
Senin jam tiga sore Ayah memutus kan untuk pulang ke rumah setelah puas beramain di waterbom dan pemandian air panas dari pagi hingga siang . Aku meminta untuk mampir ke kantor ku sebentar kebetulan di lewati jalan pulang . Ada pemberitahuan dari kantor pusat untuk pencegahan corona agar kantor menempat kan wadah tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan menyemprot hand sanitizer ke pengunjung kantor, memerintah kan seluruh karyawan mengenakan Masker dan memakai Hand sanitizier sebelum beraktifitas, dari pusat sudah mengirim kan masker dan kebutuhan lain nya .
* Secepat ini kantor bertindak * Fikir ku.
Tiiiinnng...!!!
Sebuah notifikasi masuk di grup kantor pusat permintaan do' a sehubungan ada karyawan di kantor pusat dan dua kantor wilayah terdeteksi positif corona .
" Ada apa ..?! " Tanya Mas Hardi yang melihat wajah ku menjadi serius setelah pulang dari kantor .
" Ini ada pemberitahuan seorang karyawan pusat dan karyawan wilayah positif corona setelah tatap muka dengan nasabah keturunan tionghoa " Balas ku mendesah kecil.
" Mamah harus lebih hati - hati , makanya jangan sembarang menerima tamu, gak usah jabat tangan deh Mah kalau ketemu klien atau nasabah " Pinta Mas Hardi dengan raut cemas.
" Bismillah aja Pah.., pasrah kan sama yang di atas semua juga kan atas kehendak - Nya "
Balas ku datar .
" Heemmm begini ini yang Papah gak suka kalau di bilangin ngeyel " Sungut nya kesal .
" Eemmm.., yang terpenting di kantor Nak Emil sudah ada usaha pencegahan to., bareng berdo' a saja semoga semua selamat " Ayah menengahi perselisihan diantara kami .
" Nggeh Yah, rencana setiap hari akan ada penyemprotan disinfekstan setelah dan sebelum pelayanan di mulai " Jawab ku lagi .
Mobil memasuki gerbang perumahan kompleks, Mas Hardi memasukan mobil ke garasi .
" Bun Emil pamit mau bersihin rumah dulu "
" Bik Ratmi bantu Den ayu bersihin rumah " Perintah Bunda pelan .
" Nggeh Ndoro " Balas Bik Ratmi .
" Nggak usah Bun.., Emil bisa sendiri * Balas ku gak enak hati .
" Sudah kamu nya capek istirahat saja, Har di kamu gak bisa cariin rewang ( pembantu ) buat Emil yang orang sini gitu biar Emil sepulang kerja tinggal istirahat aja gak usah repot ngurus rumah gitu * Bunda menatap Mas Hardi meminta jawaban .
" Iya nanti tak nyuruh Nurma nyariin rewang buat Emil " Balas Mas Hardi datar .
Aku berjalan ke rumah dinas ku diikuti Bik Ratmi, Daffa dan Mas Hardi yang nempel terus seakan enggan jauh sedikit saja .
Selesai bantu ngepel dan membersihkan kaca serta kursi meja Bik Ratmi kembali ke rumah Mas Hardi , Daffa tertidur di minibed ruang tengah depan televisi dengan Mas Hardi duduk di atas tempat tidur sibuk dengan laptop nya . dan aku rebahan di bahu Mas Hardi sibuk dengan konfirmasi kantor melalui whats Up .
__ADS_1
Tok..tok..tok..
" Assalamuallaikum.. Nok.. ! " Suara ketukan pintu dari luar rumah dan suara yang aku sangat kenal.. Ibu..?!, Aku kaget , bahagia tapi juga bingung gimana nanti menjelas kan ke Beliau tentang keberadaan Mas Hardi di rumah dinas ku .
" Wualah Jeng Narti.., kapan datang ?! " Ku dengar Suara Bunda menyapa Ibu.
" Baru aja sampai Mbak yu.. gimana kabar " Suara Ibu menjawab pertanyaan Bunda .
Tok ..tok..tok..!!
" Assalamuallaikum..Nak Emil... Har.. ini ada Ibu datang loh " Suara Bunda mengetuk pintu.
" Sabar ya Jeng Narti.., mereka ketiduran mungkin capek baru pulang berlibur " Suara Bunda menenang kan Ibu
" Mbah Utiiii... " Suara Zahwa dan Zarra berbarengan menyapa Ibu.
" Om Erza.., Om Eksan .. gak dari kemarin aja sih kesini nya kan bisa ikut liburan " Sapa Zahwa .
Dengan menata hati aku beranjak keluar di dampingi Mas Hardi yang memeluk pinggang ku dari samping, keluar membuka pintu rumah.
" Ibu..., Alhamdulillah..., kapan datang Bu."
Sapa ku melepas pelukan Mas Hardi dan menghambur memeluk Ibu .
" Alhamdulillah baik.., Ibu mau kesini kenapa gak kasih kabar " Tanya ku sembari mengajak Ibu masuk ke dalam rumah , dengan Erza dan Eksan mengikuti di belakang membawa ransel dan barang bawaan nya .
" Mamah...hiks..hiks.." Daffa menangis saat terbangun tak di dapati kedua orangtua nya.
Bernjak keluar dan menghambur ke Eksan begitu melihat om nya datang .
" Ooommm gendong.." Rengek nya manja, Eksan menggendong Daffa sembari menciumi dengan gemas .
Usai Ibu dan kedua adik ku membersih kan diri , solat maghrib berjamaah dengan Erza sebagai imam di ruang tengah rumah dinas ku, Ayah mengajak kami untuk makan malam di luar sembari menjelas kan tentang keberadaan Mas Hardi bersama ku .
Di sebuah resto tempat dimana pertamakali Mas Hardi mengajak ku makan siang kami dua keluarga berkumpul dalam satu ruangan khusus yang tak terakses dari luar. Eksan dan Bik Ratmi mengajak anak - anak main di taman dan memberi makan ikan koi .
" Jadi inti nya gini Jeng Narti , karena sekarang puteri penjenengan sudah menerima kembali putera saya sebagai suami nya.., saya selaku orangtua harus mendukung keinginan mereka untuk membuka lembaran baru dan akan tetap saya pantau ke depan nya, kita do'a kan saja semoga ini awal yang baik buat hubungan mereka ke depan, kalau cerai ya kan cucu cucu kita yang akan menderita " Jelas Bunda kepada Ibu ku. .
" Mbak kamu sudah bisa melupakan apa yang pernah kamu alami selama ini..?, sudah bisa memaaf kan perlakuan nya kepada mu ..?! " Tanya Erza menatap dengan sorot tak suka , menggeleng kan kepala pelan.
" In Syaa Allah Dek , kita akan saling koreksi dan saling memperbaiki diri dan lagi Mbak gak tega kalau harus membiarkan anak - anak terperangkap dalam masalah kedua orangtua nya dan menjadikan mereka harus kehilangan kasih sayang orangtua yang utuh " Jelas ku.
__ADS_1
" Memang ada jaminan Dia gak akan kambuh temperamental nya..? gimana kalau Dia menyiksa mu lagi.. ? " Balas Erza masih dengan nada tinggi .
" Zaaa., sudah kasih kesempatan sekali lagi buat Mas Hardi memperbaiki diri buat menunjukan kesungguhan nya sama Mbak yu mu , jangan terlalu keras " Saran Ibu menepuk nepuk punggung tangan Erza .
" Ini kesempatan terakhir.., kalau nanti Dia berlaku kasar lagi sama saudara perempuan ku.., aku bakal bawa Mbak Emil pergi jauh dari nya ke luar negeri sekalian " Dengus Erza kesal. Mas Hardi menganggukan kepala sembari tersenyum simpul .
Usai rembug selesai kami pulang Ibu meminta aku untuk ikut ke dalam mobil Erza , awal nya Mas Hardi tak memberi izin Dia minta kalau aku ikut mobil Erza, Mas Hardi ikut juga berdua dengan ku .
" Pah percaya sama Mamah.., gak akan terjadi seperti yang kamu bayang kan, keluarga ku pasti menghormati keputusan ku, Papah tenang aja ya.., berpisah sebentar gak apa - apa kan Pah .?! " Ku tatap ke dalam mata hitam milik lelaki ku dengan seulas senyum, meyakinkan aku tak akan pergi meninggal kan nya lagi.
Mas Hardi tersenyum pasrah, mencium kening ku penuh perasaan , memeluk erat lalu melepas kan, membuka kan pintu mobil bagian belakang , setelah aku masuk dan duduk di sebelah Ibu, Mas Hardi menutup nya kembali, lalu Dia beranjak ke mobil nya sendiri , melaju mengikuti mobil yang di kendarai oleh Erza .
" Sejak kapan kalian bersama lag Nok..?! " Tanya Ibu menatap lembut ke arah ku.
" Belum lama sih Bu.. baru beberapa hari ini "
Jawab ku lalu ku cerita kan semua usaha yang telah di lakukan Mas Hardi untuk mendapat kan ku lagi yang di bantu oleh Ayah dan bunda nya di balik layar . Ibu dan kedua adik ku diam menyimak semua yang aku cerita kan .
" Ibu sih pasrah kalau memang itu yang terbaik.untuk mu, semoga Hardi benar- benar bisa merubah perilaku buruk nya dan Ibu hanya bisa berdo'a untuk kebahagiaan mu dengan cucu - cucu Ibu " Ucap Ibu tersenyum lembut . Ku peluk Ibu dengan penuh bahagia .
" Terimaksaih Bu...." Ucap ku terharu ku sandar kan kepala ku di bahu nya . Ibu membelai rambut ku lembut .
Mobil memasuki gerbang kompleks Mas Hardi membantu Erza izin pamit menaruh mobul nya di depan aula pertemuan Rt, sembari mohon izin tamu menginap memberitahu jika keluarga isteri nya datang berkunjung untuk beberapa hari .
Bunda dan adikku menempati rumah dinas ku, dan aku tetap tidur di kamar Mas Hardi .
" Pah malam ini jangan ada jatah dulu ya, Mamah capek.." Pinta ku pelan dengan menatap lemubut penuh harap.
" Heemmm.. gak janji ya Mah, malam nya gak tapi pagi nya boleh kan..hehehee.. " Balas Mas Hardi cengengesan . Aku cibir kan bibir ku pura - pura kesal .
Mas Hardi meraih tubuh ku di dekap wajah ku dalam dada bidang nya , hangat menyalur ke seluruh tubuh menggetar kan rasa, ku nukmati aroma wangi tubuh nya yang entah sejak kapan selalu ku rindu
------------------------------------------------------
Hai readers terimakasih untuk luang waktu membaca karya ku hingga kini
Jika terhibur mohon tinggal kan kesan like , vote dan point
terimaksih untuk komentar nya, maaf jika author belum bisa balas satu persatu,π
Yuks tuk lebih dekat lagi gabung di grup chat author ..di tunggu ya ππ
__ADS_1
Terimakasih juga untuk redaktur
love you allπππ