
Zhen Long dan Huang Lingruo sengaja beristirahat sejenak guna mendapatkan informasi kekuatan Kekaisaran Wu, di sebuah paviliun milik salah satu keluarga saudagar besar di kota Zhaozhun yang merupakan Saingan dari keluarga bangsawan utama, keluarga Gua merupakan keluarga kaya yang memiliki bisnis di seluruh wilayah Kekaisaran Wu dan beberapa kota di Kekaisaran Tang sehingga mereka sangat diperhitungkan dan disejajarkan dengan para keluarga bangsawan.
Menurut informasi yang didapatkan Zhen Long dan Huang Ling dari 3 kota yang disinggahinya keluarga Gua berencana menggeser kedudukan keluarga Bangsawan Huang dari Kekaisaran Wu dengan bantuan ke 3 keluarga bangsawan lainnya, dukungan terbesar keluarga Gua berasal dari keluarga bangsawan Che yang merupakan keluarga Che Mingpao perdana menteri Kekaisaran Wu, hal tersebut membuat Huang Lingruo sangat marah karena selama ini keluarganya begitu tertekan dan ditindas dari segi moril dan materil
“Yang mulia bisakah kita pergi dari kota ini dan segera ke pegunungan Nanyu?” Huang lingruo bertanya sambil berbisik dengan kesal mendengar isu miring tentang keluarganya.
“Tenang saja Lingruo’er saya akan membantu keluargamu kembali kuat” Zhen Long menjawab dengan senyuman tipis kepada Huang Lingruo, membuat gadis pujaan hatinya terlihat senang dengan wajah tersenyum Zhen Long meskipun ditutupi topeng.
“Bagaimana caranya yang Mulia?” Huang Lingruo kembali bertanya karena merasa penasaran akan rencana Zhen Long.
“Tenang saja nanti pada saat kita di ibukota Beisa kamu akan tahu sendiri Lingruo’er!!! Saat ini kita fokus dulu menyelesaikan masalah warisan keluarga Yu Min Ibumu!!!” Zhen Long menjawab dengan penuh pertimbangan membuat Huang lingruo memahami maksud dari Zhen Long.
__ADS_1
“Tapi kita lihat dulu apakah keluarga bangsawan Huang, masih menganggap Guruku keluarganya atau tidak!!!” Zhen Long berkata dengan sangat serius kepada Huang Lingruo merasa ucapan Zhen Long ada benarnya.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Kangtong dan menuju kediaman Yu Kuo yang berada di pinggir kota tepatnya di hutan daerah pegunungan Nanyu, terlihat sebuah kediaman Yang tampak bersih dan kosong membuat Huang Lingruo terharu mengenang tempatnya lahir dan dibesarkan serta merupakan tempat pembantaian aliran api surgawi yang menyisakan dirinya sendiri sebagai keturunan terakhir keluarga Yu di dunia ini sembari mengingat keganasan dan kekejaman Aliran Api Surgawi terhadap keluarga ibunya.
Sambil mengawasi kediaman tersebut Zhen Long merasa ada yang aneh dengan tempat tersebut mengingat kediaman Yu terlihat bersih dan terawat.
Setelah pembantaian keluarga Yu Kuo berpuluh tahun yang lalu kediaman tersebut merupakan tempat yang keramat untuk ditinggali oleh para masyarakat namun seluruh barang berharga dikediaman tersebut telah habis di jarah oleh para bandit sehingga meninggalkan ruang kosong saja namun pelayan keluarga Yu sangat rajin membersihkan tempat tersebut sebagai rasa terima kasihnya atas kebaikan keluarga Yu sewaktu dirinya masih bekerja, Terlihat Wanita paruh baya membersihkan halaman rumah tersebut membuat Huang Lingruo terharu karena merasa mengenali wanita tersebut merupakan pelayan yang menjaganya sewaktu kecil dulu.
Huang Lingruo melepas kerinduannya kepada pelayannya sembari membuka topeng dan memperkenalkan dirinya, Ye Lengce awalnya tidak percaya akan keberadaan Huang Lingruo namun setelah menjelaskan segalanya, wanita paruh baya tersebut akhirnya bersujud dan menangis bahagia, Huang Lingruo kemudian menenangkan pelayan setianya.
Ternyata setelah ayahnya Huang Xie pergi para pembesar kekaisaran Wu membunuh para keluarga pelayan di keluarga Yu Kuo untuk mencari kitab Yu Nan dan kitab kitab berharga lainnya serta pil racikan langka dan tinggi milik keluarga Yu Kuo yang sangat berharga, Ye Lengce selamat dari tragedi tersebut dikarenakan dirinya masih dalam keadaan gila sehingga tidak mengalami pembantaian sadis tersebut, Huang Lingruo kembali terharu mendengar nasib pelayan setianya.
__ADS_1
Zhen Long dengan segera memeluk Huang Lingruo supaya tidak terlalu larut dalam kesedihannya, Zhen Long mengusulkan Ye Lengce ke Ibu Kota Beisa kekaisaran Wu menanti mereka di kediaman Keluarga bangsawan Huang agar tetap bertahan hidup sekaligus melihat reaksi Huang Chubiao kakek Huang Lingruo sebelum Zhen Long membantunya, Huang Lingruo setuju dengan usulan Zhen Long dan berencana membawa Ye Lengce ke Negara Taili jika ternyata keluarga bangsawan Huang menolaknya.
Ye Lengce dengan segera melaksanakan perintah majikannya untuk berangkat ke ibu kota Beisa, sebelum berangkat Zhen Long memberikan 100 keping perak dan 100 keping perunggu sebagai bekal Ye Lengce dan sebagai ongkos memasuki kota kota besar menuju ibu kota kekaisaran Wu, Zhen Long enggan memberikan koin emas karena takut hal tersebut dicurigai oleh orang lain nantinya membuat Ye Lengce dan Huang Lingruo memahami maksud Zhen Long.
Zhen Long menemani Huang Lingruo kemudian pergi menghampiri makam ibunya dan kelurga Yu Kuo sebelum melanjutkan perjalanan ke gunung Nanyu.
Sesampainya di depan gua tempat penyimpanan harta warisan keluarga Yu, Huang Lingruo dengan segera meneteskan darahnya ke suatu wadah sehingga tempat tersebut terbuka karena hanya darah keluarga Yu yang dapat membuka tempat tersebut...
Dengan segera mereka masuk kedalam tempat tersebut yang berisikan giok inti api dan giok inti es dalam ukuran sedang, puluhan tunggu obat kuno untuk membuat pil dan senjata pusaka, Ribuan kertas racikan obat, jutaan senjata dan pil pil penguat dan peningkatan ilmu beladiri tingkat tinggi dan langka, berbagai macam bahan dasar pembuatan Obat yang tertanam di wadah dan pil mujarab dari tingkat menengah hingga tingkat tinggi dan 5 jenis kitab Kuno pusaka elemen api tingkat lanjutan yang merupakan ilmu yang harus dipelajarinya agar dapat membuat pil mujarab dan senjata pusaka, serta kepingan emas yang sangat banyak yang hampir menyamai harta dewa Naga dahulu, dengan segera Zhen Long memasukkan semuanya Kedalam Cincin kuasa Langit dan cincin kuasa buminya.
Dengan penuh rasa bahagia karena sebentar lagi dirinya bisa dikatakan sebagai peracik obat hebat seperti Ong Gonsun yang merupakan keturunan Dewa peracik obat Ong Qingteng, kehebatan Ong Gonsun saat ini begitu melegenda dan sangat dihormati oleh para penguasa maupun pendekar di daerah dataran tengah dikarenakan dirinya telah mampu membuat pil langka tingkat tinggi dan memiliki mustika obat ditingkat langka warisan turunannya dengan harga yang sangat tinggi serta merupakan keturunan terakhir Dewa peracik Obat, Ong Gonsun pernah menyembuhkan cedera berat Shu kang saat membantnya merebut tungku pusaka dewa obat yang dicuri oleh pendekar dewa Aliran Darah siluman, setelah menyimak masa lalu kakeknya Shu Kang.
__ADS_1