Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 53


__ADS_3

Siang ini aku mengikuti ajakan makan siang dari perusahaan Mas Hardi di sebuah resto mewah dekat perbatasan kota kabupaten, Resto dengan pemandangan alam pegunung an nan hijau, kolam ikan koi besar yang terawat dan tertata apik, kami menempati gazebo di tengah - tengah kolam ikan .


Aku di dampingi Nadia asisten ku dan Lukman manager pelayanan. Mas Hardi menyambut kami sangat ramah di dampingi Andi asisten nya dan nurma sekertaris Andi.


" Selamat siang Ibu Emila apa kabar " Mas Hardi menjabat tangan ku erat lalu mencium punggung tangan ku, aku berusaha menarik tangan ku dari genggaman nya, tersenyum dengan sorot sedikit marah, Andi dan Nurma tersenyum simpul melihat perilaku bos mereka, sementara Lukman dan Nadia menatap dengan raut bingung .


" Silah kan Bu Emil .. " Andi membawa rombongan kami ke gazebo lumayan luas dengan hamparan karpet bersih.


Mas Hardi duduk di hadapan ku masih dengan tatapan sendu tak lepas dari ku hingga aku merasa risih karena kedua bawahan ku yang menatap kami seakan ingin jawaban atas perlakuan nya kepada ku .


Hidangan seafood makanan favorit ku tertata rapi di meja panjang di hadapan kami, Mas Hardi seperti nya sengaja memilih menu makanan kesukaan ku .


" Kerang goreng asam manis di sini rasa nya istimewa Bu Emil " Ucap Mas Hardi sembari melepas beberapa kerang dari cangkang nya lalu meletak kan di atas piring ku .


" Terimakasih " Jawab ku singkat sembari tersenyum kecut melihat tatapan Lukman dan Nadia .


Usai kami tanda tangani kerjasama , Andi , Nurma , Nadia dan Lukman kembali ke kantor. mobil ku di bawa oleh Lukman .


" Sejak kapan perusahaan mu berubah nama " Tanya ku datar .


" Hemm itu anak perusahaan sayang , itu perusahaan Daffa di bawah milik mu sebagai Ibu nya karena Daffa belum dewasa untuk saat ini Andi yang mengelola " Jawab nya lembut menatap ku nakal .


" Mah.., kangen..! , Kamu benar - benar sudah tak bisa menerima ku lagi..,?, tolong beritahu apa yang harus aku lakukan untuk kembali meraih hati mu " Mas Hardi meremas tangan ku lembut memain kan dengan jemari nya.


Deg...deg...deg.. !!!


Jantung ku berdetak tak menentu, ku alih kan pandangan ke pinggir gazebo menatap ikan ikan yang berenang kian kemari , aku berdiri bersandar pada tiang yang terbuat dari bambu apus lumayan besar . Mas Hardi berdiri di samping ku, di genggam nya tangan ku menyalurkan kehangatan tangan nya.


" Tolong jaga sikap Mas, ini di negeri orang mereka tidak tahu siapa kita " Pinta ku .


" Kenapa...,?, kamu takut orang - orang tahu kalau kau itu isteri ku..?, atau ada seseorang di kota ini yang ingin kau jaga hati nya.,? " Selidik nya dengan pancaran kecemburuan tergambar jelas di mata nya .


" Jangan sama kan aku dengan mu yang terlalu mudah tergoda ! " Hardik ku kesal .


" Kalau tidak ada lelaki lain kenapa kau terlihat gelisah berada di samping ku ,suami mu sendiri ?!" Tanya nya masih dengan nada penuh tekanan .


' Karena mereka belum tahu siapa kita "

__ADS_1


Balas ku ketus .


" Kalau begitu kenapa tidak kita umum kan saja status kita yang sesungguh nya ke mereka yang mengenal mu di kota ini ? "


Pinta nya. tanpa rasa bersalah .


" Bukan kah kitaa dalam proses cerai ?! ". Balas ku dan ku tatap wajah yang terlihat kusut di hadapan ku , sedikit terlihat lebih tua dari beberapa bulan yang lalu sebelum Dia pergi tanpa kabar.


Sekilas video yang Susi kirim kan melintas di ingatan ku, sesak memenuhi dada , perih menyergap menusuk relung kalbu, fikiran kotor berbisik nakal dalam hati. Entah apa yang telah mereka perbuat selama aku terbaring sakit hingga aku diambil keluarga ku untuk memulih kan kondisi fisik ku .


" Aku menolak gugatan cerai mu , sampai kapan pun aku tak kan pernah melepas ikatan diantara kita " Bisik nya di telinga ku menghembus kan uap panas dari hidung nya.


Aku bergidig hingga bahu ku terangkat .


" Kau fikir aku masih bisa menerima mu setelah semua yang kau lakukan terhadap hidup ku..?, lihat kaki ku yang tak lagi bisa berjalan tegak seperti dulu, pinggang yang masih sering terasa nyeri tak tertahan kan apalagi saat tamu bulanan ku datang..., bisa kah kau mengembalikan nya seperti semula ? " Ku hujam kan pandangan ku tajam ke arah mata nya, ku papar kan luka yang menghantui hari - hari ku di sepanjang sisa usia ku .


Mas Hardi terksiap berusaha merengkuh tubuh ku, aku tepis tangan nya dan bergeser sedikit menjauhi nya.


" Belum lagi apa yang kau lakukan dengan pengasuh putera mu di saat aku sedang memulih kan diri kau jauh kan aku dari akses anak - anak ku dan dengan sengaja kau kirim kan vidoe kemesraan kalian untuk meruntuh kan hati ku " Airmata bergulir melintas tanpa permisi di pipi ku .


" Sejak kapan kamu berada di kota ini ? " Tanya ku penuh selidik .


" Sejak Mamah berada di sini , proyek ini aku dapat sebulan sebelum Mamah di rumah sakit, aku buka kantor di sini seminggu setelah proyek deal ku terima, Mamah ingat kan aku pernah meminta Mamah menanda tangani beberapa berkas ?, itu berkas pengajuan anak perusahaan ini Mah " Ucap nya lembut .


" Kenapa baru sekarang kau temui aku, padahal pengajuan kerjasama sudah kalian lakukan beberapa waktu lalu " Tanya ku datar .


" Aku baru punya nyali menemui mu Mah , setelah Bunda mendesak ku ketika terima surat gugatan dari Pengadilan Agama, tahu kamu Mah aku sampai di lempar kursi rotan oleh Ayah karena di anggap lamban meraih hati mu lagi " Balas nya dengan nada getir .


" Ogh jadi kalau tidak di desak Bunda dan tidak di lempar kursi rotan oleh Ayah kau tidak akan pernah menemui ku..? , Dari dulu kamu mendekati ku dan menikah dengan ku cuma karena bakti mu pada orangtua mu kan ..?! "


Selidik ku menahan pedih yang menyelinap.


" Demi Tuhan Mah.., Aku tulus mencintai mu bahkan dari awal baru melihat foto mu saja aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, kamu wanita ku yang pertama dan terakhir , harus bagaimana lagi aku bukti kan perasaan ku kepada mu. ?! " Suara nya putus asa menatap ke dalam manik mata ku .


" Kamu tidak tahu seberapa putus asa nya aku setiap kali menatap mu dari jauh , melihat tawa ceria mu bersama karyawan bawahan mu saja rasa nya hati ku bahagia, setiap ku lihat kau tersenyum pada nasabah lelaki hati mau meledak di buat nya tapi aku mencoba menekan nya sekuat hati . Saat lelaki lain menatap mu dengan sorot kagum apalagi penuh hasrat ingin rasa nya ku dekati mereka dan ku teriaki mereka .. Heiii Emila miliku.., aku pemilik seutuh nya, hanya aku yang berhak menatap nya seperti itu " Nada Mas Hardi sedikit meninggi , membuat karyawan resto yang mendengar melirik ke arah kami .


Ku lihat arloji di pergelangan tangan ku.

__ADS_1


" Maaf aku sudah terlalu lama di sini aku harus kembali ke kantor " Pinta ku sembari melangkah keluar dari gazebo menuju parkiran mobil , aku hendak menelfon Lukman, Mas Hardi menarik tangan ku membuka pintu mobil nya dan meminta ku duduk di jok depan di samping kemudi.


" Aku antar kamu Mah , tolong jangan menolak " Pinta nya lembut .


Ku ikuti permintaan nya, duduk di samping nya , Mas Hardi melajukan mobil pelan.


Di dalam mobil Mas Hardi menghubungi Bunda melalui vidcall , mengarah kan layar ponsel nya ke arah ku. Bunda menyapa ku menatap penuh kerinduan lalu memanggil Daffa memangku nya mengajak kami berbicara lewat video .


" Ciieee... Mamah cama Papah pacalan beldua.., jahat ya uti masa Adek gak di ajak "


Rengek nya manja, aku menangis terharu melihat putera ku, meski hampir setiap hari kami vidcall tapi melihat nya menggoda ku menyeruak kan kangen tak terkira.


" Iya nanti Uti anterin Adek ke tempat Mamah sama Papah " Janji Bunda sembari mencium ujung rambut Daffa .


" Benelan uti..?, holeee.... acik ..acik..acik, Adek mau bobo cama Mamah cama Papah "


Daffa menari - nari di hadapan Bunda, Airmata ku kembali luruh melihat tingkah nya.


Mas Hardi menatap ku mengulum seulas senyum bahagia .


Dua puluh menit kemudian kami tiba di tempat tujuan. Mas Hardi turun lalu bergegas membuka kan pintu untuk ku .


" Terima. kasih " Ucap ku berusaha bersikap formal di hadapan karyawan karyawati kantor yang menatap kami dengan berbisik bisik entah apa yang mereka bicara kan .


*********************


Hai hai hai...apa.kabar readers ..


terimakasih untuk kesempatan waktu membaca karya ku hingga saat ini


Jangan lupa tinggal kan jejak like, bintang komen dan vote nya🙏🙏


Iiiiihhhhh.. author rakus amat..


Boleh kan author rakus 😀😀😀


Happy fun reading !!!

__ADS_1


__ADS_2