
Zhen Hui mengejar para murid Lau Cha namun dihalangi oleh Hitachi “sayatan berantai” membuat Zhen Hui bergerak mundur dan bertahan....
Hitachi dan Shi Lie bertambah yakin bahwa Zhen Hui dapat mereka kalahkan dengan menggabungkan seluruh kekuatan mereka...
Kemudian mereka memerintahkan murid muridnya membantu murid Lau Cha mencari Zhen Long "kalian cepatlah cari dan bunuh pangeran mahkota itu!!!” Shi Lie memberi perintah kepada murid muridnya
"kalian juga segerahlah membantu mereka biar Panglima Zhen Hui kami yang hadapi!!! Hitachi Amuri turut memberikan perintahnya sehingga pendekar gabungan murid murid Lau Cha, Hitachi dan Shi Lie bergerak cepat mencari keberadaan pangeran mahkota kekaisaran Wei secara berpencar untuk mengetahui dimana Zhen Long disembunyikan,,,
3 pendekar mengeroyak Zhen Hui jurus bertukar sebanyak ratusan jurus membuat Zhen Hui terpojok melihat 4 pendekar pertapa mendekati ruang peristirahatannya Zhen Hui kemudian melakukan sebuah Trik dan melaju dengan cepat kearah murid murid Lau Cha dan Shi Lie yang tidak menduga Zhen Hui telah berada di belakang mereka “langkah Dewa Naga, tarian dewa perang, tapak seribu dewa Naga.”.. Zhen Hui merapalkan 3 jenis ilmunya secara bersamaan menyarangkan pukulannya tepat di bagian Vital para pendekar yang mendekati ruangan pribadinya seketika 4 pendekar pertapa meregang nyawa tidak menyadari kecepatan dan keganasan serangan kolaborasi Zhen Hui...
Hal ini membuat Lau Cha dan rekannya sangat marah karena terperdaya oleh gerakan Zhen Hui yang mengarah kepada mereka kemudian berubah arah dengan pesat kearah murid muridnya... "sepertinya kita harus lebih serius" ucap Lau Cha kepada Shi Lie dan Hitachi karena melihat Zhen Hui memiliki ilmu beladiri penyerangan yang sangat mematikan “Saya akan menyerang sisi kirinya saudara Shi Lie serang sisi kanan senior Lau Cha mendesak dari depan dan belakang!!!!” Hitachi mengatur strategi untuk segera mengakhiri nyawa Zhen Hui yang masih bergerak membunuh murid murid mereka, disertai anggukan para pendekar menandaka siap melakukan strategi Hitachi, Zhen Hui menambah kecepatannya dan membuat ruang sihir untuk mempermudah gerakannya dan memperlambat gerakan lawan dengan keganasan ilmu penyerangannya dirinya berusaha menghabisi murid murid Lau Cha, Shi Lie dan Hitachi yang sedang mencari keberadaan Zhen Long tanpa menyadari bahaya yang menuju kearah mereka “ Tarian dewa Naga, ruang sihir , amukan dewa perang, cakar dewa naga” dalam sekecap 8 pendekar yang tidak menyadari keberadaan Zhen Hui telah tersungkur di atas permukaan tanah dengan mengeluarkan darah yang banyak dan meregang nyawanya...
__ADS_1
Lau Cha mengejar Zhen Hui untuk mengentikan keganasannya serta menghalangi pergerakan Zhen Hui agar tidak menyerang para murid dari posisi yang tidak terduga.. “langkah siluman.. tapak tengkorak putih... cakar iblis putih” Lau Cha merapalkan 3 ilmu andalannya untuk menyerang sehingga membuat Zhen Hui membalikkan badannya seakan menari di atas udara Zhen Hui menghadapi serangan Lau Cha "tapak seribu dewa naga ,tarian dewa naga ,amukan dewa perang" Zhen Hui merapalkan ilmunya untuk menghadapi serangan Lau Cha yang secara tiba tiba...
Benturan kedua pukulan terjadi “duarrr” Lau Cha terlempar hingga 10 meter dan memegang dadanya yang terkena pukulan Zhen Hui sembari mengeluarkan darah segar disudut bibirnya.... “ ternyata sejak tadi dia menyembunyikan kekuatannya hingga membuat kami lengah” sial...” gumam Lau Cha yang menyadari siasat Zhen Hui, tanpa ampun Hitachi menyerang dengan pedangnya” Ryo”.. ia melapisi pedangnya dengan aura hitam pekat kemudian melancarkan kombinasi serangannya "sayatan rembulan , langkah halilintar. tebasan pedang tunggal" Zhen Hui tidak sempat menghindari tebasan dari Hitachi memudian berinisiatif menangkis pedang Hitachi dengan ilmu pertahanannya sambil menyilangkan kedua tangannya “Raga Emas, raga dewa naga, raga dewa perang” Zhen Hui berhasil menangkis sabetan pedang Hitachi namun tenaga dalamnya terkuras karena rapalan ilmunya begitu banyak...dari sisi kanan Shi Lie menyerang dengan kekuatan racun mematikan karena melihat peluang yang besar “tapak amukan ular gurun” Duarrrzz “ dengan sangat telak mengenai tubuh Zhen Hui... “tubuh emasmu tidak mungkin dapat menahan tapak amukan ular gurunku panglima” kata Shi Lie merasa yakin... Zhen Hui merapalkan “raga dewa naga ” tahap 6 untuk meningkatkan pelapis raga tubuh emasnya meskipun masih di tahap 6 namun dapat mengurang rasa sakit dan menahan racun masuk pada tubuhnya ...
Lau Cha tak mau ketinggalan “tendangan iblis putih” mengenai dada Zhen Hui yang sibuk menahan pedang Hitachi dan racun dari Shi Lie “duarrr””dan membuat Zhen Hui terpental 20 meter akibat dorongan 3 serangan kearah tubuhnya dan memuntahkan darah segar karena tenaga dalamnya hampir terkuras habis...
Zhen Hui segera mengatur nafas agar meridiannya kembali normal akibat 3 serangan dahsyat tersebut, Racun yang mengenai tubuh Zhen Hui keluar secara perlahan dan berubah menjadi gepulan asap putih.. “untung saja raga dewa naga yang diajarkan Raja Konery dapat menahan racun jika tidak mungkin sekarang saya sudah sekarat” gumam Zhen Hui yang menyadari racun milik Shi Lie sangat mematikan...
“Sepertinya tidak ada jalan lain saya harus menggunakan senjata pusakaku sebelum semuanya bertambah parah ” lanjut Zhen Hui dalam hati...
“Sepertinya strategi kita berhasil mari kita ubah posisi menyerang mau sampai mana Panglima Zhen Hui bisa bertahan menahan serangan kita” bisiknya Hitachi kecil, Lau Cha dan Shi Lie mengangguk paham...
__ADS_1
Belum sempat mereka bergerak, sontak membuat muka Ke 3 pendekar tersebut berkeringat dingin melihat sesuatu yang telah di pegang oleh Zhen Hui dengan aura kematian yang mencekam dari benda tersebut...
“Hahahahaha... hahahaha....hahhaah kalian hebat bisa mendesakku menggunakan senjata ini....baru 2 kali saya mengunakanya dalam pertarungan sudah waktunya kalian semua untuk mati” Zhen Hui berkata sembari tertawa percaya diri membuat Lau Cha, Shi Lie dan Hitachi hampir tak mempercayai ternyata pusaka senjata dewa Pedang Penguasa Jagad selama ini berada ditangan Zhen Hui, dan membuat keadaan berbalik hampir 180 derajat, Zhen Hui memulai serangan dengan sigap “Langkah dewa naga, Ruang sihir , Amukan dewa Perang” kearah pendekar tersebut Hitachi mencoba menangkis namun sayang didalam ruang sihir dia tidak mampu bergerak cepat sehingga dirinya menjadi debu hancur tak berjasad setelah tebasan pedang Zhen Hui mengenai pedang dan menembus tubuhnya, Lau Cha dengan cepat keluar dari ruang sihir yang beradius 10 meter...
dirinya tak menyangka Zhen Hui mengusai kitab Shu Ron ditambah lagi pedang pusaka dewa yang sangat mematikan ada digenggaman tangannya saat ini, Lau Cha tahu betul apabila berada dalam ruang sihir tenaga dalam dan kecepatannya akan menurun secara drastis, berbeda dengan Shi Lie dan Hitachi yang tidak memahami kekuatan ruang sihir ditambah lagi pedang penguasa jagad ditangan Zhen Hui sangat mustahil untuk dirinya menang...
setelah menebas Hitachi pedang penguasa jagad kemudian melaju menuju kearah leher Shi Lie dengan kecepatan yang sangat luar biasa Shi Lie dengan segera menyusul Hitachi menjadi debu....
Lau Cha mencoba menghindari ruang sihir dengan cara melarikan diri sejauh mungkin dengan ilmu meringankan tubuhnya setelah berada di luar area ruang sihir “langkah siluman” Lau Cha merapalkan ilmu penghindarnya ingin Segera pergi melalui arah utara istana timur namun dengan mata yang sangat tajam dan penuh amarah Zhen Hui mengejarnya “langkah Dewa naga,tarian dewa naga ,ruang sihir shu ron, amukan dewa perang” Zhen Hui jauh mengunguli kecepatan Lau Cha belum sempat menoleh pedang penguasa jagad telah membelah tubuh Lau Cha menjadi debu seperti 2 rekannya yang lain...
Kemudian Zhen Hui membunuh para murid murid Lau Cha , Shi Lie dan Hitachi yang ingin melarikan diri setelah mengetahui aura gurunya telah hilang namun Zhen Hui tidak membiarkan hal ini terjadi karena bisa berbahaya bagi dirinya apa bila keberadaan pedang penguasa jagad sampai diketahui para pendekar didunia persilatan dalam hitungan menit para penyerang istana timur telah menjadi debu dan menghilang dari dunia persilatan dengan menggunakan sisa kekuatannya yang telah menipis.
__ADS_1
Zhen Hui dengan segera memasukkan pedang penguasa jagad kedalam cincin kuasa langit agar para pasukan tidak mengetahuinya, para pasukan yang berada diaula istana timur keluar setelah melihat situasi aman.... mereka keluar dari perlindungan formasi sihir yang dibuat oleh Shu Fei dari tetesan darah mereka sewaktu berkunjung kekaisaran Wei...
“Guru aku merasa gelar yang disandang oleh ayahku bukannya dewa perang melainkan pendekar dewa Naga...hahahahah... hahahah...." Zhen Long berkata mengkritik dengan tawa yang keras...