Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 58


__ADS_3

Ku rebah kan tubuh ku di atas tempat tidur, bau wangi Mas Hardi tercium menggelitik relung hati ku, sekian bulan tak terjamah oleh nya aku masih hafal dengan bau khas tubuh nya, suara ponsel ku berdering, ku ambil ponsel ku buka dari Zahwa puteri ku .


" Assalamuallaikum Mamah.., " Suara ketiga anak ku berbarengan .


" Waallaikumsalam kesayangan Mamah semua,.. apa kabar hari ini.., wah anak - anak Mamah sudah cantik cantik dan genteng ya "


Puji ku ke arah mereka dengan seulas senyum bahagia dan rindu dengan mereka .


" Ya Mah baru selesai mandi.., Mamah sekarang di mana...?, masih di kantor ya..? , kalau pulang jam berapas sih Mah.. ,? " Tanya Zarra terlihat memendam rindu pada ku .


" Emmm Mamah sedang di kantor Papah yang ada di sini, sebenar nya sudah pulang sih dari jam empat tadi sore, terus di ajak Papah ke kantor nya " Jelas ku jujur kepada mereka.


" Alhamdulillah.. " Ku dengar suara kedua mertua ku berbarengan .


" Mah bentar ya aku tutup dulu vidcall nya ," Pinta Zahwa pelan .


" Ya..Mamah masih kangen.., Adek juga belum ngobrol sama Mamah " Suara ku sedikit kecewa .


" Iya nanti kangen nya di obatin Mah " Balas Daffa mengikuti suara Bik Ratmi pengasuh nya yang sekarang .


Aku tersenyum bahagia ,Zahwa melambai kan tangan lalu menutup vidcall .


Mas Hardi masuk tidur di samping ku sesaat ******* lembut bibir ku beberapa saat, meraih tangan ku di genggam kan pada junior nya yang mengeras dengan sempurna.


" Kaaannngggeeennn pake banget Maahhh " Ucap nya manja dengan wajah merona .


" Pulang yuk Mah..., Mobil Mamah biar Arif yang bawa pulang, Mamah bareng Papah aja " Bisik nya lembut di telinga memain kan daun telinga ku dengan lidah nya .


" Mas iighhh kebiaasaaaan dari dulu gak ilang - ilang , Arif jam segini sudah pulang Mas, masa suruh ke kantor lagi kasihan " Balas ku menahan geli dan desiran di hati yang menyentak jiwa .


" Anak nya ada tuh di lobi bawah Mamah kasih aja kunci nya ke Dia " Balas Mas Hardi dengan senyum nakal , meraba milik ku .


" Agak basah Mah..., kangen juga kan..? " Goda nya mengedip kan mata nakal .


Ku rapikan jilbab yang sedikit berantakan karena ulah Mas Hardi , merapikan mike up, lalu beranjak keluar ruangan direktur turun ke bawah menuju lantai satu menuruni tangga dengan tangan Mas Hardi yang memeluk bahu ku erat seakan takut terlepas .


" Ehhheemmm ..., cie...cie.. pengaten baru..


baru rujukan lagi hahahahaa " Goda Andi melirik nakal ke arah kami . Mas Hardi meraih kertas di meja Nurma yang dekat tangga di gulung - gulung menjadi bola lalu di lempar ke arah Andi.


" Berisik kamu..., berani ngeledek Bos gaji mu aku potong nanti ! " Hardik Mas Hardi dengan wajah di buat serius, aku tertunduk malu menahan wajah yang merona semerah tomat.


Andi hanya tertawa lebar menanggapi ancaman Mas Hardi, aku tahu Dia berani seperti itu karena Dia orang nya Pak Handoko, Ayah mertua ku jadi merasa ada pelindung .


Setelah ku salami karyawan yang ada di kantor lalu ku temui Arif menyerah kan kunci mobil ku lalu bersanjak keluar, mobil Mas Hardi sudah terparkir di depan teras .


" Isteri Pak Hardi cantik pake banget pantesan gak bisa nglepasin " Ku dengar sekilas seorang karyawati Mas Hardi berbisik kepada karyawan yang lain, kuabai kan ucapan nya dengan tetap melangkah keluar .


" Ya kan sudah kelihatan dari foto " Balas yang lain .


" Tapi cantikan yang asli nya ya.., lebih kelihatan manis dan masih mudaan " Balas yang lain .

__ADS_1


" Ya iya lah pimpinan cabang Bank ternama tiap hari mainan nya uang jelas cantik "


" Ehheeemmm..., sudah bergosip nya, atau mau kalian pulang sampai larut malam kalau kerja kalian gak selesai cepat..? ! " Hanif membuyar kan gosip diantara mereka.


Serentak mereka berhenti bergosip dan melanjut kan pekerjaan .


Mobil Mas Hardi melaju membelah dingin nya malam jalanan kota daerah pegunungan . Mas Hardi menggenggam tangan ku erat seakan takut terlepas . Ku pejam kan mata menikmati lagu Naff dari Usb Mas Hardi yang terpasang di radiotape mobil nya .


🎵 Akhir nya ku menemu kan mu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhir nya ku menemu kan mu


Saat rsga ini ingin berlabuh


🎵 Ku berharap engkau lah..


jawaban segala risau hati ku


Dan biar kan diri ku


mencintai mu hingga ujung usia mu


🎵 Dan jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Jangan pernah letih tuk mencintai mu..


" Mah..., bangun sayang sudah sampai rumah " Mas Hardi membangun kan ku lembut. Ku kerjap kan mata sesaat mengedar kan pandangan, ku lihat Agus polisi bujang lapuk, Pak Rt dan beberapa warga yang berkerumun sedang menikmati malam bersama di pos ronda dekat rumah menatap kami penuh tanya melihat kami pulang bersama dalam satu mobil .


Ku geliat kan tubuh ku sesaat, Mas Hardi turun dari mobil membuka pintu mobil ku,


dan menyodor kan tangan membantu ku turun dari mobil pajero sport putih susu keluaran terbaru milik nya , begitu aku turun pagar rumah Mas Hardi terbuka dan Daffa berlari menghambur ke arah ku .


" Mamah...., lama banget ci pulang nya "


Ku raih tubuh nya ku dekap dalam gendongan airmata ku tumpah melepas rindu yang bergejolak selama lima bulan hanya menatap nya di layar ponsel . Berganti Zahwa dan Zarra menghambur memeluk tubuh ku .


Bunda dan Ayah ikut keluar, ku jabat tangan kedua nya dan ku cium takzim, Bunda memeluk ku dalam keadaan Daffa masih dalam pelukan ku . Semua yang kami lakukan menjadi pemandangan tersendiri bagi warga di sekitar kami yang keluar rumah mendengar keramean di depan rumah kami .


Bunda meminta ku untuk masuk ke rumah Mas Hardi , karena di rumah Mas Hardi sudah ada mobil Ayah , mobil Mas Hardi di taruh di garasi ku sementara mobil ku masih di bawa Arif .


" Maaf Bun saya permisi dulu mau mandi " Pamit ku pada Bunda sembari keluar rumah Mas Hardi diikuti oleh ketiga anak ku juga Bunda .


" Rumah Papah di sini sempit , rumah Mamah lebih sempit lagi " Keluh Daffa begitu memasuki rumah dinas ku .


" Kan ini rumah dinas dari kantor Mamah Dek, lagian Mamah juga tinggal sendiri, kalau rumah nya besar ntar kasihan Mamah takut tinggal sendirian " Bela Zahwa .


" Anak - anak..., Mamah mandi dulu ya ntar habis mandi Mamah temenin main bareng "

__ADS_1


Ku Ulas senyum manis ke arah mereka yang tiduran di karpet ruang tengah di temani Bunda dan Bik Ratmi .


Usai keluar dari kamar mandi, Mas Hardi sudah berdiri di pintu masuk antara ruang tamu ke ruang tengah menatap ku dan menyeringai nakal melihat leher jenjang ku yang terbuka .


" Mah kita makan di luar aja.., Ayah ajakin kita makan di resto punya temen Ayah di sini "


Ajak Mas Hardi terus mengikuti ku masuk ke dalam kamar , diikuti juga oleh Daffa .


Kupoles wajah ku dengan mike up malam dengan Daffa yang duduk di pangkuan ku .


" Dek turun gih.., gantian Papah mau mangku Mamah " Seloroh Mas Hardi menggoda si kecil .


" Gak mau ini Mamah nya Adek, cana Papah di lual aja..cana..cana..., Adek kan lagi kangen cama Mamah..Ya Mah..?, Cayang Mamah " Balas Daffa dengan celoteh lucu mengikuti gaya ucapan upin dan ipin katakter dalam film kartun anak - anak .


Ku cium ujung rambut si kecil dengan penuh kerinduan .


" Mah .. Papah juga mau dong di cium kaya Adek gitu " Mas Hardi mengerling nakal memain kan mata nya .


" Hiii ..., Papah genit. !! " Balas Daffa dengan jari telunjuk di acung kan ke Papah nya .


" Adek sama Papah keluar dulu ya ., Mamah mau ganti baju dulu " Pinta ku lembut .


" Adek gak mau kelual, Mamah ganti baju aja gak papa, Adek bobo gak liatin Mamah "


Balas Daffa dengan wajah di buat imut hingga aku gemas terus berjalan naik ke bed tiduran di atas tempat tidur ku .


" Papah juga gak mau keluar di sini aja temenin Adek " Ucap Mas Hardi .


Aku melotot kan mata ke arah Mas Hardi memiinta nya keluar tapi cuma di balas senyuman aja.


" Sudah Mah tinggal ganti aja gak usah malu, luar dalam sudah kunikmati juga " Gumam nya lirih sembari cengar cengir menatap ku, tiduran di atas tempat tidur ku di samping Daffa.


Terpaksa aku berganti baju dengan tatapan Mas Hardi yang serupa kucing melihat mangsa nya.


" Maaahhhhh... !!! " Bisik nya lirih, reflek aku melihat ke bagian bawah nya yang hanya mengena kan celana pendek, junior Mas Hardi yang menegang meronta membuat nya harus menahan nafas .


" Salah sendiri tanggung sendiri " Jawab ku ketus , dalam hati aku pun harus menahan nafas menetralisir desiran dalam hati .


" Diiiihhhh.... tega nya tega nya...pada ku "


Seloroh nya , beruntung Daffa asyik mainan game di ponsel ku jadi tak melihat ekspresi kedua orangtua nya .


" Sudah sana Mas ganti baju " Pinta ku .


" Nanti nunggu Mamah siap kita keluar bareng " Balas nya .


Beberapa menit kemudian aku pun siap dan beranjak keluar di ikuti Mas Hardi yang meminta ku untuk ikut ke atas masuk ke kamar nya , ku lihat kedua mertua ku sedang berbincang dengan tetangga yang tadi berkerumun, mungkin sedang menjelas kan tentang aku dan Mas Hardi .


Mas Hardi memeluk bahu ku saat di lihat nya Agus menatap ku lekat dari tempat nya berdiri seakan ingin menunjukan jika aku milik nya .


Daffa lari ke arah Bunda, Zahwa dan Zarra asyik main game di ponsel masing - masing.

__ADS_1


Mas Hardi menuntun ku naik ke atas ke kamar nya .


__ADS_2