Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 40


__ADS_3

Ibu duduk di samping ku menatap wajah sendu yang terpancar dari wajah ku.Nafas ku masih terasa sesak teringat bayang mimpi semalam, segala cerita pedih yang ku terima sejak tahun keempat pernikan kami tepat nya setelah Zarra lahir .


Mas Hardi yang mengingin kan anak laki - laki merasa sangat kecewa saat bayi kedua ku perempuan lagi, dan kekecewaan nya di tumpah kan kepada ku dari mulai menyindir dengan kata kasar , mengatai ku tak bisa mengerti harapan suami , tak mau patuh dengan nya , pembangkang dan sedikit saja aku melakukan kesalahan emosi nya akan memuncak setinggi langit, pun jika Dia melakukan kesalahan aku juga yang akan di salah kan oleh nya, kata Mas Hardi aku lah yang memicu Dia berbuat salah .


Kekerasan Mas Hardi kepada ku semakin menjadi semenjak Ayah ku meninggal dunia . Dia merasa tak ada lagi yang bisa menghalangi nya untuk menyiksa ku .


Suatu hari di akhir pekan Mas Hardi membawa perempuan yang lebih muda ke rumah kami dan mengenal kan sebagai calon isteri baru, Dia menekan aku agar mau menerima wanita itu sebagai madu ku.


" Silah kan Mas, kamu boleh menikah lagi kapan pun dengan wanita mana pun asal kau cerai kan aku dan kembali kan aku baik - baik pada keluarga ku, karena aku bukan penganut poligami dan aku tak mau di dua kan !" Pinta ku dengan nada serendah yang ku bisa.


" Kamu itu jadi isteri kapan mau nurut sama suami, aku hanya minta anak laki - laki dan kamu tak bisa memenuhi permintaan ku , apa salah nya kalau aku menikah lagi agar bisa mendapat kan dari wanita lain " Geram nya dengan nada tinggi.


" Aku bilang aku tidak melarang menikah lagi, aku juga tidak melarang kamu mendapat anak laki - laki dari wanita lain dengan satu syarat cerai kan aku dan anak - anak ku yang tak kau ingin kan biar aku rawat sendiri tanpa seorang Ayah ' Nada ku mulai meninggi menahan sesak dalam dada.


" Hai..., sudah pernah aku ingat kan ke kamu berulang kali, jangan pernah mengatakan kata cerai, aku tidak akan pernah mengabul kan permintaan mu itu sampai kapan pun ! " Hardik nya kasar menuding kening ku dengan jari telunjuk nya.


" Aku wanita biasa Mas, aku tidak bisa menerima kehadiran wanita lain dalam kehidupan rumah tangga ku, jika kau bersikeras menikah lagi lebih baik kau lepas aku saja, cerai kan aku baik - baik ! " Ku gigit bibir bawah ku menahan sekuat yang ku mampu agar tak ada airmata tertumpah, aku tak ingin terlihat lemah di depan nya.


" Kau ini...., benar...benar .. ya , kau ingin aku hancur kan..?, kau ingin meruntuh kan hidup ku .?!!, maka nya kamu selalu meminta cerai heeehhh ' Mas Hardi mengangkat dagu ku mencengkeram keras dengan tangan kanan nya , hingga aku merasa kesakitan., aku tetap berusaha bertahan untuk tidak menumpah kan airmata saat itu.


" Apa ada jaminan wanita lain yang kau nikahi akan melahir kan anak laki - laki .?, bagaimana jika wanita mu melahir kan anak perempuan lagi..?, kau akan mencari wanita lain untuk kau nikahi lagi begitu terus sampai kau dapat memiliki anak lelaki..?, begitu kah..?, bukan kah itu hanya alasan mu saja menikahi wanita lain untuk mendapat anak yang kau ingin kan, hanya sekedar alasan mu saja untuk menjadi petualang cinta..?, Semudah itu kau jatuh cinta semudah itu berbagi cinta seperti berbagi makanan saja,bodoh nya perempuan yang mau hanya di jadikan petualangan mu demi untuk mendapat anak laki - laki lantas menjadi perusak rumah tangga orang, menyakiti sesama kaum nya " Aku menekan kan suara ku hingga di dengar oleh perempuan yang di bawa oleh suami ku.


Mas Hardi mendesah kesal mendengar nya, Dia melempar pot bunga di bufet dekat nya, belum habis kemarahan nya , DVD yang ada di samping televisi diambil di lempar kan ke dinding hingga terbuka casing nya.

__ADS_1


Perempuan itu terlihat ketakutan melihat amukan Mas Hardi , Dia mendekati ku yang terdiam berdiri tanpa bergeming, bagi ku sudah biasa melihat suami ku membanting barang - barang di dalam rumah, itu kebiasaan buruk nya dari masih muda yang tak mau di rubah, karena Dia punya uang untuk membeli kembali barang yang sudah di rusak oleh nya, Wanita itu menggenggam tangan ku .


" Maaf kan saya Mbak Emil , saya yang salah berfkir bisa hidup enak dengan lelaki kaya walau tanpa cinta asal bisa memberi nya anak laki - laki.., Maaf sudah masuk dalam kehidupan kalian " Mata nya berkaca - kaca, memeluk ku yang tak bergeming lalu beranjak pergi keluar dari rumah .


" Santi...santi... tunggu ..Brengsek.." Mas Hardi menendang kursi di hadapan nya, berlalu mengejar perempuan nya.


Aku terduduk di lantai menumpah kan airmata yang sedari tadi ku tahan untuk tidak jatuh, ku tekuk lutut melingkar kan kedua tangan ku erat. Yu Inah datang mendekat bersimpuh di depan ku, mengelus bahu ku lembut .


" Sabar Bu.., Allah Maha kuasa Maha adil dan bijaksana.., pasrah kan sama yang di atas " Nasehat nya pelan .


Ibu Mas Hardi datang setelah beliau di telfon oleh Yu Atun babysister anak ku. Beliau memeluk ku erat, membelai kepala lembut.


" Sabar Nak, Bunda sama Ayah sudah bilang ke Hardi tak kan pernah menerima wanita lain sebagai menantu selain kamu..,Sabar ya Nak..., Dia hanya terbawa perasaan " Bunda memapah ku duduk di sofa ruang tengah.


Bunda meraih Zarra yang menangis terus dalam pelukan Yu Atun, menimag - nimang hingga tertidur . Zahwa terbangun dari tidur dan menghambur ke dalam pelukan ku.


" Mamah.. jangan ais..,. Kaka cayang Mamah " Di hapus nya airmata ku dengan tangan kecil halus nya, Ku raih tangan Zahwa kucium menahan rasa sesak dalam hati .


Ayah mertua ku datang menyeret putera nya di dudukan di hadapan kami, memberi kode pada Atun untuk membawa pergi Zahwa dari ruang keluarga.


" Kaka main di taman komplek yu.., mumpung adek Zarra bobok " Bujuk Atun lembut .


" Bawa cepeda..,.Zahwa mau genjot cepeda " Rengek nya yang di anggukan oleh babysister nya .

__ADS_1


" Hollee....holeee Kaka mau keliling taman..." Lonjak nya kegirangan lalu beranjak ke samping masuk garasi menaiki sepeda di tuntun oleh Yu Atun.


" Lihat anak mu...!!, kau tega menghancur kan kebahagiaan nya hanya untuk memenuhi ego mu..? " Geram Ayah Mas Hardi keras . Mas Hardi tertunduk diam menatap meja di depan.


" Apa yang kau mau Hardi !! , Jelas kan sekarang .." Ayah memukul meja di depan nya, Mas Hardi terlonjak menatap Ayah nya.


" Aki ingin punya anak laki - laki Yah, dan Dia tidak bisa memberi ku keturunan laki - laki.., apa salah jika aku mendapat kan nya dari yang lain..? " Nada Mas Hardi meninggi .


" Apa ada kepastian perempuan yang akan kau nikahi akan melahir kan anak lelaki..?" Tanya Bunda dengan nada tajam menghujam.


" Kenapa sih kalian sama aja , meragukan kemampuan ku mendapat anak lelaki dari wanita lain ." Gertak nya kesal.


" Terus kenapa kamu meragukan isteri mu mampu melahir kan anak laki - laki dari mu..?! " Tanya Bunda menatap tajam .


" Ya.. gimana aku gak meragu kan wong dua kali melahir kan juga dapet nya cewek terus "


Desah nya putus asa.


" Emil masih muda Har.., kalian masih punya banyak kesempatan untuk memiliki anak lagi dan berusaha untuk mendapat anak laki - laki, kenapa harus mencari dari wanita lain..?"


" Kamu sudah tidak mecintai Emila lagi...? " Selidik Ayah dengan tatapan lekat kepada nya. Mas Hardi menggeleg pelan.


" Atau kau sudah bosan dengan isteri mu hingga kamu. mencari wanita lain..?, kenapa kau tidak lepas kan Emila saja, kau cerai kan Emila biar Ayah cari kan lelaki yang lebih baik dari mu untuk melindungi menantu dan cucu. cucu Ayah ! " Gertak Ayah.

__ADS_1


Mas hardi mengangkat wajah menatap Ayah tajam dengan sorot penuh amarah, mendesah kesal lalu berdiri beranjak naiik ke atas masuk ke dalam kamar dan. mengunci nya dari dalam , Ayah berdiri berjalan menyusul Mas Hardi menggedor pintu kamar kami .


__ADS_2