Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 127


__ADS_3

Antonio Pov


Rasa nya sakit melihat kemesraan yang tak sengaja harus kunikmati di depan layar monitor antara wanita yang telah membuat ku berbuat nekad sampai sejauh ini dengan lelaki yang pernah menjadi target operasi ku untuk di musnahkan beserta keturunan nya.


Sekilas ku dengar sedikit keributan diantara mereka perihal secangkir kopi cream late yang ada di tangan wanita pujaan ku, Dia menghirup aroma kopi dari uap panas yang memanas di atas cangkir.


"Sejak kapan kamu jadi suka sama kopi mah ?" Tanya suami nya dengan raut heran bercampur bingung.


"Emang kenapa kalau aku jadi suka sama kopi ?, masalah buat loe !" Jawab nya ketus, aku sedikit tercengang mendengar nya, seperti bukan Emila wanita pujaan ku yang ku kenal lemah lembut dan sopan. Begitu pun dengan suami nya ku lihat ekspresi tak mengerti dengan perubahan pada diri sang isteri semenjak Dia bangun dari tidur panjang.


"Gak gitu sih Mah, aku cuma heran saja kenapa selera mu jadi berubah sejak bangun dari tidur panjang mu" Jawab sang suami dalam nada rendah dengan kehati-hatian, ku lihat usaha nya untuk tetap bersabar menghadapi perubahan perilaku isteri nya.


"Bawaan bayi kali Pah, aku juga gak mau minum kopi nya cum pengen menghirup aroma nya saja, rasa nya nikmat banget" Balas nya sembari memejamkan mata seakan meresapi di kedalaman hati.


Sungguh aku gemas melihat tingkah nya, entah mengapa segala yang dilakukan nya terlihat begitu manis di pandangan ku, andai aku ada di sana ingin rasa nya ingin ku acak rambut bergelombang hitam panjang nya yang berkilau indah itu.


"Diminum sekalian aja Mah, mubazir kalau di buang begitu aja" Perintah suami nya dengan nada rendah nan lembut, menatap nya dengan sorot yang tak aku suka, sorot penuh nafsu.


"Kamu aja yang minum Pah, habisin ya !, harus !" Perintah nya manja dengan sorot penuh memohon.


"Aku gak suka kopi pake cream Mah, aku suka nya kopi original dengan sedikit gula" Jelas suami nya memohon pegertian.


"Tapi aku pengen kamu sekali-kali coba kopi pake cream Pah !" Paksa nya merengek manja dalam raut polos serupa anak kecil mambuat hati ku bergetar aneh, desiran nikmat menjalar di sekujur aliran darah ku.


"Ko kamu jadi maksa seperti ini sih Mah"


Balas suami nya dengan nada kesal sedikit tinggi atas pemaksaan isteri nya.


"Sini aku saja yang menghabiskan kopi mu Bunda cantik kesayangan" Ucap ku pelan.


Tentu saja Dia tak mendengar apa yang ku katakan karena kami terpisah tempat dan lagi hanya aku yang melihat nya sementara Dia sendiri tak menyadari apa yang saat ini sedang aku lakukan terhadap diri nya.


Andai saja aku yang berada di sana bersama nya saat ini, pasti sudah aku habis kan kopi pemberian nya.


"Ya sudah kalau Papah gak mau, aku mau kasih kopi ini ke Erza atau Agus saja mumpung mereka ada di sini" Balas nya ketus sembari berdiri.


Erza.!, kenapa nama ini terasa familiar di telinga ku, dan Agus !, siapa pula Dia, apa Emil punya lelaki lain selain si singa prasojo ?, kenapa Hardi jadi terlihat senewen setelah Emil menyebut nama mereka berdua.

__ADS_1


Hardi mencekal lengan Emila sebelum Dia melangkah kan kaki nya, memaksa Emila untuk kembali duduk di sofa dengan lembut.


"Sini kopi nya biar papah habisin !" Ucap suami nya dengan nada resah, seperti nya Dia memendam rasa kesal Emil menyebut nama lelaki lain dihadapan nya. Ternyata lelaki itu bisa jugaa di buat cemburu. oleh isteri nya.


Dan wanita ku tersenyum sumringah menikmati pemandangan di depan nya saat. sang suami dengan menahan geli meminum kopi yang tak di sukai oleh nya. Dia tersenyum sangat manis melihat suami nya bergidig menahan rasa manis berlebih di atas lidah nya dan secepat kilat Dia meraih air mineral di atas nakas, meminum isi nya hingga separuh lebih untuk menetralisir rasa tidak nyaman dalam mulut nya.


"Sudah habis kopi nya, gimana puas ?!" Ucap Hardi menatap nya dengan aura kesal yang masih terpancar di wajah nya. Wanita ku mengangguk dengan seulas senyum yang menggetar kan hati.


"Aku ingin memiliki senyuman nya itu, ingin rasa nya aku mengganti posisi singa prasojo, andai ada cara untuk ku memiliki nya."


Bathin ku perih.


"Pah bantuin mandi bersuci terus keluar aku kepengen ketemu keluarga ku" Pinta Emila kepada suami nya dalam gaya manja merentang kan kedua tangan nya, Hardi mendekat lalu mengangkat tubuh nya, Dia masih saja bertingkah manja dengan bergayut manja pada lelaki yang tak ku suka itu dan membenam kan wajah nya ke dalam dada suami nya.


Aku merasakan uap panas di sekujur tubuh ku, serupa terbakar saja, ingin rasa nya menggantikan posisi lelaki itu, ingin aku rebut Dia dari pelukan lelaki itu dan mendekap nya erat dalam rengkuhan ku.


Mereka masuk ke dalam kamar mandi sesaat dalam kamar itu hening, ku pejam kan mata membayang kan apa yang lelaki itu lakukan.


Rasa nya panas dingin di sekujur tubuh ku.


Beberapa saat kemudian mereka kembali keluar dari kamar mandi dan ku lihat tampilan wanita ku nampak lebih fresh usai mandi. Hardi mendudukan nya di sofa pelan.


Perintah nya tegas dengan tatapan mengintimidasi. Emil membalas dengan anggukan pelan tanpa suara.


Ku lihat Dia meraih remote dan menyalakan televisi, kesempatan baik bagi ku untuk menunjukan keberadaan ku kepada nya, aku ingin melihat bagaimana reaksi nya jika tiba-tiba aku muncul di hadapan nya meski hanya sebatas dalam layar kaca televisi.


Ku mainkan alat telekomunikasi ku, mencari frekuensi gelombang di sekitar tempat nya, setelah ku dapat lantas ku acak pancaran gelombang di chanel yang menghubungkan televisi dalam kamar singa prasojo, sesaat kemudian, sebuah kejutan ku tampil kan di hadapan wanita yang sangat kurindukan.


"Hai cantik selamat pagi, senang sekali bisa melihat kecantikan alami mu yang masih frseh, bagaimana dengan perasaan mu hari ini, aku harap kamu bahagia selalu"


Sapa ku lenbut dengan senyum terkembang sempurna di sudut bibir .


Emila tercekat menatap layar kaca di hadapan nya dengan ekspresi polos yang membuat ku kian gemas, ekspresi terkejut nya sungguh tak mampu ku lupa. Sesaat kemudian Dia tersadar lalu mengulas senyum termanis nya.


Jantung ku berdebar kian kencang, berdentum memenuhi seisi raga hingga ke relung jiwa, melihat nya tersenyum sebegitu manis nya membuat jiwa ku meronta, ingin rasa nya ku loncati pagar tinggi menjulang yang membatasi kediaman prasojo dari dunia luar, amboi andai aku berada di dekat nya ingin ku dekap tubuh ramping terbungkus gaun syar'i dan ku acak rambut hitam legam bergelombang nan lebat sebatas bahu milik nya, mahkota nya yang sangat indah itu.


Buncahan dalam jiwa ini begitu menyiksa ku, menggerogoti nalar waras ku dan sebelum aku tenggelam kian dalam kesadaran ku tumbuh mengusik hati.

__ADS_1


Seberapa pun dalam nya rasa yang tertanam dalam relung jiwa ku, tak seharus nya aku memaksakan kehendak tuk mendapatkan nya, karena kusadari cinta tak mesti harus memiliki dan cinta semesti nya menjaga hati untuk tidak saling menyakiti.


Dan keinginan tuk mengungkap kan segenap rasa yang terpendam dalam lubuk hati kian kuat menutupi akal sehat ku hingga tanpa ku sadari jemari ku reflek menaut membentuk lambang cinta yang sedang viral di dunia.


"Sa...rang...he..o.., isteri orang, love you much"


Sapa ku dan kembali kutautkan kedua ibujari dan telunjuk ku membentuk lambang cinta.


Dia tergagap sesaat, wajah nya bersemu merah lantas mengalihkan pandangan ke arah pintu kamar mandi dimana suami nya berada, aku menangkap sinar ketakutan dari wajah nya, raut cemas nya tergambar jelas di wajah manis kekasih ku.


seperkian detik Dia kemabli menatap ke arah layar kaca, kucoba memahami kecemasan nya, ku ulas senyum perpisahan kepada nya dan dengan segera ku arah kan alat komunikasi keluar dari gelombang televisi menuju gelombang cctv.


Tak berapa lama singa prasojo keluar tepat setelah gelombang televisi kembali ke frekuensi chanel resmi, ku lihat raut lega terpancar di wajah manis nya.


"Serius banget nonton apa sih Mah" Tanya suami nya sembari berjalan mendekat ke arah Emil dengan pandangan menatap ke arah layar televisi.


"Hem seperti gadis remaja aja, masih suka nonton drama korea, pantes kamu nambah agresif sekarang Mah, kebawa sama alur drakor ya Mah" Ucap singa prasojo tersenyum genit lantas mencium ujung rambut wanita ku begitu lama. Wajah wanita ku bersemu kian memerah seperti buah tomat ranum, membangkit kan gairah ku.


"Kita keluar sekarang aja Pah, jenuh di dalam kamar terus" Pinta nya kemudian masih dengan nada manja nya yang menggoda jiwa ku kian merana.


Singa prasojo kemudian mengambil kursi roda dan beranjak mengangkat tubuh Emila.


"Ngapain pake kursi roda ?, aku masih bisa jalan ko, berasa aku ini tekor aja" Gerutu nya kesal.


"Tubuh kamu masih lemah Mah, aku gak mau isteri sama anakku yang ada dalam perut mu ini kenpa-napa, nurut deh Mah, demi kebaikan bersama" Pinta suami nya lembut dengan seulas senyum menenang kan nya.


Dan akhir nya Emil pun diam menuruti keinginan suami nya, mengangkat tubuh nya mendudukan di kursi roda, meletakan botol infus di besi sebelah kiri samping roda yang tersedia dan membawa nya keluar kamar.


Aku menatap mereka hingga menghilang di balik pintu, ku tatap langit dari jendela kamar ku, menarik nafas dalam lalu ku hembus perlahan meresapi perasaan yang saat ini bergejolak di dalam jiwa ku.


--------------------------------------


Pagi readers maaf ya baru bisa update


dimohon kebijakan untuk menekan tombol like setelah membaca dan mohon pengertian nya untuk memberi vote


terimaksih untuk semua nya

__ADS_1


salam sayang selalu 😘😘


.


__ADS_2