Kemudian Yung Hanxi yang tidak ingin kalah dengan kedua raja pelindung dari alirannya angkat bicara “Maafkan kesalahan murid guru ijinkan hamba menyelesaikan misi ini guru” bujuk Yung Hanxi dengan penuh pengharapan..
Lian Tian kemudian berfikir sejenak seolah olah menimbang dengan seksama agar sandiwaranya tidak ketahuan..
“Baiklah saya akan memberikan kesempatan sekali lagi untukmu Yung Hanxi” Lian Tianhon berkata dengan kebahagian dalam hatinya..
__ADS_1
“Dan ini merupakan kompetisi untuk kalian ber 3 barang siapa yang membawa kepala Lian Huyao terlebih dahulu kehadapanku akan menggantikan posisiku sebagai ketua aliran pedang langit dan berhak sebagai tuan baru senjata pusaka dewa pedang penguasa jagad nantinya...." Lian Tianhon berkata sambil memberikan perintahnya
Membuat seisi ruangan tersentak...
"Guru mengapa kakak Yung, kakak Byung dan kakak Hua saja yang menjadi kandidatnya tidak bisakah dari kami juga ikut serta... ?" Wang Yoshang bertanya karena tidak setuju apa bila salah satu orang tersebut menggantikan gurunya
“Apakah ada yang lebih hebat dari mereka Wang Yoshang dirimu dan yang lainnya tidak ada yang sebanding dengan murid murid andalanku ini" Lian Tianhon memuji dengan penuh sandiwara...
Shu kang tersenyum dan berkata "Ketua Lian Tianhon ternyata aktor yang hebat adik Huyao..." membuat Lian Huyao ikut tersenyum lucu melihat kehebatan sandiwara ayahnya...
Serentak mereka bertiga meminta pamit untuk melaksanakan misi tersebut namun sebelum mereka berangkat “Yung Hanxi kemarilah pelajari kitab bab 8 ini saya harus adil kepada Byung Ke Un dan Hua Kunlun" Lian Tianhon berkata dengan bijaksana..
Sambil menerima kitab tersebut dan segera melaju menyusul Hua Kunlun dan Byung Ke Un dengan sangat senang mendapatkan kitab bab 8 dewa pedang langit...
“Saya harap semua tetap berada pada tempat kalian muridku!!!!” Lian Tian Hon Memerintahkan 12 murid utamanya agar tidak meninggalkan tempatnya.
setelah berlalu sekitar setengah hari Lian Tianhon mengatur nafasnya, dia merasa ke 3 orang tersebut telah berlalu sangat jauh kemudian membuka suara.
__ADS_1