Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 41


__ADS_3

" Buka pintu nya Har... Ayah belum selesai bicara, jangan jadi pengecut kamu hanya bisa sembunyi di kamar " Maki Ayah .


Kamar kami yang hanya memiliki jendela di balkon yang menghadap ke arah taman ,.tak ada akses untuk bisa melihat ke dalam kecuali lewat balkon yang berarti harus menaruh tangga di bawah kamar untuk bisa naik ke atas balkon


" Buka Har..., kalau kau masih seperti ini biar Ayah yang akan membawa Emil kembali ke keluarga nya..., Ayah dengan terpaksa akan mengembalikan Emil kepada keluarga nya dan menerima segala resiko " Kecam Ayah dengan suara lantang .


Pintu terbuka dari dalam , Mas Hardi keluar hanya mengenakan celana pendek dengan telanjang dada.


" Apa mau Ayah yang sebenar nya..?, Dulu Ayah yang mengenal kan aku dengan nya, Ayah yang memberi ku semangat untuk mendapat kan hati nya dan sekarang Ayah juga yang akan memisah kan aku dari Dia bahkan dengan hasil buah cinta kami..! Kenapa Ayah sejahat itu ..!! " Geram Mas Hardi menatap tajam wajah Ayah nya.


" Bukan Ayah yang memisah kalian, perilaku mu sendiri yang tak pandai melindungi dan menjaga perasaan isteri yang membuat Ayah berfikir untuk memisah kan kalian, bagi kami Emil tetap anak kami meski kau telah berpisah dari nya sekali pun " Tegas Ayah dengan sorot menghujam .


" Aku tak kan pernah melepas kan isteri ku sampai kapan pun, sekeras apa pun kalian akan memisah kan ku dari nya , aku akan tetap mempertahan kan Dia meski nyawa ku terpisah dari raga , aku akan menghantui nya agar tak bisa menjadi milik lelaki lain, hanya aku pemilik nya , hanya aku...!! " Suara Mas Hardi menggelegar memenuhi ruangan , seringai licik mengjhias wajah nya .


" Kau itu manusia atau apa haaa..!!, kau tak mau melepas isteri mu tapi kau menyukai wanita lain dan mau memberi isteri mu madu , kau fikir wanita itu boneka yang bisa kau permain kan sesuka hati mu..? " Geram Bunda menampar wajah putera nya.


" Aku tak pernah menyukai wanita lain, tak pernah ada perempuan yang kucintai selama ini selain Dia , aku hanya ingin anak laki-laki karna nya aku akan menikahi wanita lain untuk mendapat anak lelaki setelah itu akan aku cerai dan aku ambil anak ku saja " Jelas nya tanpa rasa bersalah .


" Gila kamu...., sadar Nak..., adik - adik mu perempuan semua bagaimana jika apa.yang ada dalam otak bodoh mu menimpa mereka, bagaimana perasaan mu sabagai saudara lelaki nya " Geram Bunda menahan amarah.


' Kau fikir perempuan bisa kau main kan seenak itu haaa?!!, kamu fikir perempuan itu bodoh semua..?!, bagaimana jika perempuan yang akan kau jadikan kelinci mu itu ternyata punya otak licik setelah tahu kedudukan , harta dan pengaruh keluarga mu dan Dia berbalik menjadikan anak lelaki nya untuk menjerat mu lebih dalam..?, bagaimana jika pada akhir nya Dia yang menguasai hidup mu...?, siap kah kau kehilangan Emila..?,. "


Sorot mata Ayah tajam menghujam manik mata putera nya.

__ADS_1


Mas Hardi meninju dinding dengan paras kesal memenuhi hati .


" Bunda tak kan siap kehilangan Emil, sampai kapan pun menantu wanita Bunda satu - satu nya hanya Emil, jangan berani lagi kau sakiti hati nya dengan membawa wanita murahan yang mau saja dijadikan kelinci percobaan dengan menyakiti perasaan isteri orang , perempuan seperti itu tak pantas masuk dalam keluarga Prasojo.. Cam kan itu..,!! " Bunda menekan nada nya keras.


" Yu Inah tolong kemasi barang - barang menantu dan cucu - cucu ku, biar hari ini juga aku boyong mereka kembali ke rumah kami "


Perintah Bunda dengan nada keras.


" Apa an sih Bunda.., tolong jangan ikut campur rumah tangga kami, Emil dan anak - anak ku masih menjadi milik ku dan tak kubiar kan siapa pun mengambil nya dari ku,


meski keluarga Emil sekali pun.., apalagi hanya seorang dengan status mertua "


Geram Mas Hardi kesal .


Balas Pak Handoko geram .


" Sebenar nya yang anak kalian itu siapa sih..?!, aku atau Dia ..?! , kenapa kalian terus memojokan ku untuk membela nya ..!!"


Mas Hardi menendang troly Zarra hingga membentur bufet televisi . Beranjak ke arah ku lalu menarik paksa tangan ku di bawa masuk ke dalam kamar dan di kunci dari dalam.


Aku terduduk di sofa dalam diam, ada rasa takut menyelinap, takut jika Mas Hardi nekad melukai fisik atau membunuh ku. Dalam hati aku terus melafadzkan Istigfar menekan gelisah sebisa mungkin agar tak dilihat nya.


Ayah terus menggedor kamar kami, memaki putera nya yang angkuh , sombong dan arogan

__ADS_1


" Aku mohon Ayah.., Ibu.., pulang lah,. jangan terlalu dalam mencampuri kehidupan kami, Aku tak kan menyakiti menantu kesayangan kalian tak usah takut.. tolong biar kan aku selesai kan masalah ini berdua " Pinta Mas Hardi yang berdiri di depan pintu memegang handle pintu menghalangi orangtua nya masuk ke dalam kamar .


" Baik kami kabul kan permintaan mu kali ini, tapi Ayah akan tetap mengawasi kamu dan ingat jika ada lecet sedikit saja di tubuh Emil kamu akan menerima hukuman berkali - kali lipat . Cam kan itu..!! " Hardik Pak Handoko keras sembari menarik Bunda mengajak pulang.


Mas Hardi kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci nya dari dalam, duduk di kursi tiolet meja rias, menatap ku lekat lalu mendesah pelan.


" Mah.. , ku mohon pahami keinginan ku..!, mengerti lah dengan perasaan ku, tak ada wanita yang kucintai, ku sayangi selain kamu.


Jangan pernah lontar kan kata cerai..., Hati ini hancur Mah mendengar kata itu kau ucap kan, rasa nya hidup sudah tak ada arti nya , aku sangat takut kau tinggal kan sungguh "


Mas Hardi merendah kan suara nya.


" Jika ucapan mu benar, kenapa kau tega membawa wanita lain ke hadapan ku..?!, Mana ada wanita yang tak punya rasa cemburu pada lelaki yang telah di dampingi nya bertahun - tahun..?, Aku bukan wanita yang bisa dengan mudah menerima suami nya menghadir kan wanita lain sebagai isteri muda suami nya,.. sebagai madu..!! " Balas ku kesal ku alihkan pandangan ke atas langit kamar dengan tatapan kosong .


" Sudah Mah jangan bahas itu lagi , aku juga sudah tak mengingin kan menikah lagi, aku tak bisa jika harus kehilangan kamu "


Di raih nya tangan ku di cium lembut .


" Kalau kau mengingin kan nya lakukan aja Mas, gak usah menahan diri,, kamu suka kan sama Dia ., apa yang sudah kalian lakukan di belakang ku ! " Desah ku kesal menahan sakit membayang kan Mas Hardi menyentuh Dia seperti dulu awal Dia membawa ku ke kantor sekaligus rumah sementara nya.


"Demi Tuhan Mah, aku tak melakukan apa pun pada nya, mencium nya sekali pun , aku bertemu Dia juga baru tiga hari yang lalu di kenal kan sama Pak Ibra mitra bisnis Papah, itu saudara isteri Pak Ibra, mereka tahu Papah ingin anak laki- laki dan menyaran kan untuk menikah lagi, terus Pak Ibra membawa nya mengenal kan pada Papah, kami hanya makan makan aja , Tidak ada sedikit pun perasaan Papah pada Dia, Pak Ibra bilang Dia bisa menerima keadaan Papah meski tak ada cinta diantara kami, Dan Papah bilang hanya akan menikah secara siri saja sampai Dia melahir kan anak laki - laki , setelah itu kita cerai " Jelas nya dengan nada penyesalan.


" Gak cinta ko , Dia pergi di kejar..., kamu tuh sudah berumur Mas, sudah punya dua anak ko masih labil gitu, gampang banget di pengaruhi orang lain.., mudah nya percaya sama orang lain, bisa serupa Tuhan sudah bisa mastiin kalau nikah nanti dapet anak laki - laki., kalau dapet nya anak perempuan lagi..?, mau kamu telantar kan keturunan mu..?, "

__ADS_1


Desah ku kesal , melepas genggaman tangan nya, air mata ku sudah menggenang , sakit sekali rasa nya membayang kan suami ku menyentuh wanita lain, bulu tubuh ku berdiri bergidig jijik mengingat nya.


__ADS_2