Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Kabar Pembunuhan Praktisi Peracik Obat Dewa Ong Gonsun


__ADS_3

Huang Lingruo dengan segera pulang ke paviliun merak barat setelah membeli kain bahan jubah dan pakaian kualitas terbaik di kota tersebut untuk melanjutkan pelatihan ilmu beladirinya sesuai arahan Zhen Long, setelah seharian berjalan Zhen Long mengetahui maksud dari alasan kedatangan serta berkumpulnya para Pendekar dan para praktisi peracik obat untuk yang menyisir 3 kota di wilayah kekaisaran Tang, yang merupakan tempat yang sering kali di kunjungi praktisi peracik obat dan racun dewa Ong Gonsun guna mencari tempat persembunyian.


Praktisi peracik obat dewa Ong Gonsun di kabarkan 3 bulan yang lalu menghembuskan nafasnya setelah mengalami perampokan dari para pendekar aliran sesat di wilayah kota Anqing, setelah mengikuti lelang pusaka di paviliun naga dan harimau di ibu kota Cangan Kekaisaran Tang, para pendekar dan praktisi peracik obat ingin mencari tungku pusaka dewa obat, kitab racikan serta kitab kuno dan pusaka elemen api milik peracik obat dewa Ong Qingteng yang merupakan leluhur Ong Gonsun di kota Liangshan, Kota Shura dan Kota Languang tempat praktisi peracik obat dewa Ong Gonsun sering singgahi dan datangi serta terlihat sehingga para pendekar dan para praktisi peracik obat kekaisaran Tang dan Negara aliansinya menyisir wilayah dari 3 kota tersebut.


Begitu pula di Negara Amethi, para praktisi peracik obat dan para pendekar Negara aliansinya sejak 3 bulan terakhir telah menyisir wilayah kota Gawahati, kota Agra dan kota Jaipur tempat yang sering dikunjungi praktisi peracik obat dan racun Ong Gonsun setelah mendengar kabar kematian orang hebat tersebut.


Membuat Zhen Long menjadi sangat marah mendengar berita kematian orang yang telah menyelamatkan nyawa kakek dan neneknya tersebut dari penglihatan masa lalu kakeknya Shu Kang.

__ADS_1


Zhen Long dengan segera kembali ke penginapan paviliun merak barat menemui kekasihnya Huang Lingruo untuk merubah sedikit rencananya menginggat hal tersebut sangat penting, Zhen Long berencana mengajak Huang Lingruo mengamankan warisan leluhur dewa obat Ong Qingteng agar tidak jatuh ke pihak yang salah, Zhen Long Sangat mengakui kehebatan praktisi peracik obat dewa Ong Gonsun meskipun bergelar peracik obat dewa gila namun dirinya telah berhasil mengecoh para praktisi peracik obat dan para pendekar dari seluruh dunia persilatan di dataran tengah sehingga tempat persembunyiannya tidak dapat di temukan.


Sesampainya di paviliun merak barat terlihat Huang Lingruo sedang fokus berlatih didalam formasi sihir, Zhen Long dengan segera Membuat formasi sihir tahap puncak dan melatih 3 kitab kuno yang didapatkan dari pemahaman Xuan Kongtong dan kitab kuno pedang rasi bintang dan kitab pusaka elemen api phonix abadi guna meningkatkan ilmu beladiri dewa Iblisnya dan menambah ilmu elemen apinya yang saat ini baru 6 jenis elemen api yang dimilikinya, Zhen Long akan membahas rencana selanjutnya esok hari setelah mereka mengusai ilmu beladiri tersebut, Zhen Long saat ini tidak tertarik dengan kitab Ilmu beladiri tingkat tinggi dirinya hanya tertarik dengan kitab ilmu beladiri kuno dan pusaka langka untuk di kombinasikan ke dalam ilmu dewa iblisnya begitu pula dengan kitab ilmu elemen api yang di incarnya serta berencana memberikan kitab ilmu beladiri tingkat tinggi kepada para jenderal dan komandan tempur serta pasukan Negara aliansinya agar cepat berkembang.


Keesokan harinya Huang Lungruo telah menyelesaikan kitab pedang rasi bintang dan ilmu elemen api Phonix abadi dan menanti Zhen Long menyelesaikan pelatihannya, Huang Lingruo memanggil manajer paviliun merak untuk menyediakan makanan dan arak terbaik untuk mereka.


Zhen Long berencana mengamankan warisan keturunan praktisi peracik dewa obat Ong Qingteng yang tersembunyi di wilayah perbatasan Kekaisaran Tang dan Negara Amethi tepatnya di pegunungan Rutai di antara perbatasan kota Hentai Kekaisaran Tang dan kota Benggaluru Negara Amethi yang diketahui Zhen Long Dari masa lalu kakeknya, mendengar pentingnya hal tersebut Huang Lingruo dengan segera bersiap siap melaksanakan rencana tambahan Zhen Long.

__ADS_1


“Tetua Ong Gonsun benar benar pandai dalam bersiasat” Zhen Long Berkata sembari mengeleng kepalanya dengan senyuman kekaguman, Huang Lingruo bingung maksud perkataan kekasihnya.


“Pandai bagaimana maksudnya yang mulia?” Huang Lingruo bertanya merasa penasaran.


“Nanti Lingruo’er akan tahu sendiri setelah sampai di sana!!!” Zhen Long menjawab singkat agar kekasihnya dapat memahami sendiri maksud pernyataannya membuat Huang Lingruo semakin penasaran, namun tidak ingin melanjutkan pembicaraannya, dengan gemasnya Huang Lingruo mencubit hidung Zhen Long dengan lembut sembari berjalan keluar kamar.


Mereka kemudian menuju pegunungan Rutai setelah menyerahkan 100 koin emas kepada manajer paviliun merak barat dan menuju kota Languang kekaisaran Tang, di dalam perjalannannya di hutan terdekat kota Languang, Huang Lingruo dan Zhen Long menyaksikan pertarungan kelompok antara seorang gadis yang berada pada pendekar tingkat suci tahap awal bersama 8 bawahannya yang berada pada pendekar pertapa tahap menengah dan puncak dengan senjata puasaka pertapa kualitas tinggi menghadapi 20 pendekar puncak pertapa tahap puncak yang dipimpin oleh seorang pendekar pria yang memiliki kemampuan pendekar dewa tahap awal dengan senjata pusaka pertapa kualitas tinggi, setelah bertarung ratusan jurus terlihat wanita dan para bawahannya terdesak, para bawahan berusaha melindungi wanita tersebut layaknya orang penting bagi kehidupan mereka hingga rela tertebas dan mati demi melindungi gadis cantik tersebut.

__ADS_1


Membuat Huang Lingruo segera ingin membantu namun ditahan oleh Zhen Long agar melihat situasi dan perkembangan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.


__ADS_2