Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 66


__ADS_3

Tengah malam aku terbangun karena merasa haus , ku lihat air mineral di jer yang ada di bufet kecil dalam kamar Mas Hardi telah habis isi nya , aku beranjak keluar kamar menuju dapur untuk mengisi Jar dengan air galon yang ada di dapur.


Saat di dapur ku dengar sayup - sayup Ayah masih terjaga dengan Bunda sedang bicara berdua di ruang keluarga .


" Ayah akui semua yang menimpa mereka karena salah ku, terlalu terburu - buru mendekat kan mereka, terlalu kuat keinginan menyambung silaturahmi dengan Hasan , sahabat Ayah yang sudah banyak membantu dan berkorban sampai aku berhasil seperti sekarang , pada akhir nya keinginan ku membalas budi malah memberi luka pada keluarga Hasan " Suara Ayah serak terdengar sendu .


" Bunda juga Yah. , entah kenapa dari sekian banyak gadis dari puteri teman, sahabat , rekan bisnis dan kerabat yang ada justeru Emil yang paling mengena di hati maka nya Bunda gak memikir kan perasan mereka melakukan segala cara agar putera ku bisa bersanding dengan nya " Balas Bunda .


" Dari awal memang Hardi sudah sangat menyukai Emil , dulu saat tahu Emil sudah punya calon suami Dia sampai meminta bagaimana cara nya agar Emil terlepas dari kekasih nya " Ucap Bunda lagi pelan .


" Semoga Emil sekarang benar - benar tulus menerima putera kita dan mencintai nya seperti Hardi sangat mencintai Dia "


Harap Bunda lagi dengan suara sendu .


Ku gigit bibir bawah ku kelu, ku kerjap kan mata dan dengan sangat berhati - hati aku kembali naik ke atas ke kamar Mas Hardi .


" Darimana Mah.? " Tanya Mas Hardi masih dengan menahan kantuk .


" Ehmmm ini.. ambil air minum aku haus , jer nya kosong " Balas ku pelan, meminum sebagian isi jer , meletakan di meja, Mas Hardi meraih tubuh ku dalam dekpan nya .


* Jangan jauh - jauh dari Papah.." Bisik nya lembut di telinga ku, mencium ujung rambut ku dan kembali terlelap dengan mendekap tubuh ku . Ku cium harum tubuh nya .


****************************


Pagi aku terbangun saat suara tadarus terdengar dari pengeras suara di masjid.


Ku geliat kan tubuh ku pelan, melepas kan tangan Mas Hardi yang melingkar di perut ku.


Aku duduk sesaat di atas tempat tidur di samping suami ku.


Menatap wajah damai nya saat terlelap, alis tebal hitam , hidung mancung , bibir coklat simetris dengan kumis tipis di atas nya, dagu membelah dan rahang yang kokoh.., aku tersenyum mengingat bagaimana lelaki yang terlihat keras, kokoh dan tangguh ini bisa sebegitu manja jika berhadapan dengan ku .


* Maaf Mas aku yang tak menyadari ketulusan mu hingga tak bisa merasakan kasih sayang mu * Bisik ku dalam hati. Usai puas menatap nya , ku turun kan kaki pelan, Mas Hardi mencekal tubuh ku, memeluk pinggang dari belakang .


" Mau kemana sayang.., nakal sudah menatap ku begitu membuat junior ku terbangun sekarang mau ninggalin tak bertanggung jawab " Suara nya serak, menyusupkan wajah nya dalam pangkuan ku .


" Sudah pagi Pah, Mau solat subuh " Balas ku pelan membelai rambut hitam yang sedikit di hiasi warna putih.


" Solat bareng Mah.., cuci muka aja Mah, terus wudhu, mandi nya nanti , Papah mau serangan farjar baru kita bersihin diri bardua "


Mas Hardi menatap ku manja .


" Apa sih Pah, doyanan banget, Mamah hari ini berangkat ke kantor .., libur sehari aja gak bisa apa Pah " Balas ku datar .


" Gak bisa ..., junior ku masih kangen " Balas nya kian manja .


Aku turun dari tempat tidur diikuti Mas Hardi dengan tangan terus melingkar di pinggang.


Menyikat gigi , mencuci muka , berwudhu lalu berangkat bersama ke Masjid . Saat tiba di Masjid Iqomah sedang di kumandang kan,


aku berdiri solat di samping Ibu yang saat aku datang sedang menjalan kan solat fajar .


Usai solat dan membaca do'a sendiri aku pamit pada Ibu mencium tangan ku karena Mas Hardi sudah menunggu di teras masjid.

__ADS_1


" Bu.. , Emil duluan sudah di tunggu Mas Hardi " Ucap ku pelan di telinga Ibu . Di jawab dengan anggukan kepala oleh Ibu yang sedang takzim berdzikir .


Keluar dari Masjid mendekat ke arah Mas Hardi di teras, bahu ku di peluk nya erat .


" Dingin Mah.. " Bisik nya lembut di telinga .


" Ehheeemmmm... cie.. pengantin baru "


Agus yang baru keluar dari rumah kos nya ku lihat sudah mengenakan seragam lengkap menggoda kami . Aku hanya tersenyum malu.


Mas Hardi membalas dengan melambaikan tangan .


" Maka nya cari pasangan Pak polisi..., biar merasakan nikmat nya surga dunia .." Ejek Mas Hardi sembari tersenyum simpul .


" Nanti kalau sudah ketemu cewek yang paling tidak seperti Mbak Emil , biar gak nyesel kasih makan anak orang " Balas nya datar, menggelitik hati Mas Hardi .


" Jangan terobsesi sama isteri orang Pak Pol,


.. Isteri ku tidak ada dua nya tidak ada yang menyamai.., nanti keburu rambut berubah warna semua belum dapat juga " Balas Mas Hardi mulai terbakar emosi .


" Sudah Pah.., nanti kita kesiangan berangkat kerja nya " Bisik ku pelan, memaksa Mas Hardi berjalan pulang .


" Mari Mas Agus kita duluan.. " Pamit ku dengan seulas senyum simpul .


" Alaaamaaakkk pagi - pagi sudah di suguhi senyum manis..., aaahhhh sayang terlambat sudah jadi milik orang " Seloroh nya kembali membangkit kan emosi Mas Hardi. Ku remas telapak tangan Mas Hardi yang mendekap bahu ku.


" Sudah jangan di urusi Pah " Saran ku menentramkan hati nya yang terbakar cemburu.


" Dasar bujang lapuk gak laku ..! " Umpat Mas Hardi kesal .


" Kamu kenapa sih Mas. . yang kaya gitu aja di urusin " Balas ku kesal, sampai depan rumah kami ketemu Erza dengan kaos oblong tanpa lengan dan celana olahraga pendek dengan Eksan yang masih mengenakan sarung tersenyum ke arah kami .


" Mbak ganti baju joging yuks.. " Ajak Erza tanpa melihat Mas Hardi .


" Kamu duluan aja Za.., nanti aku nyusul "


Balas ku melambaikan tangan dan Erza beranjal lari - lari kecil ke luar kompleks ke arah taman.


" Mah... serangan fajar nya gimana ?! " Tanya Mas Hardi dengan wajah memelas.


" Apaan sih kamu Pah.. fikiran ke situ aja, yuk ganti baju terus joging biar sehat " Ajak ku sembari menarik tangan nya masuk ke dalam rumah.


" Asaalamuallaikum.. " Sapa ku sembari masuk rumah, mencium tangan Bunda yang sibuk di dapur dengan Bik Ratmi, Ayah baru keluar dari kamar mandi menggendong Daffa masih dengan mode ngantuk.


" Mamah..." Rengek Daffa manja meminta gendong.


" Adek nya pagi - pagi buang air besar di pampers jadi sekalian Ayah mandiin " Ucap Ayah sembari mengeringkan badan Daffa.


" Pake baju cama Mamah aja " Rengek nya manja meronta minta turun dari Ayah .


" Biar Emil aja Yah .. pakeiin baju Adek "


Pinta ku menaruh mukena di sofa dan meraih Daffa, Mas Hardi mengambil mukena ku di bawa nya naik ke atas kamar sambil berujar .

__ADS_1


" Yah.. Gatot deh serangan fajar nya .."


mendesah pelan. Ayah geleng - geleng kepala melihat kelakuan anak nya .


" Dasar anak manja.., Sabat ya Nak Emil "


Ayah menatap Mas Hardi yang beranjak pergi lalu mengalih kan pandangan ke arah ku. Ku balas ucapan Ayah dengan senyuman .


" Mah..Om Eksan sam Om Erza sudah ke taman belum..?! " Tanya Zahwa keluat daru kamar lalu berdiri di samping ku sudah mengenakan baju trening lengkap.


" Om Erza sih sudah kalau om Eksan tadi masih pake sarung, Kaka mau joging sama Om...?! " Tanya ku pelan, di balas dengan senyuman manis, menjabat tangan ku dan tangan Ayah.


" Mah... , Akuung..., Kaka joging dulu Ya "


Pamit Zahea kepada kami.


" Iya Nak hati - hati Ya ! " Balas ku, di jawab dengan anggukan kepala lalu berlari keluar.


" Adek mau lali juga Mah .." Pinta Daffa.


" Emmm Adek nunggu di sini bentar Mamah ganti baju dulu ya ! " Ku dudukan Daffa yang telah berganti baju di atas sofa lalu beranjak naik ke atas ke dalam kamar.


" Adek ke taman sama Akung dulu nanti Mamah biar nyusul " Pinta Ayah.


" Ookkeee .." Balad Daffa bahagia.


Sesampai di dalam kamar Mas Hardi sibuk dengan gaged nya , melihat ku masuk menghentikan aktifitas nya lalu menyergap memeluk ku dari belakang .


" Mah...bentar aja yuks ..! " Pinta nya manja.


" Ntar malam aja kenapa sih.., Mamah hari ini mssuk kerja, kalau habis main lelah bawan nya mau tidur, kerjaan Mamah bisa terbengkelai .., joging aja yuks..!, sudah di tunggu anak - anak di taman " Ku raba wajah nya menatap dengan sorot permohonan .


Mas Hardi mendengus kesal tapi kemudian mengganti baju koko nya dengan kaos oblong tanpa lengam dengan celana pendek .


" Tapi nanti siang boleh ya Mah, nanti Papah jemput kita ke kantor Papah " Pinta nya dengan wajah sendu . Ku balas dengan senyuman.


* Ya Allah Mas sehari gak begituan mati apa Ya...cek..cek..cek* Gumam ku dalam hati.


Kami keluar kamar dengan tangan Mas Hardi yang menggenggan erat, sampai di bawah ku lihat Bunda, Ibu dan Bik Ratmi sibuk menyiap kan sarapan, Zarra keluar dari kamar mengenankan baju olahraga dan berjalan bareng keluar rumah menuju taman.


Sampai di taman ku lihat Erza, Eksan dan Zarra sedang berlari - lari kecil di trotoar taman, aku mengikut mereka dengan tangan Mas Hardi yang tak lepas dari tangan ku.


Erza menatap kami lalu tersenyum kecut


" Dasar Bucin..!! " Ledek nya, Mas Hardi hanya tersenyum dengan ledekan adik ipar nya .


------------------------------------


Haii reader terimakasih untuk yang masih setia dengan karya ku hingga kini


Jangan lupa tinggalkan kesan dengan like vote dan bintang nya.


Terimakasih untuk komentar nya maaf belum bisa membalas satu persaty.

__ADS_1


terimakasih tuk redaktur.


Love you all😍😍


__ADS_2