Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 118


__ADS_3

* Tuhan jangan ambil nyawa nya lebih dulu , beri aku waktu dan kesempatan untuk menyatakan perasaan yang membuncah dalam hati ini * Do'a lelaki itu dalam hati .


Tiba - tiba mata nya melihat ada pergerakan dari dalam ruangan yang diamati nya sedari tadi , seorang berbaju putih masuk dengan manager rumah sakit , memberikan selembar kertas seperti hasil laboratorium , Dia menzoom kamera dan memperjelas suara .


" Maaf Tuan Handoko hasil tes darah dan muntahan makanan Nona Emil telah keluar, darii hasil uji laborat ada yang sengaja memberi racun arsenik ke dalam makanan yang Nyonya komsumsi , beruntung nya antibody Nyonya menolak hingga memuntah kan seluruh isi , tapi masih ada sekian nol persen arsenik dalam alirah darah Nyonya, untuk itu kami minta izin untuk mencuci darah Nyonya membersihkan dari sisa racun "


Jelas Dokter panjang lebar .


Wajah Pak Handoko dan Hardi menegang seketika, tangan mereka mengepal keras .


" Andreas selidiki siapa yang berani main - main memberi racun menantu ku " Geram Tuan Handoko dengan wajah merah padam.


Kapten Andreas segera beranjak pergi menghubungi salah satu anak buah nya untuk menyelidiki kemungkinan pengkhianat di dalam rumah Tuan Handoko


" Boleh tahu apa saja makanan yang kemarin Nyonya Emil komsumsi ? " Selidik Dokter .


" Singkong keju , asinan bogor dan kacang mete , aku pikir bukan dari singkong keju karena adik dan anak - anak ku ikut memakan begitu juga ibu mertua ku , mereka baik - baik saja..., apa mungkin Asinan bogor ..? "


Gumam Hardi berspekulasi .


" Jika masih ada sisa izin kan kami memerikss nya di laborat " Pinta sang Dokter.


" Baik akan saya perintah kan orang rumah membawa nya " Balas Pak Handoko . lalu memgambil Hp nya dan menekan nomor rumah meminta seseorang membawa kan makanan yang kemarin di beli isteri nya .


" Untuk sementara ini lebih berhati - hati dalam makanan Bun, usaha kan Bunda memasak dan menyajikan sendiri makanan untuk keluarga kita " Perintah Pak Handoko pelan kepada isteri nya .


" Baik Yah , Bunda akan menyiap kan menu makanan untuk keluarga sendiri dan untuk susu Adek Bunda akan membuat kan dan menyimpan sendiri ." Balas Bunda meyakin kan suami nya agar tidak terlalu cemas .


Lelaki itu mendengar kan setiap percakapan dari dalam ruang rawat inap melalui alat komunikasi khusus yang terpasang di telinga nya dan tak nampak dari luar karena terpasang agak masuk ke dalam telinga .


* Shit.., Sendy jika tebakan ku benar kau yang membayar orang memberi arsenik ke dalam makanan kekasih hati ku , bersiap lah kau untuk merasakan kesakitan yang melebihi dari nya rasakan saat ini , akan aku suntikan bisa tarantula setetes demi setetes hingga bernafas pun kau harus menjerit "


Geram nya dalam hati .


Lelaki itu mengambil Hp nya menghubungi seseorang lewat sambungan telefon . Beberapa detik kemudian hubungan tersambung .


" Hallo Bang.., ada hal penting kah kau telefon aku berulang kali.. ?! " Suara dari sebrang sambungan .


" Danielo aku minta kau retas kediaman Prasojo , adakah orang Sendy di sana "


Perintah nya dengan nada pelan karena tak ingin di dengar orang lain .


" Baik Bang , bagaimana kondisi si manis pujaan mu " Tanya suara di sebrang .


" Dia koma karena makanan yang terkontaminasi racun arsenik , feling ku menuju ke arah Sendy , Dia masih punya dendam dengan Singa Prasojo karena adik nya di jebloskan ke penjara setelah menculik Singa Prasojo " Jelas nya lebih pelan setengah berbisik .


" Hahahahaaaa... Cinta di tolak racun bertindak , bodoh sukma itu coba Dia merayu ku sudah pasti aku akan senang hati menikmati tubuh sintal nya " Seloroh suara di sebrang sambungan telefon tertawa terkekeh.


" Shiiitt...! Kau tu domba di beri bedak pun kau lahap jua " Balas lelaki itu tertawa geli .


" Aku tu realistis Abang ! , hidup hanya sekali di dunia buat apa kau bikin susah , mengejar cinta isteri orang pula . Ha !! Macam dunia ini wanita hanya ada Dia saja , Bang Nio ..! Bang Nio.!! Ayolah si cut tu pun rancak untuk kau miliki " Suara di sebrang menasehati .

__ADS_1


" Diam Kau Elo ! , kau kerjakan saja apa yang aku pinta tadi " Hardik nya menahan kesal .


" Aasssiiaapp komandan ! " Suara di seberang lantang , sedetik kemudian sambungan terputus .


--------------------------------;-


" Maaf Tuan Handoko jika diizinkan saya akan melakukan proses hermodialisis atau pencucian darah plus transfusi darah untuk mengganti darah yang terkontaminasi racun dan terapi khelasi untuk mengeluar kan logam berat dalam tubuh Nyonya untuk mempercepat proses pemulihan kondisi Nyoya Emil " Jelas Dokter pelan berharap cemas .


" Lakukan apa pun yang terbaik untuk isteri ku agar bisa terbangun dari tidur panjang nya "


Perintah Hardi putus asa dalam wajah lelah .


" Maaf Tuan Handoko kami membutuh kan darah AB resus negatif sesuai dengan darah Nyonya , Stok di PMI dan rumah sakit kosong " Jelas Dokter ragu .


" Berapa kantong yang kalian butuh kan "


Tanya Tuan Handoko tegas .


" Tiga kantong atau setara dengan 700 sampai 800 cc " Jelas nya lagi .


" Eksan memilki darah yang sama dengan Emil hanya mereka berdua yang memiliki darah sejenis dengan Ayah nya ." Gumam Ibu dengan raut cemas .


" Perintah kan orang untuk menjemput Eksan secepat nya " Perintah Pak Handoko di sambungan telefon kepada Kapten Andreas .


" Siap Tuan ,biar saya sendiri yang akan menjemput " Balas Kapten Andreas .


" Kita membutuhfoto by kan setidak nya tiga pendonor Tuan " Jelas Dokter lagi .


" Lebih cepat lebih baik , sisa waktu hanya tinggal delapan jam " Jelas Dokter menunduk dengan raut ketakutan .


" Shiiiitt...!!! Siapa pun kalian yang telah memberi racun ke isteri ku jika ku temui kau habis lah ku cincang nanti " Geram Hardi manahan amarah memuncak . Dokter semakin menunduk ketakutan .


" Maaf Tuan ada seorang lelaki dan seorang wanita yang menawar kan diri untuk menjadi pendonor , jika diizin kan kami akan melakukan uji kebersihan darah "


Ucap manager rumah sakit yang sempat keluar karena mendapat telefon dari kepala laboratorium .


" Siapa kah mereka , tolong bawa kemari dulu " Pinta Pak Handoko dengan wajah berbinar. .


" Baik Tuan saya akan meminta mereka untuk kemari " Jawab Manager lalu melangkah keluar .


Beberapa menit kemudian manager masuk dengan seorang wanita berwajah indo sebaya dengan Ibu nya Emil mengenakan kacamata hitam , topi dan masker menutupi wajah nya .


" Selamat siang Mister Prasojo , Are you remember me ..?! How are you ! Lama kita tak jumpa kau masih tampan meski tak lagi muda " Sapa wanita tersebut membuka masker dan kaca mata yang menghalangi wajah cantik nya .


Tuan Handoko terkesiap , mata nya membulat.


" Helena...?! , aku masih mengenal suara dan wajah mu dengan jelas, kabar ku Alhamdullillah baik , terimakasih kau mau mengulur kan tangan untuk menantu ku " Balas Tuan Handoko datar dengan seulas senyum ramah.


" Aku pernah bilang kan suatu saat aku akan membalas hutang ku kepada kalian , aku kemari setelah membaca berita menantu Prasojo yang dari hasil penyelidikan ku ternyata puteri Hasan Al kaff terbaring koma di rumah sakit, kebetulan aku sedang ada kunjungan di keraton Solo mengikuti my husband , aku meminta izin ke sini saat ada kabar kalian membutuh kan golongan darah yang ku miliki , Dunia ini sempit sekali tak ku duga puteri kekasih hati ku di masa lalu bergolongan darah sama dengan ku " Jelas wanita baya yang masih cantik dan elegan tersebut .


Ibu nya Emil terkesiap mendengar cerita wanita tersebut , Dia berdiri dari tempat duduk nya dan menatap tajam ke arah wanita indo di hadapan besan nya dengan wajah tak dapat di pahami .

__ADS_1


" Ah.. , aku lupa Helen kenal kan ini Nyonya Almarhum Hasan Ibu dari menantu ku "


Ucap Pak Handoko mengenal kan besan nya kepada wanita bule di masa lalu nya .


Wanita itu beralih menatap ke arah Bu Winarti dengan menyipit kan mata nya , lalu tersenyum ramah, mengulurkan tangan .


" Apa kabar Nyonya Hasan ,senang bertemu Anda dan puteri Anda yang sangat cantik "


Sapa nya lembut .


" Alhamdullillah kabar ku seperti yang Anda lihat , terimakasih rela memberi darah untuk puteri ku " Balas Bu Narti datar .


" Ah maaf aku yang seharus nya berucap terimakasih , Anda memberi ku kesempatan menyatukan darah kami, aku sangat berharap bisa bersanding dengan Hasan , tapi Tuhan tidak merestui dan aku masih menyimpan nya di dalam hati ku , raga nya tak dapat ku miliki biar lah darah ku yang menyatu dengan anak nya " Jelas nya santai tanpa perduli dengan raut kesal dalam wajah Bu Narti .


" Maaf saya tidak mengetahui hubungan Anda dengan bapak anak - anak ku , Mas Hasan tipe orang yang tak suka melihat ke belakang, Dia lebih senang menatap masa depan , selama tiga puluh tahun menikah Beliau tak pernah mencerita kan wanita yang dekat dengan nya sebelum menikahi ku , Mas Hasan lelaki yang romantis dan penyayang , itu yang membuat ku kuat Dia tinggal kan untuk menghadap Tuhan - Nya " Balas Bu Narti dengan wajah berbinar saat mencerita kan suami nya


" Anda wanita yang sangat beruntung Nyonya, seharus nya aku yang bersanding dengan nya " Ucap Helena berusaha melemah kan hati Bu Narti .


" Manusia boleh berencana tapi Tuhan lah penentu segala nya Nyonya , hormatilah suami ku yang telah terbaring di alam nya , tak pantas seorang wanita membuka aib masa lalu nya sendiri ." Balas Bu Narti dengan bijak tak terpengaruh oleh hujatan wanita di hadapan nya .


" Nyonya Helena maaf kami harus memeriksa kesehatan Anda untuk memastikan layak tidak nya Anda menjadi pendonor " Ucap manager rumah sakit , membawa wanita itu keluar dari ruang perawatan .


Hardi yang sedari tadi menatap Ibu mertua nya terlihat iba melihat butiran kristal bening mengalir di wajah mertua nya .


" Bu maaf kan Hardi, seharus nya Ibu tak perlu mengetahui wanita di masa lalu Ayah seandai nya aku bisa jaga isteri ku " Ucap Hardi dengan raut sesal .


Ibu menggeleng kan kepala tersenyum ramah, mengusap air mata yang menetes di wajah nya, meraih tangan Emil den mencium pipi nya lembut .


* Kau tetap puteri tercantikku, anak dari lelaki pujaan hati ku yang Tuhan kirim kan menjadi imam ku selama puluhan tahun, betapa pun ada darah lain mengalir di tubuh mu nanti *


Bisik Ibu lembut di telinga puteri nya .


*


*


*


*


**** **Bersambung..


-----------------------------


Hai readers masih ada yang pengin lanjut gak cerita nya.. ?!


Jangan lupa tekan tombol like setelah membaca ya dan jangan pelit kasih vote.


Terimakasih tuk yang membantu share


Terimakasih untuk yg kasih rate โญ5

__ADS_1


Salam sayang selalu๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“**.


__ADS_2