Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Perang Negara Durham


__ADS_3

Sebulan yang lalu di Negara Durham, serangan serentak yang dilakukan terhadap Negara Aliansi Zhen Long membuat Raja Konery membagi 3 Armada pasukan Negara Aliansi yang bertugas di Negara Durham, Jenderal IFAD bersama Jenderal Revan, Jenderal Shun Quesha, Jenderal Mo Lonxi, Jenderal Farid Al Wahab dan Jenderal Lau Lingyun beserta pasukannya bertugas mempertahankan kota Hove dari Serangan Pasukan Negara Zugen yang dipimpin oleh Panglima Yun Fanzhao yang membawa 8 Jenderal utama Negara Zugen beserta jutaan pasukan tempurnya dibantu oleh para ahli beladiri aliran Api Surgawi dari 2 arah ke kota Hove yang berada disisi selatan wilayah Negara Durham, sedangkan Jenderal Nandis bersama Jenderal Yasser Al Arafat, Jenderal Wang Yoshang, Jenderal Lan Sifeng, Jenderal Mo Baicao, Jenderal Tong Miaoyi, dan Jenderal Sine beserta pasukannya mempertahankan kota perbatasan Oxford di sisi Barat laut wilayah Durham mengantisipasi serangan dari kekaisaran Zhao yang telah berhasil mengambil alih Kota Xois wilayah Negara Bursa, serta di sisi perbatasan Tenggara Wilayah Negara Durham tepatnya kota York yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Wu terlihat Jenderal Kevin, bersama Jenderal Ye Tongsu, Jenderal Yao Ningho, Wan Qingma dan Jenderal Jiu Tuba beserta pasukannya mengantisipasi pergerakan bala bantuan Negara Zugen melalui sekutu mereka Kekaisaran Wu.


Seperti dugaan Para tokoh aliran sesat Raja Konery menarik seluruh pasukan dari 3 kota yang berbatasan langsung dengan Negara Bursa yaitu kota Truko, kota Bolton dan Kota Leeds karena menganggap daerah tersebut Zona Aman bagi Rakyatnya, serta membuat Camp pasukan cadangan di Kota Rippon, kota Bath, dan kota Preston yang merupakan 3 kota terdekat dari wilayah perbatasan Negara Durham.


Perang besar terjadi di kota perbatasan Hove yang di Jaga oleh Jenderal IFAD beserta Koalisi Jenderal Negara Aliansi Durham, serangan Negara Zugen yang dipimpin Panglima Yun Fanzhao datang silih berganti, lontaran batu api secara beruntun menghujani dinding benteng perbatasan kota Hove yang telah dilapisi prisai sihir, serangan langsung pasukan Infanteri Negara Zugen dari Fajar hingga Petang yang membuat banyak memakan korban dari pihak Negara Zugen, namun hal berbeda terjadi disaat hari mulai diselimuti gelapnya malam teror puluhan ribu pasukan iblis mayat hidup yang dikendalikan Ming Taiqing mampu menembus pertahanan Negara Durham serta membuat rakyat dan Pasukan Negara aliansi Durham mengalami kerugian besar dari segala sektor memaksa Raja Konery untuk meninggalkan sentral komando di kota Durham dan ikut serta dalam pertempuran di kota perbatasan Hove.


Setelah bertempur selama seminggu ditambah kedatangan Raja Konery yang menjaga disaat malam hari beserta para Pasukan elitnya keresahan rakyat dan pasukan Negara aliansi menjadi sedikit stabil, serangan besar dari Negara Zugen menguras stamina para pasukan Negara Aliansi Durham, terlihat para pasukan Negara Zugen menyerang tanpa mempertimbangkan nyawa pasukannya menerobos benteng pertahanan Kota Hove.


“Lapor Panglima!!!! Ratusan ribu pasukan kita telah gugur di medan pertempuran namun belum mampu menembus garis depan pertahanan musuh!!!??” Jenderal Xing Chenxuan melaporkan perkembangan pertempuran mewakili Mong Muchen dan Jenderal Bo Moshao kepada Panglima Yun Fanzhao mengingat perbandingan korban jiwa dipihak mereka sangatlah jauh berbeda, serta merasa bingung dengan perintah Pimpinannya yang semakin memaksa untuk menerobos perbatasan tersebut.

__ADS_1


“Tidak perduli berapa korban dari pihak kita!!!, yang Mulia memerintahkan untuk mengempur kota tersebut apapun resikonya!!! Apa kalian ingin menolak perintah Yang Mulia!!!” Panglima Yun Fanzhao berkata dengan tegas meskipun merasa cemas melihat banyaknya pasukannya gugur sebelum menggapai dinding perbatasan kota Hove namun dirinya lebih takut menentang perintah Raja Sung Changsheng yang dimandatkan kepadanya, membuat para Jenderal utama Negara Zugen berfikir bahwa perang ini akan menjadi kuburan mereka jika terus dilanjutkan.


“Kalian serang saja terus misi kalian hanyalah menguras tenaga pasukan Negara Durham!!!, Yang Mulia telah memiliki rencana yang matang sebelum memutuskan perintahnya tersebut!!! Hehehehe... hehehe.. hehehe..!!! anggap saja ini pengorbanan untuk mencapai visi besar Yang Mulia!!!” Tetua Yun Shangkai berkata dengan nada miris kepada para Jenderal yang mengeluhkan korban di pihak mereka sembari tersenyum bahagia karena rencana ketua sektenya berjalan dengan sempurna.


“Apakah masih ada yang ingin meragukan perintah Yang Mulia!!!” Panglima Yun Fanzhao berkata sembari menghunus pedangnya kearah para jenderal setelah mendengar pernyataan ayahnya, membuat para Jenderal terdiam dan tidak melanjutkan pendapatnya.


“Kami undur diri Panglima!!!” Jenderal Bo Moshao berkata sambil mengajak rekannya untuk memimpin kembali pasukannya menyerang kota Hove, dengan perasaan galau mengingat nasib para bawahannya.


Terlihat Raja Konery sedang duduk di singasana mansion kota Hove sembari berfikir mencari jalan keluar dari serangan iblis mayat hidup, ditambah lagi melihat perbintangan Pangeran Zhen Long sahabatnya kian meredup, menandakan kondisi buruk telah menimpa Pangeran Zhen Long, Raja Konery menjadi dilema untuk meninggalkan Negara Durham yang sedang dilanda gempuran dahsyat Negara Zugen tanpa jeda sedikitpun.

__ADS_1


Para Jenderal memasuki mansion Kota dan duduk di kursi masing masing serta memerintahkan para komandan tempur tetap bertahan serta mengikuti arahan yang telah dilakukan selama seminggu ini karena dianggap sedikit menguntungkan Negara Durham dari segi korban jiwa.


“Yang Mulia!!! Apa gerangan mengusik fikiran Yang Mulia!!!?” Jenderal IFAD bertanya memecah kebisuan Rajanya yang sedang melamun memikirkan sesuatu.


“Kondisi Pangeran Zhen Long sedang kurang baik IFAD!!!, ditambah lagi serangan serentak Para Negara dan Kekaisaran aliansi Negara Zugen telah menyerang Negara Taili, Durham, Xiang dan Bursa, membuatku sulit membaca rencana tersembunyi Sung Changsheng beserta komplotannya!!!” Raja Konery menjelaskan singkat membuat para Jenderal terkejut mendengar orang terkuat mereka Pangeran Zhen Long mengalami musibah.


“Yang Mulia!!! Masalah perang perbatasan sepertinya bukan masalah lagi!!!, saat ini masalah keamanan Negara Durham berfokus keserangan Iblis mayat hidup dimalam hari!!!” Jenderal Revan berusaha menenangkan Raja yang dihormatinya, serta dibenarkan oleh para jenderal lainnya.


“Malah karena hal tersebutlah yang membuatku harus menemukan jawaban dari situasi janggal ini Revan, apa rencana Sung Changsheng hingga berani mengorbankan begitu banyak pasukan Negaranya disaat yang tidak menguntungkan, ditambah lagi serangan iblis mayat hidup di malam hari membuat korban jiwa di pihak kita bukanlah jumlah yang sedikit, Coba kalian fikirkan serangan ribuan mayat hidup dimalam hari saja dapat mengurangi kekuatan kita untuk apa mereka menyerang di pagi hingga petang serta membuat korban yang sangat banyak dari pasukan mereka, bukankah itu sesuatu hal yang bodoh untuk dilakukan oleh seorang Raja dan Panglimanya!!!” Raja Konery berkata dengan penuh pertimbangan, membuat para Jenderal tersentak akan pemikiran Raja konery yang sangat teliti menelaah situasi.

__ADS_1


“Yang Mulia!!! Apa yang harus kita lakukan sekarang?!!!” Jenderal IFAD kembali bertanya meminta petunjuk.


“Saat ini kondisi masih stabil karena keadaan pimpinan Negara Aliansi kita dalam keadaan aman meskipun dalam situasi perang jika dilihat dari cahaya perbintangannya, namun kita harus bisa menangkap satu mayat hidup untuk mencari kelemahan dari iblis tersebut!!!, IFAD dan para Jenderal Negara Aliansi tetap pada posisi masing masing, Revan kamu dan para pasukanmu fokus siapkan jebakan untuk menangkap salah satu iblis mayat hidup secara rahasia dalam 3 hari kita akan mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan pasukan mayat hidup!!!” Raja Konery memberikan perintahnya karena merasa prisai sihir yang dibuatnya dapat di tembus dengan mudah oleh Iblis mayat hidup serta mempertimbangkan jika hal tersebut tetap berlanjut dalam hitungan bulan Negara Durham akan musnah. para Jenderal kemudian undur diri dan melaksanakan perintah Raja Konery.


__ADS_2