Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Pengakuan Zhen Long


__ADS_3

“Dasar kakek keras kepala ahahahahhahah..hahahahaah .. haahha” Zhen Long berkata sembari tertawa melihat tingkah laku Raja Konery Yang merasa sangat penasaran kepadanya sehingga memutuskan untuk lebih lama menunggu kedatangan Pendekar Dewa Iblis sehingga membuatnya rela menunda keberangkatannya ke Negara Durham.


Zhen Long memutuskan untuk bersantai dan mengawasi Raja Durham dari kejauhan sebelum bertindak karena dirinya merasa belum saatnya dia menemui kakek perkasa tersebut...


Setelah 2 hari menunggu akhirnya Zhen Long melihat Raja konery berpamitan kepada ke 6 tetua utama aliran kultus teratai putih untuk kembali ke Negara Durham dengan wajah penuh kecewa Raja Konery meninggalkan kultus teratai putih karena belum bertemu pendekar dewa iblis untuk beradu ilmu beladiri, Raja Konery selama ini sangat sulit menemukan lawan tandingnya selain itu statusnya sebagai raja menghalangi dirinya untuk membunuh orang sembarangan kecuali Negara dan Negara aliansinya dalam masalah...


Zhen Long menunggu setengah hari memasuki kembali kultus teratai putih untuk memastikan Raja konery benar benar jauh dari Negara Taili setelah aura tenaga Raja konery tidak terdeteksi lagi dari aura dewa iblisnya Zhen Long kemudian mengganti jubahnya dan memasuki kultus teratai putih dengan menerobos formasi sihir dan berada di aula utama kultus…


Membuat para tetua utama dan tetua sepuh kaget karena mereka sudah merasa aman sejak Raja Konery menjaga tempat mereka namun baru setengah hari Raja Durham berpamitan pendekar dewa iblis kembali datang dan menerobos formasi sihir milik mereka…


Zhen Long datang dengan menunjukkan rasa hormatnya dan penuh senyuman bersahabat sehingga membuat para tetua dan murid kultus teratai putih menjadi heran dengan tingkah laku pendekar dewa Iblis didepannya karena merasa ada yang aneh dengan kedatangannya kekultus teratai putih..


“Hormat kepada bibi guru!!! mohon maafkan kekurang ajaranku tempo hari...” Zhen Long berkata sambil memberikan hormatnyandengan senyuman kebahagian..

__ADS_1


Ke 6 tetua merasa bingung karena panggilan Zhen Long kepada mereka..


“Kalau boleh tahu apa yang membuat pendekar datang kemari?" Huang Lingruo bertanya dengan sigap karena melihat wajah Zhen Long penuh bersahabat dan tidak menunjukkan niat jahat kepada mereka..


“Seperti yang saya katakan tempo hari saya datang kemari karena 3 hal penting” Zhen Long yang membuat para tetua mengingat kembali perkataan Zhen Long Saat pertama kali memasuki Kultus Teratai Putih.


“Maaf saya keberatan dipanggil bibi oleh saudara Pendekar, apalagi pendekar sesat seperti dirimu?" Shi Shingshu menolak dengan penuh amarah diwajahnya..


“hahhahahha...hahahahah... Hahahaha ternyata Bibi Shi Shingshu masih seperti yang dulu tidak ada perubahan sama sekali” Zhen Long berkata sembari tertawa yang membuat Shi Shingshu merasa bingung karena Zhen Long mengetahui nama lengkapnya yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja di aliran kultus teratai putih, dirinya hanya dikenal sebagai tetua Shi oleh para murid senior dan yunior dan beberapa saja dari tetua sepuh yang seangkatan dengannya di aliran teratai putih, begitupun yang dirasakan ke 5 sesepuh utama lainnya karena mereka tidak pernah menebar nama mereka di dunia persilatan.


“Apakah Bibi Mu Xiaolan, Bibi Xue Minsui ,Bibi Sun Bingqian, Bibi Ming Enwu dan Bibi Bing Qimei sependapat dengan perkataan Bibi Shi Shingshu” Zhen Long berkata sambil menghadap ke arah satu per satu nama yang dia mintai pendapat membuat para tetua semakin bingung begitu pula Huang Lingruo yang baru mengetahui nama ke 6 tetua utama yang merupakan gurunya.


“Siapa kamu sebenarnya kami belum pernah menikah dan tidak memiliki anak maupun ponakan jangan sembarang memanggil kami bibi seolah olah kamu adalah kerabat terdekat kami?" Shi Shingshu bertanya yang semakin marah serta menghunuskan pedangnya kearah Zhen Long..

__ADS_1


“Bukankah seharusnya kalian bangga memiliki ponakan setampan diriku” Zhen Long menjawab sambil seolah olah berfikir membuat Shi Shingsu ingin menyerang Zhen Long dengan pedang namun dengan cepat ditahan oleh Tetua Mu Xiaolan dan Tetua Xue Minsui dengan memegang pundak saudarinya karena merasa berbahaya melakukan pertarungan setelah mengetahui kehebatan Zhen Long tempo hari..


“Maaf pendekar kalau boleh tahu 3 hal yang anda inginkan itu apa?" Huang Lingruo bertanya untuk menengahi kemaharahan gurunya agar semua jelas serta mencairkan suasana sambil berfikir sejenak Zhen Long kemudian menjawab dengan sangat santai seolah olah ingin memprofokasi para bibi gurunya..


“Niatku datang kemari pertama mengambil titipan terakhir nenekku, kedua menjemput titipan ayahku dan yang ketiga adalah melamar bibi bibi guru sekalian untuk kakekku dan memindahkan aliran kultus teratai putih ketempat yang terbaik....” Zhen Long menjawab dengan sangat santai seolah olah tidak ada beban dari jawabannya tersebut namun membuat dengan cepat seluruh aliran kultus teratai putih menghunuskan pedang dari sarungnya setelah mendengar jawaban Zhen Long yang serasa melecehkan kemampuan perguruan aliran kultus teratai putih...


“Kamu terlalu meremehkan kami berani beraninya dirimu melecehkan harga diri perguruan kultus teratai putih lebih baik mati dari pada hidup terhina” Mu Xiaolan berkata dengan lantang dengan sangat marah bersiap untuk menyerang, melihat wajah dari para tetua kemudian Zhen Long menggoyangkan tangan kanannya merapalkan ilmu formasi sihir Shu Ron dan membuat tangannya diselebungi kabut sihir....


“Apakah kalian ingin menghancurkan aliran yang dibangun oleh para leluhur dan menghianati nenekku Putri Bai Rong” Zhen Long berkata lebih lantang dengan penuh marah membuat para tetua terkejut mendengar perkatakaan yang keluar dari mulut Pendekar Dewa Iblis..


“Tahan serangan!!!!” Tetua Bing Qimei dengan sigap memerintahkan karena merasa ucapan Zhen Long suatu kebenaran.


“Apa yang yang barusan kamu katakan dirimu cucu Tetua Bai Rong?” Tetua Ming Enwu berkata dengan nada yang tidak percaya akan pernyataan tersebut..

__ADS_1


“Iya ... saya Zhen Long anak dari Pangeran Zhen Hui dan Putri Shu Liang serta cucu dari Putri Bai Rong” Zhen Long menjawab dengan tegas serta memperkenalkan siapa dirinya.


__ADS_2