Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 74


__ADS_3

Adakah manusia yang bisa mengira kapan Dia akan jatuh cinta.?


Adakah Makhluk hidup yang mampu mengelak ketika dewi amor melesat kan Cupid asmara nya dan panah asmara menancap begitu dalam di hati... ?


Itulah yang kurasa saat ini..


Ingin kusesali kebodohan ku dulu yang tak menyadari ketulusan kekasih ku


Tuhan Andai Kau izin kan memutar waktu !!


---------------------------


Malam ini aku tertidur dengan mendekap figura foto suami ku, memakai kaos oblong nya dan celana pendek serta sarung milik suami ku berharap bisa bertemu dengan nya dalam mimpi. Aku jadi teriingat cerita Mas Hardi yang suka memakai celdam ku dan gamis serta jilbab ku untuk selimut tidur nya saat merindu kan ku dulu .


* Ternyata sesakit ini merindukan orang yang kita cintai * Bisik ku dalam hati .


Aku terbangun jam tiga pagi dengan derai airmata dan keringat mengucur deras karena mimpi yang menggelisah kan ku . Dalam alam bawah sadar, aku di bawa masuk ke dalam sebuah hutan di tempat pembangunan jalan lingkar, di sana aku melihat Mas.Hardi yang tertidur di atas dipan dengan kedua kaki nya lterluka parah, menjerit meronta memanggil nama ku, menghardik seorang wanita yang merawat nya .Setetes kristal bening menetes.


Akhir nya ku putus kan untuk turun dari tempat tidur , membersih kan diri dan bersungkur di hadapan Illahi Rabby memohon pertolongan dan petunjuk Nya .


* Ya Rabb.., izin kan aku untuk bertemu kembali dengan kekasih hati ku, suami ku apapun keadaan nya, bantu aku untuk mampu ikhlas menerima segala takdir Mu, beri aku jalan untuk menemukan suami ku , beri aku pentunjuk untuk bertemu Bapak anak - anak ku * Do'a ku di fajar yang belum lagi merekah.


Rasa damai dan tentram menyelimuti hati ku setelah semalaman aku meratap dan menangis lalu pagi ini aku bersujud di hadapan Tuhan ku . Setelah Adzan berkumandang aku melangkah kan kaki ke masjid dekat kompleks, saat keluar rumah Bunda dan Erza pun keluar dari rumah dinas ku untuk menjalan kan solat di Masjid .


Pagi hari saat sedang sarapan Bunda meminta ku untuk berkumpul di ruang keluarga ada hal penting yang akan di bahas bersama .


" Nak Emil saya minta tolong dengan sangat untuk kali ini.., tolong Nak Emil resign dari pekerjaan dan bantu Bunda mengelola Arrahman , itu peeusahaan yang di bangun Hardi untuk masa depan anak - anak nya karena ketiga anak kalian masih kecil dan perwalian mereka ada pada Nak Emil maka yang berhak menjalan kan roda bisnis di Arrahman hanya Nak Emil " Pinta Bunda dengan penjelasan panjang lebar .


" Sudah saat nya kamu jadi bos di perusahaan sendiri Nak, biar tidak selama nya menjadi orang bayaran meski punya kedudukan , itu yang di fikirkan Hardi dulu, karena itu Dia membangun perusahaan itu "


Sambung Ayah .


" Tapi Yah.., Bunda .., Emil tidak punya keahlian di bidang kontruksi dan fak Emil di keuangan ., bisa kah Emil menjalan kan perusahaan anak - anak ? " Balas ku ragu .


" Kalau kamu percaya bisa ..,.pasti ada jalan, toh nanti kita orangtua Hardi dan keluarga yang lain akan tetap membantu dan ada Andi yang sudah teruji kesetiaan nya pada prasojo grup yang sengaja Hardi pilih untuk membantu menjalan kan bisnis ini " Tambah Bunda, menatap ku dengan sorot memohon .


Aku terdiam sesaat berfikir, mungkin ini jalan bagi ku untuk bisa menemukan suami ku, dengan aku menjadi ceo di perusahaan Daffa bukan kah aku menjadi punya alasan untuk setiap hari datang ke lokasi proyek dan mencari keberadaan suami ku di daerah sana ?!, dan lagi aku sudah tak mampu fokus dengan pekerjaan ku yang sekarang yang sering aku tinggal kan untuk mencari tahu keberadaan suami ku .


" Baik Ayah hari ini akan saya buat surat pengunduran diri dan saya akan coba menjalankan roda bisnis Arrahman , Emil mohon petunjuk dan bimbingan Ayah dan Bunda dan satu lagi Emil mohon izin agar Erza bisa masuk ke perusahaan Adek untuk membantu Emil jika Emil harus ke lapangan"


Balas ku dengan raut permohonan .


" Lakukan apa yang kamu mau Nak, itu perusahaan mu sekarang , kamu bebas memasukan dan mengeluar kan siapa pun yang kamu kehendaki " Balas Ayah dengan senyum bahagia .


" Terimakasih Yah ! " Balas ku dengan rona bahagia terpancar di wajah ku .


" Bersiap lah hari ini Ayah akan perkenal kan Emil ke karyawan Arrahman dan untuk memulai bekerja " Balas Ayah.


Ku anggukan kepala beranjak ke kamar memakai celana panjang , kemeja lengan pendek blazer dan jilbab simpel, aku memakai sepatu slip on karena hari ini juga aku ada rencana untuk mendatangi proyek bersama Erza dan Andi untuk memeriksa proyek jalan lingkar sekalian kembali mencari suami ku, berharap mendapat kan petunjuk .


Jam delapan pagi kami pergi ke kantor Arrahnan , Ayah mengendarai mobil sendiri sedang aku memakai mobil Mas Hardi di supiri oleh Erza karena sesuai rencana aku akan langsung meluncur ke area proyek .


Sesampai di Pt . Arrahman , Ayah dan Bunda mengumpul kan semua karyawan .


" Pengumuman untuk semua karyawan di sini Saya perkenal kan kepada Anda sekalian ini Ibu Emila Nur Hidaya mungkin kalian sudah mengenal sebelum nya, mulai terhitung hari ini Ibu Emilia yanga akan menjalankan kepemipinan di perusahaan ini dan di sebelah Ibu Emil ini Pak Abdallah Erza Mujahidin yang akan menjadi asisten kedua bagi Bu Emil pengganti pak Taufan untuk sementara waktu Pak Taufan masih terbaring di rumah sakit. "

__ADS_1


Jelas Ayah panjang lebar.


Setelah nya Erza berkeliling di temani Pak Andi menelusuri setiap inci dari perusahaan sedang aku naik ke atas ke ruangan kerja Mas Hardi yang sekarang menjadi ruang kerja ku.


Ku edar kan pandangan ke seluruh ruangan , betapa di dalam ruangan ini menyimpan banyak kenangan manis nan indah tapi menjadi sembilu paling memedihkan dalam hidup ku saat ini .


Aku duduk di kursi kebesaran dimana biasa nya Mas Hardi duduk di sini, memandangi ku yang terduduk di sofa di sebrang nya, semua kenangan itu melintas serupa siluet memerah kan mata ku yang masih juga terus mencium aroma wangi tubuh suami ku yang tertinggal dalam ruangan ini .


* Mas dimana kah kamu berada saat ini..,?, bisakah kau merasakan kerinduan ku yang sebegitu dalam ini..,?, kamu curang Mas.., dulu saat kau merindukan ku , kamu masih bisa mengobati nya dengan menatap ku diam - diam tanpa ku ketahui kehadiran mu dan sekarang saat aku yang merindukan mu mengapa aku tak bisa melakukan hal yang sama..,?, mengapa kau menghilang dari ku setelah kau manja kan aku dengan baluran cinta dan kasih sayang ?! * Bisik ku dalam hati , memejamkan mata menahan perih.


Pintu ruangan ku terbuka, Erza masuk berdiri di hadapan ku, mengambil tisue menghapus air mata ku dengan lembut, ku buka mata , Erza berdiri menatap ku lembut .


" Airmata tidak akan mengembalikan Mas Hardi ke sisi mu Mbak, ayo bangkit kamu masih punya kehidupan yang panjang, ada tiga anak yang lebih membutuh kan mu, jangan terlalu larut dalam kesedihan yang hanya akan menghancur kan diri sendiri "


Suara Erza pelan, meraba pipi ku .


" Ayuk Mbak tersenyum seperti dulu, bukan kah kau pernah melalui kepedihan sebelum ini dan kau mampu menghadapi nya dengan tersenyum..?! , mana senyum mu yang manis dulu.. aku merindukan nya sangat ! "


Erza menatap ke dalam manik mata ku, melihat luka yang terpapar dari sana.


" Bu Emil jadi ke lokasi proyek..?, semua sudah saya persiap kan " Ucap Andi yang masuk dan menghampiri ku berdiri di samping Erza .


" Oke Pak Andi kita berangkat sekarang ! "


Aku bangkit dari tempat duduk ku meraih tas lalu berjalan keluar menuju mobil Mas Hardi yang sudah terparkir di teras kantor .


Mobil melaju menembus jalanan menuju arah proyek yang berkelok serupa tubuh seekor naga berjalan, meliuk - liuk naik dan turun .


Erza memegang setir, aku duduk di samping nya, di belakang Andi dan Nurma ikut juga ke proyek.


Ku pejam kan mata ini


Mencoba tuk melupakan


Segala kenangan indah tentang diri mu


Tentang mimpi mu


Semakin aku mencoba


Bayang mu semakin nyata


Merasuk hingga ke jiwa


Tuhan tolong lah diri ku..


Entah di mana... diri mu berada..


Hampa terasa hidup ku tanpa diri mu


Apakah di sana kau rindukan aku


seperti diri ku yang selalu merindukan mu


Selalu merindukan mu

__ADS_1


Tak bisa aku ingkari


Engkau lah satu - satu nya


Yang bisa membuat jiwa ku


yang pernah mati menjadi berarti


Namun kini kau menghilang


Bagaikan di telan bumi


Tak pernah kau sadari


Arti cinta mu untuk ku


Entah di mana diri mu berada


Hampa terasa diri ku tanpa diri mu


Apakah di sana kau rindu kan aku


Seperti diri ku yang selalu merindukan mu


Selalu merindukan mu...


* Mas.. ! kamu di mana..! * gumam ku lirih dengan mata terpejam , setetes kristal bening mengalir tanpa kendali .


Erza melirik ke arah ku, di genggam nya tangan ku erat, memberi ku kekuatan . saat ku buka mata ku lihat dari kaca spion di atap mobil bagian depan, Nurma ikut menitikan airmata dan Andi terpejam mendesah kecil .


kurang dari empat puluh lima menit mobil telah memasuki area proyek pembangunan jalan lingkar yang telah berlanjut dan berjalan jauh meninggal kan lokasi bencana yang melenyap kan suami ku .


Proyek telah berjalan puluhan kilo dari tempat di mana Mas Hardi menghilang dan kantor darurat pun telah berpindah pula ke tempat yang kini jalan sedang di buat dengan mengecor terlebih dulu .


Ku usap airmata ku, turun dari mobil , aku di sambut fajar pelaksana di proyek ini di bimbing masuk ke dalam ruang kantor darurat yang kini terletak agak menjauh dari jalan, sedikit masuk ke area pinggiran hutan, mencari tempat yang lebih rindang oleh pepohonan.


Ku langkah kan kaki masuk ke dalam , memeriksa berkas yang di sodor kan Andi


memeriksa rute jalan yang telah di selesai kan dan saat ini sedang berlangsung dalam kilometer sekian ratus.


Sesaat ku pejam kan mata mengenang saat pertama kali aku memasuki ruangan ini dulu .


Figura foto kami masih terpajang angkug di dinding baja ringan dan foto Mas Hardi memeluk ku di atas meja pun masih terpajang di tempat yang sama


----------------------------------


Terimakasih untuk Reader yang sudah meluangkan waktu hingga kini


Jangan lupa di tunggu Like komen dan vote


syukur sih kalau kasih point juga


dan di jadikan novel favorit


Love U all 😘😍

__ADS_1


__ADS_2