Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 109


__ADS_3

Aku kembali masuk ke dalam kamar setelah mereka tak lagi terlihat di luar . masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk menjalan kan solat dhuha . Memohon kepada pemilik hidup agar masalah yang sedang ku hadapi segera berakhir .


Tidak kah sudah Allah Subhanallahu Wata'alla janjikan akan melapangkan dada umat - Nya bagi mereka yang mau berusaha dan beserah diri kepada - Nya ?! .


* Fa inna ma'al usri usroon


sebab sesungguh nya sesudah kesulitan itu


ada kemudahan .


* Inna ma'al usri yusroon


Sesungguh nya sesudah kesulitan ada


kemudahan


( Surat Al - Insyirah ayat 5-6 ) .


----------------------------


Tok ! tok ! tok !


Pintu kamar ku di ketuk dari luar , Mak siti beranjak ke pintu membuka nya . Antonio berdiri di luar pintu .


" Mana Nona ?! " Tanya Dia kepada Mak siti .


" Ado tu sedang berdzikir ! Dia muslimah shalihah Tuan Muda , waktu nya tak lepas tuk beribadah dan berserah diri sama Tuhan kami " Jelas Mak Siti .


Antonio menyeringai dengan sesungging senyum harapan .


" Mak andai ni..! Aku jadi imam Dia pantas kah..?! " Tanya nya pelan .


Mak siti terdiam menengok ke arah ku lalu kembali melihat ke arah tuan nya . Aku pura - pura tak dengar tetap duduk di atas sajadah melantun kan firman - firman Tuhan ku .


" Tergantung sama Tuan Muda sendiri , kalau nak pantas bersanding dengan Nona mesti nya harus bagaimana , Tuan lah yang lebih tahu " Jawab Mak Siti berusaha bijak .


" Do'a kan lah Mak biar awak bisa bajodoh sama Nona ! Awak pun ingin lah taubat jadi orang baik , orang beriman ! Siapa tahu lewat diri Nona awak bisa jadi baik ! " Balas nya lagi dengan nada tekanan tinggi serupa sengaja ingin di dengar oleh ku .


" Mamak selalu bado'a terbaik untuk Tuan Muda pastilah ! " Balas Mak Siti .


Sedang mereka berdebat seorang lari tergopoh dari bawah dengan wajah penuh luka .


" Tuan Singa Prasojo bawa pasukan mengamuk di bawah " Jelas nya dengan nafas tersengal.


" Mak ! Jaga Nona ! Kunci pintu jangan sampai keluar !! " Perintah nya garang .


" Baik Tuan Muda ! " Jawab Mak Siti ketakutan.


Ku hentikan kegiatan ku , melepas mukena dan berjalan ke arah balkon.


" Nona jangan keluar ! Berbahaya di luar ada penyerangan besar ! " Pinta Mak Siti .


" Maaf Mak yang menyerang kemari tu suami aku Mak ! Dia mau bebas kan aku dari sekapan Antonio " Jelas ku memohon pengertian dari nya .


Mak Siti tercekat , mata nya melotot tajam , mulut nya terbuka lebar lidah nya menjadi kelu setelah ku jelas kan .


" Ja..ja..jadi Nona tu sudah menikah..?! Ah.. pantas Mamak tu curiga , kalau toh masih lajang , Mak pikir Nona pasti lah bukan gadis, Mak tahu beda orang yang dah pernah menikah dengan yang masih perawan . Tapi Mak tak berani lah tanya - tanya takut kena marah Tuan Muda " Jelas nya kemudian .


Pranggg...!!!

__ADS_1


Suara kaca pecah.


Seorang lelaki masuk ke dalam kamar ku mengenakan baju perang lengkap dengan wajah tertutup masker .


" Mah cepat kemari ! Kita tak punya banyak waktu " Suara yang sangat aku kenal , Singa Parosojo berhasil masuk ke dalam kamar penyekapan ku .


" Maaf kan saya Mak ! " Pinta ku tulus . Aku berlari ke arah suami ku, Mas Hardi meraih tubuh ku , membawa ku turun menggunakan tali dengan memeluk tubuh ku erat. Di bawah anak buah nya telah menanti kami .


Sampai di bawah kami berlari keluar gerbang sudah ada perahu motor menanti kami di sana, Mas Hardi mengangkat tubuh ku naik ke atas perahu motor lalu Dia meloncat dan kapal pun melaju kencang.


Dari kejauhan masih ku dengar bunyi tembakan bersahutan .Mas Hardi mendekap ku erat ke dalam pelukan nya melihat wajah ku pucat pasi mendengar suara tembakan baku hantam .


Perahu mendarat di sebuah pulau dengan tanah lapang, sebuah Heli telah menanti di sana, Mas Hardi menggendong tubuh ku lari menuju Heli, merundukan badan , menaikan aku ke dalam Heli , di bantu oleh Erza.


Aku tersenyum lega ada Erza di sana . Mas Hardi naik ke atas Heli bersama seorang yang di panggil nya kapten Andreas. Duduk di samping ku, mendekap erat dalam pelukan nya.


" Maaf kan Papah terlalu lama membebas kan Mamah dari sarang kumbang hitam " Ucap nya lembut , di cium nya ujung rambut ku penuh perasaan . Tetesan airmata membasahi wajah , ku luapkan segala rasa takut , cemas dan lelah yang selama ini aku pendam sendirian.


Tubuh ku gemetar mengingat apa yang menimpa dalam hidup ku beberapa hari ini .


" Jangan menangis lagi Mah ! Kamu sudah aman dalam lindungan Papah, takkan ada yang bisa mengambil mu lagi dari sisi ku "


Bisik nya lembut di telinga .


Heli mulai landing naik ke atas perlahan .. ke atas terus.. membelah langit meluncur tinggi meninggalkan dataran tinggi gayo dan danau luh tawar bergerak membawa kami ke kampung halaman yang sangat ku rindukan .


Mas Hardi memeluk ku erat tak mau melepas dekapan nya sedetik pun . Dalam lelah aku terlelap selama perjalanan menembus awan putih berkilau diantara terpaan sinar surya .


--------------------------------


Heli mendarat di atas atap gedung Prasojo group kantor pusat . Seluruh keluarga menyambut kedatangan kami dengan harap - harap cemas meski lewat komunikasi udara Kapten Andreas memberitahu kan misi berjalan lancar, toh kecemasan akan terjadi insiden di udara membuat cemas mereka yang menunggu kedatangan kami .


Mas Hardi menuntun ku turun dari Heli dalam keadaan mata ku masih dalam mode nagntuk.


Di tiap sudut ku lihat Ayah menempat kan sniper - sniper profesional memperketat penjagaan .


Ku peluk ketiga anak ku dengan perasaan haru , mencium mereka bergantian dengan penuh kerinduan , begitu pun mereka berulangkali memeluk dan mencium wajah ku bergantian .


Bunda dan Ibu pun melakukan hal yang sama menciumi ujung rambut dan wajah ku tanpa henti , ucapan syukur tak lepas dari bibir Ibu .


Airmata bahagia menetes membasahi wajah keriput nya yang telah di makan usia .


" Maaf kan Emil yang ceroboh Bu ! Bunda ! karen Emil keluarga di buat repot " Ucap ku dengan penuh penyesalan .


" Tidak Nak ! , ini bukan salah mu ! Kami yang ceroboh tak menyadari bahaya yang mengintai di belakang kita ! Yang penting kamu sudah kembali pulang dengan selamat " Balas Bunda mengusap pipi ku hangat .


" Ayuk Mah kamu masih capek kita istirahat di ruangan ku dulu " Ajak Mas Hardi menarik tangan ku lembut menggenggam nya erat .


" Adek mau gendong Mamah ! Adek masih kangen juga ! " Rengek Daffa manja dengan tingkah lucu nya hingga membuat ku gemas.


Ku raih tubuh mungil nya , kunaikan ke atas tubuh ku menggendong nya dan kuciumi wajah serta rambut nya penuh kerinduan .


" Adek mulai sekarang gak boleh pergi tanpa Mamah , Papah , atau Akung Ya ! " Perintah ku tegas , teringat akan cerita Antonio jika ada yang ingin melenyap kan keturunan Prasojo.


" Gak Mah ! Adek gak boleh main jauh - jauh sama Akung sama titi " Balas nya polos .


" Wah bicara Adek sudah jelas sekarang ya gak cadel lagi " Ucap ku bahagia .


" Kan Adek sudah besar Mah " Balas nya bangga . Aku tersenyum mendengar ucapan nya , ku hujani dengan ciuman sayang .

__ADS_1


Memasuki ruang CEO Prasojo yang megah nan luas.membuat ku mengerti mengapa ada pihak yang ingin melihat kehancuran trah prasojo . Foto Keluarga Prasojo tempampang si sana pun dengan foto keluarga kecil ku .


Mas Hardi membawa ku masuk ke dalam ruang istirahat yang ada di dalam ruang nya, sebuah kamar di dalam ruang kerja . Anggota keluarga yang lain berkumpul di ruang tamu CEO, sementara Ayah masih memimpin rapat dewan direksi


" Istirahat di sini dulu Mah , tidur dulu " Perintah nya kepada ku .


" Aku sudah tidur di Heli tadi Pah ! Aku ingin kumpul dengan anggota keluarga yang lain , masih kangen " Balas ku .


" Mamah cuma kangen sama keluarga ?! Gak kangen sama suami sendiri ?! " Selidik nya dengan raut terlihat kecewa .


" Kalau toh kangen mau ngapain Pah ?! Kita kan sedang puasa ?! " Balas ku tak mengerti.


" Kita tiduran bareng dulu Mah ! ," Pinta nya dengan gaya manja nya.


" Nanti puasa nya batal sayang kan " Balas ku.


" Gak usah takut Mah ! Papah gak akan ngulik - ngulik sekarang ko , cuma pengen tidur meluk isteri sambil nunggu sore " Rajuk nya .


" Hemm ..! beneran ..?! Janji ya , awas lo kalau tu burung bangun tanggung sendiri " Ancam ku , memahami seperti apa suami ku .


Mas Hardi tersenyum manja .


" Ganti baju dulu Mah ! Aku gak suka kamu pake baju yang di beli lelaki lain " Dengus nya dengan nada kesal, menyodor kan paperbag yang teronggok di meja TV dalam ruangan itu , Ku raih paperbag di tangan nya ku buka , ada satu stel gamis dan satu stel baju rumah milik ku . mungkin Bunda yang membawakan atas permintaan Mas Hardi .


" Mah mau kemana..?! " Tanya Mas Hardi saat aku akan melangkah ke dalam kamar mandi.


" loh gimana sih Pah ! Kata nya suruh Mamah ganti baju..?! " Jawab ku tak mengerti .


" Ganti baju di sini aja , sini Papah yang ganti'in baju nya " Mas Hardi mendekat, melepas jilbab ku , membuka resleting gamis dan melepas nya , hingga hanya dalam saja yang tersisa .


" Heemmm .. " Desah nya melemah .


" Kenapa..?! " Tanya ku berlagak bodoh .


Mas Hardi meraih tangan ku di letakan di atas resleting celana nya . Aku segera menarik tangan ku .


" Bodo ya Mas , aku gak mau puasa ku batal , dan dua tiga harian lagi jadwal tamu bulanan ku berkunjung " . Jelas ku .


Mas Hardi melebar kan mata nya .


" Ya Mah ko secepat itu sih tamu bulanan kamu datang ?! Bilangin suruh mundur , datang nya nanti aja lepas lebaran " Pinta nya dengan nada putus asa .


" Kalau bisa ! Ini kan siklus alamiah wanita mana bisa di tunda " Balas ku .


" Ya sudah mulai besok malam kita tempur sampai jelang sahur " Balas nya semangat .


" Siapa juga yang mau males puasa suruh mandi malam setiap hari " Goda ku .


" Harus mau !! " Tegas nya sembari memakai kan longdres ke tubuh ku . Lalu menarik badan ku hingga terbaring di atas tempat tidur dan mendekap ku erat hingga Dia terlelap.


Ku pandangi wajah nya yang tertidur dalam damai , terlihat jelas kelelahan di kelopak mata nya yang membentuk panda . Ku lepas kan tangan nya yang melingkar di pinggang ku , hendak beranjak pergi menemui keluarga yang lain . belum lagi turun tangan Mas Hardi kembali mengunci tubuh ku .


-----------------------------------


Terimakasih atas kesetiaan nya menunggu up novel ini . Di mohon kebijakan nya untuk menekan tombol like setelah membaca nya.


Dan berikan vote untuk penyemangat author


Seberapa pun kecil sangat berharga bagi author .

__ADS_1


Jazakumullah


Salam sayang selaluπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•


__ADS_2