
Dewa Naga dengan tersenyum memahami maksud dari Zhen Long yang memang memiliki kebiasaan unik dan menyenangkan serta tak terduga,,,
“Apakah yang mulia telah menemukan keberadaan tuan putri Huang Lingruo?..." Dewa Naga bertanya de3ngan penuh hormat...
“Lihatlah sendiri sobat” Zhen Long berkata sambil memfokuskan pandangannya keseorang pendekar wanita aliran kultus teratai putih yang nampak sedang berlatih dengan giat dihadapan 6 tetua utama Sekte tersebut.
“Wow ... tuan putri Huang Lingruo cantik sekali sangat cocok dengan yang mulia, tuan putri terlihat bagaikan seorang dewi” Dewa Naga terkesima melihat Huang Lingruo sembari memujinya..
“Mana mungkin sobat perbedaan usia kami terpaut jauh dia itu kakakku” Zhen Long berkata dengan agak sedikit malu..
“Jika melihat postur tubuh yag mulia usia tidak menjadi masalah sepertinya” Dewa Naga memberikan pendapatnya..
“hahahahah.. hahahaha hahahaha kamu benar juga yah sobat” Zhen Long berkata sembari tertawa yang menyadari bahwa postur tubuhnya menyamai pria yang berumur 20 tahunan...
“Yang mulia dan tuan putri hamba yakin akan menjadi pasangan yang akan mengemparkan dunia persilatan nantinya” Dewa Naga berpendapat dengan fakta yang cukup kuat mengetahui kemampuan Tuannya..
“Hahahaah... hahahah ahahah hal tersebut merupakan mimpiku dengan guruku dahulu sobat” Zhen Long berkata sembari tertawa dengan perasaan sedih mengenang gurunya...
__ADS_1
“Hamba yakin guru yang mulia akan sangat bangga dan senang di alam sana dengan mengajak tuan putri Huang Lingruo bertualang melihat dunia” Dewa Naga berkata sembari berusaha menghibur Zhen Long..
“Hahahaha... hahahahha hahaah kamu benar sobat..." Zhen Long Berkata sembari tertawa membenarkan pendapat sahabatnya..
“Oh iya sobat bagai mana dengan inti kehidupanmu...?" Zhen Long bertanya sembari mengingat khasiat arak bagi ras Naga, dengan rasa bahagia dewa naga mengangkat lehernya dengan bangganya berkata..
“Yang mulia lihatlah sendiri..." Dewa naga dengan bangganya memperlihatkan inti kehidupannya, meskipun sedikit dan sangat kecil terlihat sisik Dewa Naga telah beregenerasi membuat Zhen Long terlihat sangat senang sama halnya Dewa Naga...
“Baguslah sobat kita akan melakukannya bertahap” Zhen Long berkata dengan memberikan sarannya
“Baiklah sobat saya ingin tidur sejenak untuk menghilangkan penat setelah berjalan jauh..." Zhen Long berkata secara langsung merebahkan tubuhnya di ujung batang pohon bambu..
“Silahkan yang mulia....." Dewa Naga kemudian diam agar tidak mengganggu tuannya yang sedang beristirahat..
Zhen Long kemudian memejamkan matanya merasakan udara segar dan terayun ayun bagaikan bayi yang sedang terbelai diatas pohon bambu serta membiarkan tenaga dalamnya beregenerasi di setiap meridiannya, setelah beberapa jam Zhen Long terbangun karena melihat para pendekar wanita aliran kultus teratai putih sedang berkumpul untuk memulai latihan rutinnya yang dipimpin oleh 49 tetua sepuh di luar aula perguruan kultus teratai putih dan Huang Lingruo masih terlihat sedang berlatih dengan ke 6 tetua utama ditempat yang latihan khusus disebelah tenggara aula kultus teratai putih ..
Zhen Long merasa inilah waktu yang tepat untuk memulai aksinya sambil merenggangkan otot ototnya, Zhen Long memakan buah pohon kesohor sebanyak mungkin hingga dirinya kenyang dan meminum 2 kantong madu lebah giok, Dewa Naga hanya memperhatikan perbuatan Zhen Long serta baru menyadari porsi makan tuannya yang hampir menyamai dirinya dengan memasang perhatian penuh penasaran dengan apa yang akan Zhen Long perbuat kepada Aliran Kultus Teratai Putih..
__ADS_1
Dengan tubuhnya saat ini Zhen Long merasa segar dan ingin memulai aksinya setelah membagi tenaga dalam kesetiap meridiannya, Zhen Long kemudian melesat dan memasuki formasi sihir aliran kultus teratai putih yang tidak memiliki pengaruh apa apa kepada dirinya karena memiliki darah keturunan Keluarga Shu dan segera memasuki aula utama kultus teratai putih serta duduk di kursi salah satu tertua utama, aksi Zhen Long tersebut hanya disadari oleh ke 6 tetua utama dan ke 49 tetua sepuh aliran kultus teratai putih membuat mereka semua bergerak dengan cepat masuk kedalam aula kultus teratai putih..
“Lingruo'er segera ke aula kultus utama ada penyusup!!! ” kata salah satu dari ke 6 tetua utama yang dengan sigap menuju ke aula utama meninggalkan Huang Lingruo...
“Kalian semua bersiaplah ada penyusup di aula utama” kata ke 49 tetua sepuh kepada para murid kultus teratai putih yang sedang merenggangkan otot ototnya untuk memulai latihan rutinnya namun mendengar perkataan seniornya mereka kemudian bersiap dengan waspada karena baru kali ini ada seorang pendekar berani menembus formasi sihir sektenya dan bersiap mengepung aula utama kultus setelah mereka melihat ke 6 tetua utama dan 49 tetua sepuh memasuki aula utama dengan sigap ke 343 para senior yang memiliki tahap tingkatan pendekar dewa menengah mengkordinir para yuniornya...
Zhen Long tersenyum melihat kesigapan para pendekar wanita kultus teratai putih seperti mereka memiliki satu hati dan satu fikiran, hal tesebut juga di rasakan Dewa Naga dengan terkesima..
“Bagaimana sobat menurutmu?” Zhen Long Bertanya pendapat Dewa Naga yang masih terkejut..
“Mereka hebat yang mulia baru kali ini hamba melihat pergerakan yang begitu rapi, teratur dan kompak” Dewa Naga berpendapat membuat Zhen Long tersenyum
“Makanya saya menghimpun kekuatan untuk bermain lebih lama dengan mereka sekaligus melatih mereka”
Zhen Long Berkata membuat Dewa Naga bingung dengan penjelasan dari tuannya.
Sambil duduk kursi salah satu Tetua utama dan meminum madu lebah giok, Zhen Long bersantai dengan berbaring mengankat kakinya diatas kursi salah satu tetua utama Aliran Kultus Teratai putih.
__ADS_1