
Apakah memang kodrat lelaki selalu ingin menguasai hingga berubah menjadi egois ?!
Ketika Dia tak menghendaki wanita nya di kagumi lelaki lain tapi Dia sendiri merasa bebas mengumbar hati .
Saat Dia ingin hanya diri nya menjadi satu - satu nya pemilik si wanita tapi Dia sendiri merasa bebas mencintai dan memiliki setiap wanita tanpa memikirkan perasaan wanita yang berada di samping nya .
-------------------------------
Emila POV
Aku tertidur di atas sajadah usai solat witir dalam airmata menganak sungai. Seperkian menit aku terbangun oleh suara ricuh di luar kamar. ku dengar nama besar keluarga suami ku di sebut . Singa Prosojo..?! Siapa kah Dia Ayah mertua ku kah..?, Mas Hardi...?! Mungkin kah ..?! Lelaki manja posesif tapi egois yang selalu berlindung di ketiak Ayah Bunda nya ?!
Mana mungkin Dia punya nyali datang kemari menghadapi lelaki - lelaki kekar betampang sangar yang saat ini mengurung ku . Dan bukan nya Dia sedang sibuk dengan wanita masa lalu nya .
Paling juga orang - orang suruhan Ayah yang di bayar untuk membebas kan aku , tapi dari mana mertua ku tahu keberadaan ku ..?! .
Aku merasa lega karena akhir nya akan ada yang membebas kan aku dari penyekapan ini, meski telah terbayang di mata ku bagaimana nanti aku akan menerima kemarahan Mas Hardi .
Cekrek ! cekrek !
Pintu kamar di buka , si tampan dan kaki tangan nya masuk mendekat ke arah ku.
aku tergugu ketakutan duduk di atas tempat tidur , keringat dingin mengucur di kening ku.
" Maaf aku tak ingin menyakiti mu ! Tapi aku juga tak mau menyerah kan nyawa ku secepat ini baik ke singa prasojo mu atau pun ke bos ku ! Aku harus membawa mu pergi ! "
Si tampan menatap ku sendu , raut wajah nya memerah entah karena apa aku pun tak mengerti .
Dia mengambil sapu tangan yang diangsur kan kaki tangan nya lalu menyumpal mulut ku pelan sembar bergumam " Maaf kan aku ! ",
nads suara nya penuh penyesalan . Lelaki yang selalu bersama nya mengikat kaki dan tangan ku pelan .
" Jangan kencang - kencang ! Jangan membuat nya sampai terluka " Si tampan memberi peringatan kepada nya .
Lalu Dia memanggil seseorang lewat sambungan HT, seperti memastikan sesuatu, seperdetik kemudian usai Dia melakukan komunikasi diangkat nya tubuh ku di gendong serupa seorang pengantin lelaki menggendong isteri nya, Dia menyusup kan wajah ku ke dada di bidang nya dengan otot kekar atletis.
Wajah ku bersemu merah saat ku dengar irama jantung nya yang serupa berpacu memburu , mungkin karena Dia saat ini sedang tegang berpacu untuk bisa lolos dari singa prasojo , meski pembawaan nya sangat tenang serupa tak terjadi sesuatu .
Kami melintasi jalan setapak nan gelap dengan pepohonan tinggi menjulang membuat suasana meyeram kan sangat terasa , bulu kudug ku berdiri aku kian menenggelam kan wajah ku ke dada bidang nya , sekilas ku dengar suara desahan dari mulut nya , sembari berbisik lembut di telinga ku .
" Tolong jangan membuat ku lupa diri ! Aku tak ingin menyakiti mu ! Sungguh aku sangat putus asa menahan gejolak yang membara dalam jiwa ku ! " Sorot mata nya masih juga sendu menatap ku .
" Turun kan saja aku biar aku berjalan sendiri, toh aku tak akan bisa lari jauh dari mu dengan tangan terikat ! " Pinta ku menjauh kan wajah ku dari dada bidang nya .
" Jalanan gelap, sempit dan penuh onak berduri dan lagi dua meter di depan kita akan melintasi sungai berbatu terjal ! Kau tak biasa melewati jalan seperti ini dan aku tak ingin kaki serta tubuh indah mu terluka ! " Ucap nya lembut .
" Pantas saja singa prasojo tergila - gila pada mu , pesona mu sangat sulit dihindari ! "
Gumam nya kemudian .
Deg..!!! Wajah ku bersemu memerah oleh gombalan nya , padahal selama ini aku sering mendapat gombalan dari lelaki lan selain Mas Hardi tapi tak pernah berpengaruh seperti saat ini .
__ADS_1
* Ya Allah jangan sampai hati ku berubah haluan dan mengkhianati pernikahan ku,
aku mungkin mampu mengkhianati suami ku tapi sanggup kah aku melukai rasa dan asa anak - anak ku ?! Karena bagi seorang Ibu menjaga dan melindungi perasaan anak - anak adalah hal yang utama * Bisik ku dalam hati .
Setelah melintasi sungai dengan air nan jernih mengalir diantara bebatuan besar yang nampak elok dalam terpaan sinar rembulan sampai lah kami di sebuah tanah lapang serupa padang savana , di sana. sebuah Heli berdiri angkuh dalam malam yang hanya disinari oleh cahaya rembulan .
Seorang bertubuh tinggi tegap lebih tinggi dari si tampan menyambut kami , lalu meraih tubuh ku dari nya dan mendudukan aku di dalam heli, si tampan beranjak melompat naik ke atas heli duduk di samping ku , membantu ku mengenakan safelty belt , earphone dan menggenggam lembut tangan ku yang mendingin karena nerves ini untuk pertama kali dalam hidup ku menaiki capung besi raksasa .
" Jangan takut ada abang di sini yang akan selalu menjaga mu ! " Ucap nya lembut dengan alat yang terpasang di telinga kami .
Dia menatap ku tersenyum sangat lembut .
Aku berusaha menarik tangan ku dari genggaman nya .
" Maaf kita bukan muhrim dan saya isteri orang , jangan buat saya berdosa besar karena mengkhianati pernikahan kami " Pinta ku pelan.
Dia melepas tangan nya dari menggenggam ku , mendesah pelan memejam kan mata .
" Maaf aku hanya ingin membuat mu nyaman di dalam Heli sini " Bisik nya pelan .
Kaki tangan nya yang duduk di depan nya menyeringai nakal ke arah nya, suasana berubah menjadi canggung, ku lempar tatapan keluar jendela melihat langit hitam berkabut .
🎵 Cintaaa...hoo ohooo ciiinnnntaaaa ...
Nyanyian sang kaki tangan menggoda si tampan, Dia membulat kan mata menatap tajam ke arah kaki tangan nya , menendang kaki keras hingga Dia menjerit kesakitan .
Aku. pura - pura tak memperdulikan apa yang mereka lakukan , kembali kubuang muka menatap ke luar , ku kerjap kan mata menahan airmata agar tak tumpah ...
* Tuhan apalagi yang sedang kau sematkan dalam hati ku ! Kenapa perih ini begitu sulit kuatasi ! Permainan hidup tak semesti nya sebecanda ini ..aagghhhhh !!! * Lirih ku pelan
dalam bathin .
Heli melesat menembus keluar dari kedalaman hutan menuju kemana entah tak ku pahami .
" Selamat tinggal singa prasojo !, merana lah engkau di sana ! Maaf wanita secantik dan sebaik Dia tak pantas bersanding dengan mu, karena nya aku akan bebas kan Dia dari belenggu mu ! " Ucap nya diantar deru suara bising Heli , ku lihat seringai nakal bercampur senyum puas penuh kemenangan .
* Dia tak akan merana karena telah ada wanita lain yang sedang mengisi hari - hari nya saat ini, bahkan Dia mampu tersenyum bahagia hanya dengan berbicara lewat telefon, sedang di hadapan ku lebih sering menekan dengan sifat manja nya . Anak - anak ku lah yang akan menderita, jika dulu mereka jauh dari ku tapi masih bisa berinteraksi dengan Ibu mereka meski hanya lewat sambungan videocall , saat ini Dia tak akan bisa melakukan nya lagi * Bathin ku perih menyayat kalbu .
Setetes kristal bening menetes tanpa mampu ku bendung membasahi pipi. ku kerjap kan mata berulagkali tuk sekedar mengurangi rasa sakit yang menohok di kedalaman rasa dan asa ku .
Si tampan mengambil saputangan dari saku jaket kulit nya .
" Maaf kan aku jika ini menyakiti mu " Bisik nya lembut , bulu - bulu rambut yang memenuhi jambang dan janggut nya menyentuh hijab ku sedikit memberi sensasi tersendiri yang tak ku mengerti ini apa.
" Lepas kan aku.., jika kau tak ingin menyakiti ku. anak - anak ku...,pasti mereka saat ini sangat menderita kehilangan induk nya ! "
Balas ku terbata - bata diantar isak tangis .
Dia menggeleng kan kepala keras .
" Tidak untuk saat ini ! Jika ku lepas kan kau, bukan hanya nyawa ku saja yang terancam pun nyawa mu sendiri ! Orang yang membayar ku , tidak akan membiarkan kau hidup selama keinginan mereka menghancur kan dinasty prasojo belum terlaksana ! " Balas nya lembut sembari mendesah keras seperti ada ribuan ton batu yang menindih hati nya .
__ADS_1
" Ikuti saja permainan ku, pada saat nya kau akan aku kembalikan kepada anak - anak mu "
Janji nya kemudian .
" Kenapa harus aku yang jadi target orang yang membayar mu itu..,?! Kenapa tidak anak keturunan dinasty prasojo ?! " Tanya ku tak mengerti dengan jalan fikiran mereka .
" Itu target berikut nya ! Setelah mereka melenyap kan mu , mereka akan melenyap kan pangeran prasojo ! " Jelas nya .
" Daffa anak ku...?!!! " Pekik ku keras lalu tercekat .
Dada ku membuncah seperti ada ribuan balok menghantam hati . Wajah ku pucat pasi di buat nya , jantung ku serasa berpacu cepat.
Ingin rasa nya aku melompat turun dan berlari ke arah putera ku satu - satu nya untuk melindungi diri nya .
Tapi manalah mungkin sementara diri ku terbelenggu di sini , jangan kan melindungi adek membebaskan diri sendiri pun aku tak mampu melakukan nya .
" Ya itu tujuan utama mereka sebenar nya, melenyap kan pangeran prasojo agar tak ada lagi generasi penerus nya dan untuk itu Dia melenyap kan ibu dari sang pangeran terlebih dulu " Jelas nya kemudian .
" Pemikiran yang naif ! Jika aku dan putera ku mati apa kalian fikir mereka tidak akan bisa mendapatkan nya lagi . Jika aku mati apa dikira Mas Hardi tidak akan menikah lagi untuk mendapat kan keturunan laki - laki ?! Dan mereka masih punya puteri kembar yang masih bisa melahir kan anak lelaki ! " Jelas ku kesal, mengapa aku yang harus berada dalam lingkaran penderitaan ini .
Si tampan menggeleng kepala nya lagi .
" Kau tak mengenal suami dan Ayah mertua mu..?! hahahaaa...!! " Dia tertawa terbahak sangat keras . Aku mendengus .
" Apa nya yang lucu hingga kau harus tertawa sekeras ini ?! " Ku tajam kan mata menatap nya kesal .
" Kau itu satu - satu nya wanita kesayangan Hardi , kau pun satu - satu nya wanita yang di restui bahkan sangat dilindungi oleh Handoko, Hardi tidak pernah bisa memaling kan hati nya dari mu, kalau pun ada wanita lain dalam kehidupan kalian itu hanya cara nya saja untuk mengetahui seperti apa perasaan mu kepada nya , seperti nya kau tak pandai menunjukan perasaan mu untuk meyakinkan Dia jika kau pun mencintai nya ,"
Jelas nya masih diiringi tawa meski tak sekeras tadi .
" Kau tak perlu khawatir ,aku telah mengirim pesan ke Handoko untuk menjaga pangeran mu ! Aku telah mengirim file rencana mereka langsung ke mertua mu , karena hanya Dia yang bisa diandal kan saat ini ! " Jelas nya berbisik sangat pelan seperti takut akan di dengar oleh yang lain .
" Kenapa kau lakukan itu ..?! Bukan kah kau ada di pihak mereka ?!! " Selidik ku menatap nya ke dalam mani mata nya .
* Ya Rabb... mata cokelat serupa coffelate ituu begitu indah memancar kan binar kesepian nan sendu dan berewok yang menghias di wajah nya mengapa kian menambah lebih kesan dalam ketampanan nya * Bathin ku . Deg !! Desiran indah menggeliat kan hati .
Dia menggeleng pelan tersenyum dengan wajah memerah saat ku tatap mata nya .
" Jangan pandangi aku seperti itu !! " Kesal nya lalu di membuang muka , begitu pun dengan ku yang lantas mengalih kan pandangan keluar jendela . menatap langit dalam baluran sinar bulan sabit .
------------------
**Maaf atas keterlambatan author .
Terimakasih untuk kesetiaan pada novel ku
jangan lupa like setelah membaca nya dan berikan vote jika berkenan , sekecil apa pun akan sangat berarti untuk author.
To somebody can't stop loving my novel
salam sayang untuk semua nya dari author untuk reaaders😘😘**
__ADS_1