
Di waktu yang sama tempat yang berbeda.
Setelah mengamati kondisi Zhen Long selama hampir sebulan ditempat persembunyiannya dan kekacauan di dunia dataran tengah, Tetua Dalai memutuskan untuk menemui Pangeran yang sedang mengalami dilema atas cedera meridian yang dimilikinya yang tidak kunjung membaik, Tetua Dalai memutuskan untuk membantu Zhen Long agar dapat menyelesaikan kekacauan yang telah diperbuatnya secara tidak langsung.
Zhen Long terlihat masih terus berusaha memfokuskan dirinya dalam pengumpulan energi di setiap meridian miliknya dengan bantuan sumber daya langka yang dibuatnya dahulu, serta merahasiakan cederanya kepada Huang Lingruo yang semakin panik melihat kekasihnya telah hampir sebulan berkultivasi di dalam gua tetapi tidak mengalami dampak kesembuhan sama sekali, sosok bayangan melesat dengan cepat masuk ke dalam gua tempat Zhen Long berkultivasi, namun pergerakan tersebut dapat disadari oleh Huang Lingruo yang sedang berjaga di bibir gua, dengan segera Huang Lingruo melesat masuk menghampiri Zhen Long serta berusaha melindungi keselamatan kekasihnya dari ancaman yang datang.
“Hahahaha... hahaha... ahhaha... tidak ada gunanya terus mencoba Pangeran!!!, cederamu itu tidak dapat disembuhkan dengan kemampuanmu saat ini!!!” Tetua Dalai berkata sembari tertawa menyindir Zhen Long yang sedang berkultivasi untuk penyembuhan, namun Zhen Long hanya tetap duduk dan berkultivasi tanpa menghiraukan sindiran tersebut.
“Maaf Tetua apa niatmu memasuki tempat ini!!!!” Huang Lingruo berkata sembari menodongkan pedangnya ke arah Tetua Dalai yang menertawakan kekasihnya, namun hal tersebut tidak membuat gentar Tetua Dalai menghadapi amarah Huang Lingruo.
“Hahaha... hahhahah... hahahah... gadis kecil!!! Turunkan Senjatamu!!!” Tetua Dalai mengertak dengan Aura yang sangat kuat membuat pendekar dewa setingkat Huang Lingruo sangat sulit bergerak menghadapi ancaman dari tetua tersebut.
“Apa yang terjadi!!! mengapa tubuhku tidak dapat bergerak!!! Apakah ini ilmu sihir!!!” gumam Huang Lingruo dalam hati menyadari sosok Tetua yang dikenalnya ternyata memiliki ilmu beladiri yang sangat tangguh, Zhen Long yang turut merasakan tekanan tersebut dengan segera mengambil tindakan.
“Ruo’er masukkan senjatamu!!!” Zhen Long berseru dengan pelan, membuat Huang Lingruo meredakan emosinya yang sedang terbakar.
“Yang Mulia!!! Sepertinya Tetua itu memiliki ilmu yang sangat tinggi!!!” Huang Lingruo berusaha mengingatkan kekasihnya akan kemampuan Tetua Dalai yang berada dihadapannya.
__ADS_1
“Saya paham Ruo’er!!! Saya juga dapat merasakan aura intimidasi tersebut!!!” Zhen Long berkata menyadari kondisinya saat ini memungkinkan mereka akan mati di tangan Tetua Dalai yang telah memperlihatkan kemampuannya, meskipun pelan Tetua Dalai mengetahui hal yang dibahas oleh muda mudi yang ada dihadapannya.
“Tindakan yang bijak gadis kecil!!! untuk sekarang Dewa ini memaafkanmu, tetapi jika hal itu terulang lagi Dewa ini tidak akan sungkan mencabut nyawamu!!!” Tetua Dalai berkata dengan tegas dan penuh amarah merasa dirinya diremehkan.
“Apa keinginan Tetua mendatangiku!!!, jika menyangkut pembebasan tawanan puncak cahaya kebenaran!!! Tidak perlu sungkan saat ini waktu yang tepat untuk memberikan hukuman!!!” Zhen Long berkata dengan tegas dan marah mendengar kekasihnya diancam oleh Tetua Dalai.
“Hahahaha... ahahah... hahaha... Dewa ini bukanlah tidak memiliki aturan, tetapi dihadapan kekuatan mutlakku dirimu yang dalam kondisi terbaikpun bagaikan seekor semut!!!” Tetua Dalai membalas keangkuhan Zhen Long, membuat keduanya tersentak mendengar pernyataan yang tidak masuk akal tersebut.
“Hahahaha... ahahaha.. haahha..., Kekuatan Mutlak , Dewa!!! Apakah Tetua sedang mendongeng di siang hari!!!, Saya Zhen Long Putra Zhen Hui Murid Huang Xie tidak pernah gentar terhadap kematian!!!” Zhen Long menertawakan perkataan yang tidak normal yang keluar dari mulut Tetua Dalai sembari menantang.
“Hahaha.. hahaha... hahaha... Leluhurmu saja tidak akan berani berkata hal tersebut dihadapanku!!! Dasar kunyuk bodoh!!!” Tetua Dalai berkata sembari mengelengkan kepalanya menghadapi keangkuhan bocah dihadapannya.
“Ahhhh... sudahlah!!! Jika ingin membunuhmu Dewa ini tidak perlu berbicara terlalu lama sejak tadi!!!” Tetua Dalai berkata merasa sangat kesal melihat kelakuan Zhen Long, mendengar pernyataan tersebut membuat Huang Lingruo menjadi lega karena merasa nyawa kekasihnya dalam kondisi aman.
“Kalau boleh Saya tahu urusan apa yang membuat Tetua datang kemari?” Huang Lingruo bertanya mengambil inisiatif memperjelas keadaan mewakili kekasihnya yang terlihat acuh akan kehadiran Tetua Dalai.
“Rencananya Dewa ini ingin membantu Kunyuk bodoh ini!!! Tapi karena sepertinya dia tidak berniat untuk sembuh jadi lebih baik dewa ini membatalkan rencananya!!!” Tetua Dalai berkata jaim sembari seolah olah berjalan keluar dari gua, Huang Lingruo dengan sigap menahan kepergian Tetua Dalai, Zhen Long yang tadinya berkultivasi kemudian membuka salah satu matanya melirik sembari mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“Saya mohon!!! bantu Yang Mulia sembuh!!! Tetua!!!” Huang Lingruo berlutut memohon kepada Tetua Dalai yang hendak meninggalkan gua demi sesembuhan kekasihnya.
“Ruo’er!!! Hentikan tindakan tersebut!!! Tidak layak seorang pendekar memohon untuk hidup!!!” Zhen Long berkata dengan penuh amarah membentak tindakan kekasihnya yang sedang berlutut.
“Dasar kunyuk bodoh!!!, kamu pikir dirimu mampu mengendalikan energi di meridianmu saat ini setelah terkena kutukan Simbol Langit!!!” Tetua Dalai berkata dengan kesal mendengar keangkuhan Zhen Long yang begitu besar.
“Sobat apakah kamu tahu tentang kutukan Simbol Langit?” Zhen Long bertanya kepada dewa naga yang berada di ruang cincin kuasa langit mengalihkan perhatiannya.
“Maaf!!! Yang Mulia!!! Hamba tidak mengetahuinya!!!” dewa naga menjawab dengan singkat pertanyaan tersebut.
“Hahahaha... ahhahaha... ahhahah... mana mungkin mahkluk bodoh itu tahu!!! Kalau leluhurnya mungkin!!! Tapi coba tanyakan gerbang Dunia Atas dan Dunia Bawah mungkin Mahkluk itu sedikit tahu!!!” Tetua Dalai berkata sembari menyela pembicaraan Zhen Long dan Dewa Naga, membuat mereka tersentak karena terkejut atas peryataan Tetua Dalai yang tidak tentu arah.
“Sobat apakah dia bisa mendengar pembicaraan kita?” Zhen Long bertanya kepada dewa naga.
“Kemungkinannya tidak ada Yang Mulia!!! komunikasi hanya dapat dilakukan oleh kita berdua!!!” Dewa Naga menjawab dengan tegas.
“Dasar mahkluk busuk!!! dihadapan kekuatan mutlak dewa ini tidak ada kata Mustahil!!!” Tetua Dalai berkata dengan keras, membuat Huang Lingruo bingung atas perkataan Tetua Dalai yang diketahuinya sedang berbicara sendiri, Zhen Long dan dewa Naga semakin terkejut merasa pembicaraan mereka dapat diketahui oleh Tetua Dalai.
__ADS_1
“Tidak perlu terkejut bocah kunyuk!!! Mahkluk busuk itu merupakan salah satu peliharaan para dewa begitu pula 8 buah telur yang masih tersegel oleh Simbol Langit didalam cincinmu itu!!!! tapi kamu termasuk hebat dan beruntung karena dapat menjinakkan mahkluk tersebut, Dewa ini beranggapan mahkluk busuk itu telah musnah dari dunia ini, setelah Er Lang menghianati mahkluk terkuat itu puluhan ribu tahun yang lalu!!!” Tetua Dalai berkata memperjelas arah pembicaraannya, membuat Zhen Long bangkit dari tempatnya serta menghampiri Tetua Dalai dengan penuh penasaran.