
Sambil memberi hormat kepada Raja konery panglima Fitrah Al Zainal menjawab “Tahap 4 yang mulia dan terima kasih telah memberikan kami kesempatan mempelajari ilmu istimewa ini” panglima Fitrah merasa secara tidak langsung Raja Konery merupakan kakek guru baginya setelah mempelajari ilmu beladiri Dewa Naga..
“Bagus ...ternyata kamu cukup cerdas ... mintalah salinan kitab tahap ke 5 dari rajamu dengan itu ilmu racun akan sangat susah masuk kedalam tubuhmu, saya tidak ingin melihat banyak pasukan Negara Bursa mati konyol meskipun saya tahu benar pasukan Bursa merupakan pasukan berani mati demi Negaranya namun kalau bisa hidup mengapa harus mati!!!” nasehat Raja Konery yang sangat mendalam dan menyiratkan makna arti kehidupan kepada sahabatnya...
“Terima kasih atas perhatian yang mulia terhadap keselamatan Pasukan Negara Bursa” kata panglima Fitrah Dengan rasa penuh hormat..
“Siapa juga yang memperhatikan pasukan Negara Bursa!!!, apa saya tidak punya pekerjaan lain!!!, kalau semua pasukan Negara Bursa mati lalu siapa yang akan menjaga sobatku ini!!!... jawab Raja Konery ketus dan disambut tawa tipis dari sahabatnya dan senyum dari panglima Fitrah Az Zainal yang baru menyadari dan mengetahui sikap arogan Raja Konery yang begitu unik...
“Dan satu hal lagi tadi sempat saya mencuri dengar tentang pembicaraan kalian,serahkan pengawasan wilayah perbatasan pelabuhan kekaisaran Zhao kepada pasukan Durham dan tarik mundur pasukan Bursa yang menjaga perbatasan Wu karena sepertinya Kaisar Wu sedang memadu cinta dengan perdana menteri seksinya Che Mingpao sehingga ada kemungkinan kekaisaran Wu tidak akan melakukan invasi kenegara tetangga dan saya akan mengirim bantuan kedaerah perbatasan dengan Negara Zugen dan siapkan pasukan di kota terdekat pasukan perbatasan Zugen dan saya juga berencana melakukan rotasi pasukan yang ada di Negara Xiang ada baiknya pasukan rotasi Bursa dan Durham berangkat bersama, saya merasa Jenderal Darol dan pasukannya perlu juga bertemu keluarganya saya akan mengutus Jenderal Kevin bersama 50.000 pasukan ke Negara Xiang sebagai penggantinya” Perintah Raja konery yang merasa Negara Xiang sepertinya dalam keadaan kurang kondusif setelah kabar kematian Zhen Long Tersebar.
Namun membuat panglima Fitrah Az Zainal dilema melaksakannya karena menerima perintah yang berbeda dari sultan Yasir Al Mahmud" sambil terlihat bingung memandang baginda Sultan Yasir Al Mahmud yang sejak tadi tertawa tipis melihat raut wajah Panglima Perangnya
“Apa yang kamu tunggu Panglima Fitrah!!! apa harus saya menendangmu hingga kamu bergerak bentak Raja Konery yang kesal karena panglima Fitrah tidak beranjak di tempatnya...
“Laksanakan segera perintah Raja Konery panglima!!!! lain kali jika beliau memberikan perintah sama halnya perintah tersebut dari diriku!!!!” sultan Yasir Al Mahmud bertitah karena tidak tega melihat panglima andalannya kebingungan dan dilema lebih lama..
__ADS_1
“Siap melaksanakan Perintah yang mulia Raja Konery" Ujar Panglima Fitrah setelah mendengarkan titah Sultan Yasir sambil menunduk dan mengayunkan tangannya dari dahi ke arah bawah sembari mundur perlahan meninggalkan aula kerajaan Bursa dan melaksanakan titah yang diterimanya...
Setelah memperhatikan tidak ada seorangpun di aula istana Bursa, Raja Konery kemudian menghampiri Sultan Yasir Al Mahmud dan berbagi singgasana untuk mereka duduki berdua ...
“Bagaimana sobat dengan ilmu perbintangan yang kuberikan kepadamu sudah pada bab berapa dirimu kuasai...?” Raja Konery bertanya sambil berbisik agar tidak ada orang yang mendengarkan percakapanya dengan sahabatnya tersebut karena merupakan hal yang rahasia bagi mereka.
“Sudah sampai pertengahan bab 2 sahabat...." jawab sultan Yasir Al Mahmud berbisik agar pembicaraannya tidak terdengar oleh siapapun..
"Bagaimana pula kabar Perdana menterimu sobat!!!! Imam Al Arif apakah dia telah telah menyelesaikan pelatihannya?" Raja Konery bertanya yang sejak tadi tidak melihat pria muda berbakat yang merupakan Perdana Menteri kerajaan Bursa.
"Dia dalam tugas khusus sahabat. saya minta untuk mengawasi Aliran Api Surgawi yang sepertinya memiliki hubungan dengan Negara Zugen?" Sultan Yasir berbisik agar tidak diketahui misi rahasia perdana menterinya,
"Apa ...???? kamu sudah gila sobat mengutus Imam Al Arif menyusup ke sarang penyamun? apa tidak ada orang lain yang bisa menggantikannya" Raja Konery berkata sambil menghawatirkan orang yang dimaksud...
"Saya kira tidak Sobat.. lagi pula tidak ada yang lebih cocok menjalankan misi ini selain dirinya.. selain muda, hebat dalam ilmu beladiri dan memiliki kemampuan sarjana terbaik di Negara Bursa serta tidak terlalu dikenal dalam dunia persilatan siapa lagi yang pantas menjalankan misi ini" Sultan Yasir Al Mahmud menjelaskan dengan singkat, membuat Raja Konery sedikit memahami namun masih penasaran karena memahami berbahayanya kedua hal yang dimaksudkan.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang di selidiki oleh perdana menterimu itu Sobat?" Raja Konery kembali bertanya dengan nada sedikit serius...
"Kemungkinan Negara Zugen membuat senjata iblis dengan perngorbanan manusia sebagai medianya dengan bantuan Aliran api Surgawi, saya mengutus Perdana Menteri Imam Al Arif menyamar sebagai pedagang budak dari Negara Amethi" Sultan Yasir berkata dengan penuh pertimbangan, Raja Konery Geram mendengar penjelasan sahabatnya dengan mengepalkan kedua tangan dan matanya memerah mengingat ayahnya meninggal dalam peperangan melawan Negara Zugen yang dibantu oleh Kekaisaran Wu dan Aliran Api Surgawi..
"Seandainya saya bukan seorang Raja, telah lama Para petinggi Aliran Api surgawi saya lenyapkan dari dunia ini" Raja Konery berkata dengan penuh amarah dan dendam..
"Baiklah Sobat sampaikan segala informasi yang didapatkan oleh perdana menteri mudamu!!! kepadaku!!! jika hal tersebut memang benar berarti saya punya alasan membantai Aliran Tersebut, saya akan membantu mengawasi perbintangan Perdana Menteri Negara Bursa dan akan menolongnya bila terjadi masalah diluar kendali" Raja Konery merasa ada peluang dirinya membalaskan dendam orang tuanya...
"Tenang saja sahabat itu sudah pasti, mengurangi kekuatan pendukung lawan lebih baik dari pada menciptakan perang skala besar antara kerajaan dan kekaisaran" Sultan Yasir berpendapat dengan nada tenang.
"Sebaiknya kamu pelajari ilmu perbintangan itu hingga tahap akhir agar dapat memantau orang orang pentingmu dan para pasukanmu, hanya 3 orang saja yang saya bagikan kitab ini jadi lebih giat lagilah berlatih sobat jangan sampai dirimu dikalahkan oleh si tua bangka tak berguna Bai Yan.... hihihihhihi.... hihihhihi.. hihihi.." Raja Konery berkata sambil menyindir sahabatnya Raja Taili...
Sultan Yasir Al Mahmud mengangguk karena merasa ilmu yang diberikan oleh sahabatnya Raja Durham sangat penting bagi seorang raja agar bisa mengontrol kinerja pasukan dari jarak jauh..
“Baiklah saya pergi dulu sobat saya ingin berjalan jalan mengawasi wilayah Durham ...!!! kata Raja Konery yang pamit secara tidak langsung ....
__ADS_1
“Hati hati dijalan Sahabat” Sultan Yasir berpesan namun membuat Raja Konery merasa sedikit tersinggung.
“Apa....!!! kamu pikir ada yang mampu mengganggu perjalanku" sambil melesat dengan sangat cepat hanya dengan 1 tarikan nafas Raja Konery telah berada di luar gerbang kerajaan Bursa "sungguh ilmu meringankan tubuh yang sangat luar biasa" Gumam dalam hati Sultan Yasir Al Mahmud sambil mengelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya....