Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 93


__ADS_3

Beberapa meter dari gerbang masuk aku lihat Mas Hardi sudah berdiri di pinggiran jalan dengan muka di tekuk dan tatapan tajam. Ayah menghentikan mobil tepat di samping Mas Hardi , mengira Dia akan ikut naik .


" Mah .. turun cepat ! " Pinta nya kasar begitu aku membuka pintu mobil . Aku menurut turun dari mobil tak ingin menarik perhatian orang yang berada di sekitar jalan . Mas Hardi meraih tangan ku membantu turun .


" Kita ke rumah jalan kaki saja ! " Perintah nya memberi kode pada Ayah untuk menjalan kan kendaraan nya . Mas hardi memeluk erat pinggang ku sampai di depan rumah di tatap sinis oleh Erza , gelengan kepala Agus dan senyum kecut Eksan melihat tingkah ipar mereka.


" Buucciinn puasa wow ingat nanti batal loh !! " Goda Agus yang sedang ngobrol di teras bersama Erza dan Eksan dengan nada tinggi, Mas Hardi mengerling ke arah mereka , menyeringai angkuh, lalu merapat kan pelukan nya .


" Budak geullo !! " Kesal Erza, Mas Hardi tertawa puas melihat raut kesal Erza dan Agus.


Membawa ku naik ke atas masuk ke dalam kamar , lalu mengunci dan menyimpan kunci dalam saku nya .


" Tidur sini mah ! " Pinta lembut .


" Masih jam delapan lebih suruh tidur ?!, gak baik buat kesehatan ! Aku mau solat dhuha terus baca Qur'an saja " Pinta ku .


" Boleh tapi semua harus di lakukan di dalam kamar sini ! " Perintah nya lagi .


" Kamu gak kerja Mas ?! " Selidik ku .


" Ini aku sedang memantau kerjaan dari sini ! " Balas nya sembari memperlihat kan gadget yang berisi email laporan dari asisten - asisten nya .


" Heemmm !! " Balas ku , menghela nafas lalu beranjak ke kamar mandi mengambil wudhu .


Sementara aku beribadah Mas Hardi sibuk dengan urusan pekerjaan nya . Usai aku akhiri tadrus , Mas Hardi masih sibuk membalas email dan menghubungi karyawan - karyawan di luar kota .


* Melihat nya sekilas mungkin orang tak kan percaya jika lelaki pengusaha briliant di depan ku ini memiliki penyakit menakutkan kecenderungan pischopat yang mampu membunuh dengan tangan nya sendiri *


Bathin ku miris, sedih , iba , ngeri dan berbagai perasaan berkecamuk dalam benak .


" Kenapa mandangin Papah seperti itu sayang ! , kangen ya sama sentuhan ku ?!, sini mendekat biar Papah dekap " Ucap nya lembut dengan seulas senyum manis .


" Puasa Pah ! Bahaya punya mu tegangan nya tinggi bisa bobol nanti, dosa besar tahu ! "


Kilah ku menghindar dari tatapan nya .


Mas Hardi menaruh gadged nya di atas meja di sebelah laptop, beranjak mendekati ku yang masih duduk di atas karpet , berjongkok di hadapan ku lalu meraih dagu ku .


" Jangan pasang wajah malu - malu kucing gini Mah ! Aku nya nambah gemesss tahu !! "


Desah nya putus asa , mencubit pipi ku pelan.


Mas Hardi menarik tangan ku berdiri . Dia siap mencium ku lalu ku tepis wajah nya menjauh dari wajah ku .


" Puasa Mas..!! Shaum nafsu juga jangan hanya menahan lapar dan dahaga ! "


Sergah ku melepas mukena dan beranjak keluar balkon mencari angin segar, Mas Hardi membuntut dari belakang .


" Kalau nanti malam boleh kan Mah ! selepas taraweh ya ! " Rengek nya manja .


" Gak setiap hari ya Mas ! Puasa malas mandi malam nya " Kilah ku .


" Dua hari sekali " Pinta Mas Hardi .


" Seminggu sekali " Balas ku .

__ADS_1


" Sekalian aja setahun sekali Mah ! Gila apa mana kuat aku harus nahan jatah seminggu sekali, belum lagi kalau tamu bulanan kamu datang , mati aku nya nanti " Rengek Mas Hardi dengan wajah sendu .


" Tua - tua keladi ! " Sungut ku heran .


" Biar kan mau nya cuma sama isteri sendiri juga ! " Balas nya menyeringai nakal .


" Salah kamu semakin tua malah semakin cantik semakin menarik bikin nafsu ku bangkit setiap hari " Kilah nya .


" Kamu nya aja yang kedoyanan pake banget lagi " Kesal ku tak mau kalah .


" Habis enak nya gak ada yang bisa ngalahin , kamu juga menikmati gak usah sok ja'im gitu " Bisik nya pelan di telinga ku , membuat bulu kuduk berdiri , Wajah ku bersemu merah. lagi .


" Tuh kan baru gitu aja kamu nya salah tingkah hahahaaa ! " Tawa Mas Hardi keras mengalih kan perhatian mereka yang sedang ngobrol di bawah .


" Hoii...! Bucin bahagia banget hari ini ! sekali - kali urusin anak kenapa ! Jangan cuma bisa bikin doang ! " Keras Hanie dari bawah teras rumah teriak dengan kedua tangan di letakan di sisi mulut nya .


" Berisik kamu anak kecil..!! Awas kamu berani ngomong gitu lagi aku pites kamu ! "


Hardik Mas Harsi kesal .


" Pitees emang semut kali ! " Balas Hanie kesal. Bunda menarik tangan Hanie masuk ke dalam menghindari keributan lebih lagi .


Aku terdiam mendengar protes dari Hanie, sejak aku di rawat di rumah sakit aku memang jarang mengurus anak - anak karena Bunda mengambil alih pengasuhan mereka bahkan hingga aku sehat Bunda tak memberi izin aku membawa nya ke kota ini dulu saat awal aku di terima kerja di sini dengan alasan takut mereka akan terlantar karena aku bekerja dan tak ada keluarga di sini , Bunda tak mengizin kan aku membawa mereka dan sekarang setelah kami kumpul pun waktu ku lebih banyak untuk mengurus suami yang serupa bayi tua .


" Mah ..! Kenapa..?! , gak usah dengerin omongan Hanie , tuh anak mulut nya memang harus di kasih pelajaran " Mas Hardi membelai pipi melihat air muka ku terlihat sendu .


Mas Hardi keluar kamar dengan wajah merah padam , belum sempat aku bicara pintu kamar sudah di kunci dari luar.


" Hani....! Mana Hani...!! " Teriakan Mas Hardi menggelegar terdengar hingga ke dalam kamar .


" Opo to Har...! ada apa..?! " Tanya Bunda.dengan logat khas jawa Bali .


" Kasih tahu Dia Bun ! Sekali lagi Dia bicara seenak nya menyinggung perasaan Emil aku bungkam mulut nya sampai gak bisa bicara !! " Maki Mas Hardi dengan nada keras .


" Istigfar lee !! , sing sabar ! kamu kan sedang puasa ! tahan emosi , nanti puasa mu cuma dapat haus dan lapar saja ..sabar ya..!! Adik mu itu cuma bercanda , jangan di bawa hati "


Nasehat Bunda menenang kan Mas Hardi .


" Aku sudah sabar Bun ! Kalau aku yang Dia singgung gak masalah , aku masih bisa menerima nya tapi berani menyinggung apalagi menyakiti isteri ku , membunuh pun aku gak akan pernah menyesal " Dengus Mas Hardi , ku dengar Dia melempar sesuatu , bunyi benda jatuh terdengar sampai di dalam kamar.


Sementata di balkon aku gelisah , takut Mas Hardi benar - benar kalap, aku tahu seberapa berbahaya nya Dia saat sedang marah , tak peduli siapa yang ada di hadapan nya Dia bisa berubah menjadi monster menakut kan .


Sesaat kemudian ku dengar suara kunci pintu di buka , Mas Hardi masuk kamar mencari ku tak ada di dalam kamar , Dia keluar mendapati ku yang sedang duduk di kursi balkon .


" Mah masuk.yuk ! mendung begini enakan buat tidur " Ajak nya lembut .


" Tanggung mau dzuhur Pah ! , tidur nya sehabis solat dzuhur saja " Balas ku .


Ku lihat air muka Mas Hardi sudah kembali biasa lagi tak terlihat kemarahan di wajah nya.


Begitu Adzan dzuhur berkumandang aku mengajak Mas Hardi untuk solat berjama'ah di dalam kamar dengan Dia sebagai imam .


Saat kami rebahan di atas tempat tidur usai solat aku mencoba menggali perasaan suami ku dengan hati - hati .


" Pah.. ! Mamah mau tanya tolong di jawab tapi Papah jangan tersinggung ya " Ucap ku memulai percakapan , Mas Hardi memiring kan badan nya , memaling kan wajah menatap ku yang menerawang ke atas langit - langit kamar .

__ADS_1


" Heemm ! ada apa ..?! " Tanya nya lembut .


" Kenapa sih Papah harus mengunci ku di kamar setiap mau pergi ?! " Tanya ku pelan .


" Biar kamu gak pergi keluar rumah tanpa ku "


Balas nya pelan memilin rambut ku .


" Apa setiap pergi aku harus sama kamu ?! "


Ku coba menahan sedikit rasa sesak .


" Hemmm " Balas nya singkat .


" Kenapa..?! " Tanya ku lagi .


" Karena kamu miliki ku dan hanya aku lelaki yang boleh memandang apalgi memyentuh mu dan aku harus selalu ada di samping mu untuk memastikan tidak ada lelaki lain yang berani mendekati mu " Jelas nya berapi - api .


" Harus kah seperti itu Pah..?, kita makhluk sosial , bukan nya kita harus berinteraksi dengan yang lain entah itu lelaki atau pun perempuan ?! " Tanya ku pelan dengan menekan nada bicara .


" Tapi aku gak suka ada lelaki lain yang suka kamu juga apalagi sampai berhasrat untuk memiliki mu ! " Tegas nya dengan nada kesal.


" Bukan nya itu salah satu kodrat manusia Pah ?!, untuk mencintai dan di cintai dan tak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan Dia akan jatuh cinta dan pada siapa Dia akan merasakan semua perasaan nya itu ?! "


Jelas ku lebih berhati - hati takut menyulut kemarahan nya .


" Karena itu aku harus menjaga mu ! Dari pengalaman ku saat Mamah menjauhi Papah hampir setiap lelaki yang dekat dengan kamu itu mereka punya hasrat untuk memiliki mu , dan itu membuat ku harus rela menahan rasa sakit amat sangat setiap kali mereka berkata menganggumi mu, ingin menjadi milik mu !!


Haaa..!! , mereka pikir bisa merebut mu dari ku ?!, jangan pernah berharap selama aku masih hidup, Emil itu milik ku hanya aku !! "


Nada suara nya mulai tersulut emosi.


Aku mencoba meredam nya dengan mengusap wajah nya lembut , membelai dada nya pelan dengan seulas senyum untuk menenang kan hati nya .


" Selama aku mengabai kan mereka , tak memperdulikan keinginan mereka , semua tak kan terjadi Pah ! Demi Allah aku gak akan pernah selingkuh atau berpaling dari mu , semua demi kebahagiaan anak - anak ku "


Balas ku meredakan amarah nya .


Mas Hardi tersenyum meraih tangan ku, mencium nya lembut .


" Aku tahu Mah ! Seberapa besar sayang mu pada anak - anak ku , karena itu juga aku mampu berjuang mengambil hati mu kembali " Ucap nya setengah berbisik .


" Mah...!! Jangan mulai deh ! Kita sedang puasa , kamu tahu tegangan ku tinggi tapi suka banget menggoda hasrat ku " Desah nya putus asa meraih tangan ku yang membelai lembut dada nya, di cium dan di taruh nya di bawah wajah nya .


" Jangan buat aku putus asa Mah ! tidur yuks " Desah nya lagi menghembus pelan .


Aku balikan badan memungkuri nya, Mas Hardi meraih badan ku dan membalikan kembali menghadap nya .


-----------------------------


**Hai pembaca semua ! aku mohon pengertian dari kalian semua sehubungan dengan peraturan baru di apk ini untuk keberlangsungan karya ku ini mohon perngertian nya pada setiap pembaca untuk rela memencet tombol like ! gratis ko gak di pungut beaya hitung saja sebagai pengharga an untuk author !! dan yang sudi memberi vote Uthor ucapkan beribu terimaksih untuk sodaqoh nya semoga Allah membalas berkali lipat . Terimakasih untuk perhatian nya.


Tolong dukung author untuk mendapat persetujuan kontrak karya author dg like vote dan lebih lagi jk ada yag sudi memberi tipsπŸ™πŸ™πŸ™**


**semoga ke depan karya ini tetap berlanjut

__ADS_1


Love you😘😘


Jangan pelit. bersedekah aplg sedekah gratis hanya memencet tombol like dan poin yang di dapat gratis dari masuk di NT/MT, tidak akan membuat jari jempol Anda bengkak juga**


__ADS_2