Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 90


__ADS_3

Jam tiga sore kami baru pulang ke rumah, anak - anak tertidur lelap di mobil kelelahan .


Sampai di rumah mereka masih terlelap dalam buaian mimpi, Ayah menyambut kami menggendong Zahwa, Eksan menggendong Zarra dan Bik Ratmi membawa Daffa menidur kan mereka di bed ruang tengah .


Mas Hardi menarik ku naik ke atas masuk ke dalam kamar kami, saat aku akan berganti pakaian Mas Hardi menarik ku .


" Gak usah ganti baju , sesekali di rumah pake gamis cantik jangan hanya cantik saat mau keluar saja ! " Pinta nya memaksa.


" Tapi panas pake ginian di rumah " Jelas ku.


" Di dalam kamar kan dingin Mah ber Ac "


Balas nya lagi .


" Duduk sini Mah ! " Mas Hardi menepuk sofa di samping nya , aku menguap menahan kantuk kelelahan seharian menjaga anak - anak .


" Mamah ngantuk Pah pengin tidur sebentar saja " Pinta ku dengan mulut terus menguap.


" Ya udah kita tidur dulu , tapi Mamah gak boleh ganti gamis nya " Perintah nya .


" Gamis nya bau amis Pah, kena air kolam sama ikan yang tadi di dapat anak - anak , bau keringat juga , gak nyaman di pake lagi "


Jelas ku meminta pengertian.


Mas Hardi mendekat mengendus gamis ku.


" Ya sudah kalau Mamah merasa gak nyaman ganti aja " Akhir nya Dia menyerah .


Mas Hardi beranjak ke lemari mengambil kaos oblong milik nya plus celana pendek di atas lutut milik nya .


" Mamah pake baju Papah aja " Pinta nya .


Aku mengerut kan kening gak mengerti maksud nya .


" Kan kemarin pas Papah gak ada juga Mamah suka pake baju Papah , kalau sekarang make lagi gak masalah kan ?! "


Ucap nya sembari tersenyum usil.


" Iya kan Mamah kemarin pake baju nya Papah karena kangen, nah sekarang Papah nya ada di sisi masa Mamah pake baju Papah lagi sih " Ucap ku tak mengerti .


" Kita tukeran kaos Mah, aku mau pake kaos kamu yang ini " Mas Hardi mengambil kaos oblong warna maroon milik ku .


" Emang muat di kamu Pah ?! " Ku bulat kan mata meyakinkan .


" Muat cuma ketat di badan " Balas nya .


" Terus habis itu di pake Mamah kedodoran mulur " Gerutu ku .


" Ihh.. Mah pelit banget sih tukeran kaos aja gak mau " Wajah Mas Hardi di buat mayun.


" Udah ah Pah ! ngantuk banget gak tahan ! "


Balas ku menata bantal lalu membaringkan diri di atas pembaringan.


Mas Hardi menyusul tidur di samping ku hanya mengenakan boxer . Memeluku erat membenam kan wajah ku ke dalam dada bidang nya .


*****************


Menjelang maghrib aku baru terbangun , ku dengar suara Erza bermain dengan anak - anak ku di teras rumah sebrang . Aku turun dari tempat tidur berjalan menuju balkon.


Matahari telah beranjak menuju ke peraduan nya meninggal kan semburat oranye di wajah bumi nan elok .


Aku berdiri bersandar pagar balkon melihat ketiga anak ku yang sedang melepas rindu pada om mereka setelah hampir dua hari tak bertemu , bermain bola di teras rumah yang tak seberapa luas namun cukup untuk mereka melepas rindu .

__ADS_1


Erza mlihat ke atas ke arah ku , tersenyum melambai kan tangan nya .


" Sini turun main bareng anak - anak , jangan mendekam di kamar terus Mbak ! nanti badan mu melar ! " Goda Erza dari bawah.


" Mamah tulun cini main bola " Pinta Daffa.


" Udah sore Dek ! bentar lagi mau adzan magrib , Adek sudah mandi belum ?! "


Tanya ku sedikit mengeras kan suara .


" Cudah Mah cama Akung mandi nya " Jawab Daffa dengan logat cadel nya yang lucu.


Aku acung kan kedua ibu jari ku ke arah nya .


" Berisik banget sih Mah ! Ada apa lagi ?! "


Tanya Mas Hardi keluar dari kamar memeluk ku dari belakang.


" Ogh..., suami kedua mu sudah pulang rupa nya " Mas Hardi menyindir dengan suara parau lalu mengerat kan pelukan nya saat melihat Erza memandangi kami dari bawah.


" Mas kamu tuh ngomong apa sih ?!, Dia adik kandung ku juga ! Jaga omongan kenapa !, jangan sampai di dengar Ibu, nanti dikira kamu gak waras cemburu sama adik ipar ! "


Ucap ku menahan emosi namun ada rasa miris juga mengingat penyakit sister kompleks yang sedang di alami Erza dan baru ku ketahui pagi tadi .


Erza tak memperdulikan tingkah Mas Hardi Dia masih semangat bermain dengan ketiga keponakan nya dan Eksan juga .


Aku melepas.pelukan Mas Hardi dan berjalan masuk ke dalam kamar menuju kamar mandi.


Mas Hardi mengikuti ku hingga ke dalam kamar mandi .


" Ngapain kamu Mas ?! " Tanya ku .


" Mandi bareng " Ucap nya manja dengan wajah khas kekanakan nya .


" Sana mandi di rumah sebrang aja berdua sama adik rasa pacar mu itu " Hardik nya kesal sembari melempar handuk ke wajah ku.


" Kamu apa - apa' an sih Pah ?! , cemburu gak pake aturan gitu " Sungut ku kesal , bersiap untuk turun ke bawah. Mas Hardi mencekal tangan ku .


" Berani mandi di luar kamar ini aku setubuhi kamu di depan adik mu itu ! " Ancam Mas Hardi dengan wajah merah padam menahan amarah .


" Kamu kenapa sih Pah ?! .." Belum sempat aku melanjut kan perkataan ku Mas Hardi membungkam mulut ku dengan ciuman ganas nya .


" Aku tak ingin kamu di miliki orang lain selain aku... Ingat itu, Siapa pun mereka yang memandang mu dengan binar cinta akan aku tunjukan kekuasaan ku terhadap mu di depan mereka ! Biar mata mereka terbuka akulah pemilik sejati mu " Nada suara Mas Hardi penuh tekanan.


" Oooo ... jadi itu alasan kamu mencium aku di pondok pemancingan tadi ?? , karena ada Satrio di sana ?? ! " Suara ku sesak menahan rasa kesal teramat sangat .


Mas Hardi menyeringai kesal , mengelus - elus bahu ku penuh hasrat .


" Kalau kamu sudah tahu sekarang jangan pernah membuat aku kesal dengan membiar kan orang yang menginginkan mu berada di dekat mu ! Aku bisa sangat nekad saat frustasi !!! " Desah nya kasar .


Aku terpaku tak percaya dengan yang di ucap kan oleh suami ku , bulu kuduk ku berdiri , merinding sedikit ketakutan menyelimuti hati.


* Kambuh lagi jiwa setengah pischo dalam diri Mas Hardi , ku kira telah sembuh seutuh nya * Bathin ku ngeri . Aku terduduk di atas sofa dalam kamar , suara adzan maghrib berkumandang lantang dari pengeras suara di masjid seratus meteran dari rumah .


" Mah...! Kamu kenapa..?! Wajah mu pucat sekali kamu sakit..?! Gak usah mandi dulu kalau sakit " Mas Hardi duduk berjongkok di hadapan ku, raut khawatir tergambar di wajah nya, tangan nya meremas tangan ku .


" Tangan Mamah dingin sekali , aku ambil minyak kayu putih dulu " Mas Hardi beranjak ke meja televisi membuka laci mengambil minyak lalu menggosokan minyak ke telapak tangan ku .


" Kamu kelelahan seharian ngurus anak, besok lagi kalau jalan - jalan kita bawa pengasuh, nanti aku cary pengasuh lagi buat Daffa dan Zarra " Ucap nya lagi .


Aku masih terdiam , ku pejam kan mata, bayang kisah kelam masa lalu itu terekam lagi bagai putaran video di otak ku .


Mas Hardi mengangkat tubuh ku di baring kan di atas tempat tidur .

__ADS_1


" Papah kerokin ya Mah, barangkali Mamah masuk angin " Mas Hardi beranjak mengambil koin yang biasa di gunakan untuk mengerik tubuh .


" Buka dulu kaos nya Mah " Perintah nya dan sesaat kemudian Dia mulai mengerik badan ku dengan koin logam yang di laburi minyak pijat dan urut .


" Sakit Mah..?! " Mas Hardi memastikan .


" Sedikit " Jawab ku pelan .


" Merah banget kelamaan main di air jadi masuk angin " Usai seluruh tubuh ku di kerok Dia memijat nya lembut, hingga badan ku terasa hangat dan rileks .


" Mamah gak usah mandi, pake minyak kayu putih aroma sereh aja biar bau nya wangi seperti bayi " Mas Hardi membersih kan tubuh ku dari sisa - sisa minyak urut dengan waslap lalu melumuri tubuh ku dengan minyak kayu putih .


" ganti piyama lengan panjang aja ya Mah ! Biar tubuh Mamah tetap hangat " Perintah nya lagi , lalu di ambil nya setelan piyama lengan panjang dengan celana panjang berbahan batik .


" Mamah istirahat dulu , Papah ke luar dulu cari bubur ayam sama minuman jahe buat Mamah "


" Aku belum solat Pah ! Tadi sudah kelewat ashar masa maghrib mau dilewati juga "


Pinta ku .


" Mamah sedang sakit gak usah solat dulu "


" Cuma masuk angin aja ko suruh ninggalin solat, dosa Pah ! Solat itu wajib yang mesti nya gak boleh di tinggalin, Mamah mau ambil wudhu dulu " Aku beranjak turun masuk ke kamar mandi mengambil air wudhu.


" Papah keluar bentar Mah ! Habis solat tiduran aja , gak usah turun ke bawah ! "


Perintah nya setengah teriak . Lalu terdengar suara pintu terkunci dari luar.


* Dia mengunci ku di dalam kamar..? lagi lagi seperti ini * Bathin ku kesal .


Dalam sujud aku ungkap kan rasa takut yang menyelimuti hati ku pada Tuhan ku , memohon kebaikan dan kesembuhan untuk suami dan adik ku, lelaki - lelaki di sekitar ku yang menyayangi ku dengan cara yang salah kaprah bener ora lumrah .


' Beri hamba petunjuk untuk membantu mereka menyembuh kan diri dari obsesi mereka terhadap ku Ya Rabb pemilik jiwa dan raga ku ' Do' a ku dalam diam .


Beberapa saat kemudian ku dengar suara mobil Mas Hardi memasuki gerbang rumah sebrang .


" Beli apa kamu Nak ?! " Tanya Bunda yang berpapasan dengan nya di teras .


" Bubur ayam sama sekoteng buat menghangatkan tubuh Emil " Balas Mas Hardi.


" Emil sakit Har ..?! " Suara Bunda cemas .


" Masuk angin Bun ! Sudah aku kerokin tadi "


Balas Mas Hardi lagi .


" Aku naik ke atas dulu Bun " Pamit Mas Hardi. Aku segera membaring kan tubuh ku di atas tempat tidur tak ingin di protes oleh nya jika terlihat aku masih tersungkur di lantai .


--------------------


**Terimakasih reader untuk kesetiaan membaca karya ku


jangan lupa kasih like dan komen


Alhamdulillah kalau ada yang kasih vote


mampir juga di karya ku


SENANDUNG RINDU


Semoga terhibur


love you all😘😍😍**

__ADS_1


__ADS_2