Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 89


__ADS_3

Adakah manusia yang mampu menebak kapan cinta itu akan bersemi dan kepada siapa cinta kita akan terpaut ..?


-----------------------------------------


Aku tak pernah menyalah kan Erza atas apa yang di rasakan nya kepada ku meski seandai nya keluarga ku yang lain terutama Ibu mengetahui pasti beliau akan sangat terluka.


Aku pun takkan mampu membenci nya, bagaimana bisa aku membenci adik yang saat lahir dulu aku ikut membantu Ayah mencuci darah Ibu yang tercecer di kain .


Bagaimana aku akan menjauhi adik yang sedari kecil selalu bersama dalam segala kegiatan, saat aku ikut perguruan silat , Dia adik ku satu - satu nya yang juga ikut berlatih silat , setiap aku mengikuti perlombaan baca puisi atau mendongeng Dia juga yang selalu menjadi penyemangat ku .


" Erza...?! Kamu Erza anak biologi SMA X angkatan tahun 20... kan ?! " Tebak seorang gadis yang baru keluar dari mobil Avanza bersama keluarga nya .


Erza menganggukan kepala sembari tersenyum ramah .


" Masih ingat sama aku gak.. ?! , dulu aku duduk di bangku depan kamu pas kita kelas dua ! " Ucap gadis itu lagi menatap Erza lekat.


Erza ikut menatap , mengerut kan kening seperti mencoba mengingat sesuatu .


" Eeemmm Kamu Nayla ya..?! " Tanya Erza kemudian .


" Alhamdulillah.., akhir nya kamu ingat aku juga " Balas nya terdengar riang .


" Mmm..., ngomong - ngomong ko kamu bisa berada di sini Za ?! , apa isteri mu orang sini ya..?! " Tanya gadis itu lagi .


" Aku belum menikah... , Oh ya kenal kan ini kaka perempuan ku Mbak Emil ! , aku ke sini karena kaka ku buka perusahaan kontruksi di kota ini dan aku jadi pekerja nya " Jelas Erza.


" Ooohhh...! " Jawab gadis itu , aku lihat binar bahagia terpancar dari raut wajah nya .


" Kenal kan Ka , saya Nayla teman sekelas Erza di SMA dulu " Sapa nya ramah mengulur kan tangan ke arah ku..


" Saya Emil kaka nya Erza , senang bisa bertemu teman adik ku di sini " Balas ku ramah sembari berjabat tangan .


" Za .. Mbak pamit dulu ya ! Kamu lanjut aja reunian sama teman mu " Ucap ku .


" Dek Nay... , maaf tidak bisa menemani lebih lama , sudah di tunggu suami dan anak - anak, lain kali kita ngobrol lagi ,saya pamit pulang " Pamit ku pada teman Erza .


" Baik Ka...! Hati - hati di jalan " Balas nya tersenyum sumringah .


" Bentar Nay , aku antar Ka Emil ke mobil nya dulu "


Gadis itu tersenyum ramah, aku lihat binar cinta dari sorot mata nya .


Kami berjalan beriringan sampai di mobil ku, Erza membuka kan pintu mobil yang telah terbuka kunci nya secara otomatis, aku naik dan duduk di bangku kemudi .


" Za ..! Dia anggun juga loh , Mbak lihat Dia suka sama kamu , coba kamu pendekatan sama Dia , siapa tahu itu jodoh mu "


Ucap ku tulus , ku lihat dari kaca spion Nayla masih setia menunggu di tempat nya .


" Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan Mbak ! , suatu saat hati ku pasti akan terbuka jika sudah menemukan wanita yang seperti Mbak Emil " Balas nya dengan tatapan lembut.


Aku kembali membalas menatap nya dengan wajah sendu .


" Za..! Maukah kamu mengobati sister complexs mu..?! Nanti Mbak bantu cari kan ahli nya " Ucap ku pelan , ada sedikit rasa sakit menghujam kalbu .


" In Shaa Allah Mbak , asal ke psikiater nya bareng Mbak Emil , aku mau " Jawab nya .


" Baik nanti kita cari waktu untuk pergi ke psikiater bersama " Balas ku .


" Bagaimana dengan Mas Hardi mu ?! Bukan nya sulit mendapat izin dari Dia untuk mu keluar sendiri ?!, kalau kita berangkat nya bareng dari rumah bisa - bisa Dia curiga sama kita Mbak " Suara Erza melemah .


" Nanti kita fikir kan cara nya Za ! Mbak pulang dulu, kasihan teman mu sudah lama menunggu " pamit ku untuk yang kesekian kali .


" Hati - hati di jalan Mbak " Balas Erza .


Erza menutup pintu mobil ku, aku nyala kan mesin lalu beranjak keluar resto , baru berapa meter berjalan ponsel ku berdering.


Aku lihat di layar ponsel notifikasi panggilan vidcall dari suami ku .


" Assallamuallaikum Pah.. ! " Sapa ku .


" Waallaikumsallam Mamah sedang berada dimana ?! "

__ADS_1


" Ini sedang dalam perjalanan pulang "


" Oh ..ya sudah hati - hati di jalan, Papah tunggu di gerbang masuk "


" Ya Pah , terimakasih "


Lima belas menit kemudian aku sampai di area komplek perumahan ku, Mas Hardi sudah berdiri menunggu di depan gerbang bersama Zahwa, Zarra dan Daffa berdiri bersandar pada tugu gerbang .


Ku rapatkan mobil di samping Mas Hardi , aku turun dari mobil pindah duduk di samping bangku kemudi , Mas Hardi lalu naik duduk di belakang kemudi, Zahwaa , Zarra dan Zarra duduk di belakang .


" Loh kita mau kemana Pah ?! gak pulang ? "


Tanya ku heran


" Kita makan di luar bareng anak - anak Mah, sesekali pergi dengan keluarga inti kita aja "


Balas Mas Hardi tersenyum , meraih tangan ku lalu di cium punggung tangan ku .


" Mau makan di mana Pah ? " Tanya ku lagi.


" Di resto temen Ayah yang ada pemancingan nya , anak - anak senang kan waktu kita ke sana " Balas nya lagi .


Mobil meluncur membelah jalanan kota , dua puluh menit kemudian kita telah sampai di tempat tujuan. Daffa turun berlarian diikuti Zahwa dan Zarra di belakang nya .


" Adek mau mancing...! Holeee... adek mau mancing...!! " Suara Daffa riang


" Adek awas licin jangan lari - lari nanti jatuh "


Cegah ku mempercepat langkah mengejar ke tiga anak ku yang telah lebih dulu masuk.


Sahabat Ayah pemilik resto menyambut kami.


" Maaf Pak saya ke anak - anak dulu " Pamit ku takut terjadi hal yang tak diinginkan melihat antusias mereka yang tak menyadari di sekitar kolam licin .


" Oh iya Bu Emil silah kan..! " Balas pemilik resto ramah , Mas Hardi masih berbincang dengan pemilik resto berjalan ke sebuah pondok yang letak nya dekat dengan pemancingan .


Aku masih sibuk menuruti kemauan anak - anak memasang kan umpan di kail , bediri diantara mereka .


* Ternyata mengasuh anak gak mudah perlu perjuangan * Bathin ku. Selama ini anak - anak terbiasa ada yang mengasuh dan mengawasi dan aku tinggal duduk manis mengamati.


" Terimakasih Pah " Ucap ku tersenyum mengalih kan pandangan ku ke arah nya yang sedang menatap ku lembut.


" Gimana rasa nya jadi Ibu sejati Mah ?! " Tanya nya pelan dengan seulas senyum.


" Yang jelas bahagia Pah !, sedikit lelah tapi lumayan terobati dengan tingkah lucu mereka " Balas ku yang tak lepas tersenyum melihat kericuhan ketiga anakku .


" Mamah menikmati nya..?! " Selidik Mas Hardi, mengusap lembut pipi ku.


Ku anggukan kepala sembari tersenyum.


Mas Hardi memeluk ku dari belakang .


" Pah malu agh sama pengunjung lain " Ucap ku risih berusaha melepas pelukan nya .


" Kenapa mesti malu ?! , kita suami isteri syah, mereka yang masih pacaran saja gak malu pelukan di tempat umum " Balas nya pelan setengah berbisik di telinga .


" Heemm.., gak gitu juga sih Pah ! " Balas ku. masih fokus mengawasi anak - anak yang tak terusik dengan tingakah Papah nya. Mereka sudah terbiasa melihat pemandangan kemanjaan Papah mereka.


" Mamaah... kaka dapat ikan...! " Teriak Zahwa kegirangan saat umpan nya di tarik, Mas Hardi melepas pelukan nya mendekat ke arah Zahwa , membantu nya yang kesusahan saat ikan menarik nya lebih keras .


" Horeee.... kaka dapat ikan besar " Teriak nya kegirangan , mengalih kan perhatian pengunjung lain .


Seekor ikan gurame lumyan besar menggelepar di lantai .Mas Hardi masih berusaha melepas mata kail yang myenancap ke dalam mulut ikan .


" Mari Pak saya bantu melepas na " Ucap seorang pelayan lelaki yang mendekat ke arah kami .


Mas Hardi menyerah kan batang pancingan ke pelayan tersebut, sekian detik ikan sudah terlepas dari pancingan .


" Mah Ikan Kaka di bawa pulang ya ! Biar di masak sama uti " Pinta nya .


" Mas tolong di simpan di pendingin biar fresh mau kita bawa pulang " Pinta Mas Hardi pada pelayan .

__ADS_1


" Baik Pak " Balas pelayan ramah , membawa ikan masuk ke dalam pantry .


" Ayuk anak - anak makan dulu " Ajak ku , saat ku lihat makanan yang kami pesan sudah tertata rapi .


Kami berjalan ke arah pondok setelah mencuci tangan terlebih dulu .


" Sini Adek Mamah suapin ! " Aku mengambil secentong nasi dan ikan gurame bakar yang masih panas .


" Mah pake cayul acem ! " Pinta Daffa .


" Mah Zarra mau di suapin juga " Rengek nya manja .


" Ka Zarra suapin Papah ya " Pinta Mas Hardi.


Zarra mengangguk kesenangan .


Usai makan anak - anak kembali ke kolam ikan memancing dinpinggiran di temani dua orang pelayan yang diminta oleh Pak Satrio anak pemilik resto pemancingan .


Mas Hardi kembali mengambil nasi lalu menyuapi ku sembari Dia sendiri makan .


" Ke depan kita akan sering pergi bareng anak - anak saja tanpa pengasuh seperti sekarang , Mamah gak keberatan kan kalau harus capek mengawasi mereka " Tanya Mas Hardi lembut .


" Gak lah Pah ..! , Aku sangat menikmati mengawasi anak - anak sendiri, melihat tingkah polah mereka menenangnkan hati "


Balas ku tersenyum .


" Terimakasih Mah " Ucap Mas Hardi mengecup pipi ku lembut . Aku merona merah .


" Untuk..?! " Tanya ku menggantung .


" Menjadi Ibu yang baik untuk anak - anak ku "


Bisik nya di telinga .


" Kamu tuh lucu sih Mah..! kita nikah sudah lama tapi masih bisa merona seperti ini "


Mas Hardi mencoel pipi ku yang bersemu.


" Papah..! iihhh genit nya gak ilang - ilang "


Balas ku menutupi rasa malu .


" Biar !! genit nya cuma sama isteri sendiri "


Mas Hardi memanyunkan mulut nya .


Aku tertawa lepas melihat gaya Mas Hardi.


" Tuh mulut persis seperti mulut ikan yang terpancing Zahwa tadi " Goda ku .


" Emmmm sudah berani ngeledek ya "


Mas Hardi meraih tubuh ku di dekap nya dalam dada bidang nya .


" Mah ! Kalau di luar jangan banyakan senyum, Papah gak suka orang lain terpesona sama lesung pipit mu yang terlalu manis ini "


Perintah nya setengah memaksa.


" Masa Mamah harus cemberut di depan orang Pah ?! Nanti di katain judes dong "


Protes ku .


" Ya enggak lah ! Cukup pasang wajah datar aja bisa kan ?!! " Mas Hardi menatap ke dalam manik mata ku .


Ku anggukan kepala pelan. Mas Hardi tersenyum lalu ******* bibir ku hanya sesaat karena aku berontak minta di lepas, gak enak dengan pandangan Pak Satrio yang terbuka mulut nya melihat tingkah Mas Hardi


-----------


**Terimakasih untuk kesetiaan nya


Jangan lupa kasih author semangat dengan like komen dan vote

__ADS_1


Jangan lupa mampir di senandung rindu


love you all😍😍😍**


__ADS_2