
Karena Negara Taili dilanda krisis membuat wilayah Negara tersebut semakin kecil karena di invasi oleh kekaisaran Wu, Kekaisaran Tang dan Negara Amethi yang menyebabkan warga sangat menderita karena merupakan penjajahan dari Negara dan Kekaisaran Lain..
Huang Lingruo merasa sedih dengan kehidupan masyarakat yang di lihatnya, Zhen Long sengaja mengajak Huang Lingruo mengelilingi wilayah Negara Taili untuk melihat penderitaan rakyat Negara Taili yang terjajah bukan hanya dari luar mereka juga terjajah dari dalam karena banyaknya bangsawan dan para petinggi militer yang menindas dan memeras Rakyat Negara Taili sebelum mereka menuju ke istana Kakeknya Raja Bai Yan.
“Lingruo'er bisakah saya meminta darahmu saya ingin membuat formasi sihir terkutuk agar tidak mudah ditembus?” Zhen Long meminta dengan lembut tanpa basa basi Huang Lingruo menggigit ujung jarinya dan memberikan 5 botol mustika dewi nur yang berikan darahnya... “apakah ini cukup yang mulia?" Huang Lingruo bertanya sembari menyodorkan 5 buah mustika dewi nur membuat Zhen Long tersenyum kearah wanita yang dirangkulnya dengan lembut, merasa Huang Lingruo sangat mendengar dan merupakan wanita yang sangat pengertian serta cekatan.
Zhen Long memberikan sekantung madu giok untuk Huang Lingruo dan puluhan persik emas untuk dimakan oleh gadis tersebut sekaligus untuk membantu pertumbuhan sruktur tulang Huang Lingruo selama perjalanan Zhen Long mengetahui kualitas struktur tulang Huang Lingruo saat ini berada pada tahap gajah perak sehingga perlu asupan buah persik abadi saja, Huang Lingruo belum bisa memakan buah anggur suci apalagi buah zaitun langit karena tubuhnya belum bisa menerima nutrisi dari buah 2 pohon tersohor tersebut...
“Lingruo'er apabila kamu lelah kamu jangan sungkan untuk berbicara begitupun apabila perbekalanmu habis” Zhen Long berkata dengan lembut,
“Iya yang mulia” Huang Lingruo menjawab dengan sigap.
Tanpa terasa 2 hari Huang Lingruo di ajak mengelilingi wilayah Negara Taili, “Lingruo'er sepertinya Negara ini dalam kondisi krisis yang sangat parah” Zhen Long berkata dengan sangat sedih melihat keadaan rakyat Taili yang diambang kehancuran..
__ADS_1
“Iya yang mulia, saya baru melihat ada seorang ibu yang rela menjual anaknya sebagai budak demi bertahan hidup, apakah Raja Taili tidak mengetahui hal ini yang mulia?” Huang Lingruo berkata dengan rasa sedih dan pedih dihatinya melihat kejadian demi kejadian..
“Kakek Raja Bai Yan mengetahuinya Lingruo'er namun tak bisa berbuat apa apa karena kondisinya dan kemampuannya” Zhen Long menerangkan namun Huang Lingruo kurang memahami karena tidak mengetahui tentang hal duniawi dikarenakan telah lama mengurung diri di kultus teratai putih sehingga kontak langsung dengan dunia luar terputus...
“Kakek sampai saat ini tetap menjadi Raja karena para pejabat pejabat korup itu takut menyinggung aliran kultus teratai putih dan Raja Durham, Lingruo'er” Zhen Long menjelaskan agar Huang Lingruo sedikit paham karena dia merasa penjelasannya kurang dipahami oleh Huang lingruo
“Jadi apa yang akan yang mulia lakukan..?’” Huang Lingruo bertanya sembari memperhatikan Zhen Long yang sedang merencanakan sesuatu..
“Sobat sepertinya saya membutuhkan bantuanmu?” gumam Zhen Long berkata kepada Dewa Naga yang sedang minum dan membuatnya kembali tersadar mendengar perkataan Zhen Long.
“Meskipun berat bagimu sobat namun saya berharap banyak kepadamu?” Zhen Long berkata namun membuat Dewa Naga tidak memahami maksud dari perkataan Tuannya, bagi Dewa Naga memusnahkan satu negeri adalah hal yang mudah namun sepertinya Zhen Long meminta sesuatu yang berat untuk dia lakukan fikirnya karena mengetahui kebiasaan tuannya.
“Apakah itu yang mulia?” Dewa Naga bertanya dengan penuh rasa penasaran karena merasa ada yang aneh dari senyuman tipis tuannya..
__ADS_1
“Persiapkan saja dirimu sobat saya harap kamu tidak mengecewakanku” Zhen Long berkata yang semakin membuat dewa naga semakin bingung dan penasaran..
“Selama Hamba bisa melakukannya yang mulia, Hamba akan membantu yang mulia” Dewa Naga berkata dengan sigap.
“Kamu bisa sobat namun aku tidak yakin dirimu mau melakukannya” Zhen Long berkata semakin membuat Dewa Naga semakin pusing tentang apa permintaan tuannya.
“Nanti saja saya menjelaskannya kepadamu sobat” Zhen Long berkata sambil tersenyum mempermainkan sahabatnya..
Dewa naga merasa ada sesuatu yang direncanakan Zhen Long, dirinya mengenal baik sifat tuannya karena selama menemani perjalanan Zhen Long dari lembah iblis hingga saat ini begitu pula Zhen Long yang memahami Dewa Naga setelah menyerap kristal darah milik sahabatnya tersebut.
“Sepertinya kita harus cepat keibu kota Taili Lingruo'er!!! Sepertinya hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama berlangsung, hal ini dapat membuat rakyat semakin menderita dan kehilangan moral!!!" Kata Zhen Long dengan mata yang menyala nyala karena terbakar api amarah yang meledak ledak didalam hatinya, Huang Lingruo dan Dewa Naga merasakan hal tersebut dengan baik...
“Baiklah yang mulia, saya ikut saja apa yang terbaik menurut pandangan yang mulia” Huang Lingruo pelan karena sedikit agak takut, Zhen Long kemudian memejamkan matanya dan menarik nafasnya yang dalam dan membayangkan gurunya sedang bersedih dengan cepat suasana hati Zhen Long menjadi tenang dan aura mencekam dari tubuhnya menjadi hilang, Sontak Huang Lingruo dan Dewa Naga menjadi terkejut “bagaimana mungkin dengan waktu singkat yang mulia bisa mengendalikan emosinya” gumamnya dalam hati..
__ADS_1
Yyang mulia memang benar benar hebat” Dewa Naga memuji dalam hati melihat sosok kebijaksanaan yang Zhen Long tunjukkan yang membuat dirinya lebih mengagumi tuannya...
Zhen Long kemudian merangkul pinggul Huang Lingruo dan melesat keibukota Negara Taili untuk menemui kakeknya Raja Bai Yan dan meminta persetujuannya untuk mengatasi krisis di Negara Taili yang semakin menjalar layaknya parasit yang semakin dibiarkan maka semakin cepat menggerogoti pemerintahan Negara Taili...