Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Kepanikan Penguasa Negara Amethi


__ADS_3

Zhen Long dan Huang Lingruo bergerak secara acak menuju Kota Nagpur dan Kota Ranchi, mereka melakukan hal serupa di kota kota tersebut membuat kepanikan dari seluruh wilayah Negara Amethi tentang keganasan Pangeran Zhen Long membantai pasukan Negara Amethi, gelombang pengungsi dari Kota Indore, Kota Nagpur dan Kota Ranchi menghambat pergerakan bala bantuan dari ibu Kota Negara Amethi dikarenakan isu yang beredar yang sangat mengemparkan dari para penduduk yang mengungsi, mereka menyatakan Yang Mulia Zhen Long bersama jutaan Pasukan Iblisnya menghancurkan 3 kota dalam waktu 3 hari serta membantai ratusan ribu pasukan dan puluhan komandan tempur dan memenggal pemimpin ke 3 kota tersebut, membuat Jutaan pasukan Negara Amethi menjadi gentar bersama para Jenderal utama dan para Komandan tempurnya yang berada disisi Panglima Viqram Shindu, Panglima Perang Negara Amethi menghentikan perjalanan menuju kota Imphal serta memikirkan langkah taktis yang akan dilakukannya.


Panglima Viqram Shindu kemudian mengutus pasukan rahasianya untuk mengklarifikasi isu yang beredar dan lebih memilih bertahan di kota Guwahati dan Kota Bhopal mengantisipasi serangan Yang Mulia Zhen Long ke ibu kota Negara Amethi, kepanikan di seluruh penjuru wilayah Negara Amethi tentang kabar tersebut membuat para penduduk memilih mengungsi ke ibu kota untuk mengantisipasi akan serangan Yang Mulia Zhen Long serang berikutnya, di sisi lain Raja Bai Yan telah mengambil alih kendali kota Imphal, dan menuju ke kota selanjutnya, kekacauan yang dihadirkan Zhen Long membuat pergerakan Raja Taili tersebut menjadi sangat mudah dikarenakan mental tempur pasukan lawan telah hilang dengan tidak adanya bala bantuan yang datang membantu mereka, Kota Dhanbad dan kota Aurang jatuh dalam waktu 7 hari di tangan Raja Bai Yan menyisakan kota perbatasan Benares.


Huang Lingruo menuju Ke kota perbatasan Benggaluru beserta Raja dan Ratu binatang buas dan jutaan Lebah giok untuk menghancurkan kota tersebut sedangkan Zhen Long menuju ke Kota Benares untuk membantu kakeknya Raja Bai Yan bersama jutaan lebah giok miliknya untuk mengalihkan perhatian armada besar Negara Amethi, dengan bantuan Zhen Long kota Benares dapat dengan segera teratasi dan dikuasai oleh Raja Bai Yan, sedangkan di daerah Benggaluru Huang Lingruo mengalami pertempuran yang sengit dikarenakan kota tersebut, tanpa Huang Lingruo sadari Kota Benggaluru merupakan basis kekuatan Aliansi Negara Amethi, sehingga Huang Lingruo beserta pasukan Siluman binatang buas tidak mampu menghancurkan kota tersebut, banyak raja dan ratu siluman binatang buas yang mengalami cedera berat dari serangan para ahli beladiri tingkat tinggi, Zhen Long dengan segera menuju ke tempat Huang Lingruo setelah mengetahui kekasihnya dalam bahaya melalui pandangan dewa naga yang berada dicincin kuasa langit, Zhen Long memerintahkan Para Raja dan Ratu siluman binatang buas untuk mundur dari pertempuran berhubung dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan Huang Lingruo, menyadari para Raja dan Ratu siluman binatang buas mundur Huang Lingruo kemudian menarik diri dan mencari tepat persembunyian menanti kedatangan Zhen Long sembari mengobati Raja dan Ratu binatang buas yang terluka sebelum memasukkan ke dalam cincin kuasa langit miliknya.


Kegagalan Huang Lingruo menghancurkan Kota Benggaluru dikarenakan pendekar Bing Qixia bersama menantunya Xuan Kontong dan para pasukan Keluarga bangsawan Xuan berada dikota tersebut, ditambah lagi bala bantuan Aliansi Negara Amethi yang datang membantu setelah mendapatkan kabar serangan dadakan Pangeran Zhen Long dan Raja Bai Yan yang sedang mengambil keuntungan dari perselisihan Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Tang, Aliansi Kekaisaran Wei tidak mengetahaui bahwa Kekaisaran Tang saat ini telah menjadi salah satu Negara aliansi Zhen Long.

__ADS_1


Setelah menerima kabar dari para pasukan bayangannya Panglima Viqram terkejut mendengarnya karena isu yang beredar benar adanya dan mengirimkan kabar tentang kehancuran 3 kota dan 5 kota Negara Amethi telah berada di bawah kendali Negara Taili kepada Ayahnya di ibu kota Vedodara, Mendapatkan berita tersebut Raja Balaram Mahesa menjadi sangat terkejut dan meremas surat ditangannya.


“Ada apa Yang Mulia?” Ratu Vidya Shindu bertanya kepada suaminya.


“Bencana besar telah melanda Negara kita” Raja Balaram Mahesa menjelaskan dengan wajah kepanikan.


“Yang Mulia Zhen Long bukanlah orang yang bisa kita singgung saat ini perbedaan kemampuanku saat ini terlalu jauh berbeda, Perintahkan semua pasukan Negara Amethi untuk bertahan di kota kota tersisa dan menunggu perintah selanjutnya!!!” Raja Balaram Mahesa kepada perdana Menterinya Ayudia Diar untuk segera dilaksanakan membuat Ratu Vidya Shindu mempertanyakan perintah suaminya, Raja Balaram Mahesa dengan segera menyerahkan surat dari putranya Viqram Shindu kepada istrinya agar lebih mengerti.

__ADS_1


“Baik Yang Mulia perintah akan segera dilaksanakan” Perdana Menteri Ayudia Diar dengan segera melaksanakan perintah rajanya, Ratu Vidya Shindu sangat terkejut setelah mebaca surat yang ada ditangannya, dirinya tidak menyangka dalam waktu sebulan 5 kota Negaranya dikuasai serta 3 kotanya hancur dalam waktu 3 hari.


“Bagaimana mungkin Pangeran kecil itu melakukan hal ini Yang Mulia?” Ratu Vidya Shindu bertanya sembari terkejut akan kemampuan Zhen Long.


“Tidak ada yang mustahil baginya Istriku, mengalahkan Aliran Puncak Cahaya kebenaran dan membebaskan kami itu lebih mustahil lagikan dilakukan oleh seorang manusia, saat ini kita hanya bisa bertahan dan meningkatkan kemampuan sebelum melakukan pertempuran menghadapinya, mari kita tunggu kabar baik dari Saudara Ming Taiqing” Raja Balaram Mahesa menjelaskan dengan singkat, membuat Ratu Vidya Shindu semakin panik dan bingung karena tidak menyangka bahwa penolong Suaminya merupakan musuh yang sangat ingin menghancurkan Negaranya, sembari tersandar disingasananya berfikir keras akan maksud Zhen Long.


“Tidak usah terlalu difikirkan Ratuku!!!, semua telah terjadi, saat ini kita hanya bisa menjalankan kerjasama dengan para sekutu” Raja Balaram Mahesa menenangkan istrinya yang sedikit tertekan.

__ADS_1


__ADS_2