Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 39


__ADS_3

Aku terbangun oleh tepukan lembut suami ku di kedua pipi .


" Mah...mah..., bangun ayo makan dulu, perut jangan sampai kosong ' Bisik nya lembut .


Ku picing kan mata , samar ku lihat senyum tulus terpancar di wajah yang terlihst lelah .


" Tolong ambil kan minum Mas, aku haus " Suara ku parau. Mas Hardi beranjak ke meja mengambil air mineral di botol di tuang ke dalam gelas dan di angsurkan kehadapan ku.


Mas Hardi membantu ku duduk untuk bisa minum tanpa tumpah.


"Makan Mah , tak suapin ya " Rayu nya.


" Mas belum makan juga kan " Tanya ku.


" Nunggu Mamah makan dulu ' Lirih nya.


" Makan berdua aja , Beli nasi buat papah dulu sana" Pinta ku.


" Sudah ini Papah beli sate kambing sama sop plus nasi juga " Mas Hardi menunjukan bungkusan kresek putih.


" Ko makan nya yang begituan sih Mas " Ku bulat kan mata dengan skspresi tak we suka.


" Memang kenapa..,?, Papah lagi butuh energi lebih buat jaga stamina " Ucap nya polos.


" Iihh yang ada bukan cuma stamina aja yang terjaga, paling tu junior juga ikutan membara "


Sungut ku .


" Hahahaaa..., jadi itu yang Mamah fikir kan dari tadi " Mas Hardi mengerling nakal.


Detik berikut nya Mas Hardi sudah siap menyuapi ku dengan makanan yang di beli .


" Mas itu jatah rumah sakit sayang kan kalau di buang terus , Mamah makan itu ,sate buat Mas aja " Pinta ku .


Mas Hardi menurut keinginan ku menyodor kan nampan berisi makanan dan buah pelengkap . Kali ini keinginan ku untuk makan sendiri tercapai, karena Mas Harrdi pun sedang menyantap makanan yang di beli nya.


Menjelang sore karyawan , rekan bisnis , kolega dan teman Mas Hardi datang mengunjungi ku . Suasana kamar ku


menjadi ramai petang hingga menjelang malam., hari ini baik keluarga ku maupun keluarga Mas Hardi tidak ada yang datang.

__ADS_1


Setelah semua tamu sudah pulang aku memutus kan untuk tidur lebih awal , tubuh ku terasa sangat lelah hari ini .


*******************************************


Tidur ku gelisah malam ini , berbagai bayang dan cerita bermunculan dalam mimpi ku, keringat mengucur deras meski Ac dalam ruang kamar perawatan dalam mode dingin.


Beberapa kali aku terbangun dari lelap hanya sasaat saja lalu kantuk membuat mata ku kembali terpejam .


Perlakuan menyakit kan yang pernah ku terima dari Mas Hardi kembali melintas dalam siluet otak ku, mencengkeram relung hati yang paling dalam. Segala ucapan kasar, intimidasi dan kekerasan yang pernah ku terima menekan jiwa ku, membelenggu asa dalam sukma dan raga ku kembali merasa kan sakit yang tak semesti nya terjadi jika naluri tak terkuasai oleh emosi .


Mas Hardi dan seorang dokter jaga berusaha membangunkan ku dari tidur yang melelah kan selepas subuh saat seorang perawat masuk untuk memeriksa suhu tubuh dan tensi darah ku seperti pagi biasanya kemudian di dapati nya , aku menggumam tak jelas berulangkali dengan suhu tubuh di atas 40°C , tubuh ku menggigil kedinginan dalam kondisi suhu panas tinggi membuat nya panik lalu menghubungi dokter yamg piket pagi itu.


" Mah bangun..., buka mata.. ,.sayaanngg.. " Bisik Mas Hardi berulang - ulang di telinga dengan mengusap keringat yang memenuhi kening ku .


Dokter meminta suster untuk memberiku paracetamol cair dalam botol ukuran lima ratus lima puluh cc yang di set untuk habis dalam waktu lima menit melalui selang infus agar suhu tubuh ku kembali normal .


Mata ku terbuka saat Ibu jari kaki ku di pencet keras oleh seorang perawat lelaki.


Ku edar kan pandangan ke sekitar ruangan,


Dokter menghampiri ku beridiri di samping kanan sementara Mas Hardi di sebelah nya tepat berada di bagian kepala ku .


Dokter menempelkan stetoslop di dada ku, mengambil termometer yang telah berbunyi klik tanda pindai suhu tubuh telah usai .


Jelas nya lembut tersenyum manis. Aku membalas penjelasn Dokter dengan senyum dan ucapan terimakasih.


" Suster tolong nanti sampai kan ke perawat shift berikut nya untuk tetap mantau kondisi pasien sampai Dokter Arif datang dan memberi perintah selanjut nya "


" Baik.. siap Dok " Jawab dua perawat serentak.


" Kami pamit Ibu.., selamat istirahat " Pamit Dokter ramah.


" Terimakasih Pak Dokter.., suster... " Ucap Mas Hardi tulus .


" Mah.. di makan dulu ya sarapan nya , Papah suapin " Mas Hardi meraih meja dorong khusus pasien mendekat kan ke arah ku .


" Aku mau makan sendiri Mas.. aku bukan anak kecil, aku bisa melakukan nya sendiri,


tolong jangan melakukan hal yang membuat aku bimbang " Jawab ku ketus.

__ADS_1


".Maksud Mamah apa.. ? " Tanya Mas Hardi bingung , membulat kan mata melihat perubahan sikap ku yang mendadak berbeda.


" Harus nya kamu sudah tahu tanpa perlu penjelasan " Nada ku lebih tinggi .


"Ya Rabb..., Mah.. ada apa sama kamu.. ? " Tanya Mas Hardi putus asa . Di tatap nya aku dengan sorot penuh tanya.


Aku memilih menghindari tatapan nya dengan menundukan wajah menatap makanan yang ada di depan ku dan pura - pura tak mendengar apa yang suami ku katakan.


Mas Hardi mendesah kesal , membuang nafas nya keras lalu menendang sofa kuat, bersamaan Dia akan memaki pintu kamar terbuka, Erza datang bersama Ibu dan Eksan.


" Assallammuallaikum.., Apa kabar hari ini cantik..? " Sapa Erza mendekat berdiri di samping ku, Di tatap nya wajah sendu dengan bulir airmata yang mulai menetes.


Mas Hardi memilih keluar ruangan . Dagu ku di angkat oleh Ibu di tatap nya penuh tanya.


" Kalian bertengkar lagi Nok..? , wualah baru juga sehari Ibu gak datang ko ada kejadian lagi ...!! " Ibu menghembus kan nafas kesal.


Erza mengambil sendok di tangan ku lalu menyuapi pelan , aku menahan isakan ku.


" Mbak sudah mandi ..?" Tanya Erza lembut.


Ku gelengkan kepala pelan.


" Ibu bantu mandi Nok ! " Ibu menawar kan diri, seorang perawat masuk memantau suhu tubuh ku.


" 37.9°C,.. Sudah agak menurun namun masih belum normal. Ibu Emil sementara jangan mandi dulu , kalau merasa lengket di lap aja pake air hangat, jangan lupa itu Pamol di minum ya bu,..?" Perawat itu tersenyum manis , ku balas dengan anggukan kepala dengan senyum ramah.


" Maaf Suster .. , apa tadi terjadi sesuatu..? "


Ibu memandang suster dengam sorot meminta penjelasan.


" Emmm .., begini Bu, menurut teman suster shift malam tadi selepas subuh saat Dia masuk ruangan untuk mengecek kondisi pasien , Ibu Emil tidur dalam keadaan mengigau bergumam meracau, dari hasil pemeriksaan termometer suhu berada di 40°c , tubuh nya menggigil , tapi sudah di atasi oleh Dokter Fandy " Jelas nya panjang lebar.


" Suami nya kemana Sus..?" Tanya Erza.


" Ada pak , hanya saja waktu petugas masuk Pak Hardi sedang solat subuh , baru tahu komdisi Bu Emil setelah mendengar suster memencet tombol darurat " Jelas nya lagj .


" Oh..ya terimakasih penjelasan nya sus " Ibu tersenyum ramah pada suster


* Sama.- sama Ibu,.maaf obat Ibu Emil jangan lupa di minum, saya pamit ' Jawab suster.

__ADS_1


" Baik Sus " Jawab Erza.


Suster keluar ruangan, sekilas dari pintu ku lihat Mas Hardi duduk di sofa ruang tunggu pasien dekat ruang perawatan sibuk memain kan ponsel Androud nya.


__ADS_2