Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 57


__ADS_3

Sore pukul empat tepat Mas Hardi sudah stand bay di lobi lantai dua kantor ku , segera ku selesai kan berkas hari ini, ku berikan Nadia asisten ku untuk di lanjut kan ke para manteri lapangan .


" Assalamuallaikum Mas sudah lama nunggu ..? " Ku sapa Mas Hardi yang sedang sibuk dengan gadget di sofa lobi kantor ku.


" Eehhh Mah.., gak ko baru lima menit an nunggu, sudah selesai gawe hari ini .,? "


Balas nya antusias dengan senyum sumringah.


" heemmm.. , mau ajak kemana ..? " Selidik ku .


" Ada deh.., Mamah percaya sama Papah aja Ya..,! " Pinta nya tulus, ku anggukan kepala dengan senyum simpul .


Mas Hardi berdiri dari duduk nya hendak menggenggam tangan ku namun ku tepis halus .


" Maaf Mas ini di kantor dan aku pimpinan di cabang ini , gak etis menunjukan kemesraan di depan karyawan lain " Pinta memohon pengertian .


" Maaf Mah.., Papah terbiasa di kantor sendiri mesraan sama isteri gak peduli pandangan mereka " Balas nya dengan raut menyesal.


" Beda kan Mas, kalau di sana kan kantor milik sendiri kamu bos nya yang menggaji mereka , nah kalau aku..? , status ku pimpinan tapi aku juga di gaji perusahaan sama seperti mereka cuma beda posisi jadi harus bisa jaga image tempat ku bekerja " Jelas ku berhati - hati . Mas Hardi mengangguk tanda mengerti .


Kami berjalan beriringan menuju parkir khusus karyawan , di depan pintu aku berpapasan dengan Arif, Dia tersenyum entah memberi kode apa pada Mas Hardi, menundukan badan ke arah ku dan berlalu .


Mas Hardi membuka kan pintu untuk ku, setelah aku masuk , Dia berjalan memutar.., membuka pintu lalu duduk di jok belakang kemudi dan beranjak meninggal kan kantor , mobil melaju ke arah selatan dengan jalan berkelok dan naik turun ciri khas jalan pegunungan .


🎵 Jauh..di lubuk hati ku...


Masih terukir nama mu


Jauh di dasar jiwa ku


Engkau masih kekasih ku


🎵Tak bisa ku tahan laju angin


Untuk semua kenangan yang berlalu


Hembus kan sepi.. merobek hati


🎵Meski raga ini tak lagi milik mu


Namun di dalam hati ku sungguh engkau hidup..Entah sampai kapan..


Ku tahan rasa cintaa iiniii


🎵Jauh di lubuk hati ku


masih terukir nama mu


Jauh di dasar jiwa ku..


Enggkkkaauu..masih kekasih ku


🎵Dan ku berharap semua inii


Bukan lah kekeliruan seperti yang ku kira

__ADS_1


Seumur hidup ku akan menjadi do'a untuk mu


🎵 Andai saja waktu bisa terulang kembali


Akan ku serah kan hidup ku di sisi mu


Namun ku tahu itu tak kan mungkin terjadi


Rasa ini menyiksa sungguh sungguh..


memyiksa ku..


Mas Hardi menggenggam tangan ku erat mencium nya berulanga kali , sesekali ikut menyayikan lirik lagu nya Naff dengan melirik ke arah ku menatap dengan sorot kerinduan terpancar di wajah yang terlihat lebih ceria hari ini di banding awal aku bertemu dengan nya lagi setelah sekian bulan berlalu.


" Love you Mah.., aku bisa gila jika kehilangan mu Emila Nurul Hidaya.! " Bisik nya lembut di tengah musik mengalun sendu .


" Mas fokus nyupir .., jalanan berkelok begini masih aja ngeluarin rayuan gombal "


Balas ku dengan wajah cemas tiap kali berpapasn dengan mobil lain di tikungan tajam.


Tiga puluh menit kemudian mobil masuk ke sebuah area kantor dengan papan nama besar di depan tertulis


Pt. ARRAHMAN HIDAYA COUNTRUCTION


( Prasojo countruction group )


Mas Hardi memarkir kan mobil di depan sebuah bangungan kantor yang terlihat sibuk dan ramai oleh pengunjung berpakaian khas ala petani daerah pegunungan .


" Selamat sore semua ..! " Sapa Mas Hardi tersenyum sumringah dengan tangan kiri menggenggam tangan kanan ku erat .


Ku balas dengan menganggukan kepala kepada karyawan yang hanya Andi ,Nurma dan Hanif yang ku kenal, sebagian besar karyawan yang baru di rekrut oleh Mas Hardi, namun mereka sudah di beritahu tentang ku lewat foto besar yang terpajang di ruang lobi, sebagai pemilik perusahaan ini .


Mas Hardi membawa ku masuk ke dalam ruang direktur dengan memeluk bahu ku lembut tanpa peduli tatapan dan senyum simpul karyawan nya .


" Duduk sini Mah.. " Tuntun nya ke arah kursi kebesaran di ruang itu.


" Nah.. pas banget kan buat Mamah..., kalau bisa sih Mah, Papah pengen kamu resign dari perusahaan keuangan itu terus mengelola perusahaan putera kita ini, nanti biar Andi aku suruh di sini untuk menjadi asisten Mamah menjalankan bisnis ini " Mas Hardi menatap ku lekat dengan sorot tulus dan kesungguhan .


Ku edar kan pandangan dalam ruangan , selain bagan peta jalan yang akan segera di dibuka oleh perusahaan ini selebih nya dinding ruang ini di dominasi foto keluarga kami , foto Daffa dan foto ku yang paling banyak terpasang pun di meja kebesaran ini foto ku yang memeluk Daffa terpampang indah .


" Fak ku berbeda Mas , puluhan tahun yang kugeluti bidang keuangan dan sekarang aku pindah ke perusahaan kontruksi yang tak ku tahu menahu alur nya..,, takut nya malah gak bisa berkembang " Jelas ku memohon pengertian .


" Kalau kamu yakin bisa pasti akan jalan, toh ada Andi di belakang mu dan aku pun akan tetap membantu mencari proyek untuk perusahaan ini, aku tidak akan lepas tanggung jawab Mah.., semua masih dalam pengaturan ku juga, Mamah tinggal menjalan kan saja, jadi bos di perusahaan milik sendiri Mah , kalau selama ini Mamah di gaji dengan mengelola perusahaan ini Mamah berganti yang akan menggaji mereka " Jelas nya panjang lebar .


" Justeru itu yang masih ku ragukan kemampuan ku sendiri Mas " Balas ku datar .


Mas Hardi yang sedari tadi duduk di sudut meja lalu mendekat dan ******* bibir ku lembut penuh perasaan . tangan nya memegang kepala ku pelan dan tangan satu nya meremas tangan ku penuh perasaan .


Tok..tok..tok tok


Pintu di ketuk sekian detik kemudian di buka dari luar .


" Aaghhh Maaf Bos.. ! " Ucap Andi terkejut lalu menutup pintu kembali .


" Shiit..!! " Umpat Mas Hardi kesal, keasyikan nya terganggu, sementara aku menahan malu dengan wajah merona semerah tomat .

__ADS_1


" Bentar sayang tunggu di sini aku keluar dulu, jangan kemana - mana " Pinta nya lembut .


Mas Hardi keluar ruangan menemui Andi.


Ku rebah kan kepala ku di sandaran kursi .


Mengedar kan pandangan ke seluruh ruangan yang lebih besar dari kantor ku, ada ruang tersekat aku berjalan ke sana membuka pintu geser yang tertutup , ada tempat tidur ukuran sedang dengan busa yang sangat empuk, kamar mandi di dalam nya dan lemari kecil, ku buka ada baju baju Mas Hardi,, berjalan ke arah pintu menuju Balkon, ku lihat deretan orang - orang memakai baju khas petani masih duduk berkerumun menerima penjelasan dari pegawai Mas Hardi di dampingi aparat setempat dan dari BPPN .


Aku kembali masuk ke dalam kamar di pintu geser bagian dalam aku penasaran dengan korden yang menutup pintu daun pintu, ku buka korden dan aku terkesiap, melihat foto sendiri mengenakan lingire senada dengan warna kulit ku tanpa mengenakan Bra dan celdam, aku sampai malu sendiri melihat nya, ku ingat ingat kapan aku mengena kan lingire seperti itu dan bagaimana bisa Mas Hardi memotret tanpa sepengetahuan ku .


Degg !!! , itu foto awal pernikahan kami seminggu sebelum aku hamil anak pertama, Bunda yang membelikan nya dan Mas Hardi meminta ku mengenakan nya.


* Duuhhh Mas kamu ko segila ini ?! * Bisik ku dalam hati menahan kesal campur.geli.


Ku langkah kan kaki keluar kamar tiduran di sofa dan aku terbuai oleh alunan lagu yang ku putar sendiri hingga terlelap dan terbangun saat ku rasa kan nafas panas berhembus di telinga ku .


" Mah istirahat di dalam aja yuk .! , jangan di sini nanti badan nya pegal " Ajak nya lembut .


Ku angkat badan dan ku renggang kan otot - otot tubuh ku .


" Pulang aja Mas ini sudah jelang magrib " Pinta ku pelan .


" Bentar Mah masih ada yang harus Papah urus dulu, Mamah tidur di dalam aja " Mas Hardi menarik tangan ku menggeser pintu masuk ke dalam kamar dan menutup nya lagi.


" Itu apa an Mas.., " Tanya ku sedikit kesal melirik ke arah foto yang terpampang di pintu.


" Itu fantasi ku kalau kangen Mamah.. dengan memandang foto itu junior ku bisa terpuas kan " Bisik nya nakal di telinga ku .


" Kalau di lihat yang lain gimana ..?! " Nada ku kesal bercampur kuatir .


" Gak bakal ada yang melihat kamar ini ku kunci setiap Papah pergi dan lagi juga tertutup korden ini " Senyum nya nakal .


Mas Hardi mengunci kamar dan ******* bibir ku lembut memegang pinggang , mendekap erat ke dalam pelukan nya .


Ku dorong pelan tubuh menjauh dari nya .


" Maaf Mas .. aku belum siap " Ucap ku menahan getar perih di dalam hati .


" Mah sedalam itu benci mu..,? " Selidik Mas Hardi menatap ke dalam manik mata ku .


Ku geleng kan kepala ku pelan .


" Aku tidak membenci mu Mas , tolong beri aku waktu sampai tubuh ku siap menerima mu kembali " Pinta ku lembut .


Tiiinnggg !! Notifikasi di HP Mas Hardi.


Mas Hardi membuka WA membaca dan membalas nya .


" Mah tiduran di sini aja dulu, Papah selesai kan urusan di luar dulu, kalau mau Mandi itu di lemari ada beberapa baju Mamah yang tertinggal di rumah Papah bawa ke sini buat selimut kalau Papah kangen Mamah, ada Bra sama celdam Mamah juga tapi Maaf ada yang sedikit kendur suka Papah pake kalau kangen Mamah " Bisik nya di telinga dengan menghembus kan nafas panas nya di telinga ku hingga membuat aku merinding .


Deeggg ...!! Ku bulat kan mata tak percaya Mas Hardi sering memakai celana dalam ku.


* Ya Allah normal kah suami ku..* Bisik ku perih dalam hati, ingin rasa nya mengajak Di ke spiciater untuk mengetahui kejiwaan nya.


Mas Hardi tersenyum tanpa rasa malu atas apa yang baru di ucap kan, mencium kening ku begitu dalam lalu beranjak keluar kamar .

__ADS_1


__ADS_2