Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 84


__ADS_3

**Hai kaka readers yang baik hati jangan lupa mampir ke karya baru ku ya , judul nya


SENANDUNG RINDU


di tunggu like komen dan vote nya πŸ™


Muachhh love all😘😍**


---------------------------------------------


# Emila Pov #


Tok..! tok.. ! tok.. !


Pintu kamar ku di ketuk dari luar , suara Bunda memanggil nama kami .


" Hardi..! Nak Emil...! bangun ini ada tamu dari Arrahman Hidaya minte ketemu "


Aku terbangun oleh ketukan pintu di kamar, ku renggang kan badan ku yang terasa pegal semua selesai bertempur tadi .


" Mas..! Sayang bangun Bunda cariin kita "


Ku goyangkan badan Mas Hardi lembut .


Mas Hardi memincing kan mata, merenggang kan badan nya, lalu reflek mencium bibir ku.


" Bentar Bun ! Suruh nunggu dulu ! " Teriak Mas Hardi dar dalam kamar . Ku dengar langkah kaki menjauh dari kamar . Aku duduk di tepian tempat tidur .


" Jam berapa ini Mah ! " Tanya Mas Hardi memeluk ku dari belakang .


" Sudah sore Mas ! jam empat lebih , aku mandi dulu solat , kamu temui dulu tamu nya gih nanti aku nyusul " Pinta ku masih menahan kantuk dan lelah.


" Kita mandi bareng terus solat berjama'ah baru kita temui tamu nya " Balas Mas Hardi , beranjak turun dari tempat tidur , berdiri di hadapan ku tanpa sehelai benang pun lalu mengangkat tubuh ku masuk ke dalam kamar mandi .


" Gimana aku bisa membenci kamu Mas !, kamu nya manjain aku terus " Bisik ku di telinga nya, Mas Hardi tersenyum lalu di cium nya kening ku penuh perasaan.


" Karena aku pun tak ingin kehilangan mu dan tak ingin di benci pujaan ku " Gombal nya .


Mas Hardi menurun kan aku di bawah shower, lalu kami membersihkan diri bersama, Mas Hardi melilitkan handuk di tubuh ku, lalu beranjak keluar kamar mandi berganti pakaian, masuk lagi untuk bersuci dan mengerjakan solat Ashar dengan Mas Hardi sebagai Imam nya .


Saat turun ke bawah ku lihat Fajar dan Andy duduk di ruang tamu di temani Ayah dengan wajah terlihat merah padam dan Bunda yang mengelus bahu ayah menenang kan nya .


" Ada apa ini..? " Tanya Mas Hardi begitu kami sampai di hadapan mereka .


" Ada yang ingin main - main dengan kita Nak ! " Balas Ayah menyeringai kesal .


Mas Hardi duduk berhadapan dengan Fajar, aku duduk di samping nya berhadapan dengan Ayah .


" Maaf Pak ! Bu ..! , kami melaporkan suplai aspal di hentikam secara sepihak oleh Pak Hartana, untuk saat ini persediaan tinggal beberaa drum saja tak cukup sampai proyek selesai " Jawab Fajar menjelas kan .


" Hem begitu ! Sebentar aku telefon kantor pusat dulu " Balas Mas Hardi .


Mas Hardi mengambil ponsel nya lalu menghubungi karyawan nya yang berada di kota kelahiran nya, sesaat kemudian terdengar suara dari arah sebrang telefon .


" Assallamuallaikum .. selamat sore bapak ! "


Suara sambungan dari seberang telefon, ?Mas Hardi sengaja melodspekar ponsel nya


" Sore ! Taufan masih ada di kantor tidak ! "


Tanya Mas Hardi ke sekretaris nya .


" Ada Pak ini saya sambungkan dengan Pak Taufan " Balas nya hormat .


" Selamat sore bos gimana keadaan, maaf belum sempat ke sana , kaki saya masih sakit untuk menyetir jauh " Suara Taufan dari sambungan telefon .


" Alhamdulillah sudah lebih baik, gak usah terlalu di paksa kan ! yang penting kamu sudah kembali membaik sudah cukup untuk saya " Balas Mas Hardi


" Terimakasih Bos " Terdengar nada hormat


" Mas Taufan coba kamu cek persediaan aspal di gudang , kalau ada tolong kirim sepuluh drum ke Arrahman hari ini juga ! "


Perintah Mas Hardi .


' Siap Bos ! Hanya sepuluh saja ?! "


Balas Taufan .

__ADS_1


" Memang di gudang masih ada kelebihan untuk proyek kita yang lain ?! "


" Siap masih bos ! masih ada kelebihan ! "


Balas nya lagi .


" Tunggu sebentar " Pinta Mas Hardi .


" Kira - kira berapa drum lagi Arrahman membutuh kan aspal ?! " Mas Hardi mengalih kan pandangan ke arah kedua karyawan kami.


" Sekitar lima belasan Pak " Balas Fajar .


" Hallo Mas Taufan tolong kirim enam belas drum ! bisa ! " Tanya Mas Hardi tegas .


" Siap bos kami kirim hari ini juga bersama nota pengiriman " Balas nya hormat .


" Baik terimakasih " Balas Mas Hardii lalu memutus sambungan .


" Ada masalah lain lagi ?! " Tanya Mas Hardi.


" Sementara ini tidak ada Pak ! hanya itu saja "


Jawab Andy.


" Baik mulai besok saya dan Bu Emil akan ada di kantor Arrahman, kalau ada masalah di lapangan hubungi kami saya saja !"


Perintah Mas Hardi


" Baik Pak , kami pamit dulu " Balas mereka, lalu undur diri keluar dari rumah, kami mengantar hingga di pagar rumah .


" Pak Hardi apa kabar..! Maaf ya belum sempat berkunjung , baru pulang jemput anak di ibukota " Sapa Pak Rt yang sedang ngobrol dengan Ibu .


" Alhamdulillah baik Pak, minta do'a nya saja, dan terimakasih sudah membantu isteri saya mencari saya " Balas Mas Hardi tersenyum ramah.


" Sama - sama Pak Hardi , itu sudah kewajiban saya sebagai ketua Rt " Balas Beliau ramah .


Ibu masuk ke dalam rumah, aku mengikuti nya dari belakang lalu duduk di ruang tengah rumah di seberang rumah Mas Hardi yang ternyata milik Ayah yang di pinjam kan pada kantor ku dulu .


" Sepi Bu , pada kemana ?! " Tanya ku datar duduk dengan merebah kan kepala ke pangkuan Ibu .


" Anak - anak jalan - jalan ke Mall sama si kembar " Jawab Ibu membelai rambut ku.


" Tadi pagi ke sini naik kereta itu di jemput sama Mas Andy di stasiun , lah kamu nya sibuk ngurusin bayi tua aja " Balas Ibu menggoda .


" Ko bayi tua sih Bu ?! " Balas ku gak nyaman.


" Lah itu mertua mu sendiri yang suka bilang si Hardi itu bayi tuek hihihihiiii, wong manja nya gak kalah sama Daffa " Seloroh Ibu lagi .


Aku hanya tersenyum membalas ucapan Ibu .


" Tapi manja nya kan cuma sama Emil Bu "


Belas ku .


" Eheemmm. .., ada yang lagi ngomongin aku ya ! " Ucap Mas Hardi yang baru masuk .


" Kebiasaan kamu Mas , kalau masuk gak uluk salam " Balas ku sedikit kaget tiba - tiba Mas Hardi sudah berdiri di pintu masuk ke ruang tengah . Mas Hardi cuma nyengir kuda.


Mas Hardi beranjak ke Ibu meraih tangan Beliau lalu mencium nya, sesuatu yang gak pernah di lakukan selama Dia menjadi mantu dalam keluarga ku, dan Ibu terlihat canggung.


" Bu Emil nya aku minta lagi Nggeh " Pinta nya pada Ibu sembari meraih tangan ku dengan tangan kanan nya , sedang tangan kiri nya menopang tongkat kruk .


" Heemmm.., lengket wae koyo lem ( Heemm


melekat saja seperti lem ) " Ledek Ibu .


Mas Hardi bersemu merah , tak mengabaikan ucapan Ibu, beranjak keluar rumah .


" Ibu.., iihhh.. jangan gitu sih " pinta ku malu.


Ibu hanya terkekeh mendengar protes ku .


Usai solat maghrib Ayah mengajak Mas Hardi berembug dengan pemutusan sepihak kerjasama dengan perusahaan Pak Hartawan,


Ayah terlihat marah sekali .


" Ayah sudah hubungi Pak Panca ,praktisi hukum Prasojo, Ayah minta kompensasi atas pemutusan kerjasama sepihak " Suara Ayah bergetar .

__ADS_1


" Berani nya menabuh genderang perang dengan Prasojo group, biar aku biat Dia mati langkah sekalian " Geram Ayah .


" Buat Hardi sih gak terlalu masalah Yah !, aku masih punya suplier lain, perusahaan baru tapi tak kalah profesional dari Hartawan "


Balas Mas Hardi santai.


" Bagus lah kalau begitu , darimana kamu mendapat kan nya " Tanya Ayah menatap lekat ke arah Mas Hardi .


" Taufan yang mengerjakan semua , karyawan ku yang bisa diandal kan " Balas Mas Hardi.


" Jadi karena itu kemarin kamu kasih hadiah mobil matic ?! " Tanya Ayah tersenyum melihat kelihaian putera dan asisten nya .


" Iya bonus atas prestasi nya ' Balas Mas Hardi datar .


" Ayah seperti nya bisa mengandal kan mu sekarang ! , Ayah mesti bersyukur pengaruh isteri mu bisa merubah mu seratus delapan puluh derajat .hahahahaaa " Tawa Ayah sumringah terdengar renyah .


Mas Hardi hanya tersenyum, memeluk dan mencium kening ku lembut .


" Apa yang akan Ayah lakukan dengan Pak Hartawan ?! " Selidik Mas Hardi seolah sudah memahami jalan fikiran Ayah .


" Tidak ada..! Ayah hanya ingin menunjukan Dia sesang berhadapan dengan siapa ! "


Nada suara Ayah kembali meninggi .


Aku sedikit bergidig mendengar nya , teringat bagaimana dulu Ayah menghancur kan pesaing bisnis Mas Hardi yang mencoba meruntuh kan pernikahan kami dan juga seorang suplier material yang menyodor kan keponakan nya untuk menjadi isteri kedua Mas Hardi pada akhir nya du buat bangkrut sehancur - hancur nya oleh Ayah.


Mas Hardi meremas tangan ku ,menenang kan kegelisahan dalam hati ku .


" Jangan lemah Mah !, prinsip Ayah benalu harus di cabut sampai akar nya " Bisik Mas Hardi di telinga ku .


Ba'da Isya anak - anak baru pulang ke rumah dengan belanjaan banyak sekali .


" Ka Emill...! Apa kabar.. " Ucap si kembar Hana dan Hani menghambur ke arah ku, mereka memeluk ku erat .


" Alhamdulillah kaka baik - baik saja "


Balas ku membalas pelukan mereka lebih rapat.


" Heiii...!! Kalian melupakan aku..?!, Yang Kaka kalian siapa sih ! " Geurutu Mas Hardi kesal .


" Kaki mu kenapa Ka..?!, dih setia banget ya sampai kaki aja di buat sama jalan nya "


Ucap Hani tersenyum menggoda .


Mas Hardi membelakan mata nya marah .


" Mau kamu aku bikin seperti ini juga !!"


Hardik nya dengan nada tinggi.


" Sudah sih apa'an lagi orang Hani cuma bercanda juga kenapa di tanggapi serius gitu " Lerai ku , mengeluas bahu Mas Hardi.


" Iya nih gak asik punya kaka galak ! "


Balas Hani berlalu pergi keluar mendekati Eksan dan Erza di rumah depan .


" Daffa dimana dek ?! " Tanya ku pada Hani yang masih asik membongkar belanjaan bersama Zahwa dan Zarra di bantu Bi Ratmi.


" Tertidur di mobil tadi Ka, terus sama Ka Erza di bawa ke rumah depan di keloni sama uti "


Balas nya .


" Zarra pengen bobo sama Mamah , boleh nggak " Tanya Zarra bergayut manja.


Ku anggukan kepala sembari tersenyum.


" Kaka juga mau tidur di kamar Mamah ! boleh ya Pah ..?! " Rengek Zahwa .


" Ya udah sekalian aja bertiga anak Papah tidur bareng ! , Hana tolong ambilin Daffa biar malam ini tidur berlima " Perintah Mas Hardi.


" Ranjange opo muat to Har ( tempat tidur nya apa cukup Har ) ".Tanya Ibu .


" Gak papa tidur nya berjejer biar seperti ikan asin " Seloroh Mas Hardi .


Dan malam ini untuk pertamakali nya kami tidur satu keluarga kecil kita dalam satu ranjang, tengah malam Mas Hardi terbangun, menggeser posisi, pindah tidur di belakang mendekap tubuh ku .


" Maaf Papah gak bisa tidur tanpa memeluk Mamah " Bisik nya pelan di telinga .

__ADS_1


Aku tersenyum menyadari tingkah bucin nya.


* Semoga Esok dan selama nya kami akan selalu seperti ini . * Do'a ku dalam hati .


__ADS_2